A Moment In The Past

A Moment In The Past
S2 Ep 27 The End of Our Love



Setelah hasil tesnya keluar, maka dokter memutuskan untuk segera mengoperasi, karena apabila tidak Parvati akan merasakan sakit kepala berkepanjangan dan mengancam jiwanya.


Saruu yang melihat mama yang baru saja dia temukan terbaring lemah hanya menangis dalam pangkuan papanya setelah tadi minta Cathy antar masuk ke ruangan persiapan operasi


"Paa...i don't wanna lose mama again pa" ucap Saru


"She's gonna be alright dear...i promise" ujar Inder sambil memeluk Saru yang menangis tersedu


Di depan pintu Cathy berdiri dan mendengar ucapan Saru terdiam dan meneteskan air matanya


"Cat....are you alright?" tanya Steve


"Hemmm....i wanna go home, can you take me to my apartemen mas?" tanya Cathy sambil tersenyum


" Naek taxi online yess?"tanya Steve sambil meringis


"Mantan dokter mau nganter mantan istrinya cuman naek taxi, gak modal ya?" ejek Cathy


"Yee modal atuh...bisa naek taxi online, kalo gak modal aku ajak jalan Cat" elak Steve


"Mas....naek bis aja yuuk" ajak Cathy


"Emang kamu tahu bis jalur berapa arah ke apartemenmu?"


"Kagak...asal aja yuuk aku belum pernah naek bis juga"


"Pake masker n kacamata hitam mu juga, kalo kagak beauuuuh puyeng kita nanti sama fansmu"


"Iyaa...ini udah yuks!!" ujar Cathy sambil menarik Steve


"Siapa takut!!" jawab Steve sambil menggenggam tangan Cathy erat


Akhirnya mereka naik bis trans jakarta yang saat itu tidak penuh jadi suasana bis sunyi, Cathy hanya menatap kosong ke arah luar jendela bis, yang saat itu diluar sangat macet dan gerimis hujan mulai menghampiri bumi Jakarta yang sudah satu bulan ini sangat panas


Tiba-tiba Steve menaruh earpads di telinganya dan terdengar alunan dentingan piano oleh Yiruma yang berjudul River flows


Tak terasa air mata Cathy mulai menetes karena teringat lagu ini selalu dimainkan oleh Inder dengan piano saat Cathy sedang bersedih.


Greep.....dipeluknya bahu Cathy dan dibawanya kepala Cathy kearah dada Steve.


"Menangislah tetapi berjanjilah ini adalah tangisanmu yang terakhir, habis itu kita isi hidup kita dengan senyum lebar" ucap Steve sambil mengusap bahu Cathy lembut


Ucapan Steve membuat Cathy semakin menangis tersedu dan memeluk tubuh Steve erat, sampai akhirnya karena terlalu capai Cathy tertidur dalam pelukan Steve


"Pak....mau turun dimana ini sudah pemberhentian terakhir kita " ujar sopir bis trans Jakarta


"Kita turun disini pak...." ujar Steve lalu menggendong Cathy


"Istrinya kenapa pak?"tanya pak sopir


"Hehehe tidur pak, biasa...."


"Hahaha iya istri saya juga gitu pak"ujar pak sopir


Saat turun dari bis, Steve bingung ini dimana yah?


Saat Steve kebingungan nampak seorang pria berjas hitam rapi mendatangi Steve


"Mari saya anter tuan muda...."


"Terimakasih ya Nobu...." jawab Steve yang sangat mengenal asisten setia ibu mertuanya


"Kita mau kemana mas" ujar Cathy saat mau didudukkan ke mobil Nobu


"Selamat malam nona Caca....kita menuju ke apartemen nona, nyonya besar sudah menunggu kalian"


"Paman Nobu?!!! haiz....dari kecil nggak bisa loo nyelinap dari paman" gerutu Cathy


"Maaf Nona....." ujar Nobu dengan tetap wajah datar nya


"Mas kenapa gak bangunin Caca?"


"Kamu tidurnya terlalu nyenyak Cat"


Akhirnya mereka sampai di apartemen Cathy dan tampak Ariana sudah selesai memasak


"Ma......"


"Mandilah dulu kalian lalu makanlah, mama sudah masakin buat kalian" ujar Ariana yang saat itu hanya memakai blus warna hitam dan bercelana jeans


"Maa....you always beautiful, thats why pa always bucin with you" ujar Cathy sambil mencium pipi mamanya


"Kamu dan Gendhis juga putri mama yang sangat cantik, ayo sana mandi...mama ingin bicara denganmu"


"You know right?"tebak Cathy yang sangat mengenal mamanya yang selalu punya pengawal bayangan untuk semua anaknya, terutama Cathy yang pernah diculik waktu kecilnya, sehingga selalu tahu apa yang terjadi pada anaknya


"Yess...everything" ucap Ariana sambil tersenyum lembut



Setelah selesai mandi, Steve dan Cathy segera duduk dimeja makan dan segera menyantap makanan masakan mamanya yang sangat sedap.


"Ca...keputusan apa yang kamu ambil?"


"Papa tahu masalah ini ma?" tanya Cathy kuatir bukannya menjawab pertanyaan mamanya


"Papa belum tahu, dia masih heboh dengan El karena Gendhis hamil lagi" ujar Ariana yang masih geli dengan polah suaminya dan menantunya yang selalu seperti Tom & Jerry


"Whaat....kak Gendhis hamil lagi? padahal Sien belum genap satu tahun" ujar Cathy sambil menggelengkan kepalanya


"Iya El kejar tayang katanya, itulah yang membuat papamu sewot" ujar Ariana geli


"Ok ....back to the topic, What will you do now?" tanya Ariana dengan muka serius


"Change the bride Ma...the wedding must go on"


"Apa kamu gak bisa sekali-sekali egois dan mempertahankan apa yang kamu punya Ca?"


"Karena aku egois ma, Caca gak mau berbagi suami dan anak Caca....jika aku mempertahankan Inder dan Saru, aku harus siap menerima Parvati di kehidupan aku kelak...dan aku nggak mau itu ma"


"Dan juga aku gak bisa melarang dan memisahkan seorang ibu terhadap anaknya, memisahkan seorang pria terhadap wanita yang melahirkan anaknya, dan wanita itu sudah sangat menderita selama ini"


"Caca gak bisa ma....sungguh gak bisa" ucap Cathy lalu menangis dan memeluk mamanya


Ariana hanya menghela nafas dalam....."Lakukan yang terbaik bagimu sayang, mama selalu mendukung semua keputusanmu asal kamu bahagia hemm....."


"Makasih ma....lalu papa gimana?"


"Nanti mama yang bujuk papa, semua urusan wedding biar mama yang urus...kamu tinggal menyelesaikan dengan Inder"


"Ya sudah lakukan yang menurutmu baik Ca....mama pulang dulu ya ntar papamu ribut kalo mama gak pulang-pulang" ujar Ariana sambil nyengir


"Iya ma....makasih ya ma" ucap Cathy sambil mencium tangan mamanya tiba-tiba ada telpon masuk


"Udah gak usah nganter kedepan, kamu terima telpon dulu sayang" ujar Ariana sambil mencium kening Cathy lembut


"Maaf ya ma...hati-hati dijalan yah"


"Hmm...bye Ca"


Saat Ariana mau pulang, Steve mau ikut pulang


"Kamu mau kemana?!!" tanya Ariana sambil menatap tajam ke Steve


"Mau pulang Ma" ujar Steve bingung


"Berani pulang....mau aku sunat???!!" ancam Arina


"Haah?!!!tapi mah? "


"Tinggal disini!!"


"Awasi dokter sableng ini...berani keluar dari apartemen ini segera habisi!!" perintah Ariana sadis kepada para bodyguardnya membuat Steve menelan ludahnya


"Buseeet...punya mertua kok ya gini-gini amat yah hicks..." ujar Steve dalam hati


Akhirnya Steve kembali masuk kedalam, dan mencari keberadaan Cathy yang ternyata Cathy sedang menelpon untuk mengganti semua nama pengantin di acara pernikahannya


Steve langsung duduk di samping Cathy, menunggu dengan sabar Cathy yang terlihat berusaha tegar menerangkan kepada WO, pihak gereja dan pemimpin jemaat gereja.


Akhirnya Cathy menyelesaikan semuanya, setelah menutup telpon Cathy menghela nafasnya panjang


"Butuh bahu buat nangis ato buat bobo?!" tanya Steve sambil tersenyum


"Udah capek nangis...udah bobo lama juga" jawab Cathy nyengir


"Main game aja yuuk?!" ajak Steve


"Emang mas bisa?"


"Bisalah....efek pengangguran hehehe" ujar Steve nyengir


"Kenapa mas gak pulang?"


"Gak mau pulang.....dirumah juga bengong sendiri" jawab Steve sekenaknya


"Makanya cari istri!!"


"Ini baru usaha"


"Ciiiih....gak bosen apa nikah sama aku sampe dua kali"


"Gaklaaah.....udah buruan main, gak usah berisik"


"Yaaaah....bukannya menghibur malah ngatain....dasar gak peka!!" omel Cathy dengan muka cemberut


"Kamu tuch yang gak peka udah dikodein gak paham-paham juga" ujar Steve ikutan sewot


"Berisik....ayo mau game apaan? "tanya Cathy sambil pegang hpnya


"Gamemu apaan???" lalu Steve merebut hp Cathy untuk melihat game apa aja yang ada di hp Cathy


"Kita maen ini aja Cat...." ujar Steve sambil nunjuk sebuah permainan


"Emang bisa?"


"Cih...menghina loe....lihat nich score aku" ujar Steve sombong


"Heleeh....ayooo buktiin"


Lalu mereka sibuk bermain dengan hebohnya


"Cat...si bocah tengil mana?"


"Yunfan?"


"Iya....dimana tuch anak?"


"Baru dikerangkeng ama bini dan tante Putri....bininya baru ngidam"


"Hahaha....apes banget nasibnya, laah maen-maen kok ama anak macan" ujar Steve sambil ketawa terpingkal-pingkal


"Diiih bahagia bangeet...."


"Ya iyalah...si bocah itu rival terberat"


"Kok Yunfan? harusnya Inder dong"


"Dimatamu aku melihat memandang Inder hanya rasa kagum dan nyaman, sama seperti mata Karin saat memandangku, beda saat kamu memandangku, kamu mencintaiku"


"Sok tahu kamu mas....lalu kenapa dengan Yunfan?"


"Kalian itu tidak terpisahkan, disaat sedih dan gembira Yunfanlah yang tahu dan bisa menenangkanmu....tetapi saat ini aku akan menggantikan posisinya" ujar Steve PD sambil tetap bermain hp


"Diiih....emang Caca mau??"


"Yaaa....haruslah, sekarang tinggal kita berdua yang jomblo"


"Kaya Caca nggak bisa cari pria lain"


"Emang gak bisa....selamanya hatimu cuman ada nama aku, begitu juga aku"


"Mas salah minum obat yah? kenapa sekarang narsis akut....perasaan dulu gak tuch" ujar Cathy sambil memicingkan matanya


"Karena aku sekarang mau egois, tidak mau berbagi dengan yang lain, bukankah kamu juga begitu" ucap Steve tenang sambil tetap bermain


"Mas aneh deh!!"


"Baru tau non" ucap Steve nyengir


...***...


...TBC...


...Maaf ya baru update😁😁...