A Moment In The Past

A Moment In The Past
Episode 68 Epilog



Rasa sakit di dada Karina semakin mendera, membuat Karina menepuk tangan Steve yang ikut tidur disampingnya, tetapi saat itu Steve terlihat sangat lelah, membuat Karina urung membangunkannya.


"Stevie....terimakasih telah menjadi saudara, sahabat, kekasih dan suamiku yang selalu lembut dan selalu ada buat Arin" ucap lirih Karin sambil mengusap pipi Steve


"Jangan bersedih saat saat aku tinggal pergi, jangan minum-minuman dan memakai narkoba lagi untuk pelarian, berbahagialah kelak dan selalu menolong banyak orang" ucap Karina sambil tersenggal-senggal


"Maafkan Karin yah tidak bisa menepati janji untuk selalu bersama sampai tua, Karin sayang sama Stevie dari dulu hingga nafasku yang tera...akhir" bisik Karin sambil mencium Steve lalu tubuh Karin terasa semakin lemah saat akan menutup mata Karina mendengar


"I love Arin....always...di kehidupan yang akan datang tunggu aku mencarimu hmm" bisik Steve sambil menempelkan keningnya ke kening Karina dengan meneteskan air matanya.


Mendengar bisikan itu membuat Karina tersenyum dan menutupkan matanya dengan damai.


Melihat istrinya akhirnya pergi meninggalkannya membuat tangisan Steve pecah sambil memeluk tubuh Karina erat, takut kehangatan di tubuh Karina menghilang dengan cepat.


"Steveee...Karin dibangunkan dulu untuk makan siang sudah matang" ucap mama Olivia yang tiba-tiba masuk ke kamar


Olivia terpaku melihat anaknya memeluk tubuh menantunya sambil menangis, membuatnya lemas dan terduduk dan menangis.


"Tante..Karin sudah bangun? ini Putri buatin Ciffon grentea " teriak Putri dari dapur yang berjalan menuju kamar Karina.


Betapa kagetnya Putri melihat sahabat kecilnya telah pergi, membuat piring kuenya terjatuh dengan suara keras membuat semua orang berkumpul di kamar Karina dan menangis histeris.


***


Karina melihat dalam diam bahwa semua keluarganya menangisi dirinya dan dia bisa melihat tubuhnya dalam pelukan Steve.


"Maaf....." ucap lirih Karina.


"Kim So Ra" terdengar suara lembut memanggil.


Karina terkejut dan melihat ke belakang tampaklah papanya Kim Tae Joo atau Michael Kim


"Appa.....Appa......" teriak Karina langsung berlari dan menghambur ke dalam pelukan papanya.


"Mian hae (maaf) Rin....joengmal joesonghabnida ( benar-benar minta maaf)Rin" ucap Mike sambil memeluk erat putri kesayangan.


"Gwenchanh-a appa (tidak apa-apa pah)" ucap Karina.


"Ayo Rin sudah saatnya kamu pulang, tugasmu sudah selesai di dunia ini, dan kamu sudah melakukan yang terbaik" ucap Mike dengan membungkukkan badan sebagai penghormatan lalu menggandeng tangan Karina menuju pintu yang sangat besar yang kemudian terbuka lebar dan terlihat cahaya yang sangat terang di dalamnya.


"Ayo masuk Rin.....kamu sudah ditunggu suamimu" ajak Mike masuk ke dalam pintu bersama Karina yang masih terbengong setelah meteka masuk pintu besar tersebut kembali tertutup.


"Riiin....rin...." terdengar suara yang sangat Karina rindukan sedang berdiri di depannya sambil merentangkan tangannya dan tersenyum lebar.



"Mas Willy....." teriak Karina sambil berlari dan menubruk Willy.


"Maaf ya mas Karina lama banget pulangnya" ucap Karina dengan puppy eyesnya.


"Iya Rin rin bahkan ngelupain suaminya sendiri" rajuk Willy sambil cemberut.


"Maaaf maas...beneran Karin lupa " ucapan Karina penuh sesal.


"Meski lupa, tapi Karin tetap memuji mas ganteng, iiiih...gimana mas gak makin cinta coba" ujar Willy sambil menciumi muka Karina.


"Iyaaa mas sudah tua aja ganteng apalagi muda gini" rayu Karina sambil mengerling nakal.


"Hahaha....istri mas memang yang paling gemesin" ucap Willy lalu mencium bibir merah Strawberrynya Karina dengan lembut.


"Ayo Rin kita pulang" ajak Willy.


"Haru dan Hana dimana?" tanya Karina


"Mereka sudah bersama pasangannya nanti kita bertemu, saat ini kita berduaan saja" ucap Willy dengan smirk mesumnya.


"Haizzzz ....mas iiih gak pernah berubah loo" ucap Karina.


"Gendooong mas" rajuk manja Karin


"Hahaha ayooo istriku sayang" ucap Willy sambil berjongkok di depan Karin dan langsung ditubruk Karina dan langsung memeluk leher Willy.


Setelah Karina dalam gendongan Willy ala piggyback ride


"Siaap Riin?!!!!" teriak Willy


"Siaaaap Mas Willyku" jawab Karina lalu mereka berlari menuruni bukit di perkebunan teh saling tertawa bahagia dan berteriak bersama.


Dari jauh Mike tersenyum bahagia melihat akhirnya putri kesayangannya bahagia, tidak ada rasa sakit dan tangisan menghiasi muka cantiknya lagi.


"Kamu sudah bertugas sangat baik Mike...putrimu sudah sangat bahagia, kamu sudah bisa tenang dan bisa kembali ber-reinkarnasi" ucap Kepala Malaikat sambil menepuk bahu Mike


"Ye Sajangnim" ucap Mike sambil membungkukkan badannya kepada kepala malaikat.


...🌺THE END🌺...


...Sesuai Janji Thoor bahwa cerita ini akan happy ending dari sudut pandang yang tidak seperti kebanyakan, karena thor ingin Karina akhirnya bisa bahagia di surga bersama dengan cinta sejatinya...


...semoga berkenan ya 🙏😘 jangan lupa untuk LIKE....VOTE....& COMMENT...


...GUMAPTA🙏😘...


...Masih bakalan ada 2 extra part...