
"Stevie kita sampe...huwaaa rumah emak nggak berubah" teriak Karina heboh.
"Hahaha kamu seperti Alice in wonderland Rin" ucap Steve sambil mengusap rambut Karina.
Saat turun di sambut asisten setia Emak Liem dan Engkong Liem yang bernama Mang Ikin yang terlihat sudah tua
"Yaaa ampunn ini teh neng Karin??? ya ampuun neng amang sampe pangling." ujar mang Ikin.
"Amaaang...kumaha damang?" tanya Karina
"Saestu neng" ucap mang Ikin sambil tersenyum lebar.
"Iya inih Karin.....dah gede kan mang?" ucap Karin sambil bergaya genit.
"Hahaha iya...geulis pisan, neng sudah sehatkan?"
"Sehat mang Puji Tuhan" ucap Karin.
"Aden Steve kumaha damang?...duuhh amang seneng banget waktu tahu kalian akhirnya menikah" ucap mang Ikin heboh saking seneng nya.
"Saestu Mang, bi Neni mana mang?" tanya Steve sambil disekelilingnya.
"Bi Neni sudah meninggal 6bulan yang lalu den" ucap Mang Ikin terlihat sedih.
"Aduh mang, Karin dan Steve tidak tahu ikut berduka cita ya mang...maaf kita tahu." ucap Karina sambil memegang tangan Mang Ikin.
"Tidak apa atuh, amang dah ikhlas kok" ucap mang Ikin sambil mempersilakan masuk rumah.
"Amang sekarang tinggal sama disini?" tanya Steve.
"Sama keluarga Burhan Den...nah ini namanya Umi istri Burhan " ucap mang Ikin memperkenalkan Umi yang sedang mempersilahkan minuman teh jahe yang masih panas dimeja.
"Punten nginum heula den...neng" ucap Umi lembut.
"Nuhun pisan teh Umi, maaf teh umi ini kakaknya Aa Pras ya?"tanya Karina.
"Aaah iya neng leres, neng Karin masih ingat yah?" ucap Umi senang.
"Ingatlah teh, dulu kan Prast suka ngikutin Putri" ucap Karina geli diikuti Steve yang ikutan ketawa.
"Leres, anjeun budak sableng si Prast" ucap Umi yang juga ikut tersenyum malu.
"Sekarang dimana Aa teh Um?" tanya Steve.
"Prast kerja di kebun den sama istrinya, kalau neng Putri gimana kabarnya?"
"Putri sudah punya anak cowok teh, suaminya pengacara dan tinggal di Jakarta."
"Waaah hebat yaah, neng mau makan siang dulu atau istirahat dulu?"
"Istirahat dulu saja teh"
"Baik neng, kamar neng dulu sudah saya siapkan mari neng saya antar" ujar Umi yang mengantar Steve dan Karina ke kamar.
Saat mau ke kamar, Karina melewati kamar emak Liem.
"Teh...kamar emak dikunci?"
"Iya neng, tapi setiap hari kita bersihkan dan jendela selalu kita buka...neng ingin masuk?"
Karina tercenung di depan pintu kamar emaknya.
"Sudah 10 tahun mak...Karin pulang mak...Karin kangen" ucap Karina sambil memegang pintu sambil menangis.
"Rin...kamu ingin Steve temani masuk?" tawar Steve sambil berjongkok di depan kursi roda Karina, sambil mengusap air mata Karina sambil menggenggam tangan Karina.
"Baik neng, mari saya bukakan kamar neng" ucap Umi.
Lalu Karina dan Steve beristirahat sambil menikmati teh jahe dan ubi goreng.
Malam harinya Burhan dan anak-anaknya ikut makan malam bersama sambil bercanda dan bercerita bahwa selama Sena yang memegang perkebunan, Kebun dan pabrik teh Karina semakin berkembang membuat Karina tersenyum lebar dan semakin yakin mewariskan semua ini menjadi milik Sena.
Saat tidur malam harinya, tiba-tiba terbangun dengan kebingungan.
"Stevieeee....bangun"
"Ada apa Rin, mimpi buruk lagi...sini aku peluk" ucap Steve sambil masih dengan mata tertutup.
"Nggak Stevie....Stevieee kamu yakin belum menikahi aku secara gereja didepan pastor di outdoor?"
"Waktu kamu saat Koma, memang diberkati Pastor Yos di kamar rs" ucap Steve sambil masih mengantuk.
"Apakah kamu ingin pemberkatan ulang?"tanya Steve.
Pertanyaan Steve membuat Karina semakin bingung lalu mengapa mimpinya tadi terasa nyata, dia memakai baju pengantin tetapi semua tamu yang hadir tidak ada yang dikenalnya.
"Sudah tidak usah dipikirkan yah, pokoknya kamu terima beres dan tidur lagi masih malam."
"Eeh iya Stevie..." ucap Karina patuh.
***
Pagi harinya, Karina bangun terlebih dahulu lalu keluar dari kamar...lalu berhenti di depan kamar emak Liem sambil tercenung.
"Masuklah neng, emak sudah lama menunggu neng...ikhlaskan emak hemm....sudah 10tahun neng sama sekali tidak pernah pulang dan masuk kamar emak."
"Kamar masih sama posisinya pun amang tidak berani rubah, disuruh engkong neng."
"Karin takut mang, saat buka Karina jadi ngrasa kalo emak benar-benar sudah pergi meninggalkan Karina sendirian di dunia ini mang" ucap Karina sambil terisak
"Emak memang sudah pergi neng, relakan yaah ...ayo masuk amang temani" ucap amang lalu mendorong kursi roda untuk masuk.
Karina melihat kamar emak masih sama seperti dulu, bahkan baju emak masih tergantung, semua Karina sentuh dan menciumi semuanya mencari aroma emaknya, meski hal tersebut adalah mustahil.
Kemudian di nakas samping tempat tidur emak, Karina menemukan buku album foto yang berisi foto emaknya bersama suami dan anaknya, ada foto Karina kecil membuat Karina tersenyum saat membaca tulisan di masing-masing fotonya.
Saat Karina menutup album tersebut dan menaruh ke posisi semula tiba-tiba ada 1lembar foto yang terjatuh.
Karina melihat Emaknya dengan lelaki muda yang memiliki mata yang sipit seperti dirinya, kemudian dibalik fotonya terdapat tulisan
"Kim Tae Joo (Michael Kim)"
Karina langsung melihat foto itu sambil mengingat-ingat wajahnya pria yang sangat familiar tapi Karina lupa dimana...tetapi melihat tulisan nama itu Karina sadar itu papanya...papa sangat ia rindukan dan ingin temui.
"Appa....appa" ucap Karina lirih sambil menangis dan mendekap foto tersebut.
...***...
...TBC...
...Satu rahasia sudah terbuka...
...Mian Hae ya baru malam-malam baru update, karena seharian bantuin tugas dua anakkuπππ...
...Semoga berkenan ya, jangan lupa LIKE....LIKE...LIKE....VOTE & COMMENT YA...
...πππ...
...Saranghae & Gumaptaππππ...