A Moment In The Past

A Moment In The Past
Episode 61 Forget William



Putri diantar Raul sampai di depan rumahnya.


"Besok acaramu apa Ul?"


"Besok kelihatannya cuman dirumah Put, badanku capek, kenapa emangnya?"


"Rencana sich ingin menengok dan meminta maaf Karina Ul"


"Jangan besok, Steve masih dalam Mode Senggol Bacok" ucap Raul.


"Aku ajak Wibi jadi Steve gak bakalan berani mengusir kita, karena Wibi sangat menempel dengan Steve"


"Ooo..ya sudah hati-hati besok yah" ucap Raul lalu segera menghidupkan mobilnya.


"Loooo....Ul kamu ngaak nganterin akuu? kan mobilku di RS, semua mobilku baru dipinjam Susan untuk acara pernikahan, makanya papa n mama ke Bogor"


"Masak aku naek taxi online sendiri dengan Wibi dimana pasti bawaannya segambreng" omel Putri membuat Raul terbengong.


"K...kamu gak mabuk kan Put? "


"Beneran boleh aku anterin kalian?"


"Boleh lihat Wibi? kamu yakin Put?" tanya Raul dengan muka tidak percaya.


"Iya..udah sana pulang, besok jemput jam 10 yaah"


"Siaaap nyonya ada, terima kasih Put...sungguh terima kasih" ujar Raul dengan senyum lebar dan segera pulang ke rumah.


Sepeninggal Raul, Putri masih tercenung fi depan pintu rumahnya.


"Semoga langkahku ini benar ya Allah, bantu Putri untuk membahagiakan Karina untuk yang terakhir kalinya" ucap Putri lirih sambil berlinang air mata.


****


Pagi harinya karena terlalu bersemangat Raul datang kepagian, jam 8 sudah sampai di rumah Putri, membawa berbagai macam biscuit yang dia beli di amigomart yang dia lewati.


"Ul...baru jam 8 ini....Wibi saja masih bobo habis subuhan tadi" ucap Putri kaget melihat Raul yang datang dengan baju santai dengan kaos, jaket hoodie dan celana pendek berwarna hitam warna kesukaan Raul.


"Takut telat kena macet Put"


"Ya udah ayo masuk, kalo belum sarapan itu aku masak lontong soto, ambil saja aku baru masakin buat Wibi"


"Kamu gak ada PRT?kok masak sendiri?"


"PRT ada, tapi khusus makanan buat adik aku handle sendiri Ul, biar gizinya terjamin" ucap Putri, itulah yang membuat Raul nyaman dirumah Putri sangat pandai memasak makanan selain lezat juga higienis. karena Putri terkenal sebagai chef tegas dan disiplin di dapur.


"Wibi tidur dimana Put?" tanya Raul yang terlihat tidak sabar ingin melihat putranya.


"Ada di kamarku, nanti pas jam 8.30 kamu tengokin dikamar, jam segitu dia bangun dan menangis mencari mamanya"


"Ooo...baiklah kalau begitu aku ke kamar mandi dulu ya"


"Kamar mandinya ada di depan kamarku itu ya, ntar habis itu coba kamu tengok Wibi ya, guling minionnya jatuh atau tidak, kalo jatuh tolong ambilkan kalau tidak nanti dia menangis"


"Oke..." ucap Raul lalu ke kamar mandi untuk buang air kecil.


Saat keluar dari kamar mandi tampak di depannya berdiri anak laki-laki lucu memakai piyama lengan panjang dan celana panjang masih dengan muka mengantuk kaget melihat Raul sesosok pria asing dengan tatapan bingung.



"Mommy....???"


"Mommy di dapur, yuuks om anter" ucap Raul dengan gugup melihat putranya.


"ndong..." ucap Wibi sambil menaikkan ke dua tangannya minta digendong.


"Bi..bi minta gendong om?" ucap Raul kaget lalu meneteskan air mata.


"Heem" ucap Wibi


Raul dengan senang hati menggendong Wibi lalu menciumi pipi putranya yang masih terlihat mengantuk, menuju dapur.


"Moommy...!" teriak Wibi


"Looo...why you wake up so early sweety??"


"Miiik mom..." ucap Wibi belum begitu jelas.


"Aaaah...you'r thirsty...wait a minute ok......this is your milk sweety" ucap Putri sambil mencium pipi embul Wibi dan menyodorkan botol susunya.


"Ul...bawa Wibi minum susu sambil liat tv di ruang tv ya....dia suka minum susu sambil lihat film Barney.


"Oooo film barneynya sudah disanakan ya?" tanya Raul yang terlihat bingung.


"Iya itu tv hanya tentang Barney, aku tinggal mandi dulu ya"


"Bii tas bajunya Wibi taruh di bagasi ya...Ul ntar kasihkan kunci mobilnya ke bi Sarji yah"


"Iyaa..."


Tak berselang lama, Putri membawa dua mangkuk makan


"Ul kamu makan dulu sana, aku suapin Wibi makan dulu"


"Kamu gak makan Put? masak aku makan sendiri"


"Aku makan disini bersama Wibi, setelah ada Wibi, aku makannya selalu disini sambil menyuapi Wibi.


Setelah mengambil makan, Raul segera menyusul untuk ikut makan bersama Wibi dan Putri


"Loo Ul...kamukan gak bisa makan kalau tidak di meja makan, udah sana jangan peduliin kita" ucap Putri heran karena seorang Raul yang segalanya tertib dan teratur mau melanggar aturannya sendiri.


"Saat ini dan seterusnya aku akan selalu ikut dimanapun anakku berada, jadi please jangan bilang aku gak peduliin kalian lagi yah" ucap Raul sungguh-sungguh .


Setelah mereka selesai sarapan dan selesai memandikan Wibi, mereka segera berangkat menuju Rs Karya Medika.


Saat menuju ruang Karina, ternyata ruangan kosong membuat Putri ketakutan, tetapi salah satu suster memberi tahu bahwa Karina di pindah ke lantai atas tempat keluarga Rumengkang tinggal.


Lalu dibantu suster tersebut ke lift khusus keluarga Rumengkang


"Pencet lantai teratas ya bu" ucap ramah suster muda itu.


"Makasih ya suster Mayang" ucap Putri sambil membaca nametag suster tersebut yang bernama mayang


"Sama-sama ibu" jawab Mayang ramah.


Ketika pintu lift terbuka tampak ruangan mewah yang seperti apartemen mewah dengan lantai tertutup karpet, saat sebelum masuk ke ruangan tersebut tersedia tempat untuk mengganti sepatunya dengan kasut yang telah tersedia.



Wibi yang melihat Steve yang terlihat tersenyum sambil bercanda dengan Karina, langsung minta turun dari gendongan Raul lalu berlari menuju Steve



"Hallo jagoan..kiss oom" ucap Steve lembut, lalu menggendong Wibi mendekat Karina


"This is Onty Karin, say hay jagoan" ucap Steve memperkenalkan ke Karina.


"Hallo Wibi..." ucap Karin sambil membelai pipi embul Wibi.


"Ty..ntik oom" ucap Wibi sambil tersenyum malu-malu.


"Cantik ya istri om, emang istri om sangat cantik" ucap Steve sambil menatap Karina lembut.


"Steeeviee...malu iih" ucap karina dengan semburat merah.


"Riin...kamu sudah baikan?" tanya Putri kuatir.


"Kamu ngapain kesini bawa anak pula....ciiih" ujar Steve ketus sambil memandang Raul dan Putri tajam.



"Stevie please...." ucapan Karina sambil mengusap tangan Steve lembut.


"Aku baik kan kok, maaf ya kemarin buat kalian khawatir" ucap Karina sambil tersenyum lebar.


"Kamu potong rambut ya Rin?"


"Iya, bagus gak? aku ingin merubah penampilan biar lebih fresh" ucap Karina sambil tersenyum



"Istri Steve mah paling cantik sedunia" ujar Steve sambil memeluk Karina sambil menciumi pipi Karin


"Stevie....ada mereka malu iih"


"Biarin saja...biar mereka mupenk dan buruan rujuk, salah sendiri pakai cerai" ucap Steve dengan muka songong minta di tampol Putri.


"Stevie, ntar kamu tidur di sofa!!" ucap Karin membuat Steve langsung kicep dan auto pasang muka melas.


Membuat Raul meringis "Nasib kita sama Steve..punya bini ganas, namun kita bucin" ucap Raul dalam hati.


"Putri muka Wibi bule banget yah" ucap Karina sambil melihat Wibi sedang bermain dengan Steve dan Raul.


"Hooh...nyebelin banget muka e papanya banget, nggak ada akunya" omel Putri.


"Hahaha Putri...Putri...selera mu ternyata bule makanya siapa cowok teman Steve diperkebunan yang bucin habis ama kamu Put?"


"Siapa wee Rin?"


"Steve siapa nama temenmu pas diperkebunan dulu yang hitam manis itu?"


"Ooo...Pras..Prasetyo yang dulu suka banget ngintilin Putri hahahaha" ejek Steve sambil ngakak bersama Karina membuat Putri cemberut.


"Heeh masih mending aku kali yang aku sukai bule muda, la kamu masak pahlawan kita yang sudah mati....hiiiiy ngeri loe Rin" ucap Putri sambil pura-pura ngeri.


"Pahlawan siapa sich Put...aku nggak inget" tanya Karina bingung.


"Siapa namanya Steve pahlawan yang dibuat film tentang kisah cintanya itu?"


"Oooh William siapa gitu...yang filmnya judulnya 'Cinta kau bawa pergi' kalo gak salah".


"Haah? masak sih..mukanya kaya gimana? tanya Karina Kepo"


"Bentar aku browsingin...pahlawan nasional...bentar" ucapan Putri sambil sibuk dengan hpnya.


"Kok gak ada sicch...William itu pahlawan apa ya Steve? kok a browsing gak ada tuch malah ada pahlawan baru dech ini?" ucap Putri kebingungan.


"Cari pahlawan yang dibunuh di tanjung Priuk Put"


"Oooo iya...bentar...loo kok nggak ada "


"Laa kok ini malah ada pahlawan baru namanya Letnan Anggara Dipta Husein....tapi kok mukanya kaya kak Elang yah!!" ucap Putri


"Haizzz kamu tuch Putriii suka ngadi-adi" ucap Karina yang langsung mengambil hp Putri dan melihat poto pahlawan yang disebut Putri.



"Eeh iya sama loo sama kak Elang" ucap Karina takjub.


"Tapi Karin kok gak inget sampai fans ama pahlawan seingatku cuman Joon kook doang dech" ucap Karin sambil nyengir.


"Tapi bener looh, harusnya ada pahlawan yang namanya William" ujar kekeuh Putri lalu bercerita


Flashback


Pada saat Putri dan Karina kelas 4, sekolah mereka. mengadakan fieldtrip ke Musium Fatahillah


Putri dan Karina tekun mendengarkan keterangan Guide nya dan mencatat untuk menulis laporan.


Sampai di bagian Tragedi Tanjung Priuk dimana para Jendral pengawal presiden dibunuh secara brutal dan mayatnya dibuang di Tanjung Priuk ada 4Jendral dan 1ajudan Jendral.



Saat Karina berada di depan gambar foto ajudan Jendral yang ikut terbunuh bernama Letnan William Putra Simorangkir.


"Waaaa....Putri itu ganteng banget yaah" ucap Karina penuh kekaguman.


"Woiii Etdah ganteng dari Hongkong!!" ucap Putri sambil menoyor kepala Karina.


"Mata loe Rabun ya Put, ganteng gitu loooh..."kata Karina sewot sambil menoyor balik.


"Elo yang rabun...gilee looe selera om-om eeh tapi kalo masih idup kakek-kakek dech hahahaha" ejek Putri yang kemudian menarik Karina mengikuti rombongan yang lainnya.


Sejak saat itu Karina begitu getol sampai-sampai membeli buku biografinya William dan selalu sewot dengan wanita yang bernama Rukmini yang memberi kesaksian bahwa dia adalah tunangan William.


"Itu Willy matanya sewer po ya Put? masak sama cewek item dekil gini mau, kan dia mukanya bule blasteran gitu" ujar Karina di suatu malam di rumah Putri sambil belajar untuk ujian besoknya.


"Dasar dodol...jaman dulu cewek cantik bisa diitung pakai jari, lagipula jaman dulu standart cantiknya hitam manis gitu..." ucapan Putri sambil menjitak jidat Karina


"Udaah belajar besok ujian matematika, kamu malah baca biografi..nggak bosen apa baca gitu mulu" omel Putri.


Flashback end


...***...


...TBC...


...Sudah terjawab yah, bagaimana asal mulanya Karina mengenal Willy...


...Jangan lupa LIKE....LIKE....VOTE & COMMENT NYA yahh biar novel ini selalu bisa bertahan disini...


...Gumawo & Saranghae🙏😘😘...