
Ketika Inder masuk ruang rawat Parvati, disambut Saruu
"Daddyyyy....loook Saruu have grandpa and grandma" teriak Saruu sambil berlari memeluk ayahnya
Inder yang melihat siapa yang berada di kamar Parvati, langsung menggendong Saru,
"Mau apa kalian disini? jangan pernah menyentuh dan menyakiti Saruu dan Parvati, keluar dari sini mumpung saya masih bisa sopan bicaranya!" ujar Inder dengan bahasa India meski tenang tetapi mata Inder penuh intimidasi membuat ayah dan ibunya Parvati ketakutan
"Indeerr...tenanglah jangan buat Saruu ketakutan" ucap Parvati lembut
Inder yang tersadar segera memeluk Saruu erat
"Maafin. Daddy Saruu...where is mommy Saru?"
"Dia tadi menerima telpon dari Oon...apa gitu lalu bergegas pergi"
"Onah....dia manajer Caca, ooo ya sudah ada tawaran pekerjaan barangkali" ujar Inder meski dalam hatinya ada perasaan gak enak seperti firasat akan terjadi apa-apa.
Inder menitipkan Saruu ke Parvati lalu memberi kode ke orang tua Parvati keluar
"Apa yang kalian inginkan?jangan ganggu dan menyakiti Parvati lagi"
"Maafkan paman Inder, paman banyak dosa karena terbutakan obsesi kehormatan dunia, melupakan bahwa banyak yang telah paman hancurkan, kebahagiaan putri tunggal paman dan hampir saja kehilangan Parvati dan Saruu cucu kami satu-satunya"
"Baguslah kalau kamu tahu, sekarang pergilah dari sini!!"
"Kami datang kemari karena diseret oleh tuan Nobu, kami sebenarnya sudah terlalu malu dan menyesal Inder"
"Untuk apa Nobu memaksa kalian disini?"
"Nona muda Sutedja ingin kami mendampingi di masa pemulihan putri kami Inder "jelas Rahmini ibu Parvati
"Baiklah kalau itu permintaan Caca...tapi awas jika kalian mulai bertindak jahat kembali kalian langsung berhadapan denganku" ancam Inder lalu menyuruh anak buahnya mengantar orang tua Parvati ke hotel terdekat
Saat Inder masuk tampak Saruu tertidur lelap dalam pelukan Parvati
"Loo sudah tidur?"
"Hihihi iya Saruu seharian bercerita tentang temannya di sekolah, dan menyanyi sepanjang hari ini" ucap Parvati geli
"Dia memang gadis paling cerewet sedunia, entah meniru siapa" jawab Inder sambil tersenyum lebar
"Inder bolehkah aku bicara serius?"
"Bicara saja gak usah pake ijin segala" jawab Inder
"Setelah aku sembuh aku ingin. pulang ke India Inder bersama ayah dan ibuku"ucap Parvati takut saat melihat ekspresi Inder langsung berubah datar
"Belum cukupkah kamu meninggalkan Waduh selama ini?!!kurang baik apa dari putriku sampai dia mau kamu buang hmm?" ujar Inder ketus
"B-bbukan begitu Inder, aku tidak membuang putriku....kau tahu betapa sayangnya aku terhadapnya, tetapi aku tahu diri jika aku disini aku bagaikan beban yang harus kamu tanggung, padahal kamu bakalan menikahi mommy Saruu"
Inder tersadarkan memang selama di rumah sakit, dia tidak pernah menemui Caca, menelpon dan kirim message pun tidak dilakukan
Bukannya tidak sayang lagi dengan Caca, hanya saja Inder menuruti permintaan Saruu untuk menemani Parvati di rs.
Inder berusaha menelpon Caca dan Nobu, tetapi tidak tersambung sama sekali
"Ini sudah malam Inderr pasti sudah tidur, aku tidur dulu ya Inder
"Hemm....tidurlah aku mau ngerjain laporan dulu" ujar Inder entah kenapa hatinya tidak tenang
^^^
Pagi harinya saat Inder mau masuk ruangannya tampak Uut sekretarisnya sudah bersiap membawa setumpuk berkas yang sudah menyambut kedatangan Inder.
"Pagi tuan, jadwal hari ini.....blaaa....blaaa.." cerocos Uut membacakan acara hari ini
"Ooo iya tadi ada titipan surat dan kotak baju buat non Saruu dari nona Caca tuan"
"Ook Uut makasih ya"
"Kenapa pake kirim surat-suratan segala dasar Caca badung" ujar Inder teekikik geli atas ide-ide jahil yang selalu untuk menggoda dirinya saat bekerja
Saat Inder membuka tutup box hadiah dari Caca, tidak sengaja mendorong pigura foto prewedding antara dirinya dengan Caca sehingga jatuh dan pecah berantakan dilantai
"Haizzz inder ceroboh" umpat Inder lalu berusaha mengangkat pigura foto yang tetapi tiba-tiba tangannya terkena serpihan kaca dan darahnya mengenai wajah Cathy, membuat dada Inder tiba-tiba terasa nyeri
"Apa yang terjadi padamu Ca?!!" gumam lirik Inder dan mulai membuka surat yang dari Caca untuk dirinya
Saat baru mau membaca tiba-tiba braaaak.....pintu ruangan Inder didorong kasar
"Maaf tuan Inder Uut masuk tidak sopan, tetapi tuan harus melihat ini" ujar Uut sambil ngos-ngosan memencet remote tv di ruang Inder
Breaking News
"Selamat pagi pemirsa breaking news hari memberitakan bahwa pesawat pribadi milik keluarga Sutedja dengan tipe pesawat gulfstream G623ER telah menghilang di rute penerbangan Jakarta - Tokyo pada pukul 01.00 dini hari tadi tepatnya dua jam setelah lepas landas dari bandara Soekarno Hatta pada pukul 23.15 kemaren malam."
"Pesawat berisikan 1kapten pilot beserta copilot, 3 pramugari, dan lima penumpang, berdasarkan info yang kami dapatkan bahwa penumpang tersebut adalah putri keluarga Sutedja yang telah kita kenal artis cantik Cathy Rose atau lebih lengkapnya Catherine Rose Sutedja"
"Untuk lebih lengkapnya kita sambungkan ke reporter kami yang berada di kediaman keluarga Sutedja.....
"Tidaaaaak.....ini tidak benar, seminggu lagi kita menikah!!" teriak Inder yang luruh terduduk di lantai
"Tuaan sebaiknya ke rumah nona Caca" ujar Uut sambil menyadarkan tuannya
"Kau benar Uut, cancel semua acara selama 1minggu...tolong jemput Saruu di sekolah dan bawa ke rumah sakit Parvati" perintah Inder lalu menyahut kunci mobil dan mengantongi surat dari Cathy.
...***...
...TBC...