
"Hallo sayang, sudah bangun yah?" ucap Steve sambil memeluk dan mencium pipi dan kening Karin, membuat pipi Karin memerah.
"Woiiiii bambang, disini masih ada orang lain bukan patung!" gerutu dr Merry.
"Hahahaha dasar bilang aja iri, makanyaa terima saja Frans, kalian kan sama-sama jomblo" ejek Steve, yang kemudian dicubit dan dipelototi Karina.
" Waaah kamu memang teman terlaknat yang pernah aku tahu Steve" omel Merry.
"Mer, apa itu hasil dari Karina" tanya Steve.
"Iya Steve, ini kamu bisa cek dan aku jelaskan kondisi Karina seluruhnya."
"Karena benturan dan cidera dikepala kemarin Karina mengalami Amnesia Lakunar, maka Karina akan mengalami hilangnya ingatan mengenai suatu peristiwa secara acak. Amnesia jenis ini tidak akan merusak ingatan di masa lalu atau yang baru saja terjadi. Amnesia jenis ini terjadi karena seseorang mengalami kerusakan pada bagian otak yang terjadi pada limbik." terang dr Merry.
"Untuk kaki Karina butuh kesabaran untuk berlatih, tetapi masih berjalan karena semua otot dan syarafnya tidak terjadi apa-apa"
"Hanya saja Steve ada yang sangat penting kamu ketahui, maaf Rin hal ini Steve harus tahu" ucap Merry yang membuat Karina memucat.
Melihat Karina memucat membuat Steve menggenggam erat tangan Karina yang terasa dingin.
"Katakan Mer" ucap Steve serius.
"Benturan mobil kemarin mengenai perut Karina menyebabkan Rahim Karina cedera, sehingga akan menyebabkan Karina apabila mengandung bayi akan memiliki resiko kematian buat Karina maupun bayinya" ucap Merry.
"Maafkan aku Steve, Karin hanya ini saja aku sampaikan hasil tes nya, saya undur diri dulu ya Steve, Rin" ucap Merry lalu beranjak keluar.
"Makasih ya Mer" ucap Steve.
Setelah Merry keluar, Steve merengkuh istrinya.
"Jangan sedih hemm....sekarang yang penting Arin sehat dan kuat dulu, sehingga bisa segera pulang, untuk masalah kaki dan kandungan kita obati satu persatu"
"Untuk masalah anak, kita bisa berupaya dengan pengobatan jaman sekarang teknologi sudah sangat maju dan kita tetap berdoa, apapun yang terjadi Steve sekarang tidak memperdulikannya, asal Arin selalu di sisi Steven itu sudah cukup"
"Jangan pernah sakit dan meninggalkan Steven sendiri lagi, itu sangat menyiksaku Rin" ucap Steve sambil memeluk dan mencium Karin lembut yang menangis tersedu-sedu.
***
Malam harinya setelah makan malam, Steve menghidupkan komputer nya lalu mengajak menonton film.
"Mau nonton apa Rin?'
"Ada drakor baru gak Stevie?"
"Waduhhh....coba dech Karin telpon ratu gesrek kita" ujar Steve sambil menyodorkan hp nya.
Sambil terkikik Karina segera menelpon si ratu gesrek
"Haloooo gimana Steve!" terdengar teriakan Putri di seberang dengan latar belakang suara berisik di belakang suara Putri.
"Hallo putri, baru repot yah?"
"Kariiiin!!!"teriak Putri yang membuat Karina menjauhkan hp dari telinganya.
"Aku tutup dulu bentar, nanti aku telpon ya Rin, bentar yah" ucapan Putri lalu ditutup sepihak membuat Karina geleng-geleng.
Tak berapa lama Putri menelpon Karina
"Gimana Rin, ada apa?"
"Baru sibuk ya Put?"
"Biasalah cafe full, ada apa Karina sayang"
"Ada drakor baru Put?"
"Kamu mau nonton sama siapa?besok saja sama aku Rin!" ucap Putri.
"Sama Stevie Put"
"Jiaaah nonton ma Steve paling kamu ditinggal ngorok" ucap Putri
"Yaaaaa...aku denger etdah" teriak Steve membuat Karin tersenyum
"Udah buruan kasih tau napa!!" ucap Steve emosi.
"Haizz...oke...oke tonton aja Mr Queen, bagus dan lucu pasti kamu suka Rin" ucap Putri.
"Ok gitu dulu ya Rin, segera sembuh ya biar bisa nyanyi disini lagi"
"Iya Put, makasih y, jangan terlalu capai oke"
"Oke Rin..byee" ucap Putri langsung menutup telpon.
Karina sudah berkali-kali untuk pindah, tetapi boro-boro pindah, bangun juga tidak, akhirnya Karin menyerah dan tertidur memunggungi Steve.
Karina belum bisa tidur hanya bisa menatap kosong tembok di depannya.
"Kamu belum tidur Rin?tidurlah hari sudah malam, jangan berpikir hal tadi yah kita lewati bersama hmm sayang" ucap Steve.
"Steve ceritakan tentang Sena, ayah, bunda dan putri selama aku tertidur".
Sambil menghela nafas "Tapi habis ini janji yah langsung tidur"
"Iyaah janji" ucap Karin dengan mata puppy eyes andalannya
Kemudian Steve bercerita dimulai saat usaha pembunuhan kepada Karin, lalu Sena terluka dan mengalami koma selama 1tahun dan sekarang buta, karena saat dipukulin kepalanya kornea matanya terluka sehingga menyebabkan tidak melihat.
Sejak kejadian itu semua aib Panji Suhendar dibuka dan di meja hijaukan di pengadilan oleh Edi Brata, sekarang ayah tirinya Karina berada di penjara dengan hukuman 15th penjara, dan sudah bercerai dengan bunda Laras.
Setelah dipenjara semua harta Panji disita dan sekarang Laras hanya tinggal di rumah di tepi kota Bandung karena tidak mau tinggal bersama Elang karena tidak menyukai menantunya Riska.
Sedangkan Putri saat kandungan beranjak usia 8,5 bulan bercerai dengan Raul, karena ternyata Putri dijadikan sebagai istri ke dua karena istri pertamanya tidak bisa hamil.
Mendengar semua cerita Steve membuat Karina sedih
"Stevie, tentang ayah apakah tidak ada kemungkinan bebas bersyarat begitu?"
"Kejahatan ayah terlalu banyak, bahkan ayah sendiri yang mengakui dan mau dipenjara, dan tidak mau di dampingi pengacara, lagipula tidak ada pengacara mau mendampinginya"
"Kenapa memangnya Rin?" tanya Steven
"Gak apa Stevie, besok bolehkah aku mengajak kak Elang menemui Sena, aku kangen"
"Lakukan saja Rin, selama kamu bahagia, Steve dukung" ucap Steve.
Kemudian Karina menghubungi kakaknya melalui WA, dan Elang besok pagi akan menjemput Karina di rumah sakit.
"Sekarang waktunya tidur yah" bujuk Steve.
"Iyah, aku juga sudah mengantuk Stevie"ucap Karina kemudian memejamkan mata, dimana tangannya dalam genggaman Steven erat
Anggap saja itu Steve dan Karina yang akhirnya tertidur bersama yah.
Pagi harinya Karina terbangun. dengan semangat, karena sudah tersusun rapi semua rencananya, dimulai hari ini waktunya Karina membayar hutang nya satu persatu.
Melihat istrinya yang kembali dengan muka ceria membuat Steve bahagia
"Apa acaramu hari ini sayang"
"Ke tempat Sena bersama kak Lang, kalo tidak terlalu capai kepingin menengok ayah, tetapi kalo sudah capai, ya langsung pulang"
"Buat apa menengok ayah Rin. tidak usah, Steve tidak mau kamu tersakiti"
"Tidak apa Stevie, Karin sudah lama tidak bertemu ayah"
Karina memakan sarapan bersama Steve, menggunakan bubur ayam masakan mama Putri yang pagi-pagi banget sudah diantar sopirnya Putri ke rumah sakit.
Cekreeek.....masuklah Elang ke dalam sambil membawakan adiknya green tea siffon dengan strawberry cheese cream nya, roti kesukaannya Karina
"Waaa kak, tahu aja Karin paling tahu saja kalau Karin paling suka kue ini, makasih ya kakak sayang" ucap Karin sambil memeluk kakaknya manja.
"Kalo seorang kakak sampai tidak tau kesukaannya adiknya apa tidak keterlaluan hemmm?" ucap Elang sambil mengusap kepala Karina sayang.
"Sayang nanti jangan capek-capek dulu yah" ucap Steve mengingatkan sambil mengecup bibir Karina membuat Karina kaget segera menjauhkan kepalanya dengan muka merona merah.
"Ayo kak buruan" kata Karina sambil mengalihkan perhatian dan buru-buru kabur dari Steve, membuat Steve dan Elang geli melihat tingkah Karina yang gugup.
"Aku pergi dulu ya Steve, jangan khawatir nanti langsung pulang" pamit Elang sambil menepuk bahu Steve, lalu mendorong kursi roda Karina meninggalkan Steve.
...***...
...TBC...
...Kesayangan Thor, thor memberi tahukan bahwa cerita ini hanya di Mangatoon dan Noveltoon, karena sudah mendapatkan kontrak resmi dari aplikasi baca ini....
...Apabila anda menemukan di aplikasi lainnya maka bisa dipastikan itu plagiat karya saya, mohon bantuannya apabila ada yang plagiat karya saya ya...
...Gumawo πππ...
...Jangan lupa LIKE...LIKE...LIKEnya ya dan comment biar semangat Upnya...
...Saranghaeπππ...