
"Loe yang bernama Karina?" teriak pria tambun itu kasar.
"Iya, saya Karina ada yang bisa saya bantu bang?"jawab Karina datar.
"Bang dia cantik banget!!" celoteh para preman lainnya.
"Tangkap dia!!" ucap pria tambun itu.
"Eeeh, kamu belum jawab pertanyaan saya baik-baik bang!" ucap Karina.
"Gak usah banyak bacot loe cewek, bos kita mau ketemu sama kamu" bentak salah satu preman
"Bosmu atau anak bosmu?" ujar Karina tenang.
"Dasar j****g berani-beraninya mengganggu tunangan nona muda kami!!" bentak preman tersebut.
"Hahahaha gak salah bang, buat apa gangguin tunangan orang kalo sudah punya suami ganteng gini!!!" ucap Karina sambil memeluk lengan Willy.
"Bos..kita salahkah?" bisik salah satu preman
"Jangan bohong kamu, aku sudah menyelidikimu berapa hari ini bahwa kamu adalah dr Karina Kim yang bekerja di RS Angkatan Darat " bentak kepala preman.
"Ya memang aku ini dr Karina Kim dan bisa tanya pada semua orang di sini bahwa ini suami aku, ya kan?" tanya Karina kepada para penghuni penampungan.
"Iya...itu suaminya dr Karina, dan yang satu suaminya suster Rini" ucap mereka serentak.
"Udah panggilin tuch nona muda mu yang berada diluar, daripada abang kena marah karena salah" ujar Karina meremehkan.
Setelah beberapa lama masuklah seorang wanita " Ada apa sih bang Udin panggil Rukmi kemari, kagak bise apa ngurus si j****g !!!"
"Dibilang Rukmi kagak mau masuk, disini bau" ujar Rukmini sambil menutupi hidungnya dengan saputangan.
"Maaf non, tapi dr Karina sudah nikah tuch lakinye dah ndempel terus kek prangko !" ujar bang Udin medok bahasa betawinya sambil menunjuk rombongan Karina.
Melihat Karina yang dipeluk pinggangnya secara posesif oleh Willy tertawa terbahak-bahak
"Hahaha kamu gadis bodoh melepaskan bang Willy hanya demi dr pria jelek gitu" hina Rukmini
"Waah....waaah ternyata kamu itu selain B-E-G-Onya kebangetan, ternyata buta juga"
"Lihat dong baik-baik siapa suamiku ini" ucap Karin sambil membersihkan gambar codet di muka Willy
"B...baaang W...iiily?benarkah kamu sudah menikah dengan wanita j****g itu?"
"Apa bagusnya dia bang, dia liar, kasar sedangkan Rukmi selalu lembut, halus " rayu Rukmini
"Hahaha Rukmi...Rukmi makanya jadi cewek itu belajar dong jadi pinter, coba kamu tanya para pria disini"
"Pilih mana wanita yang liar atau wanita yang sok lembut dan membosankan?" tantang Karina
Dan disahuti para pria yang menjawab liar, membuat Rukmini marah
"Bang Udin segera tangkap wanita itu dan nikmati tubuhnya sepuas kalian" perintah Rukmini.
Saat para preman menyerbu untuk menyerang Karina, Karina dengan lincah berkelit, dan menggunakan tenaga lawannya dan membantingnya dan menotok bagian rahang bawah preman tersebut langsung pingsan, dengan wajah tersenyum Karina sangat lihai melawan para preman, Karina menggunakan kombinasi jurus Hapkindo untuk bertahan dan Taekwondo untuk menyerang, dan menotok saraf-saraf musuhnya sehingga musuhnya tidak berkutik lagi.
Angga dan Willy pun bertarung melawan para preman, sedangkan Rini dibelakang Angga juga ikut bertarung dengan menggunakan tongkat listrik yang diberikan Ariana, meskipun pada awalnya dia takut, tapi melihat betapa hebatnya tongkat listrik tersebut Rini pun semangat.
Tongkat ini di jaman modern digunakan wanita sebagai pertahanan diri, selain bisa untuk memukul lawan, tongkat ini ada aliran listriknya meski tidak menyebabkan mati tetapi bisa menyebabkan pingsan dan apabila terkena torpedo pria bisa impoten selama 1minggu.
Ariana melihat para preman makin banyak berdatangan membuatnya memberi tanda kepada pak Sidiq dengan berteriak dan melepas ikat rambutnya
"Pak Sidiq lempar sekarang!!!"teriak Karina
"Mbak Marni tunggu!!"
Setelah bom asap yang sudah diberi racun pelumpuh tulang dilempar kan oleh pak Sidiq dan teman-temannya membuat para preman merasa kakinya terasa lemas seperti orang mabuk tetapi tetap dipaksakan menyerang rombongan Karina.
"Lihat mbak Murni dan teman-teman ikutin gerakan saya"
"Cengkeram bahunya, gunakan lutut kalian kenakan di bawah dada itu ulu hati, lalu tendang ***********, gunakan tangan kalian serang dagu bagian bawah rahang penjahat" teriak Karina sambil menunjukkan cara menyerang musuh dan diikuti para wanita rombongan mbak Murni.
"Gunakan emosi kalian karena mereka selalu merendahkan para wanita, menganggap kita kaum lemah dan kotor!!! Saatnya kita hajar mereka!!!" teriak Rini ikut memprovokasi para pasukan mbak Murni
Yang membuat Karina, Willy dan Angga terkejut dan tersenyum mengacungkan jempol ke Rini dan ditanggapi Rini dengan cengiran khasnya.
Pasukan preman terpojok dengan melindungi Rukmini, karena semua tempat sudah ditutup oleh pasukan Datuk.
"Sudahlah menyerah saja Rukmi, sebentar lagi para tentara berdatangan" ucap Angga
Tiba-tiba Rukmi melihat didekatnya ada anak cewek, langsung digendong dan menaruh pisau dileher anak tersebut.
"Menjauh kalian semuaaa!!!bila berani menjauh pisau ini menggorok leher bocah ini!!"teriak Rukmini dengan panik.
"Lepaskan Rukmi....dia gak bersalah" ucap Willy
"Rukmi lepas asal Bang Willy ninggalin cewek kasar itu!!" ancam Rukmi
"Rukmi lepaskan anak itu, urusanmu denganku kan, ayooo kita selesaikan!" ucap Karina.
"Kenapa kamu tidak melepaskan bang Willy, aku yang mengenalnya terlebih dahulu" bentak Rukmini
"Kalaupun aku mau melepaskan, apa kamu bisa pastikan mas Willy melepaskan aku....kamu dengar sendiri dia gak mau" ucap Karina yang berjalan mendekat sambil mencari celah menyerang.
"Kamu masih muda, cantik, orang tuamu kaya, banyak pria yang mau mencintaimu dengan senang hati, kenapa kamu mengejar pria yang sama sekali tidak tertarik dan mencintaimu"
"Jangan mendekat!!!" teriak Rukmini
"Tangkap wanita itu Bang Udin!!!" perintah Rukmini
Setelah Udin melihat sepak terjang Karina tadi yang menghajar anak buahnya, dimana Karina tidak tergores sedikit pun sedangkan anak buahnya tidak berkutik semua, membuat Udin ketakutan.
"Cepat baang, malah bengong!!" teriak Rukmini
"Kita menyerah saja non, saya gak berani...neng Karina bukan cewek sembarangan, apalagi dia punya pasukan disini, pasukan kita dibantai semua" ucap Udin.
Saat mereka sedang ribut, tiba-tiba Datuk menyergap Udin dan Kasim, membuat Rukmini panik dan ketakutan langsung menggorok leher anak tersebut, lalu menjatuhkan pisau dan anak tersebut.
Dengan sigap Karina langsung berlari menuju anak tersebut sedangkan Rukmini langsung diserbu oleh rombongan mbk Murni.
Karina berusaha mati-matian menotok titik-titik untuk menghentikan pendarahan, dan memeriksa robekan dileher tersebut
"Sayaaang bertahaaan yaaah...." ucap Karina, lalu tiba-tiba Karina merasa detak jantung anak tersebut berhenti, Karina memberikan CPR tetapi tidak berhasil membuat Karina menangis sambil memeluk anak tersebut.
Willy yang selalu disamping Karina segera memeluk Karina, dan terdengar mobil tentara berdatangan bersama Mike.
"Kariiin....!!!teriak Mike panik mencari adiknya yang ternyata sedang menangis di pelukan Willy.
"Apaa yang terjadi Rin?" tanya Mike kuatir melihat baju Karina penuh darah.
"Apa kamu terluka?" tanya Mike yang mendorong Willy dan mulai memeriksa adiknya.
"Aku tak apa Oppa, tapi lihatlah adikmu gagal menyelamatkan gadis kecil ini, dia seperti Karin dulu kurus, kecil. Harusnya dia bisa diselamatkan jika kita memakai ....hmmmmpfh" Mike langsung membungkam mulut Karina supaya tidak berbicara masa depan.
"Diam Rin....kendalikan mulutmu" bisik Mike yang kemudian diangguki Karina, sehingga mulutnya tidak dibungkam lagi sama Mike.
Angga dan Willy langsung menangkapi para preman dibawa ke kantor polisi, sedangkan Rukmini kondisinya terluka parah karena dihajar dan dibawa ke RSAD bersama dibawa jenazah anak kecil yang ternyata bernama Mirah.
Karina ikut mendampingi Rukmini, meski bagaimanapun Karina seorang dokter, maka sudah menjadi kewajibannya untuk menyelamatkan pasien.
"Dokter tidak usah diselamatkan itu j****g itu, biar di modyaaar pisan (mati)" ucap salah satu anak buah mbak Murni.
"Hihihi itu tidak bisa mbk sayang, tugas seorang dokter adalah menyelamatkan pasiennya"
"Mbak-mbak semua dan abang-abang Karina mewakili rombongan Karina memohon maaf sudah membuat berantakan tempat ini dan mengucapkan banyak terimakasih telah membantu menolong Karina" ucap Karina lalu membungkukkan badan, Angga, Willy dan Rini ikut membungkukkan badan mereka.
"Kami semua yang berterimakasih dokter, karena sudi menyembuhkan kami"ucap Datuk sambil menepuk bahu Karina.
"Maafkan sikap Atuk waktu pertama tadi ya dok" ucap Datuk sambil tersenyum dan dijawab Karina sambil tersenyum lebar.
"Terimakasih ya dok, yang mau menganggap kami tidak kotor bahkan mengajari cara bertarung yang sangat menyenangkan, apabila lain kali dokter membutuhkan pasukan, panggillah kami !! kami siap berjuang bersama " ucap mbak Marni yang langsung disetujui semua dengan tersenyum bangga.
Melihat Karina yang tersenyum lebar membuat Mike dan Willy bahagia.
"Will binimu hebaat !! sudah saatnya aku mengundurkan diri dan saatnya aku beralih ke wanita hebat satunya" ucap Angga sambil tersenyum devil.
"Maksudmu....?" tanya Willy bingung.
"Tuuuch..." ucap Angga sambil menunjuk Rini yang sedang diceramahi Mike.
" Willy dan Angga ikut pasukan menuju kantor polisi, Karina ke rumah sakit dan nona muda Junaedi akan saya antar pulang kerumahnya sebelum ayahmu tahu kenakalanmu ini, NONA!!" ucap Mike tegas dan dingin membuat Rini menunduk takut.
"Saya yang mengantar Rini dr Mike!!" ucap Angga yang ditanggapi Rini dengan mengangguk-anggukkan kepalanya meminta persetujuan Mike.
"Apakah kamu tahu siapakah ayah dari suster Rini kapten Angga?" tanya Mike sambil tersenyum miring.
"Pak Junaedi ya kan Rin?" jawab Angga sambil melihat Rini yang tersenyum kecut.
"Tepatnya Jenderal Amir Junaedi, jendral pengawal presiden, masih mau mengantar kapten Angga?" tanya Mike sinis.
"Haaaah...itu ayahmu Rini???" ucap Angga dan Willy dengan muka pias
...***...
...TBC...
...Beranikah Angga mengantar Rini? dan berhasilkah Angga kali ini mendapatkan pasangan hidupnya?????...
...Kuuy baca di next chapter yaahπππ...
...Jangan lupa LIKE & VOTEπππ...
...Saranghaeπππ...