
"Jangaaan ayaah, Kariiin mohon jangan sentuh Karinaaa, Steveeee tolong Ariin....Arin takuut!!!isak tangis Karina.
"Riiin...Rin banguuun, jangan takut yaah..!!!kata Willy membangunkan sambil menepuk pipi Karina lembut.
"Steveee....???!!"suara parau Karina sambil berusaha membuka matanya.
"Bukan Rin, ini mas...bangun sayang hmm..."ucap Willy sambil menepuk punggung Karina, yang masih dalam pelukan nya.
"Mas Willy???...ini dimana??" kata Karina masih belum sadar sambil mengusap-usap matanya.
Cuuup...cium Willy di kening Karina karena gemas melihat ekspresi imut Karina saat bangun tidur.
" Maas iiih...pagi-pagi dah main cium....looo kita kok" kata Karina sambil kebingungan karena posisinya masih dalam pelukan Willy.
"Eeehmmm...eheem..maaf dokter mengganggu, tapi kita akan melakukan amputasi beberapa pasien hari ini, dan saya membutuhkan bantuan anda, mohon anda bersiap terlebih dahulu..maaf sudah menganggu anda." kata dokter Karta lalu segera keluar karena malu sendiri melihat pasangan tersebut.
"Baiiik dokter", kata Karina sambil bangun dan mau segera bersih-bersih menutupi rasa malunya, terlebih melihat tinggal mereka berdua yang bangun kesiangan.
"Maaas..kenapa nggak bangunin Karin siich, malu ini kita yang bangun kesiangan, dah gitu mas bobo aja pake meluk Karin...arrrgh"omel Karin sambil bergegas pergi.
"Haizzz Riin, orang aku juga bangun gegara kamu ngigau, dan yang meluk kan kamu Riin!!" teriak Willy yang ikutan bergegas mengejar Karin untuk bersih-bersih badan.
Saat Karina mau mengambil makan, banyak tentara dan tenaga medis melihatnya sambil tersenyum-senyum, terlebih saat Willy ikutan menyusul dibelakangnya, membuat Karina semakin salah tingkah.
"Mass Anggaaa!!!!" teriak Karina lalu berlari mendekati Angga yang sedang duduk sambil makan ubi goreng.
"Puji Tuhan mas selamat, loo kakinya mas terluka, sudahkah diperiksa mas?"tanya Karina.
"Sudah dokter, mas Angga mengalami vulnus schlopetorum (luka tembak) dan beberapa di tubuhnya mengalami vulnus insivum (luka sayat akibat benda tajam), untuk vulnus insivum sudah saya obati dok, sedangkan untuk vulnus schlopetorum menunggu dokter untuk tindakan bedah minor untuk mengeluarkan proyektil" lapor suster Rini.
"Mas Angga habis makan nanti Karin periksa ya" kata Karina sambil tersenyum ramah.
"Iya Rin." jawab singkat Angga sambil menunduk.
"Mas Angga tidak apa-apa?" tanya Karina sambil memegang kening Angga dan tangan satunya memegang pergelangan tangan untuk mengukur denyut nadi. Tidak di sadari oleh Karina jantung Angga berhenti berdetak, sedangkan muka Willy langsung cemberut, sedangkan para penonton menonton interaksi ketiga orang tersebut.
"Sebentar ya mas, Karina ijin dulu ke dr Karta, lalu Karina akan mengambil tindakan ke luka mas Angga." kata Karina sambil berjalan mencari dr Karta.
"Selamat pagi dokter, apakah kita ini langsung melakukan operasi?" tanya Karina.
"Pagi dokter, belum dokter saya masih melakukan observasi persiapan sebelum diamputasi, kalau dokter mau visite pasien dan melakukan tindakan medis kepada pasien, silahkan dokter lakukan terlebih dahulu, nanti jam 11an kita mulai tindakan." jelas dr Karta sambil tersenyum ramah.
"Siap dokter!!!" kata Karina sambil memberi hormat kepada dr Karta dengan muka jahil.
"Hahaha...awas kamu Riin!! " jawab dr Karta sambil geleng-geleng melihat tingkah absurb Karina.
"Hmm...ayo Ngga!!" ajak Willy sambil memapah Angga mengikuti Karina yang berjalan cepat tanpa merhatiin yang lain.
Setelah di tidurkan, Karina menyiapkan semua peralatan dan mengikat rambutnya yang sudah memanjang selama disini. Tetapi tiba-tiba Willy langsung menarik karet pengikat rambutnya, membuat rambut Karina kembali terurai.
"Massss iiih, sini kembalikan karetnya udaranya panas ini", sambil berusaha meraih karet yang dibawa Willy yang sengaja tangan Willy angkat ke atas sehingga membuat Karina loncat-loncat karena tinggi Willy jauh dari Karina yang mungil.
"Nggak akan mas kasih, nurut ato mas cium lagi disini!! " bisik Willy di dekat telinga Karina, membuat Karina auto panik dan spontan langsung menutup mulutnya.
"Maasss nyebelin tauuu!!!" gerutu Karina sambil melotot.
"Rin...Rin gemezzin tau!!!" jawab Willy sambil tersenyum lebar, dan direspon Karina makin melotot.
Angga melihat tingkah Willy yang gak seperti biasanya dengan mengangkat salah satu alisnya, "Kalian sudah selesai???!!kapan inii Rin aku diobatin??"tanya Angga memelas.
"Eeh iya mas Angga ini ni gara-gara tentara bule gila!!"jawab Karina sambil sengaja menginjak kaki Willy dan melewatinya.
"Aduuu....duuuh sakiit Riiin, gak baik Rin ngasarin calon suaminya!!!" kata Willy dengan muka songongnya.
Bluuusheeed.....calon suami siapaaa???!!!iiiih mas Angga temanmu makin gak jelas deech, nyebelin bangeet!!!" adu Karin.
"Will...sana keluar dech kamuu, nggangguin aja!!! lagipula kamu kok jadi aneeh siichh, gak biasanya kamu gila, kamu kesambet ya selama berperang kemarin?!!" tanya Angga dengan muka sebal.
"Enak aja, kalian berduaan, gaakan ku bolehin calon istriku sendirian ama kamu!!" kata Willy ngotot, langsung dijawab Angga dan Karina dengan memutar bola mata mereka malas.
"Sebentar ya mas Angga" pamit Karina lalu mendekati Willy.
"Mas Willy tentara paling ganteng seyogya bisa gak mas Willy keluar dulu, Karina mau operasi dulu, kan kita gak sendirian, tuuh banyak pasien, ntar malam kan malam natal ntar aku masakin enak lagi dech, gimana hmm...hmmm?!!!"bujuk Karina sambil memasang muka imut dan mendorong-dorong tubuh besar Willy keluar.
Muka Willy langsung merah karena dirayu sama Karina, "iya iya Rin..Rin sayang, sampe nanti malam yaa, tapi aku minta dicium pipi dulu dong sayang!! kalau tidak badanku gak bisa bergerak ini ih" rengek Willy sambil menunduk dan menenempelkan jarinya ke pipinya.
Sambil clingukan kanan kiri setelah menurut Karina aman cluup Karina mencium pipi Willy langsung berlari masuk dengan muka semerah kepiting rebus.
"Makasiiih ya calooon istriku sayang, aku tresno marang sliramu cah ayuu( bahasa jawa dari i love u anak cantik, duuhh Willy mulai gesrek akut gaess😱😱)" teriak Willy dari luar barak, membuat seisi barak tertawa dan banyak siulan2 yang membuat Karina makin malu.
Saat Karina sudah mulai mengoperasi, diluar saat Willy membalikkan badannya, Willy langsung kaget dan berkeringat dingin setelah melihat siapa yang berdiri di depannya.
...***...
Siapa yaaah yang berdiri di belakang Willy yang membuat Willy langsung pucat pasi. 😱😱😁😁
to be kontinyu dulu ya gaess😊☺
tinggalkan jejak dong, biar semangat up🙏🙏😘terimakasih y sebelumnya