A Moment In The Past

A Moment In The Past
Episode 62 Pulang Kembali ke Perkebunan



Setelah Putri bercerita Karina tetap tidak mengingat dan dilarang Steve untuk memaksakan diri untuk mengingat.


"Stevie...Putri nyanyi yuks Karin ingin menyanyi bersama kalian"


"Disini ada gitar dan keyboard Steve?" tanya Putri.


"Ada ..bentar aku ambil" ucap Steve mengambil gitar dan keyboardnya.


Setelah siap, Putri dan Steve mulai bernyanyi duet 'Way Back into Love' diiringi tepuk-tepuk Wibi kegirangan di pangku Raul dan sesekali Karina ikut bernyanyi.


"Rin mau nyanyi?" tanya Steve lembut.


"Mau...mau...pinjam gitarnya yah" ucap Karina, lalu Steve membantu membenarkan tangan yang diinfus supaya tidak tertarik waktu Karina bergitar.


"Mau nyanyi apa Rin?" tanya Putri yang masih di keyboard.


" Just Walk away Put.." jawab Karin lalu mulai memetik gitarnya.


...I know I never loved this way before...


...And no one else has loved me more...


...With you I've laughed and cried...


...I have lived and died...


...What I wouldn't do just to be with you...


...I know I must forget you and go on...


...I can't hold back my tears too long...


...Though life won't be the same...


...I've got to take the blame...


...And find the strength I need to let you go...


...Just walk away...


...Just say goodbye...


...Don't turn around now you may see me cry...


...I mustn't fall apart...


...Or show my broken heart...


...Or the love I feel for you...


...So walk away...


...And close the door...


...And let my life be as it was before...


...And I'll never never know...


...Just how I let you go...


...But there's nothing left to say...


...Just walk away...


...There'll never be a moment I'll regret...


...I've loved you since the day we met...


...For all the love you gave...


...And all the love we made...


...I know I've got to find the strength to say...


...Just walk away...


...Just say goodbye...


...Don't turn around now you may see me cry...


...I mustn't fall apart...


...Or show my broken heart...


...Or the love I feel for you...


...So walk away...


...And close the door...


...And let my life be as it was before...


...And I'll never never know...


...Just how I let you go...


...But there's nothing left to say...


...Just walk away...


Putri mendengar Karina menyanyi yang sambil meneteskan air mata, ikut merasakan bagaimana rasanya.


Steve melihat Karina menyanyi merasakan sesuatu aneh seperti firasat tidak enak, tetapi langsung di tepisnya.


Melihat kondisi yang awkward membuat Putri kemudian menyanyikan lagu shallow mengajak Raul menyanyi meski suara Raul ambyar tetapi membuat suasana kembali ceria terlebih Wibi ikut menyanyi dengan suara bayi yang gak jelas.


Setelah capai dan sudah disuapin Wibi tertidur dalam pangkuan Raul, yang masih mengobrol dengan Steve.


"Belum tahu Rin, setidaknya dari semalam kita sepakat memulai dari awal dan membiarkan Wibi mengenal Daddy-nya" ucap Putri lirih.


"Asal kamu bahagia Put..apapun keputusanmu Karin dukung Put" ucap Karina sambil menggenggam tangan Putri.


"I know you will Rin" kata Putri sambil memeluk Karina.


Karena Wibi sudah merasa bosan, mulai rewel minta pulang sehingga Putri dan Raul berpamitan untuk pulang.


Sepulang Rombongan Putri, Karina tertidur karena memang masih dalam pengobatan jadi harus banyak tidur.


Setelah makan malam, Karina dan Steve melihat acara tv OVJ yang membuat Karina tertawa dan semua itu membuat Steve sangat bahagia melihat istrinya bisa tertawa.


"Riiin"


"Yaah Stevie, ada apa?"


"Tadi papa dan mama bertanya kepingin honeymoon dimana? mau dibayarin papa dan mama sebagai hadiah pernikahan kita" kata Steve.


"Apa ke Korea, kamu ingin bertemu artis siapa nanti biar papa bayar manajernya jadi kita bertemu dengan artis tersebut" ucap Steve karena tahu Karina sangat ingin ke Korea bertemu dengan Joon Kook suami Hallunya. ( enaknya punya suami horang kayah ya h👨icks 😢😢😢author POV)


"Hahaha...tawaranmu menggoda Stevie....kalo Putri dengar pasti dech langsung ngebet ikut" kata Karina terkikik membayangkan sahabatnya yang mupenk.


"Jadi gimana bilang sama papa ke Korea gitu?"tanya Steve mastiin


"Nggak usah Stevie...Karin hanya ingin ke perkebunan, setelah emak meninggal Karin tidak pernah kesana, bolehkah Stevie?"


"Weleeeh kamu tuch ....ya jelas boleh meski nanti papa ngomel kok malah cuman pingin honeymoon kesana" ucapan Steve terkikik membayangkan papanya pasti ngomel.


"Kapan kita kesana Stevie?" tanya Karina dengan mata puppy eyes andalannya membuat Steve gemas lalu mencubit hidung mungil Karina.


"Satu minggu ini, makanya rajin minum obat gak bandel jadi bisa langsung kita kesana oke" kata Steve tegas.


"Hihihihi....iya Stevie" ucap Karina sambil meringis.


Malam-malam saat tidur dalam pelukan Steven, Karina gelisah kemudian terbangun sambil menyingkap kemeja piyamanya dan melihat perutnya, membuat Steve terbangun dan bingung melihat polah istrinya.


"Riin....kamu kenapa?" tanya Steve serak.


"Stevie...apakah aku pernah melahirkan bayi lewat caesar? tapi perutku gak ada bekas jahitannya ya?"


"Arin sayang gimana kamu bisa melahirkan, Steven aja belum nglakuin apa-apa sama Arin"


"Haaah beneran???"


"Kitakan pacaran dari SMA, kita gak nglakuin apa-apa gitu? emang aku nggak menarik yaah?" tanya Karina sedih.


"Arin sayang bukannya kamu gak menarik, tetapi setelah usaha pemerkosaan dari teman ayahmu, kamu mengalami trauma berat dan menjadi Haphephobia, meski hanya mau Steve sentuh"


"Tapi Steve ingin benar-benar nyaman dulu sampai kita menikah"


"Kalo godaan sering Rin, apalagi kamu sering minta tidur di peluk karena sering mimpi buruk, aku cowok normal Rin...jadi apa boleh buat mainan sabun dech" ucap Steve lirih dengan muka merah membuat Karina tersenyum geli.


"Maaf ya Stevie" ucap Karin sambil memeluk Steve dan kembali tertidur membuat Steve tersenyum.


"Love you always Arinku sayang" bisik Steve sambil mencium bibir Karina lembut.


***


Setelah satu minggu, akhirnya Karina dan Steve berangkat ke perkebunan, sebelumnya naik pesawat ke Bandung, baru lanjut naik mobil menuju ke perkebunan teh miliknya.



"Kita sudah dekat ya Stevie?" ucap Karina dengan senyum merekah membuat Steve semakin mengagumi istrinya.


" Iya di depan itu lalu belok kiri sudah masuk di perkebunan milikmu, kamu senang Rin?" tanya Stevie.


"Iya...senang banget, makasih ya stevieku sayang" ucap manja Karina membuat Steve memerah mukanya.


Karina membuka jendela mobilnya dan mengeluarkan tangan dan wajahnya sambil menghirup udara segar pegunungan.


Tiba-tiba terdengar suara yang yang memanggil


"Rin....rin...."


Membuat Karina menengok ke belakang, ke kanan dan kiri


"Stevie...kamu dengar ada yang memanggilku?" tanya Karina kebingungan.


"Nggak Rin, udah duduknya tenangan dikit Rin" perintah Steve yang ditanggapi Karina cengengesan.


"Stevie adakah yang manggil aku Rin rin?" tanya Karin.


"Setahuku ndak ada semua manggilnya Karin, cuman aku saja yang manggil kamu Arin" ucap Steve sambil tersenyum melihat muka Karina yang sedang menatapnya tanpa berkedip



"Stevie...kamu ternyata sangat tampan yaah, makasih ya mau menjadi suami aku" ucap Karina membuat Steve semakin merah mukanya dan tersenyum lebar.



"Aku juga makasih ya, Karin bisa sehat dan menemaniku sampai sekarang, gadis cantik yang aku cintai sejak usia 7tahun" ucap Steve sambil mencium tangan Karin sambil tetap menyupir.


...***...


...TBC...


...Hayoooo siapa pasukan Steve-Karina dipuas-puasin lihat ke -uwu-an mereka yah😊😁...


...Pasukan Mas Willy sabar yaah☺...


...Jangan lupa LIKE....LIKE....LIKE....VOTE...VOTE &COMMENTNYA YAH SDH DOUBLE UP INIH😍😘...


...SARANGHAE🙏😘😘...