A Moment In The Past

A Moment In The Past
S2 Ep 31 The End



3 Tahun Kemudian


Tampak sepasang suami istri sedang berjalan di pantai sambil berpelukan mesra dan berbincang mesra



"Moooom.....Daaaad.....hiiiih kalian jalannya kaya siput, buruaaan !!!" teriak seorang anak laki-laki memakai celana berenang dan bertopi berdiri di pinggir pantai


"Little Bean jangan terlalu ditepi nak!!" teriak sang mommy


"Ayolah mom....i'm not a baby anymore, i'm going to be big brother" omel anak kecil menggemaskan sambil merucutkan bibirnya


"Eleuuh.....eleeeuh anak mommy gemesin banget sich kalo bibir di monyong-monyongin gitu, bikin mommy pingin cium" ujar sang mommy langsung berjalan mendekati putranya


"Cat....jalannya pelan-pelan ada baby Corn itu, lagipula Cat kamu itu pilih kasih kalau Sean bibirnya dimonyong-monyongin gitu kamu ciumin, laa aku sampe capek monyongin bibir boro-boro dicium diliat aja kagak" omel Steve


"Ya ampun mas....mas amnesia setiap hari kita tuch ciuman sampai gak terhitung, masih kurang hemmmm.....?" tanya Cathy sambil melipat tangannya didada, Steve hanya menanggapinya dengan cengiran khasnya.


Melihat reaksi suaminya membuat Cathy geleng-geleng.


^^^


Yah....mereka itu keluarga Steve dan Cathy, dimana tiga tahun yang lalu dengan bandelnya Steve menggeret keluar Cathy dari pesawat pribadinya tepat satu menit sebelum take off dengan mengelabui para bodyguard Cathy yang sudah berada di pesawat, sehingga ketika pesawat itu akhirnya terbang sepasang suami istri itu malah terbang dengan pesawat komersial ke Sumbawa dan tinggal di sana selama tiga tahun ini.


Flashback 3tahun yang lalu


"Mas....kok bandel sich, kita mau kemana ini?ya ampun ini Caca dipakein kerudung, kacamata dan masker, full jaket gini...gerah mas" rengek Cathy dengan muka memelas


"Supaya kita tidak dikenalin Cat, terlebih mukamu itu mencolok banget, aku gak mau wajah cantikmu dinikmati banyak orang, mulai sekarang hanya suamimu inih yang berhak" ujar Steve posesif


"Ya ampuuun mas....kamu salah obat apa sich sampe tingkahmu yang biasanya normal sekarang berubah aneh gini"


"Lagipula semua barangku ada di pesawat, sampe hp aja masih disana, gimana nanti kasih kabar papa, mama dan oma "


"Paling mereka tahu kamu aku bawa saat pesawat itu mendarat di Jepang nantinya" jawab Steve seenaknya sambil tersenyum lebar karena membayangkan pasti mertuanya mencak-mencak, 'sekali-kali ngerjain mertuanya gak dosa kali' batin Steve dengan smirk evilnya


Akhirnya pasangan nekat itu terbang ke Sumbawa, ternyata Steve membeli rumah di pinggir pantai bersama lingkungan sekitarnya, sehingga pantai kecil ini khusus buat keluarga, jangan lupakan keamanan daerah itu sudah Steve pasang alat keamanan super canggih beserta puluhan bodyguard menjaga mereka sehingga daerah tersebut tidak bisa terdeteksi dan didekati oleh semua orang



Cathy melihat rumah dipinggir pantai yang terlihat asri dengan terkagum


"Kamu suka Cat?" tanya Steve sambil memeluk Cathy dari belakang sambil menaruh kepalanya di bahu Cathy dengan manja


"Mas ini gak kegedean buat kita berdua?"tanya balik Cathy


"Ya kalau gitu tugas kita berdua mengisi rumah ini dengan banyak little peanut" jawab Steve santai membuat Cathy sontak melotot dan mencubit tangan Steve sekuat tenaga membuat Steve meringis


"Emang mas yakin pernikahan kita kali ini berjalan lancar, jujur Cathy takut" ujar Cathy lirih


"Heem....maas yakin, kali ini pernikahan kita akan selamanya, mas gak mau kehilangan kamu, cukup kebodohan mas selama ini...bantu mas yah kali ini, marahin dan ingetin mas kalo bikin salah" ucap Steve sambil berjongkok di depan Cathy dengan sungguh-sungguh sambil memberikan kotak bludru berwarna merah yang berisi cincin mereka dulu yang sudah diberkati saat mereka menikah dulu.


Cathy menatap ke arah mata Steve dan mencari kebohongan atau kearah mata Steve, tetapi tidak ada kebohongan sama sekali dimata Steve, membuat Cathy tersenyum, lalu mengulurkan tangannya ke arah Steve


Steve langsung memasangkan cincin ke jari manisnya Cathy dan mengalungkan kalung couple yang sama dengan dirinya, dan memeluk erat tubuh Cathy


"Makasih sayang, for everything" jawab Steve dengan mata berkaca-kaca.


Dan Steve memang kali ini benar-benar serius akan ucapannya, terutama masalah mengisi rumah dengan banyak little Bean, karena setelah berhasil merayu-rayu Cathy dan berhasil bermain smack down, hampir setiap malam Steve merengek-rengek ke Cathy, sampai Cathy tidak habis pikir dengan tingkah om dokter kesayangannya ini


Karena selama di Sumbawa mereka tidak mau peduli hal luar dan tidak pernah menyalakan tv sehingga mereka tidak tau bahwa mereka telah menjadi berita karena dipikirnya ikut meninggal di pesawat pribadi keluarganya yang terjatuh di laut


Tepat tiga bulan mereka tinggal bersama, pagi itu tiba-tiba Cathy merengek minta pulang karena kangen masakan mamanya


"Cat....besok ajah yah, mas pusing dan mual banget ini" ujar Steve yang memang saat itu terlihat pucat


"Emang tadi malam mas makan apa sich?kok sampai mual .....sini Caca periksa" ujar Cathy lalu memeriksa suaminya dan mulai terapi akunpunktur untuk mengurangi mual dan pusing


"Mas tidur dulu aja yah, Caca masakin bubur dulu yah"


"Cat...masakin Steamboat dong, mas pingin"


"Yaelah mas....bentar aku cek persediaan kita yah" ujar Cathy lalu masuk ke kamar mandi untuk ritual di pagi harinya lalu bersiap ke dapur untuk mengecek dapur ternyata bahan-bahan masih ada meskipun nggak banyak.


Cathy lalu menelpon toko langganannya untuk mengantar sayur, daging, telur, bumbu-bumbu dan segala kebutuhan rumahnya


Asisten rumah tangga hanya untuk membersihkan rumah dan halaman saja, dan memasak untuk para bodyguard selebihnya Cathy handle sendiri dibantu Steve


Setelah semuanya siap, Cathy segera menuju kamarnya untuk membangunkan suaminya dan mengajaknya makan pagi



"Mas....makannya pelan-pelan kenapa, kaya tidak makan sebulan loo" ujar Cathy yang heran dengan sikap aneh suaminya pagi ini


"Cat...masakanmu enak banget, nggak lihat mas sekarang gemukan" ujar Steve nyengir


Ketika mereka baru asyik makan, tiba-tiba braaak.....pintu rumahnya ada yang menendang dan bentakan-bentakan terdengar


"Caaa......kamu dimanaa?!!!" terdengar teriakan-teriakan memanggil namanya


"Syukur alhamdulillah Ca....kamu masih hidup" teriak mereka bersamaan sambil menangis histeris membuat Cathy terheran


"Ya masih hiduplah pa, ma....khan sama Steve" ujar Steve watados


"Heeeh dasar bocah ke****t kamu, sudah membawa lari putriku tanpa kasih kabar, untung saja Onel berhasil membobol sistem kemanan rumahmu jadi bisa tahu kalian dimana!!" bentak Abi emosi


"Loo pa, emang Sinjo nggak kasih kabar saat sampai di Jepang Pa?" tanya Cathy bingung


"Iya pa, Steve sudah memberi tahu Sinjo, kita ke Sumbawa beserta alamat rumah kami ini" timpal Steve


"Memangnya kalian tidak pernah lihat berita?hp kalian juga gak bisa dihubungi" tanya Opa Adhiaksa


"Nggak pa...hp kita tertinggal di pesawat dan kita belum beli hp dan tidak pernah lihat tv" ujar Cathy sambil meringis


"Dasaaar kalian yaah, pesawat kita terjatuh dan meledak di perairan Jepang, kami mengira kalian meninggal...."seru Yara kesal


"Haaah....Sinjo meninggal" ujar Cathy sambil menangis


"Steve pikir kalian tidak mencari kami karena membiarkan kami memperbaiki rumah tangga kami"


"Kami mohon maaf Pa, Ma....Opa dan Oma, sungguh kami tidak tahu" ujar Steve sambil menunduk hormat


"Sudah....sudah pokoknya kalian sehat dan masih hidup mama sudah senang" ujar Ariana sambil memeluk putri bungsunya erat


"Ma....Caca ingin soto buatan mama, yang daun bawang yang banyak ya ma" rajuk Cathy manja


Mendengar itu sontak Ariana dan Yara melihat Cathy curiga


"Sudah berapa bulan kamu belum kedatangan tamu Ca?" tanya Yara


"Tamu? datang bulan maksud oma?" tanya Cathy polos....lalu tiba-tiba Cathy dan Steve saling memandang


"Cathy sudah 3bulan belum dapat dech ma, habisnya tiap malam main smack down ama Steve" ujar Steve membuat wajah Cathy memerah seperti kepiting rebus


"Apaaaa?!!!!setiap malam?!!" teriak Abi dan Adhiaksa serempak sambil mukulin tubuh Steve


"Dasar om-om kegatelan, lihat istri bening aja ditubrukin terus" omel Abi


"Mas Abiiii jangan dipukulin mantuku, kaya mas dulu gak gitu" omel Ariana membuat Abi langsung Freeze dan nyengir


"Akukan waktu itu belum om-om Rian sayang"


"Diiih sok amnesia loe Bi...loe ama mas Adhikan milih istri yang masih imut-imut, jadi jangan salahin Steve kalo nempel cucu aku yang cantiknya cetar membahana gini" ujar Yara sambil memeluk erat Cathy


"Ca....sini mama priksa"ujar Ariana lalu memeriksa Cathy


"Maas Abi....suruh Khael kesini bawa dr Husnah untuk memeriksa Cathy yah"ujar Ariana


"Caca beneran hamil sayang?" tanya Abi


"Iya sudah 15mingguan kalo menurut perkiraan Rian mas" jawab Ariana


Mendengar ucapan mama mertuanya membuat Steve tersenyum lebar dengan mata berkaca-kaca


"Selamat ya Ca.....akhirnya ini cucu ke tiga mama, Gendhis katanya hamil juga Ca"


"Lagi ma?!!" tanya Cathy kaget


"Iyaa tuch, menantuku pada demen banget bikin peternakan bebek, ikut-ikut papa yang anaknya 5" ujar Abi sewot


"Dan loe om dokter, kali ini jaga istri anakmu baik-baik, jangan kamu ulang kesalahanmu lagi"


"Iya Pa, Steve janji kali ini Steve bakalan jadi suami siaga"


"Steve....sekarang kerjaanmu apa?"


"Dirumah aja Opa nikmatin hidup"


"Nganggur kamu? lalu cucu aku kamu kasih makan apa HAH?!!"


"Kan saham Steve di beberapa perusahankan masih ada Pa, paling cuman rapat pemegang saham via zoom aja pa" jawab Steve


"Papa jangan khawatir cucu dan istri aku tidak akan kekurangan apapun pa" jelas Steve kepada Abi dan semuanya.


Flashback off


Tak ada yang tau seperti apa rahasia jodoh. Tapi percayalah, jodoh tidak datang secara instan tapi butuh perjuangan dan pengorbanan, karena jodoh itu selalu datang di waktu yang tepat.


Begitu juga perjalanan kisah cinta Steve dan Cathy, banyak batu terjal, rasa sakit yang harus mereka lalui sampai pada akhirnya cinta mereka semakin kokoh dan kuat, sehingga mendatangkan kebahagiaan bagi keduanya


...***...


...The End...


...Terimakasih ya para pembacaku tersayang, mohon maaf kalo masih banyak kekurangan, dukungan dan support kalianlah membuat author semangat menulis...


...Lope u all sak kebon 🙏😘😘💖💖💖...