
Setelah kena skorsing, Willy lalu pulang ke mess untuk berganti baju dan pergi ke rumah Karina.
.
.
.
.
Ditempat lain yaitu dirumah sakit, dr Hotman melihat keributan yang terjadi tadi hanya menghela nafas, sambil memijit keningnya dan melepas kacamatanya.
"Pa...kelihatannya kita saja yang melamar Karina, melihat kemarahan kakak Karina tadi." kata Johan.
"Apa kita harus bantu William menjelaskan pa, kasihan William Karina dan kakaknya kalau marah mengerikan hiiiiiy...." ucapan Johan kuatir.
"Biarkan Willy yang menghadapi dan menjinakkan mereka...sudah saatnya dia menjadi pria sejati"kata dr Hotman.
"Papa masih menyetujui dengan Karina? nggak kuatir Willy akan mengalami KDRT?"tanya Johan.
"Hahaha....itu tidak bakalan terjadi Karina meski keras dan bar bar tapi hatinya tulus mencintai adikmu"kata dr Hotman.
"Haaah?? gak salah pa...Karina selalu ngomelin Willy gitu loo"kata dr Johan.
"Wanita itu hati dan ucapan selalu berbeda, tapi mata tidak bisa menipu, kamu ingat waktu dia menyanyi saat di Yogya? matanya selalu menatap Willy lembut persis sama kaya mamamu memandang papa" kata dr Hotman sambil tersenyum.
.
.
.
Tok....tok....
"Mari masuk mas, sudah ditunggu Oppa!" kata Karina yang menggunakan baju lengan panjang dan rok dengan rambut terurai masih agak basah
"Ya Rin.." lalu mengikuti dibelakang Karin masuk ruangan Mike.
Tok...tok...tok..."Deul-eool suu-isda oppa?"kata Karina
"Deul-eowa Rin" jawab Mike.
Setelah masuk, Karina langsung duduk bersimpuh di depan Mike, sedangkan Willy bingung harus bagaimana.
"Mas duduk!" bisik Karin
"Kursinya mana Rin?" tanya Willy bingung.
"Haizzz..." Karina menarik tangan Willy untuk duduk dibawah.
"Bisa kamu jelaskan Kapten William atas perkataan mu tadi di rumah sakit?" tanya Mike dengan muka datar.
"Perkataan yang tentang Rukmini? itu benar dr Mike Willy tidak pernah mencintai dan memberi harapan kepadanya, dokter bisa bertanya kepada semua tentara di markas" jelas Willy.
"Aku disini sebagai kakak bukan dr jadi jangan panggil dengan dokter, dan aku tidak bertanya tentang wanita yang tidak penting itu William!" ujar Mike ketus.
"Eeh baik kak!!" kata Mike tapi masih dipelototi.
"Rin perkataan yang mana?" bisik Willy.
"Huuufht...tentang mas sudah mencium dan tidur bersama" bisik Karina dengan muka merah.
"Ooooh....itu, iya kak Willy memang melakukannya dan Willy bertanggung jawab!" ujar Willy tegas.
"Oppa tapi kita tidak melakukan seperti yang kakak bayangkan, Karin masih virgin bener kak hanya tidur bareng saja, mian Oppa.. mian!!"kata Karin sambil bersujud memberi hormat.
"Joyonghi hae (diam dulu) Rin....." ujar Mike keras membuat Karina takut dan diam
"Apa kamu tahu meskipun tidak melakukan apa-apa tapi pandangan masyarakat terhadap wanita yang sudah pernah tidur bersama di jaman sekarang ini dianggap bukan wanita baik-baik"
"Apa kamu mau merusak adikku satu-satunya William??" amuk Mike.
"Tidaaak kak....Willy menyayangi Karina sepenuh hati, maaf tadi Willy teriak tidak pada tempatnya kak!" kata Willy.
"Apa kamu tahu tidak sembarangan orang boleh menjadi keluarga Kim, di keluarga Kim hanya tinggal aku sebagai wakil papanya, apa kamu siap??!!" tanya Mike meremehkan Willy.
"Iya kak, Willy tahu dan Willy siap!!"kata Willy tegas.
"Ikut!!" kata Mike singkat lalu beranjak keluar.
"Kak....." kata Karina yang mengikuti Mike dan Willy.
"Ganti bajumu dengan ini" kata Mike sambil melemparkan baju putih.
Melihat baju yang dilemparkan Mike, "Hapkido kak?" tanya Karina kuatir.
"Hmm...Mike langsung masuk kamar untuk berganti baju, sedangkan Willy masuk kamar Karina untuk berganti baju.
"Jadi inikah Steve?kamu terlihat bahagia bersamanya Rin..."ucap lirih Willy sambil merasakan nyeri di dadanya.
"Bisakah kamu juga bisa mencintaiku seperti ini Rin...huftt semangat Willy, setidaknya kamu masih hidup" kata Willy sambil memberi semangat untuk dirinya sendiri, sambil menidurkan pigura foto tersebut.
Setelah berganti baju, Willy menemui Mike dihalaman belakang.
"Keluarga Kim sejak turun temurun menguasai ilmu beladiri Hapkindo dan Taekwondo, kalau kamu serius ingin mengambil Karina menjadi istrimu maka kamu menjadi salah satu anggota keluarga Kim"
"Menjadi anggota keluarga Kim maka kamu harus bisa menguasai ilmu beladiri ini, kamu mengerti?" kata Mike datar.
"Taekwondo lebih mengutamakan kita menyerang dan aktif, sedangkan Hapkido kita hanya pasif tetapi bisa melumpuhkan lawan dengan telak" jelas Mike.
"Sekarang kamu serang aku!" perintah Mike.
Saat Willy mau meninjau Mike, tangan Willy dipegang dan ditarik kaki Willy disepak dan ditarik dsn dibanting
"Aaargh...." teriak Willy.
" Bangun..kamu tadi lihatkan aku hanya menggunakan kekuatan lawan untuk melumpuhkan lawan, sekarang gantian aku menyerang kamu yang menggunakan ilmu yang aku tunjukkan.
Beberapa kali Willy terbanting melawan Mike, baik saat dia menyerang maupun saat dia pasif.
"Kaaak berhenti...dia sudah kesakitan" Karina langsung memisahkan mereka.
"Haizzz...tentara kok lemah, besok setelah menikahi Karina awas kalau kamu masih selemah ini!!!" ancam Mike sinis sambil beranjak meninggalkan mereka berdua.
"Mas bisa bangun??"tanya Karina mendekati Willy.
"Maaf Riin" kata Willy yang merasa malu kalah dengan Mike.
"Ayoo mas, Karin obatin" ucap Karin sambil membantu Willy berdiri dan menuntun Willy masuk dan dibaringkan di kursi panjang diruang tengah.
"Mas lepas bajunya ya...."
Dengan telaten Karina membersihkan dan memberikan terapi tusuk jarum untuk memperbaiki otot-otot dan syaraf yang terluka saat benturan saat dibanting.
Selain itu Karina memberikan salep untuk bagian-bagian yang memar dan lebam.
"Rin...kamu masih marah?Beneran Rin mas gak mungkin mempermainkan Rin rin...iiiiizzzzh sakit Rin" erang Willy saat tangan Karin menyentuh bagian yang sakit.
"Iya Karin percaya...Karin hanya sebel saja kenapa ada cewek yang ngaku-ngaku gitu" kata Karin sambil merucutkan bibirnya.
"Rin cemburu yaa?tenanglah Rin mas itu sebenarnya seperti Rin rin nggak mau disentuh cewek "kata Willy sambil meringis.
"Gombal"
"Laah kok ndak percaya...besok saat mama kesini kamu bisa tanya, bahkan dulu mama dan kak Johan mengira mas suka sesama pedang kok" cetus Willy.
"Rin rin juga bisa menguasai Hapkindo dan Taekwondo?"
"Heem..iya dari kecil disuruh emak untuk menguasainya"jawab Karina.
"Oooh makannya tadi mas kamu banting, bener-bener dech Kim bersaudara mengerikan" gumam Willy.
"Kenapa??nyesel mau mbatalin???tuuuch sana mumpung Oppa sudah selesai mandi!!" tunjuk Karina dengan dagunya setelah melihat Mike keluar dari kamar mandi.
"Eeeh siapa bilang, Mas mah nggak nyesel mas tetep nglamar dan nikahin Rin rin, tapii besok kalo mau banting mas dikasur yaah biar jadi Willy kecil" kata Willy sambil senyum-senyum.
"Maaassss gak kapok juga susah babak belur dihajar kakak dan aku, masiiih aja mesum!!" kata Karina sambil memukul tangan Willy.
"Woooiii sakiit Rin!!!" teriak Willy sambil meringis kesakitan.
"Nggak kapok lah sakit dikit, setidaknya sudah diijinin nikahin kamu Rin" kata Willy dengan bangga.
Pletaaak....tiba-tiba Mike memukul kepala dengan koran
"Siapa yang bilang aku ngijinin kamu!!!"
"Keluargamu saja belum kesini juga!!"kata Mike sengit.
"Aduduuh...3hari lagi kak, mama mau kesini langsung melamar Karin dan bulan depan kita menikah"kata Willy pasti.
"Hmm....sebelum itu kamu bereskan wanita gak jelas tadi, jangan sampai menyentuh adikku lagi....kamu bisa handle sendiri ato perlu bantuanku?" kata Mike datar sambil beranjak pergi.
"Willy tadi sudah menyelesaikan kok kak, tapi besok mau Willy pastikan lagi, kakak bisa tenang" kata Willy.
"Istirahatlah dan makan dulu kak baru pulang nanti, Karin siapin makan malamnya.
...***...
...Sudah double up yah hihihi sebagai hadiah natal dari aku😊semoga suka🙏🙏...