A Moment In The Past

A Moment In The Past
S2 Ep 25 Kisah Inder dan Parvati



"Apa yang kamu inginkan hah?sudah menghilang begitu lama tiba-tiba datang untuk menghancurkan pernikahanku dengan satu-satunya wanita yang aku cintai?" ujar Inder sinis


"Bukan begitu Inder" ujar Parvati dengan suara bergetar


"Sudah dua kali kamu dan si tua bangka menghancurkan kebahagiaanku, kali ini tidak akan terjadi lagi" bentak Inder kepada Parvati


"Kamu pikir hanya kamu yang hancur?!! hidupku juga Inder, terbangun dari koma semua hilang...bahkan aku baru tahu kalo bayiku selamat 2tahun yang lalu saat aku tersadar dari koma, bahkan makam suamiku aku pun tidak tahu Inder...."


"Dua tahun aku kabur dari ayahku dan mencari keberadaan putriku....aku juga hancur Inder" ucap Parvati pelan dengan suara serak


"Kebohongan apalagi ini Parvati?" ujar Inder sinis


Parvati mengeluarkan semua berkas-berkas dan menyerahkan kepada Inder


"Bacalah dan suruh orang menyelidikinya, apakah benar aku berbohong atau tidak"


"Aku ke sini tidak untuk mengambil Saru, karena bagi Saru mommy nya adalah Cathy...aku tahu diri Inder, hanya melihat saja sudah cukup Inder" ujar Parvati dengan suara serak menahan tangis


Inder menatap mata Parvati untuk mencari kebohongan, tetapi mata bening itu masih sama seperti saat mereka pertama bertemu, tidak ada kebohongan sama sekali


"Paroo....apa yang terjadi malam itu....aku sudah berusaha mengingat, berusaha mencarimu selama bertahun-tahun, kamu hilang musnah ditelan bumi"


"Tahu-tahu Saru datang ke rumah bibiku, mau tidak mengakui itu tidak mungkin...wajahnya sama persis denganku waktu kecil versi wanita"


"Maafkan aku Inder......" ujar Parvati sedih lalu mulai menceritakan apa yang terjadi saat itu.


Flashback 5 tahun yang lalu


Pada saat mereka menuju ke tempat perjanjian dengan Inder, Parvati dan Anur kekasihnya di hadang serombongan preman, dan mereka berhasil menghajar Anur dan menculik Parvati lalu membiusnya.


Disaat Parvati tersadarkan, Parvati sedang terbaring disamping Inder dalam keadaan tanpa busana dan sakit di pangkal pahanya.


Parvati sambil menangis memunguti bajunya dan dengan susah payah menahan sakit Parvati keluar dari kamar dan meninggalkan hotel menuju tempat persembunyian Anur dan dirinya


Sampai di rumah persembunyian, tampak disitu Anur meringkuk dengan badan penuh lebam dan merintih-rintih


"An sayang apa yang terjadi?"


"Menjauhlah Paroo, mereka memberiku obat perangsang...aaargh panas..." erang Anur kesakitan dan kepanasan.


"Anur maafkan aku....hicks...hicks"


"Menjauhlah sayang" ujar Anur terbata


Melihat kekasihnya tersiksa, Paroo segera mendekat


"Lakukan padaku sayang....asal kamu tidak tersiksa lagi" ujar Paroo lembut


"J..ja..jangan Paroo...aku tidak mau merusak mu, aku sangat mencintaimu Paroo..." ujar Anur


"Apa bedanya sekarang atau nanti sayang, lakukan sayang" ujar Paroo yang langsung memeluk tubuh Anur erat, membuat Anur yang sudah tidak kuat mengendalikan tubuhnya, serang memagut bibir ranum kekasihnya dengan gelora panas, sambil tangannya berusaha melepas baju Paroo


Meski masih merasakan rasa sakit, Paroo memasrahkan tubuhnya untuk disentuh Anur dan merasakan penyatuan tubuh mereka, sampai reaksi obat mulai menghilang dalam tubuh Anur, entah berapakali Anur menyatukan dirinya dengan Paroo, karena akhirnya mereka tertidur kelelahan sampai pagi menjemput.


Ketika sinar matahari masuk melalui tirai kamar tersebut membuat Anur terganggu karena sinar matahari tersebut mengenai matanya.


Anur terbangun dan sangat terkejut karena dirinya tidak mengenakan baju memeluk Paroo yang juga tanpa mengenakan baju, Anur melihat banyaknya tanda merah disekujur tubuh mulus Paroo akibat dirinya.


Anur sangat menyesali perbuatannya yang tidak bisa menjaga wanita yang sangat dia cintai


"Maafkan aku Paroo, percayalah aku akan bertanggung jawab padamu" ujar Anur sambil membelai kepala Paroo dengan meneteskan air mata


Paroo yang merasakan belaian di kepalanya mulai membuka matanya, dan saat terbuka Paroo melihat Anur menangis


"Maafkan aku Paroo, aku sudah merusak mu...tapi aku benar-benar akan bertanggung jawab" ujar Anur membuat Parvati tercekat dan berusaha akan mengambil baju, tetapi pangkal pahanya sangat sakit saat dia membuka selimut, tampak banyak darah berceceran di seprai kasurnya


"Sakit ya sayang?maafkan aku...sungguh maafkan aku, ayo aku bantu ke kamar mandi, habis ini kita ke catatan sipil kita akan resmi secara agama menjadi suami dan istri


"Apaakaah kamu menikahiku?" tanya Parvati ragu


"Aku mencintaimu Paroo sungguh...." ujar Anur memeluk erat Paroo


"Anur aku pakai baju dulu....takut kamu ke blabasan lagi" ujar Paroo sambil tersenyum


"Hahaha iya....tapi mungkin 2hari kita libur dulu, darahmu banyak....habis menikah kita ke sembunyi di desa keluarga kakak iparku ya, sekalian berobat sama kak Suraj ya " ucap Anur lembut, lalu membantu Paroo mandi dan bersiap untuk ke catatan sipil.


Setelah menikah mereka segera meninggalkan kota New Delhi menuju Laksadweep, sebuah kota terpencil di India, mereka berdua mengganti nama dan merubah penampilan supaya bisa hidup bersama.


Walaupun hidup sederhana hidup mereka berdua sangat bahagia, dan semakin bahagia pada dua bulan pernikahan mereka, Paroo dinyatakan hamil.


Tetapi saat usia kandungan Paroo 9bulan keluarga Paroo berusaha menangkap mereka berdua sehingga mereka berdua melarikan diri untuk bersiap terbang ke Inggris, tetapi malang tidak bisa kita tolak, saat perjalanan menuju bandara, mobil mereka menabrak sebuah truk sehingga kondisi Anur tidak terselamatkan karena melindungi tubuh istri dan anaknya dengan tubuhnya.


Meski Paroo dan bayi dalam kandungannya selamat, Paroo dinyatakan koma karena benturan di kepalanya terlalu keras.


Saat Paroo tersadar, ternyata waktu sudah meloncat selama 3tahun.


Saat tersadar ada beberapa memorinya yang hilang, tetapi yang diingat hanya bahwa dia memiliki bayi dan keluarganya menutupinya, selama dua tahun Paroo terapi untuk menyembuhkan tubuh dan ingatannya.


Paroo berusaha kabur dari kurungan keluarganya dibantu kakak Anur dr Suraj, dan dari Surajlah Paroo tahu, bahwa bahwa bayinya berusaha dimusnahkan oleh keluarga Paroo, kalau bayi itu tidak ditukar dengan bayi yang sudah meninggal, bisa dipastikan Saruu meninggal.


Saat Saruu berusia dua tahun, Suraj membawa Saruu ke Indonesia untuk diberikan ke Inder, karena hanya dalam perlindungan Inderlah Saruu bisa terselamatkan, karena keluarga Paroo mulai curiga bahwa Saruu adalah bayi Paroo.


Flashback end


Inder yang mendengar cerita Paroo langsung mengeratkan rahangnya menahan marah


"Maafkan aku Inder...maafkan aku karena tidak bisa melindungi Saruu..." isak tangis Paroo


"Bukan salahmu Paroo, maafkan aku sudah menuduhmu dan berprasangka buruk terhadapmu."


"Dan aku ikut berduka karena meninggalnya Anur" ujar Inder sambil menggenggam tangan Paroo.


"Sekarang kamu tinggal dimana?"


"Aku barusan sampai langsung menuju kemari Inder, mungkin mau mencari hotel Inder"jawab Paroo lalu tiba-tiba Paroo jatuh terkulai lemah, untung saja tubuh Paroo bisa berhasil ditangkap Inder, sehingga tubuh mungil tersebut tidak terjatuh di tanah


"Parooo.....sadar Paroo, ada apa denganmu?" ujar Inder panik lalu segera menggendong tubuh Paroo lalu dibawanya ke mobil


"Ca....Paroo tidak sadarkan diri, aku bawa ke klinik mama yah" ujar Inder yang menghubungi Cathy sambil menjalankan mobilnya


Di lain tempat tidak jauh dari sekolah Saruu, Cathy, Saruu dan Steve bermain di taman, saat mereka sedang mendengarkan celotehan Saruu mengenai sekolahnya, Hp Cathy berbunyi.


Dan setelah berbincang di telpon, Cathy segera menggendong Saruu dan menarik tangan Steve


"Mas ikut periksa ya, Paroo jatuh pingsan dan dibawa Inder ke klinik mama." ucap Cathy


...***...


...TBC...


...maaf ya slow update, baru namatin novel *My Last Love**😁*...


...Terimakasih banget buat pembaca setiaku, yang masih selalu mau membaca novelku ini...


...πŸ™Saranghae😘😘😘...