A Moment In The Past

A Moment In The Past
Episode 21 Masa Lalu Karina 2



"Saudara yang mana ya Steve?oooh aku ingat Steve aku punya nenek di Jawa barat dari papaku, sebentar ini suratnya."Karina langsung mencari-cari surat di dalam tasnya.


"Naah ini, namanya Liem Jian Li beliau tinggal di perkebunan teh Sukawanda di daerah Parongpong Jawa Barat, Steve tau? nenek sering mengirimi surat buat Karin, tetapi semua selalu dibakar sama Bunda tanpa setau Karin, hanya satu surat ini yang bisa Karin selamatkan." kata Karin sedih. Lalu Steve meminta kertas kosong dari buku Karina dan menuliskan alamat nenek Liem.


Setelah itu sambil menolong berjalan, Karina mengajak Steve ke rumah tetangga Karina yang seorang polisi untuk melindungi dan mengantar Steve pulang ke rumahnya di Bandung, sambil menuju ke rumah Letnan Rusli tetangga Karina, Steve bercerita bahwa dia diculik oleh saingan papanya, untung dia berhasil melarikan dirinya.


...^^^^...


Seminggu, dua minggu sampai satu bulan tanda-tanda bantuan Steve tidak pernah tampak akan datang, itu membuat Karina kecil sudah pasrah untuk menerima nasibnya, yang menjadi dia kuat karena kasih sayang Elang dan Sena kakak dan adik tiri Karina yang selalu berusaha menghentikan ayah dan ibunya yang sedang melampiaskan kemarahannya kepada Karina dengan pura-pura bertengkar, Sena yang tiba-tiba menangis, atau pura-pura jatuh. Bahkan mereka berdua selalu memberikan uang bekal mereka untuk Karina supaya bisa membeli makan, sehingga Karina tidak kelaparan, bahkan saat ada makanan enak mereka menyembunyikan untuk Karina, bagi mereka Karina adalah saudara wanita mereka yang harus dilindungi meski oleh orang tua mereka, Karina tidak boleh mendekati Elang dan Sena tetapi saat mereka tidak pernah di rumah (kedua orang tua Karina sering bepergian karena mereka bekerja di kantor kedutaan) Elang dan Sena sakit, Karina kecillah yang merawatnya dengan penuh kasih.


Sampai pada suatu hari saat Karina sepulang sekolah, orang tua Karina sudah di rumah. Melihat Karina pulang sekolah langsing menyeret Karina....


"Dasar anak pembawa sial, berani-beraninya mencuri uang haaah!!!!uang sebanyak itu buat apa haaah!!!! bentak ayah dan bunda Karina sambil menampar pipi Karina kecil, lalu melepaskan sabuknya untuk memukuli kaki Karina Cetaaar.....cetaaaar..


"Karina tidak mencuri ayah, bunda.... betul ...."jawab Karina sambil menahan sakit.


"Dasaaaar masih kecil sudah menjadi pembohong dan penipu mau jadi apa kamu kalo sudah besar haaah!!!!" bentak Laras.


"Pukul terus yah, sampai dia mengaku..." kata Laras penuh kemarahan.


Tiba-tiba " Panjiiii, Laraaas apa yang kau lakukan terhadap cucukuuu!!! teriak seorang nenek yang masih terlihat cantik meskipun sudah tidak muda lagi, ya dia nenek Liem Jian Li ibu dari ayah kandung Karina.i



Panji dan Laras kaget melihat kedatangan nenek Liem, membawa pengawal setianya.


"Ariiiiin!!!!" teriak Steve yang ikut datang bersama dengan papa dan mamanya bersama nenek Liem.


"Steeeve....akhirnya kamu datang" kata Karina lalu terjatuh dalam pelukan Steve pingsan, lalu digendong Steve masuk mobil.


"Mulai sekarang Karina aku ambil, tunggu tuntutan dari pengacaraku, masalah ini kita selesaikan secara hukum, siapkan dirimu Suhendra!!" ancam nenek Liem sambil meninggalkan rumah terkutuk itu.


"Kariiiin, mau dibawa kemana adiiikku, bundaaa mereka membawa adikku!!!"raung Elang sambil berlari mengejar rombongan mobil Steve masih dengan seragam sekolahnya.


"Ariiin sadaaar, ini Steve bawa nenekmu hicks Ma...Pa Arin kenapa??? "isak Steve, " Maaf ya Rin, Steve kelamaan menjemputmu, tapi Steve berjanji sama kamu Rin, sampai kapanpun Steve akan menjaga dan membahagiakan Arin." kata Steve sambil memeluk kepala kecil Karina dalam pelukannya.


Mereka membawa ke RS lalu setelah rawat inap selama 1minggu di Rs Karyadi Semarang, Karina mulai tinggal bersama neneknya di Bandung Jawa Barat, meninggalkan keluarga Suhendra.


Flashback off.


...^^^^...