
Saat sampai di rumah Cathy tampak banyak wartawan sudah memenuhi sekitar rumah Cathy
Inder melihat itu langsung bergetar tangannya, sambil berusaha menguatkan dirinya, Inder menelpon Sinjo dan Nobu tetapi sama sekali tidak diangkat, lalu menelpon Onel...untung Onel segera mengangkat dan menyuruh pada bodyguard untuk mengusir para wartawan dan segera membawa masuk Inder ke dalam mansion keluarga Sutedja, yang tampak mama Ariana menangis histeris dalam pelukan Khael, sedangkan papa Abi hanya terduduk diam dengan tatapan kosong hanya Onel yang sibuk mengatur dibantu oleh Putri dan suaminya
"Onel katakan apa yang sesungguhnya terjadi, kenapa Caca pergi ke Jepang padahal sebentar lagi kita akan menikah?" tanya Inder dengan suara bergetar
"Apakah Caca tidak mengirimkan surat atau berbicara denganmu?atau karena kamu terlalu sibuk dengan ibu anakmu sehingga kamu melupakan calon istrimu sendiri?!!"
Deegh......ucapan Onel benar-benar menohok Inder, memang dia akui saat Parvati sakit, fokus perhatiannya hanya ke Parvati dan Saruu yang selalu ingin dekat dengan ibunya, sampai melupakan Caca karena dipikirnya itu tidak menjadi masalah buat Caca yang mengerti keadaannya.
Inder kemudian teringat surat dari Caca yang belum dibacanya, lalu segera Inder merogoh kantung bajunya dan mulai membaca isi surat tersebut
...Sayangku Inder,...
...Saat kamu membaca surat ini, aku sudah terbang jauh dari sisimu...maafkan aku Inder karena aku lebih memilih menyerah untuk tidak mempertahankan dirimu menjadi suamiku, karena aku tidak mau menjadi wanita egois yang merebut seorang anak dari mama kandungnya dan menjauhkan wanita yang melahirkan putri cantik dari pria yang aku cintai....
...Aku merasa posisiku seperti seorang pelakor ketika aku berdiri diantara kalian, mungkin kamu akan bilang aku bukanlah seperti itu, karena aku tahu bahwa kamu mencintaiku dengan tulus dari dulu, tetapi ada saatnya sebuah cinta harus dihadapkan dengan tanggung jawab, ada Saruu yang sangat membutuhkan ibu kandungnya dan Parvati juga membutuhkan Saruu untuk bertahan tetap hidup, dia sudah kehilangan segalanya. Cinta, masa mudanya dan keluarganya, yang dia punya hanya Saruu....
...Aku pernah kehilangan seorang anak, aku tahu bagaimana rasanya itu, karenanya aku tidak mungkin tega memisahkan mereka, karena Parvati berencana akan kembali ke India supaya tidak mengganggu kehidupan kita nantinya...
...Melihat kalian bertiga yang terlihat bahagia saat di rumah sakit, dan saat Saruu bilang tidak mau berpisah dari ibunya, itu menyadarkanku bahwa Saruu menginginkan keluarga utuh sebenarnya, yaitu mama dan papanya bersatu...
...Inder sayang, mungkin takdir kita dari Tuhan bukanlah sebagai suami istri tetapi hanya sebagai sahabat, berusahalah mencintai Parvati seperti kamu mencintaiku selama ini Inder....
...Aku tahu itu berat, sama halnya saat aku juga harus menghapus rasa ini tetapi kita pasti bisa demi Saruu, putri kesayanganku (maafkan aku kalo aku masih menganggapnya putriku)...
...Masalah rencana upacara pernikahan jangan kamu batalkan, karena aku sudah merubah nama pengantin wanitanya....
...Nikahilah Parvati dan jalanilah rumah tangga kalian dengan baik dan bahagia, aku yakin kami bisa Inder, kamu adalah pria penuh cinta, pria terbaik yang aku kenal...
...Terimakasih atas semua cinta yang kamu beri selama ini Inder, doaku semoga kalian selalu bahagia...
...Love you always Inder,...
...Cathy...
Inder menangis tersedu-sedu, sambil memeluk surat terakhir dari Cathy untuknya
"Kenapa Ca....kenapa ninggalin aku sendiri di sini" tangis Inder sambil memukul dadanya berkali-kali
"Inder....apa yang terjadi? kenapa bisa Caca pergi sendiri?" tanya Yunfan sambil mengguncang tubuh Inder sambil menangis
"Caca masih hidupkan??...Caca nggak mungkin matikan?" gumam Yunfan sambil luruh dilantai
Rumah keluarga Sutedja hari itu dipenuhi tangisan menyayat hati, Onah dan Inah beberapa kali pingsan, Oma Yara dan Ariana pun sampai dibawa ke rumah sakit tidak sadarkan diri
Pencarian bangkai pesawat dan para jenasah korban tetap dilakukan, bahkan Khael dan Nobu ikut terbang ke lokasi untuk melihat jalannya evakuasi.
Sampai akhirnya satu bulan setelah kecelakaan, bangkai pesawat, barang-barang para korban dan black box sudah diketemukan, tetapi semua korban tidak bisa diketemukan karena pada saat kecelakaan arus laut sangat deras sehingga bisa dipastikan tubuh para korban sudah hilang terbawa arus ataupun sudah menjadi santapan ikan.
Keluarga Sutedja akhirnya mengikhlaskan kematian putri bungsu mereka, dengan menaburkan bunga ke laut, tampak Nobu yang begitu sangat menyesal karena saat itu tidak ikut terbang mengawal Cathy
"Selamat jalan little Miss" ujar Nobu sambil menangis
"Itu bukan salahmu Nobu, jangan terlalu terpukul hmm....kemaren itu karena hanya mengikuti perintahku" ujar Ariana sambil menepuk bahu Nobu sambil berusaha tegar
"Bahkan sampai kematian Caca dr b****n itu tidak menampakkan hidungnya sama sekali!" umpat Abi
"Steve maksud mas?" tanya Ariana
"Iya....siapa lagi"
"Oooo iya dimana Steve?....yaa ampuun dia tinggal sendiri, bagaimana jika dia bunuh diri di rumahnya" ujar Ariana panik
"Nobuuuu....cepat kamu cari di apartemennya, atau dimanapun juga dimana Steve, duuhh itu anak semoga tidak nekat'
"Maaa....ngapain sich mama nguatirin si bre**"k itu, dia aja nggak datang ke rumah kita saat tau berita ini, dia tuch gak cinta putri kita mbok sadar toh ma!!"
"Mas....Rian tahu Steve itu sangat mencintai Caca, mama tahu itu" ujar Ariana ngotot
"Terserah mamalah...."
Diwaktu yang sama ditempat berbeda tampak seorang pria yang berdiri menatap pemandangan kota New York dengan tatapan kosong
"Mr Pariharr....it's time for court" terdengar suara sekretaris Inder
"Oke Sarah, thanks you" jawab Inder singkat
"Ooo mr Pariharr, mrs Pariharr ask to me do you go home today?"
" I will call her later Sarah, thanks " jawab Inder singkat
Sarah hanya menghela nafasnya, Sarah adalah sekretaris Inder paling setia yang sudah mengikuti dari Indonesia juga jadi mengerti bagaimana Inder
"Masih belum mau pulang juga Sar?" tanya Hank suami Sarah
" Belum....apalagi hari ini keluarga Caca menebar bunga di lautan pedalaman Seto"
"Kasihan Inder dia benar-benar terpukul atas kematian Caca, untung ada Nyonya Parvati yang lembut dan sabar"
Yaah Inder akhirnya menikahi Parvati sesuai permintaan Caca yang terakhir kali, meski Saruu saat mengetahui Mommynya telah meninggal menangis histeris
Untung saat Cathy pergi, ada Parvati sehingga Saruu tidak begitu terpuruk karena Parvati adalah seorang mama yang lembut dan sabar sehingga Saruu sangat nyaman bersamanya.
Setelah persidangan selesai dan Inder berhasil memenangkan, Inder segera mengendarai mobilnya menuju sebuah rumah peristirahatan ditepi danau di luar kota New York
Rumah yang Inder dan Cathy bangun bersama, sebagai tempat tinggal mereka setelah mereka menikah
Inder menatap pohon yang Cathy ukir nama Cathy &Inder tepat saat lamaran Inder Cathy terima
Inder menuangkan minuman anggur putih kesukaan Cathy ke dua gelas, lalu Inder melakukan toost kedua gelas, satunya dia minum dan satunya lagi dia tuang di bawah pohon Oak tersebut
"Maaf ya Ca....aku tidak bisa ikut menabur bunga, karena aku belum sanggup menerima kenyataan kamu dah pergi Ca" ujar Inder sambil terisak menangis
"I Miss You Ca, I do everyday...i miss you a lot I Swear" ujar Inder sambil menangis
Setelah dia puas menangis, Inder kemudian berbaring dibawah pohon sambil teringat semua kenangan bersama Cathy dari perkenalan pertamanya di kampus, tinggal bertiga bersama Yunfan, kekonyolan mereka bertiga dan pada saat mereka mengamen di jalan karena kehabisan uang saku.
"Ca andai saja bisa kembali ke masa lalu, aku akan menikahimu saat kamu lulus saat itu" gumam Inder
Tak terasa Inderpun terlelap tertidur di pinggir danau tersebut,
"Inder bangunlah, pulanglah Inder....Paroo dan Saruu sudah menunggumu pulang, jangan abaikan mereka yah" bisik suara lembut yang membangunkan Inder
"Ca...." seru Inder terbangun dengan kebingungan karena hari telah malam
"Itu tadi kamu ya sayang, baik Ca aku pulang kamu jangan khawatir yah" ujar Inder lalu segera bangun dan beranjak meninggalkan rumah peristirahatan itu untuk segera menuju pulang ke rumah mungil tempat Paroo dan Saruu tinggal setelah mereka resmi menikah dan memutuskan untuk tinggal di New York
Saat Inder turun dari mobil tampak Paroo dan Satu sudah menyambut Inder di depan pintu dengan tersenyum lebar
"Daddy.....miss you so much" teriak Saruu sambil menubruk tubuh Inder
"Maaf ya sayang, daddy janji mulai sekarang Daddy akan selalu pulang oke!" ujar Inder sambil memeluk dan menggendongnya erat
"Inder sudah makan?" tanya Parvati lembut
"Sudah tadi, maafkan aku ya Paroo....beri waktu aku untuk belajar mencintaimu yah"
"Iya... aku juga akan belajar mencintaimu juga, kita pelan-pelan saja yah" ujar Parvati dengan tersenyum lembut
"Aku akan menepati janjiku padamu Ca, akan ku jaga pria yang kamu cintai dan Saruu putri kita, sampai nafasku berakhir." batin Parvati sambil tersenyum.
...***...
...TBC...