A Moment In The Past

A Moment In The Past
Episode 20 Masa Lalu Karina



Tak terasa sudah 8bulan Karina terbaring koma dan tidak ada tanda-tanda Karina akan bangun. Meskipun begitu baik Steve dan Putri selalu setia menjaga dan merawat Karina meski Putri sedang hamil 6bln.Sering mereka mengajak omong Karina bahkan Steve dan Putri sering menyanyi lagu korea dan lagu-lagu kesukaan Karina dan lagu yang sering mereka nyanyikan bertiga.


...Seandainya kau ada disini denganku...


...Mungkin ku tak sendiri...


...Bayanganmu yang selalu menemaniku...


...Hiasi malam sepiku...


...Kuingin bersama dirimu...


...Ku tak akan pernah berpaling darimu...


...Walau kini kaujauh dariku...


...'Kan slalu kunanti...


...Karena ku sayang kamu...


...Hati ini selalu memanggil namamu...


...Dengarlah melatiku...


...Ku berjanji hanyalah untukmu cintaku...


...Takkan pernah ada yang lain...


...Adakah rindu dihatimu...


...Seperti rindu yang kurasa...


...Sanggupkah ku terus terlena, tanpamu di sisiku...


...Ku 'kan slalu menantimu...


...Karena ku Sayang Kamu-Dygta...


^^^^^^^


Semua upaya dokter untuk menyembuhkan Karina sudah dilakukan oleh keluarga Rumengkan untuk menyembuhkan Karina, tetapi semua dokter tidak bisa tahi apa rencana Tuhan, karena Karena Karina tetap tertidur, sampe mama Steve menyarankan Steve menyerah akan Karina dan menceraikannya.


"Maa Steve mohon, biarkan Steve tetap merawat Karina sampai terbangun, meskipun pada saatnya nanti kalau Tuhan berkehendak lain, biarkan Steve tetap sebagai suaminya ma, mama tahu sejak menemukan Karina kecil dulu, cinta Steve hanya untuk Karina, mama masih ingatkan bagaimana perjuangan kita berdua selama ini, bahkan Karinalah yang merubah dan menerima Steve yang nakal dan rusak menjadi seperti sekarang." ratap Steve sambil memeluk kaki mamanya.


Mama Steve melihat Steve meratap putus asa ikut menangis sambil memeluk Steve, mama Steve pun teringat betapa nakalnya Steve, mabuk-mabukan, kebut-kebutan suka membolos sekolah dan suka berantem, ketika ia sebagai mamanya saja sudah menyerah, memang hanya Karina yang dengan kelembutan dan kasihnya merawat dan membimbing Steve menjadi kembali ke keluarga Rumengkan dan menjadi pria bertanggung jawab dan bisa dibanggakan.


"Baiklah Steve, jangan menangis lagi ya sayang, tapi mama mohon Steve harus berjanji Steve harus kuat bertahan yaa, apapun yang terjadi!!! mama hanya kuatir Steve hancur dan kembali menjadi Steve yang seperti dahulu, yang menjauh dari mama dan papa, ya mama mohon, selalu ingat mama dan papa selalu disisi Steve." pinta Mama Steve sambil menangis tersedu-sedu.


"Ya ma, Steve janji. Terimakasih ma...terimakasih, Steve sayang sama mama." jawab Steve sambil memeluk mamanya.


Tanpa mereka sadari ada papa Steve melihat istri dan anaknya sambil menangis bersama, hanya menghela nafas dan terlihat muka sedihnya di muka lelah seorang Theo Rumengkang. hanya bisa diam membisu dibalik pintu kamar khusus perawatan keluarga Rumengkang.


Flash back


Pada saat itu hujan deras mengguyur kota Semarang, terlihat gadis kecil lari-lari mencari tempat teduh, gadis tersebut masih memakai seragam sd, yaa anak itu bernama Karina Suhendar yang pulang sekolah harus selalu berjalan kaki, saat Karina sedang berteduh di pinggir sebuah rumah kosong, terdengar suara erangan kesakitan. Karina sebenarnya takut, tetapi rasa penasaran dan ibanya lebih kuat, jadi Karina mencari asal suara tersebut, ternyata ada anak cowok yang terluka.


"Kak kamu baik-baik saja?" tanya Karin sambil mendekat.


"Kamu siapa haah???!!!" jangan mendekat." bentak anak cowok tersebut.


"Aku Karina kak, bolehkah Karin mengobati luka di muka, tangan dan kaki kakak?"kata Karina pelan sambil takut-takut, dan dijawab anggukan dari anak cowok tersebut.




Steve pada usia 13th.


"Emang kamu bawa obat?!!kamu kok gak sekolah?tanya Steve.


"Aku sudah pulang kak"' kata Karina sambil membersihkan luka, lalu memberikan obat untuk luka dan memar-memarnya.


"Kamu kok bawa obatnya lengkap sekali?tanya Steve.


"Karena aku sering luka kak, jadi disuruh bawa obat ini sama kak Lang, jadi saat kak Lang tidak di rumah Karin bisa mengobati sendiri, nama kakak siapa? kakak kok bisa terluka?" tanya Karina.


"Steve..."jawab Steve, namamu siapa tadi??" tanya Steve Angkuh.


" Karina bisa langsung panggil Karin saja kok kak." jawab


"Arin...jangan panggil aku kak!! aku bukan kakakmu." perintah Steve.


"Ya kan nggak boleh, kakak lebih tua dari Karin, dan aku Karin bukan Ariin!" jawab Karina sambil merucutkan bibirnya, tapi langsung mengkerut saat Steve melotot.


Tiba-tiba kriuuuuk.....terdengar suara perut Steve karena sejak pagi tidak kemasukan makan, saat melarikan diri para penculik.


"Steve lapaar?ini Karin tadi beli nasi bungkus 2 rencana buat nanti makan malam, tapi kalo Steve lapar, bisa Steve makan dulu." kata Karina sambil menyodorkan nasi bungkusnya sambil tersenyum tulus.


"Ini sendok nya Steve. maaf ya lauknya cuman tempe, telur dan sayur pare, uang Karin dari kak Lang cuman cukup beli ini." jawab Karin sambil nyengir.


Lalu mereka berdua makan dengan lahap, Steve yang terbiasa makan enak harus makan dengan lauk seadanya apalagi Pare rasanya pait, pertamanya tidak bisa menelan, tetapi melihat Karina makan dengan lahap sambil memandangi Steve seakan menyuruhnya untuk segera makan, jadi Steve ikutan makan dengan lahap karena tidak tega melihat ketulusan Karina.


Setelah selesai makan, " Arin kok beli nasi bungkus apa hanya tinggal dengan kakak Arin? maaf apa sudah tidak memiliki orang tua?"tanya Steve karena penasaran.


"Karin tinggal dengan kak Elang, dik Sena, ibu dan ayah Suhendar, tapi karena Karin anak tiri, jadi sering tidak makan, makanya kak Lang selalu menyuruh beli makan siang dan malam sekalian, disuruh nyembunyiin di tas Karin." jelas Karin sambil tersenyum.


"Kok gitu sih Rin, kamu masih kecil banget gini, kamu punya keluarga lain Rin?nanti malam kamu makan apa?kalo ini sudah aku habisin?" tanya Steve sambil menepuk pelan punggung Karina.


"Aduuh duuh..." erang kesakitan Karina saat tangan Steve menyentuh luka dipunggungnya.


"Kamu kenapa Arin?punggung mu luka ya Rin?" tanya Steve.


"Cuman kebentur kok kak, hihihi tidak apa." jawab Karin sambil cengengesan dipaksain.


"Arin sinii, mendekat ke Steve!"suruh Steve.


"Ada apa Steve?? tanya Karina bingung tapi tetap mendekat.


Saat Karina duduk d samping Steve, tiba-tiba Steve membalikkan tubuh Karina lalu menyibakkan kemeja Karina, dan melihat luka biru dan luka kering karena pecutan di punggung Karina.


"Steve...nggak boleh liat!" teriak Karina sambil menangis ketakutan.


"Maaf Arin, bukan Steve mau kurang ajarin Arin, siapa yang melakukan Rin?Arin punya saudara lain tidak?" cerocos Steve penuh perhatian.


"Hujan sudah reda Karin mau pulang."elak Karina sambil mau pergi.


"Ariiin, ijinin aku menolong Arin untuk keluar dari rumah mengerikan itu, yaah hitung-hitung Steve membalas kebaikan Karin." pinta Steve sambil jongkok supaya setinggi Karina. sambil memegang tangan Karina.


"Apa Steve bisa?kalau keluar dari rumah itu Karin lalu tinggal dimana? Karin tidak tau kemana lagi" isak Karina putus asa.


^^^^^


bersambung.....😁