
Ketika paginya rombongan yang akan pulang ke Jakarta bersiap-siap, meski baru beberapa hari di Yogyakarta Karina sangat senang karena keramahan penduduk sekitar yang dengan suka rela membantu merawat para tentara, memberikan bahan makanan bahkan mau memasakkan makanan.
Rombongan saling berpamitan dengan saling berpelukan dan menangis haru. Dokter Karta tetap tinggal di Yogyakarta untuk membantu dr Abdullah, karena untuk saat ini tenaga medis di yogya sangat minim.
Setelah sampai di pesawat, Karina duduk di samping suster Rini, tetapi tiba-tiba Angga datang dan duduk disampingku sambil tersenyum lebar.
"Rin duduk disini sama mas" ajak Willy sambil menarik tangan Karina.
"Kamu apaan sich Will...Karin sudah duduk disini kok ditarik-tarik!" sewot Angga sambil menarik tangan Karina satunya.
"Eeeh....Karina itu calon bini gue Ngga!!! jadi harus dekat calon suaminya!!" jawab Willy sambil menarik Karina lagi.
"Masih calon Will, belum tentu jadi tooh...jadi jangan sok menguasai Karin!!" ejek Angga lagi.
Karena tingkah dua tentara gesrek ini membuat jengah Johan dan ayah Willy, dan membuat emosi Karina diubun-ubun, tetapi sungkan dengan ayah dan kakak Willy kalo haris marah-marah dihadapan mereka.
"Mas Willy ganteng dan mas Angga baik bisa gak Karina minta sesuatu?" kata Karina sambil tersenyum dan memasang muka imutnya.
"Ya Rin....."
"Ya Karin..." serentak Willy dan Angga semangat.
Karin menarik Willy dan mendudukkan disamping Angga dan sambil berkacak pinggang
"Kalian duduk manis disini, tidak bertengkar sampai di Jakarta, jika sampai bertengkar dan berisik Karina bakalan nggak mau ngomong sama kalian SE LA MA NYA!!" kata Karina masih dengan tersenyum.
"Tapiiii...." kata Willy dan Angga berbarengan.
"Eeeitsss Sssssttttt.....jangan berisik, duduk manis!" ancam Karina sambil menaruh telunjuk tangan didepan mulutnya.
Lalu Karina duduk disamping dr Hotman, dimana Johan dan dr Hotman tertawa geli ternyata Willy si bandel takluk dengan seorang dr wanita mungil.
Selama perjalanan Karina berbincang dan bercanda dengan dr Hotman dan Johan, sedangkan Willy dan Angga cemberut dan saling menatap sinis.
'Ternyata Willy benar-benar mencintai Karina, Willy yang selalu dingin, kaku dan sangat pendiam bisa berubah manja, lebay dan konyol dihadapan Karina, tetapi mengapa harus dengan Karin Wil? " batin Angga sedih karena harus bersaing dengan Willy sahabatnya sendiri.
.
.
.
.
Setelah pesawat mendarat dengan selamat dan penumpang turun, Karina digandeng dr Hotma untuk menghindari tingkah konyol Willy dan Angga.
Saat Karina melihat Mike
"Oppaaaaa!!!" teriak Karina sambil berlari dan memeluk Mike, sejak hidup di jaman ini Karina memang menjadi gadis manja di depan Mike, Karina sangat nyaman karena belum pernah Karina mendapatkan kasih sayang seorang kakak karena kakak tirinya terlalu sibuk belajar.
"Gwaenchanh-a Rin?" tanya Mike memakai bahasa Korea.
"Jal jinae sseumnida oppa" jawab Karin sambil memeluk Mike sambil berkata "neomu bigosipeo oppa"(kangen banget kak)
"Hmm...eheem" suara dr Hotman mengingat kan Karina
"Oya kak, perkenalkan ini dr Hotman dan dr Johan Simorangkir"
"Aaah iya dok perkenalkan saya Michael Kim, kakak Karin terimakasih sudah mau direpotkan sama Karin" kata Mike sopan.
"Haaah calon mantu?Kariin??dengan dr Johan?" kata Mike bingung.
Karin langsung tepok jidat karena kakaknya salah mengira
"Ani Oppa.. masak Karin sama om-om" bisik Karin tetapi masih terdengar Johan, Willy, Angga dan dr Hotman, membuat Johan auto cemberut.
"Hahaha bukan Johan maksud saya dr Michael, tapi putra bungsuku yang masih single ini" jawab dr Hotman sambil menarik Willy ke depan yang sebelumnya dibelakang Johan sambil memapah Angga
Melihat Willy, muka Michael dari yang pertama ramah menjadi dingin datar.
"Saya rasa anda salah dr Hotman, Karina belum waktunya berumah tangga, kami duluan pergi dulu....Karin kita pulang!!" perintah Mike tegas sambil menarik Karin pergi dan mengambil alih Angga untuk diajak pulang.
"Kak..." kata Karin pelan.
"Joyonghi hae (diam)Karin, ulineun ji-eseo iyagihago issseubnida arraseo?"(kita bicarakan dirumah, kamu mengerti) bentak Mike.
" Ye Oppa Ara" gumam Karina.
"dr Mike..." kata Angga merasa canggung terhadap keluarga Willy.
" Om, kak Jo dan Willy Angga pergi dulu"pamit Angga sambil meninggalkan keluarga Simorangkir yang masih terbengong melihat reaksi Mike.
.
.
.
.
.
"Apa yang telah kamu lakuin Will?"kata dr Hotman sambil menatap Willy tajam.
"Willy pernah membuat Karina menangis Pa..tapiiii Willy sudah minta maaf" gumam Willy lirih.
"Kelihatannya kamu harus berjuang keras Will, kakaknya mengerikan dan angkuh tadi ngomong pake bahasa apa coba? bahasa Cina?...kamu masih yakin dengan Karina??!" tanya Johan kuatir.
"Bahasa Korea kak!! Karina dan kakaknya papanya orang Korea, Willy tetap yakin kak" jelas Willy.
"Kalau kamu memang sudah mantap dan yakin dengan Karina, kamu harus menaklukkan kakaknya!!"
"Jangan membuat malu keluarga ingat itu Will!!" kata dr Hotman.
"Ya pa, Willy tahu" kata Willy lagi.
.
.
... ***...
Waaah Willy apa bisa menghadapi kemarahan Mike?? yuuks kita tunggu di next episode 😁
...TBC...