
Sepeninggal mama mertuanya, Steve membuka hpnya dan melihat wallpaper nya yang ternyata terpasang wajah Cathy saat menjelang upacara pemberkatan pernikahan mereka, yang Steve candid saat Cathy tidak sadar telah diambil fotonya.
Steven teringat waktu pertama mereka bertemu di rumah perkebunan miliknya dan Karina.
Flashback
Tak terasa sudah 14 tahun Karina telah meninggalkan Steve, dan sudah 14tahun Steve meninggalkan Indonesia untuk berkeliling dunia sebagai relawan di ICRC (Palang Merah Internasional yang selalu menolong korban akibat konflik bersenjata internasional maupun non internasional).
Steve pulang ke Indonesia karena mama Olivia meninggal menyusul papa Theo yang sudah dipanggil terlebih dahulu 5tahun yang lalu.
Setelah pemakaman mamanya, Steve menuju makam Karina dan rumah mereka, yang sekarang dipakai oleh keluarga Sena.
Steve sangat merindukan Karina, kehilangan Karina membuat hidup Steve kosong dan diisi hanya bekerja, meski Putri, Raul dan kedua orang tua Steve berusaha menghibur dan membujuk Steve untuk menikah kembali tetapi Steve sama sekali tidak tertarik untuk mencari pengganti Karina.
Sampai Steve bertemu seorang Catherine Rose Sutedja, seorang artis penyanyi dan top model yang namanya baru melambung, gadis yang langsung mengklaim Steve sebagai calon suaminya dengan percaya diri.
"Turunlah bocah, aku sudah sangat terlambat " usir Steve kepada Cathy yang sudah nekat masuk ke mobilnya.
"Namaku Catherine Rose om, bisa panggil Caca ato Cathy, bukan bocah ya...usiaku sudah 23th" ucap Cathy dengan tersenyum lebar.
"Baiklah pusicat, sekarang turun yah aku terburu-buru dan aku sudah punya istri, jadi aku mohon menjauhlah dariku" ucap Steve berusaha sabar.
"Cathy ooom....bukan pusicat, tadi kata pak Sena istri om sudah gak ada kok, jadi om masih capable menjadi calon suamiku, jadi ayooo buruan katanya terlambat" ucap Cathy sambil tersenyum tanpa dosa.
Sambil menghela nafas panjang dan memijit pelipisnya, akhirnya Steve melajukan mobilnya. "Pasang sabuk pengamanmu, jalannya nanti tidak rata" ucap Steve.
"Baik om dokterku sayang" ucap Cathy sambil tersenyum makin lebar.
Steve yang masih serius menyupir, melirik gadis tengil disampingnya dengan terheran karena Cathy masih memasang senyum lebarnya dan menatap Steve dengan mata berbinar.
Setelah beberapa lama perjalanan dan tidak sampai-sampai
"Om balai pengobatan itu apa sich?rs gitu? kita ngapain kesana yah?"tanya Cathy dengan muka bingung.
"Karena disini jauh dari rs, maka penduduk sekitar sini mendirikan balai pengobatan, dulunya hanya tenda di lapangan saja, tetapi setelah aku dan Arin ikut memeriksa penduduk yang sakit, Arin mempunyai mimpi untuk mendirikan bangunan untuk di jadikan balai pengobatan."
"Setelah Arin nggak ada aku mewujudkan mimpinya menjadi nyata, dan setelah 14 tahun baru ini aku menengoknya" jelas Sreve.
"Oooo jadi kita kesana untuk meninjau ya?"tanya Cathy.
"Iya, nanti kalo banyak pasien aku ikutan membantu memeriksa" jawab Steve.
"Waaa untung aku kemana-mana membawa snelli dan peralatanku, ntar aku ikutan bantu om" jawab Cathy sambil mengeluarkan snellinya dan memakainya.
"Pusicat...ini bukan pembuatan film ini serius jangan aneh-aneh kamu" ucap Steve sambil menatap Cathy penuh marah.
"Laah Cathy serius ini, Cathy ini dokter juga om aku praktek di kliniknya mama, apa om tidak tahu dari kelima putra Kennard Abimanyu Sutedja 3diantaranya dokter om, salah satunya Cathy" jawab Cathy bangga.
"Kamukan artis dan foto model" kata Steve heran.
"Emang artis tidak boleh jadi dokter?" tanya Cathy.
"Cathy jadi artis itu sampingan om, profesi utamaku dr om, tepatnya dr oriental" jelas Cathy.
"Lulusan dari Cina?"
"Untuk dr umum dari oxford, lalu untuk spesialis tusuk jarum dari cina" jawab Cathy
"Umurmu yakin 23 tahun? bukankah di oxford untuk kedokteran 6th?"
"Heem 23tahun, aku masuk kesana usia 17th dan menyelesaikan selama 4th lalu menyelesaikan spesialis 2th, harusnya bisa lebih cepat kalo aku tidak sibuk mengamen dan jalan-jalan di catwalk" jelas Cathy sambil nyengir.
"Kenapa om lihat liatin Cathy?kagum ya ama Cathy??....ini mah belum semua keahlian Cathy, pokoknya Cathy jamin om gak bakalan nyesel dech punya istri kek Cathy ini...istri idamanlah" ucap Cathy sambil menepuk dadanya bangga.
Steve hanya menghela nafas panjang sambil geleng-geleng melihat tingkah absurb Cathy.
Cathy benar-benar membuktikan bahwa dia memang benar-benar dr oriental hebat, dengan mengobati beberapa pasiennya di balai pengobatan membuat Steve tersenyum tipis.
.
.
.
.
.
Setelah selesai memeriksa di balai pengobatan Steve dan Cathy kembali ke rumah Sena, dimana Manajer Cathy yang bernama Kenny dan penata busana merangkap MUAnya Cathy yang bernama Yohana sudah menunggu dengan memasang muka kesal.
Saat Cathy turun dari mobil, langsung diserbu mereka
"Ijaaaaah, darimana aja loe hah?!!! cerocos Kenny.
"Buseeet suara loe Nah kaya toak masjid ajah" jawab Cathy sambil nyengir.
"Dasar loe ya Jah, udah kaboer seenak jidat loe, hp kagak dibawa pula kagak tau apee nich hp bunyi mulu" omel Yohana gak kalah kenceng suaranya sama kaya Kenny.
"Woiiii Markonah dan Markinah kesayangan Markijah, kan tadi gue dah bilang mau ngikut calon laki gue om-om emezh"jawab Cathy sambil kepalanya clingukan mencari Steve.
"Dasaaar dodol, tuuuch laki loe dah jemput elo masih aja ngejar-ngejar om-om tua gak jelas" sembur Kenny.
"Gak jelas gimana maksud loe, dia dokter Onah, lagipula dia belum tua masih sexi" bela Cathy.
"Jah elo kesambet jin iprit daerah sini yaah, gak pernah-pernahnya tertarik sama cowok selain sama Inder, inget ya Jaah itu tuch si om dibanding Inder bagai bumi dan langit jaaaauuuuh" cerocos Yohana.
"Inderkan cuman menganggap aku teman Inah, udah dech" jawab Cathy sambil beranjak pergi.
"Dasar Ijah matanya sewer kagak bisa mbedain cowok yang bener-bener cinta dengan yang kagak" gerutu Kenny.
"Sudah lama sampainya disini?"tanya Cathy kepada Inder.
"Belum terlalu lama Ca, ayo kita pulang sekarang sudah ditunggu papa mama"ajak Inder sambil memeluk Cathy dan membawanya menuju mobilnya.
"Aku belum pamitan sama om dokterku dan pak Sena Inder" rajuk Cathy manja.
"Pak Sena tadi kita sudah berpamitan, beliau sekarang baru rapat di balai desa" ucapan Inder lalu membukakan pintu mobil.
"Baiklah ayo Inder" jawab Cathy lemas sambil menatap ke arah rumah dan berharap Steve keluar tetapi harapan tersebut tidak terwujud.
"Byee om see you soon...i hope" bisik lirih Cathy.
Kehebohan kepergian rombongan Cathy dilihat Steve dari jendela, dan melihat saat Inder memeluk dan membawa Cathy pergi
"Apakah dia pacarnya?kalau pacar kenapa menganggap ku calon suami?" ucap lirih Steve sambil tersenyum miring.
"Aaah dasar bocah labil, bomatlah (Bodoo amat)" ujar Steve sambil berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.
...***...
...TBC...
...Jangan lupa LIKE.....VOTE ....& COMMENT YESSβΊππππ...
...GUMAWOπππ...