A Moment In The Past

A Moment In The Past
Episode 33 Terbangunnya Harimau Betina



Saat istirahat siang, Willy mengunjungi Karina di rs, saat menengok ruang prakteknya kosong, lalu Willy berusaha mencari di seluruh ruang rs, dari jauh Willy melihat bagaimana Karina menyapa para pasien dan para suster dengan tersenyum ramah.



"Ya ampun cantiknya calon bini ku" batin Willy sambil tersenyum.


Setelah Karina selesai menyapa, Willy mendekati Karina


"Rinrin sayaaang"kata Willy manja.


"Maass...."pekik pelan Karina sambil menengok ke kanan dan ke kiri, lalu menarik tangan Willy menuju ruang prakteknya


"Mas ngapain kesini?"tanya Karina gugup


"Mas kangen Rinrin....di Yogyakarta kita setiap hari ketemu, disini kalo mau bertemu harus ke rs ato ke rumah Rinrin" kata Willy merajuk.


"Sabar ya Rin mama 4hari lagi baru sampai sini"kata Willy sambil tersenyum.


"Maass...."belum selesai Karina bicara tiba-tiba


Kriuuuuk....."Mas laperr?"tanya Karina geli melihat Willy mukanya merah.


"Hihihi iya Rin...rencana mau ngajak Rin rin jajan" kata Willy sambil meringis.


"Haizzz jajan gak higienis mas, sini Karin bawa bekal kok, tapi cukup gak ya buat kita berdua?



"Cukup Riin...,kamu yang masak ini Rin?"tanya Willy dengan mata berbinar-binar.


"Heem....ini sendok nya mas"kata Karina lalu berdoa sebentar lalu Karina makan dengan sumpit dan Willy dengan sendok.


"Riin enak banget, kamu pinter masak yaah" puji Willy sambil makan dengan lahap.


Karina tersenyum sambil melihat Willy, lalu Karina terngiang-ngiang kata-kata Mike semalam


"Rin makan...jangan bengong saja.." kata Willy sambil menyentuh tangan Karina.


"Ooo....eeeh iya mas" kata Karina sambil gugup.


"Apa ada masalah Rin? dr Mike menentang ya?" kata Willy pelan.


"Heem..." jawab Karina singkat.


"Huffft sudah mas duga, tapi jangan kuatir Rin mas akan berusaha mendekati kakakmu" kata Willy pasti.


"Tapi mas, kak Mike sangat keras...emang mas sanggup gitu mbujukin kak Mike?"kata Karina pelan.


"Selama Rin rin tetap mendukung mas, mas sanggup Rin"kata Willy sambil berjongkok didepan Karina sambil menggenggam tangan Karina erat.


Sambil tersenyum Karina menganggukkan kepalanya.


Cuuuup....tiba-tiba Willy langsung mencium bibir merah Karina, membuat Karina melotot dan mengomel


"Mas...mesti looo nyosooor saja!"


"Hahaha salahnya sendiri bibir Rin merah menggoda" kata Willy


"Menggoda apaan, orang Karina nggak pake lipstik juga" omel Karina lagi.


"Dibiasaiin Rin terima ciuman mas, besok setiap waktu mas minta cium" goda Willy membuat Karina bergidik.


"Rin pulang jam berapa nanti?"tanya Willy.


"Mungkin jam 3 atau 4an mas, tergantung kak Mike mau operasi jam berapa, emang kenapa mas?" tanya Karina.


"Ntar pulang aku jemput yah"ajak Willy.


"Aku nanti pulang sama kak Mike mas, gak usah ya" bujuk Karin


"Mas nanti pake mobil paman Willy, mas gak terima penolakan Rin rin sayang"kata Willy sambil membelai kepala Karin.


"Tapi ada kak Mike, ntar mas diamuk ...."kata Karin kuatir.


"Bagus dong, sudah saatnya mas mendekati kakakmu...jangan kuatir hmm..."kata Willy sambil mencium bibir Karina lagi.


"Maaaassss iiih...lama-lama bibir Karina jontor!" amuk Karina sambil memukuli bahu Willy


"Sakiit Riiin....lagipula bagus tooh bibir Rin jontor, jadi semua tahu Rin rin sudah ada yang punya!"rajuk Willy


"Izzz tentara lemah"ejek Karina


"Beuuuh tentara juga manusia Rin, kalo ada luka kamu pukulin ya sakit" kata Willy sambil mulutnya merucut.


"Hahaha tentara kok manja to mas...mas" kata Karina geli.


"Biarin manja juga sama bininya juga" kata Willy dengan muka songong.


"Baru calooon masss, itu aja kalo Karin mau weeek" kata Karin sambil menjulurkan lidahnya.


"Rin cium donk, biar seharian mas semangat" rajuk Willy dengan puppy eyes.


"Maluu mas..."


"Sepi Rin..buruan"


"Haizzz mas..." omel Karin sambil berjinjit nyium pipi Willy.


"Daah..sana mas pergi iih " kata Karin sambil menunduk malu.


"Sampe nanti ya istriku sayang" kata Willy beranjak pergi dengan tersenyum lebar.


"Mimpi apa aku Tuhan, sampe punya cowok mesumnya nggak ketulungan"kata Karin sambil geleng-geleng.


"Mass masih denger Rin hahahaha" teriak Willy .


"Haizzz..." kata Karina sambil masuk ruang praktek.


Tanpa setahu mereka, ada sepasang mata sambil berkaca-kaca memandang mereka penuh kemarahan.


.


.


.


.


.


.


Saat para pasien Karina habis, tiba-tiba masuk seorang gadis masuk ke ruang Karina.


"Selamat siang dokter!" kata wanita tersebut lembut.


"Eeh iya selamat siang, ada yang bisa saya bantu" kata Karina terheran.


"Boleh saya duduk dokter?" katanya dengan lembut.


"Silahkan, apa anda mau konsultasi untuk anak atau keponakan anda?"tanya Karina ramah.


"Perkenalkan nama saya Rukmini, saya tunangan kapten William Putra Simorangkir" katanya masih dengan muka tersenyum dan mengulurkan tangannya.


"Hufft ....lalu apa hubungannya dengan saya?"kata Karina dengan muka datar.


Rukmini kaget, tidak mengira bahwa saingannya menanggapi nya dengan dingin, langsung menarik kembali tangannya yang sama sekali tidak ditanggapi Karina.


"Jangan mengganggu dan merayu Bang Willy, menjauh lah dari bang Willy!! jika tidak anda akan tahu akibatnya" ancam Rukmini.


"Hahaha....anda gak salah, saya merayu?bahkan seluruh Rs tahu, siapa yang merayu.


"Heeh jangan sok kecakepan dech jadi cewek, baru jadi dokter saja sombong" kata Rukmini sinis.


"Boleh dong sombong, setidaknya aku menggunakan kepandaianku untuk membantu banyak orang jadi hidupku berguna untuk orang lain meski aku hanya seorang wanita, daripada menjadi cewek kurang kerjaan hanya ngejar-ngejar cowok yang tidak melirik maupun suka dengannya" kata Karina sambil memandang remeh Rukmini.


"Kamuuuu...."tangan Rukmini mau menampar Karina, tetapi tangan langsung dipegang erat Karina.


"Jauhkan tangan kotormu ...." bentak Karina sambil menghempaskan tangan Rukmini.


Emosi Rukmini naik, karena gagal memprovokasi Karina malah dihina habis-habisan, membuat nya gelap mata, langsung menyerang Karina dengan menarik rambut Karina dan menendang Karina.


Tapi Rukmini salah mencari musuh, karena Karina terlalu sering ditempa kekerasan di kehidupannya sejak dari kecil, membuat Karina sekarang lihai menguasai ilmu Taekwondo yang diajarkan oleh guru yang didatangkan Emak Liem.


Sebelum kaki Rukmini menendang, Karina menghindar, dan menarik tangan Rukmini dan membantingnya


"Aaaargh..., berani-beraninya kamu menyerang Rukmini binti Sabeni jawara betawi, mau digibeng sama babe haah!"bentak Rukmini sambil meringis kesakitan.


"Dokter apa anda baik-baik saja?"suster Rini langsung mendekati Karina dan membantu merapikan rambut dan baju Karina.


"Suster tolong...wanita gila ini menyerang Rukmi" kata Rukmini lembut dan pura-pura teraniaya membuat Karina memutar bola matanya malas.


"Heeeh Rukmini gak usah sok lembut loe...gue denger lu menghina dr Karin, bahkan pak Parman dan beberapa suster diluar juga denger dan melihat lu nyerang duluan"


"Nggak ngire gue Ruk, gue pikir lu cewek halus lembut beneran...ternyata lu preman, pak Parman bawa wanita ini keluar "


Saat dibawa keluar Rukmini penuh rasa malu dan marah karena ternyata boroknya pada tahu.


"Rukmi...Rukmi...amang nggak ngira kamu sebegini kasarnya, taukah kamu dr Karina adalah dr yang memiliki hati yang sangat baik, kamu bukan tandingannya Rukmi, sadarlah!" ucap pak Parman satpam RS yang masih punya kerabat dengan Babe Rukmini.


...***...


Bakalan rame inih di next chapter 😁


...TBC...