A Moment In The Past

A Moment In The Past
Episode 45 Melawan Takdir 2



Setelah kepulangan dari perkebunan Willy dan Karina kembali ke rutinitas, mereka tinggal dirumah Mike karena Mike menjadi dokter kepresidenan, sehingga Mike harus tinggal di rumah yang berdekatan dengan rumah presiden.


Seperti pasangan muda pengantin baru lainnya, dalam rumah tangga Willy dan Karina juga ada masa romantis, sering pula berantem masalah-masalah kecil, seperti kebiasaan Willy habis buang air kecil lupa disentor, padahal istrinya sangat gila kebersihan, lalu kebiasaan Karina baju dari jemuran langsung dilipat masuk lemari, di setrika ketika akan dipakai sedangkan Willy yang disiplin ketentaraan baju dan semua barang harus tertata rapi membuat mereka harus saling membiasakan satu sama lain.


Tetapi ada perubahan dari dalam diri Karina adalah ketakutan kehilangan Willy, sehingga apabila Willy harus dinas malam atau harus keluar kota membuat Karina gelisah, perubahan ini terlihat dan dirasakan oleh Mike, sehingga diam-diam Mike setiap pulang ke rumah, Mike selalu melatih beladiri secara keras, hal ini membuat Willy merasa ada apakah dengan kedua saudara Kim ini. Hal ini akhirnya tercetus di depan Angga saat mereka sedang dinas bersama.


"Ngga...aku kok merasa Rinrin dan hyung terlalu mengkhawatirkan aku banget yah, awalnya sich aku senang berarti mereka sayang dengan aku, tetapi semakin kesini semakin menjadi"


"Seperti Hyung melatih aku lebih keras dari ketentaraan, sedangkan Karina sering mengalami mimpi buruk lalu saat terbangun selalu menangis dan memeluk aku erat"


"Sering juga aku pergoki dia tidak tidur hanya berdoa dan menggenggam erat tanganku, seakan takut sesuatu" ucap Willy sedih.


"Kamu syukuri saja Will, aku tuch sejak Rini hamil sering disuruh tidur diluar bahkan disuruh jauh-jauh karena setiap melihatku dia muntah-muntah, bisa dibayangkan to Will...baru 3bulan menikah ini, boro-boro sayang-sayangan diurusin" keluh Angga yang ditanggapi Willy sambil meringis.


"Kalau aku gak pulang-pulang karena kuatir dia muntah, pada saat pulang malah diamuk Rini katanya aku selingkuh dan tidak sayang lagi karena Rini tambah gendut, gimana gak frustasi coba" ucapan Angga sambil mengusap rahangnya dengan kasar.


"Kamu gak tanya Rini pingin gimana, atau tanya ibu ato ibu mertuamu?"saran Willy.


"Udaah, katanya bunda dulu setiap hamil ayah yang jadi korban, aku disuruh sabar karena hormon kehamilan memang begitu" terang Angga lesu.


"Eeeh Willl...apa tidak karena trauma Karina?? Rini pernah cerita Karina sejak kecil selalu dihajar ayah tirinya, baru bahagia sebentar emaknya meninggal, lalu hanya tinggal dengan kakaknya, mungkin karena itu dia mungkin takut kehilangan kamu" ucap Angga.


Willy mendengar itu membuatnya mulai memahami istrinya, dan harus lebih perhatian terhadap istrinya.


Seperti saat Karina ulang tahun, Willy meminta temannya yang pandai melukis untuk melukiskan poto diri Karina



Saat Karina ulang tahun, Rini mendapatkan kejutan saat pulang dari rumah sakit sudah disambut Willy dan dibawa ke kebun samping rumah yang di tata rapi penuh dengan cahaya lilin, membuat suasana romantis.


"Masss bagus banget, makasih ya udah nyiapin romantis dinner kaya gini" ucap Karina sambil memeluk Willy erat dan semakin senang, karena Willy menghadahi lukisan yang sangat cantik.


Tak terasa kandungan Rini genap 9bulan dan pada saat melahirkan, malam-malam rumah Karin di gedor Malika adik Angga untuk menolong dr Murni untuk menolong kelahiran bayinya.


Dengan sigap Arina segera melesat ke rumah Angga dan memeriksa keadaan Rini ternyata bayi Rini breech position (dalam istilah umum sunsang)


"Dok breech position, ini tidak bisa dengan jalan normal, saya tidak berani melakukan Teknik external cephalic version atau ECV hanya boleh dilakukan oleh dokter berpengalaman" ujar Karina


"Kita hanya bisa melakukan bedah caesar dokter Murni untuk menyelamatkan ibu dan bayinya"


Akhirnya Karina dibantu dr Murni mengeluarkan bayi Rini secara caesar, ternyata bayi Rini berkelamin cewek, dengan berat 3,25 kga dengan panjang 49cm.


Setelah dioperasi, Karina dan dr Murni keluar sambil membawa bayinya untuk ditunjukkan Angga


"Selamat ya mas Angga bayinya perempuan dan sehat"ucap Karina


"Terimakasih ya Karin, terimakasih bagaimana kondisi Rini?"


"Dia di dalam baru istirahat, kamu bisa masuk" jelas Karina.


"Selamat ya Ngga kamu sudah menjadi seorang ayah!" ucap Willy sambil menepuk-nepuk punggung Angga.


"Hahaha iyaah, terimakasih yah atas bantuan kalian berdua dan buruan menyusul" ujar Angga


Lalu Willy dan Karina berpamitan untuk pulang


"Kamu capek Rin?" tanya Willy.


"Ndak mas...sudah biasa kok, jangan kuatir yah"


"Karin mandi dulu ya lalu kita tidur, besok Karin libur...mas dinas jam berapa?"tanya Karina


"Mas besok berangkat siang ke padang Rin selama 1minggu, karena sekarang Jendral Ahmad diangkat menjadi pengawal presiden, jadi otomatis Willy bergantian dengan Angga mengawal Jendral Ahmad" ucap Willy.


"Ooo baiklah mas nanti aku siapkan semua kebutuhan mas ya " kata Karina sambil tersenyum lembut.


Hari-hari semakin cepat berlalu, Karina dan Willy selalu menghabiskan waktu dengan penuh kasih, tepat pada saat memasuki bulan Maret, setiap menjelang pagi Willy selalu merasa mual-mual dan hanya bisa makan Gimbab buatan Karina,, membuat Karina bingung padahal sudah diperiksa berkali-kali dan tidak diketemukan sakit apa, dan lebih anehnya sering banget Willy makan permen asem membuat Karina yang melihatnya meringis ngilu.


Selama satu minggu Karina berkunjung ke rumah Jendral Ahmad dengan alasan mengantar bekal lah, memeriksa putra dr Ahmad yang memang beberapa minggu ini sering mengalami batuk-batuk karena memang cuacanya tidak bersahabat kadang hujan tetapi siangnya panas terik.


Semakin mendekati tanggal 24 Karina sudah mempersiapkan semua peralatan senjata yang akan dibawa, tanggal 20 Mike pulang kerumah untuk melihat kondisi Karina.


"Rin kamu sudah keliatan sudah lebih tenang, baguslah Rin"


"Kakak akan ikut mendampingi bapak presiden ke Yogya tapi tanggal 24 kakak usahakan sudah pulang untuk mendampingi kamu" ujar Mike sambil memeluk Karina


"Kamu pasti bisa Rin melewati ini semua, percayalah Tuhan pasti mempunyai rencana yang indah bagi kita hemm" ucap Mike sambil mengusap punggung Karina yang mulai terisak menangis.


Selama 4 hari Karina memanjakan Willy dan selalu menempel Willy membuat Willy geli melihat polah istrinya.


Pagi hari tepat tanggal 24 maret, sesaat Willy mau berangkat kerja Karina sambil memakaikan kemejanya bertanya


"Mas misal kita tahu jika istri kita bakalan terluka salah nggak kalau kita berusaha mencegahnya supaya tidak terluka?"


Sambil mengerutkan kening, Willy menjawab "Jika mas tahu istri mas bakalan terluka pasti Bakalan mencegahnya dong, mas gak mau Rin rin kesayangan mas terluka" ucap Willy sambil mencium bibir Karina yang kemudian ditanggapi Karina dengan penuh perasaan.


"Udah mas sana, ntar terlambat.." usir Karina dengan nafas ngos-ngosan sambil tersenyum.


"Ntar malam kita lanjut ya sayang, biar cepet ada Willy junior" kata Willy sambil mengerling mesum.


"Kapanpun mas minta, Karina hayuk-hayuk aja" goda nakal Karina membuat Willy mengeram menahan supaya tidak menyerang istrinya yang akhir-akhir ini semakin menggoda.


Seharian itu Karina hanya dirumah, ijin tidak praktek untuk mempersiapkan rencananya supaya berjalan lancar.


Ketika jarum jam menunjukkan pukul 16.30 Karina menuju ke rumah Jendral dengan memakai topi hoodie hitam, celana hitam. Sampai dirumah Jendral tepat pukul 17.30, Karina melihat situasi masih aman, tiba-tiba langit mendung dan terlihat Willy sudah bersiap untuk pulang.


Melihat Willy sudah mengarahkan anak buahnya dan pengganti untuk dinas malam sudah datang maka Willy segera menuju ke parkiran sepedanya untuk pulang, saat menuju sepeda Karin mendengar dan melihat pasukan pemberontak sudah terlihat oleh teropong Karina, membuat Karina segera melesat mendekati Willy


"Masss...."


"Looo Rin kamu ngapain kesini? kok pakai baju hitam-hitam !" tetapi tiba-tiba alarm tanda bahaya berbunyi membuat Willy langsung waspada


"Rin...rin sembunyi mas mau melihat keadaan" perintah Willy dan mau segera berlari tetapi sama Karina langsung di totok dibeberapa titik di tubuh Willy sehingga Willy tak sadarkan diri, langsung dipegang Karina, lalu dengan tehnik Hapkindo Karina memanggul tubuh Willy bersembunyi di hutan Bambu dibelakang rumah Jendral Ahmad.


Tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar bersahut-sahutan dan hujan deras datang bersama angin, Karina langsung membungkus dirinya dan Willy dengan jas hujan bersembunyi.


Kondisi seperti itu tidak menyurutkan pasukan pemberontak untuk menyerang kediaman Jendral Ahmad, terjadi baku tembak antar pasukan tentara dengan pemberontak.


Karina melihat secara langsung bagaimana para tentara dibantai para pemberontak, membuat Karina terisak tertahan.


"Bang Kau dengar itu ada suara tangis wanita?"kata pemberontak 2


"Apakah ada yang lolos dan kabur ke arah rumpun bambu itu?" tanya pemberontak 1


"Tak tau aku bang, abang saja yang tengok sana!" jawab pemberontak 2


"Enak aja kau, perintah-perintah abang!!" bentak pemberontak 1


"Bbbbb....ang itu hantuuuuu!!!!" teriak pemberontak 3


"Hantu mana?" tanya pemberontak 1 dan 2 sambil menjerengkan matanya karena hujan deras dan gelap sehingga tidak tampak.


"Iiituuuu...bang baju putih, rambut panjang dan muka pucaaat!!!" teriak pemberontak 3, 4 dan 5 yang langsung kabur karena ketakutan membuat pemberontak 1 dan 2 juga ikutan kabur karena melihat Karina saat melongokkan kepalanya yang memakai jas hujan berwarna putih sehingga dikira hantu membuat Karina kebingungan kenapa tiba-tiba lari padahal Karina sudah bersiap menyerang karena para pemberontak mendekati tempat persembunyiannya.


.


.


.


...***...


...TBC...


...Terimakasih ya sudah setia membaca novel aku, jangan lupa LIKE....LIKE....VOTE....VOTE...


...GUMAWO🙏😘😘...