
Pada saat Karina mulai meninggalkan Alif, tiba-tiba
"Dook...bisakah dokter memeriksa anak-anak yang sakit?ditempatku banyak anak terlantar tanpa orang tua yang sakit dok" tanya Alif dengan muka sedih.
"Besok ya Lif, sekarang dokter tidak bawa peralatan dan obat lengkap, besok pagi jam 7.30 aku tunggu disini kamu datanglah kesini" jawab Karina.
Pagi harinya jam 6 saat Karina membuang sampah, Karina melihat Angga yang bersiap pergi
"Mas Angga....mas" teriak Karina sambil berlari menyebrang mendekati Angga.
"Yaaa ampuun Rin, jangan lari-lari kalo jatuh gimana coba!!" omel Angga.
"Mas iih emang Karin anak kecil sampai diomelin mau jatuh" jawab Karina sambil menggembungkan pipinya.
"Hahaha...coba kamu bukan tunangannya Willy sudah aku cium Rin karena gemes" ucap Angga yang kemudian tersadar
"Aku becanda Karin...maaaf...maaf Rin" kata Angga gugup sambil memukuli mulutnya.
"Jangan diulang ya mas, ntar mas Willy ngomelnya gak berhenti-henti" kata Karina sambil cemberut.
"Iya Rin mas janji gak ngulangin lagi, apalagi harus ndengerin Willy kalo sedang ngomel laya nenek-nenek dipasar" kata Angga sambil tersenyum kecut.
"Oooiya malah ngelantur, tadi Karin panggil mas kenapa?"tanya Angga.
"Eeeh iya....gini mas ntar kalo ketemu mas Willy tolong bilangin ini Karin sama Rini mau ke tempat penampungan anak-anak terlantar di pinggir kali ciliwung mas, takutnya mas maen ke rumah karena tahu Karin baru libur 4hari" kata Karina.
"Kalian cewek berdua aja? Apa kamu digorok kak Mike dan Willy HAAH??" teriak Angga
"Karina saat ini kondisi tidak aman, ingat 2minggu lagi kamu nikah, udah aku anterin saja ya"
"Lahkan mas ini mau kerja?" tanya Karina
" Aku sudah dinas tadi malam jadi pagi ini aku libur, ini cuman memberikan dokumen ke Kolonel Hanif, tetapi ini bisa aku titipkan ke bapak saja, karena bapak hari ini mau memeriksa istri kolonel Hanif"
"Kak Mike kemana?kok kamu berani pergi?"
"Kakak dari semalam belum pulang karena harus ke rumah pak presiden, tapi bener nggak ngrepotin mas Angga?" tanya Karina sambil nyengir.
"Udah sana mandi, aku juga mau bilang bapak dulu, biar bilang juga ke Willy" kata Angga sambil berjalan pulang kembali ke rumah.
"Iya...iya" omel Karina lalu berlari masuk
Tepat jam 7 suster Rini sudah datang membawa banyak makanan
"Kok bawa banyak makanan sih sus? banyak pula, padahal Karin mau minta tolong bawain obat-obatan tuch" kata Karin bingung.
"Hihihi maaf dik, habisnya Rini mikir mereka juga membutuhkan makanan juga" kata Rini sambil meringis.
Took....took... "Kariin!!!! "
"Yuhuuu Rin...rin sayang!!"
Karina dan Rini langsung membukakan pintu sambil nyengir
"Kok mas Willy datang bareng mas Angga?"tanya Karina heran karena yang datang Angga dan Willy.
"Kalian mau kemana emangnya?" tanya Willy sambil menatap curiga
"Mas naek apa?" tanya Karina
"Naek sepeda !" kata Willy masih bingung.
Karina langsung memandang Rini, lalu keduanya nyengir bersama
"Masalah kita terselesaikan dok" ucapan Rini dengan senyum lebar, ditanggapi Karina sambil mengangguk-angguk kepalanya.
"Mas Willyku ganteng..."rayu Karina sambil memeluk tangan Willy sambil tersenyum cantik
"Bisakah mas Willy dan mas Angga bantuin bawain itu? bisa yah...bisa yaah..." bujuk Karina dengan puppy eyes
"Iya mas Angga dan mas Willy bantuin kita " bujuk Rini juga sambil tersenyum manis juga
"Haizzz sudah ketebak ....kita kena nih rayuan maut mereka" kata Angga sambil memutar bola matanya malas.
"Itu memangnya apa Rin?emang kalian mau kemana sich dari tadi mas tanya gak jawab" rajuk Willy sambil menoel-noel hidung Karina.
"Karin sama Rini mau memeriksa anak-anak di penampungan anak terlantar di pinggir sungai Ciliwung mas" kata Karina watados.
"Rin...rin...Untung yah mas kesini jadi bisa ikutan, gimana kalau gak ada hah ....kondisi negara kita baru gak aman, Rin rin lihat sendiri kan!!"
"Mas gak ijinin, kalo ada yang butuh pertolongan biar nanti mas kirim tentara kesana" kata Willy tegas.
"Jangan gitu mas, kasihan Alif dia sudah nungguin kita di pasar, boleh ya mas Willy ku sayang" rajuk Karina memasang muka sedih.
"Kan ada mas Willy dan mas Angga, itu juga bawa senjata jadi kita aman kan" kata Rini ikutan membujuk.
"Riiini kamu diem dech gak usah ikutan bikin makin runyem" hardik Angga.
"Mas Angga gak boleh galak ngakak iih, cukup yang galak mas Willy gantengku saja" bela Karina.
"Riiin..rin gak usah ngrayu dech, ntar mas hukum baru kapok!" ancam Wily dengan smirk evilnya.
"Siapa takut...tapi setelah nganter obat dan periksa ya" lalu Karina membisikkan "mau nemani Karin tidur disini, kak Mike masih di kepresidenan" goda Karina jahil membuat Willy mukanya memerah sambil menggeram
"Awas kamu bohong Rin!! ayo buruan berangkat keburu panas" ucap Willy semangat membuat Angga heran.
"Dirayu apa kamu tiba-tiba kasih ijin" selidik Angga.
" Pingin tahu banget sich, kaya emak-emak luu! ejek Willy
"Dasar mas Angga KEPOooo!!" ejek Karina.
"Kepo itu apa?" tanya mereka serentak dengan ucapan Karina dengan menggunakan bahasa gaul dari masa depan.
"Kepo itu pingin tahu banget, kaya mas Angga gitu" jelas Karina sambil meringis.
Semua tertawa kecuali Angga ngomel Ngomel sambil mengangkat kotak obat-obatan.
Akhirnya mereka sampai dipasar dan telah menunggu Alif bocah yang telah ditolong Karina.
Lalu mereka melanjutkan perjalanan dibelakang pasar, yang ternyata rumah penampungan itu letaknya dibelakang pasar.
Tanpa setau mereka ada sepasang mata mengawasi semua tidak tanduk mereka'
"Dasar pelacur....! "
"Nona usaha kita berjalan lancar, nona muda mereka tidak sadar bahwa didepan sudah ada jebakan kita" kata pria dengan codet diwajahnya
^^^ππππ^^^
...TBC...
siapa ya yang mempunyai niat jahat tersebut???
Happy New year semoga berkat Tuhan menyertai kita semua, jangan lupa tinggalkan jejak indahnyaππ
.
πππ