A Moment In The Past

A Moment In The Past
Episode 41 Wedding Day



Malam harinya Karina pulang kerumah diantar Willy setelah Karina membantu pengobatan kepada Rukmini yang mengalami banyak luka di sekujur tubuhnya, sekarang dirawat di rumah sakit dalam pengawasan ketat pihak kepolisian karena sebagai tersangka pembunuhan Mirah dan kerusuhan di penampungan sungai Ciliwung.


Mike sudah menunggu kedatangan mereka didepan rumah dengan muka datar dan dingin, Willy yang melihat Mike yang mengeluarkan aura membunuh langsung menghela nafas panjang...." Duuuch punya ipar satu saja kok ya mengerikan yah!!" batin Willy sambil mengusap dahinya yang tiba-tiba langsung berkeringat meski udara malam itu termasuk dingin.


Karina dan Willy langsung masuk ke ruang tengah dan mereka berdua langsung duduk bersimpuh


"Jeongmal Mianhae Oppa' ucap Karina sambil menunduk yang kemudian menyikut tangan Willy sebagai kode Willy juga ngomong.


"Kak Willy minta maaf" ucap Willy


"Willy....kamu tahu sebenarnya hyung tidak pernah setuju menyerahkan adikku satu-satunya menjadi istrimu, tetapi karena untuk menjaga kehormatan Karinalah hyung berusaha menerima mu"


"Dan sekarang tinggal menghitung hari kalian menikah, tetapi kalian malah membahayakan diri kalian dengan bertarung dengan preman dan dengan wanita yang sama lagi" ucap Mike dengan nada ketus


"Oppa ini salah Karina, mas Willy tidak ada hubungannya dengan ini" ucap Karina lalu menceritakan kronologi kejadian tadi.


"Kak hyung...." belum selesai bicara Willy sudah disenggol Karina sambil berbisik "Hyung itu artinya kakak mas"


Sambil meringis Willy berkata lagi " Hyung maafkan Willy, karena tidak melarang Karina tadi bahkan membiarkannya bertarung"


"Mas itu salah Karin..." tangan Karina langsung digenggam Willy erat dan memberi kode menyuruh Karina untuk diam.


"Sebagai seorang pria maka dia harus bisa menjaga, dan membimbing istri dan anaknya ke arah yang benar dan terhindar dari hal yang membahayakan mereka" ujar Mike tegas.


"Dan kamu Karina, kakak tahu kemampuanmu dalam bertarung karena dari kecil kamu sudah dilatih emak dan engkong taekwondo, hapkindo dan paham ilmu akunpuntur yang kamu jadikan jurus mematikan"


"Tetapi saat kamu memutuskan mau menikah dengan Willy kamu harus menuruti perintahnya untuk membimbingmu dan menjagamu, terlebih kelak kamu mempunyai anak kamu harus mengutamakan keselamatanmu, anak dan suamimu. Kamu paham Karin!!" ucap Mike dengan tegas lalu meninggalkan Willy dan Karina dengan muka lelah.


"Rin mas pulang dulu ya" pamit Willy


"Willll....."teriak Mike


"Yaa hyung"


Bruuuk....tiba-tiba baju seragam tentara Willy dilemparkan ke Willy " Itu seragam mu dan ganti baju dengan dengan baju ini" kata Mike sambil memberikan baju bersih


"Lepaskan seragam scrubku, kamu bukan dokter!"


"Baik kak maaf, nanti baju kakak saya cuci kan terlebih dahulu "ucap Willy sambil menerima baju dari Mike.


"Buruan mandi lalu tidur di sofa, hari sudah malam, kondisi Jakarta tidak aman" ucap Mike lalu kembali masuk ke kamar


"Makasih Hyung...." ucap Willy sambil tersenyum bahagia dan mulai memahami sifat Mike yang dari luar dingin dan tanpa ekspresi tetapi aslinya sangat baik dan perhatian makanya Karina sangat menyayangi nya.


.


.


.


.


.


Setelah lamaran keluarga Angga ke rumah Jendral Junaedi, dimana lamaran tersebut diterima dengan senang hati dan pernikahan akan dilaksanakan 1minggu kemudian yang tepat satu hari setelah pernikahan Karina dan Willy.


Dan akhirnya hari yang ditunggu Willy dan Karina telah tiba, hari itu tepat tanggal 14 Febuari 1949, acara pernikahan dilaksanakan secara sederhana karena kondisi saat itu tidak dimungkinkan adanya pesta.


Upacara pernikahan diadakan di kebun rumah Karina yang ditata sederhana dengan hanya dihias bunga melati, Karina memakai gaun pernikahan dengan model sederhana berwarna putih dari bahan brokat dan tuile dengan berumbai pendek, Rambut Karina disanggul dengan model low up do dengan hiasan jepit sederhana, dan bermake-up tipis tetapi tetap memancarkan kecantikannya




Sedangkan Willy hanya memakai kemeja warna putih dengan memakai celana abu-abu tua dan memakai jas warna hitam




Rombongan Willy yang hadir hanya keluarga inti dari Willy, yaitu suami istri dr Hotman dan kak Johan dan istrinya sambil membawa dua anaknya, mereka menggenakan kebaya dan sanggul dengan dipadupadankan dengan ulos batak.



Keluarga Willy disambut oleh Mike yang pada saat itu memakai jas berwarna coklat tua dengan motif kotak-kotak, Mike terlihat sangat tampan meski masih selalu memasang muka datar, dan dingin.


Hanya Karina yang tahu dibalik muka datar kakaknya hari ini terlihat bahwa kakaknya terlihat sedih dan galau.


Sesaat sebelum acara dimulai, Mike menemui adiknya


"Rin....aku tahu aku bukan kakak kandungmu asli, tetapi selama kita tinggal bersama kakak benar-benar menyayangimu dengan tulus, memang salah sebenarnya seorang malaikat pelindung terlalu menyayangi yang dilindungi nya."


"Papa yang tidak pernah melihat dia lahir dan tumbuh menjadi seorang gadis cantik " ucapan Mike sedih sambil meneteskan air matanya.


"Kak...kakak tahu bahwa Karin sangat ingin mempunyai kakak cowok yang selalu disisi Karin dan menyayangi Karin, Karin dipisahkan dari kakak dan adik tiri Karin"


"Tapi disini Karin memiliki seorang kakak yang bisa juga berperan sebagai ayah sekaligus, Karin sangat sayang sama kakak" ucap Karina sambil memeluk erat kakaknya.


"Rin...kamu sudah yakin dengan keputusanmu ini?kamu tau konsekuensinya saat kamu sudah memutuskan memilih hal ini, ingat satu tahun lagi kamu harus mempersiapkan diri bahwa Willy bakalan meninggal"


"Apabila kamu masih ragu, dan membatalkan sekarang biar kakak yang urus, lalu kita pergi dari sini" bujuk Mike dengan muka sedih.


"Kak Mikeku sayang, Karin yakin akan pilihan ini, beberapa kali Karin sudah berusaha menolak mas Willy, tapi cinta ini semakin kuat"


"Karin siap hidup di jaman ini kak, karena disini Karina tidak selalu ketakutan kalau-kalau ayah datang, dan disini Karina sudah merasa nyaman mempunyai kakak yang selalu disisi Karin, cinta mas Willy dan kasih keluarga mas Willy"ucap Karin yakin.


"Huuuufht Baiklah ayooo, sudah saatnya upacara dimulai" ajak Mike sambil menggenggam tangan Karina dan menaruh tangan Karin di lengannya dan mulai berjalan menuju altar, dimana didepan sudah ada pastur John dan Willy yang didampingi Angga.


Saat Mike sudah sampai didepan Willy, Mike memberikan tangan Karina ke tangan Willy sambil berkata "Sayangi dan jagalah adikku dengan segenap jiwa dan ragamu"


"Ya Hyung, akan aku jaga dan kasihi Karina seumur hidupku" ucap Willy sungguh-sungguh.


Dan upacara pernikahan yang dipimpin oleh pastor John pun dimulai.



Pastor John:   Untuk mengikrarkan perkawinan kudus ini, silakan kalian saling berjabatan tangan kanan dan menyatakan kesepakatan kalian di hadapan Allah dan GerejaNya.


Kedua mempelai saling berhadapan, berjabat tangan kanan, dan bergantian mengucapkan janji masing-masing, dimulai oleh mempelai laki-laki. Imam meletakkan stola di atas tangan mereka.



Willy:


"Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi, saya William Putra Simorangkir dengan niat yang suci dan ikhlas hati memilihmu Karina Mitchel Kim menjadi isteri saya."


"Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam untung dan malang, suka dan duka, sehat dan sakit, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu."


"Saya akan selalu mencintai dan menghormatimu sepanjang hidup saya"



Karina:


"Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi,  saya Karina Mitchel Kim dengan niat yang suci dan ikhlas hati memilihmu William Putra Simorangkir menjadi suami saya."


"Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam untung dan malang, suka dan duka, sehat dan sakit, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu."


"Saya akan selalu mencintai dan menghormatimu sepanjang hidup saya."


Pastor John:


"Atas nama Gereja Allah, di hadapan para saksi dan umat Allah yang hadir di sini, saya menegaskan bahwa perkawinan yang telah diresmikan ini adalah perkawinan gereja yang sah. Semoga bagi kalian berdua Sakramen ini menjadi sumber kekuatan dan kebahagiaan. Yang dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia."


Umat:   "Amin."


Pastor John: Semoga Tuhan memberkati † kedua cincin ini, yang akan kalian kenakan satu sama lain sebagai tanda cinta dan kesetiaan.


Imam memerciki kedua cincin dengan air suci. Kemudian mempersilakan mempelai untuk secara bergantian mengambil cincin pasangannya dan mengenakan cincin itu kepada pasangannya.


Willy:   "Karina Mitchel Kim terimalah cincin ini, tanda cintaku dan kesetiaanku. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus."


Karina:   "William Putra Simorangkir terimalah cincin ini, tanda cintaku dan kesetiaanku. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus amin".


Mempelai laki-laki membuka kerudung mempelai perempuan, dan bersamaan dengan itu Imam berkata:


Pastor John: "Semoga kalian berdua selalu saling memandang dengan wajah penuh cinta. Semoga ikatan cinta kasih kalian berdua yang diresmikan dalam perayaan ini menjadi sumber kebahagiaan sejati".


Setelah Upacara pemberkatan selesai, semua umat dan tamu yang datang mengucapkan selamat kepada mempelai berdua.


Disaat semua berbahagia Mike memandang pasangan mempelai dengan mata berkaca-kaca lalu didatangi seorang wanita tua yang menepuk bahu Mike


"Kamu sudah melakukan yang terbaik Michael, biarkan takdir Tuhan yang berjalan dihadapan Karina, tugas kita sebagai malaikat pelindung hanya bisa melindungi dan melihat dari kejauhan"


"Yee Sajangnim (ya ketua)" ucap Mike dengan hormat kepada kepala malaikat wanita tersebut.


...***...


...TBC...


...Horeee...akhirnya menikah😊😊😊...