A Moment In The Past

A Moment In The Past
S2 Ep 4 Riak Kecil di Air yang Tenang



Setelah kepindahan Cathy dan Yunfan untuk meneruskan study mereka di Cina, mereka berdua disibukkan dengan padatnya jadwal kuliah dan berbagai iklan dan tawaran-tawaran menyanyi.



Cathy sering terheran kenapa Inder jarang sekali menghubunginya dan pergi menengok dirinya, apakah terjadi sesuatu, tanpa sepengetahuan Inder, Cathy sudah menganggap Inder adalah pria spesial dihatinya karena kehangatan perhatian yang Inder berikan kepadanya.


Tak terasa sudah dua tahun Cathy berada di Cina dan berhasil menyelesaikan spesialisnya, dan memutuskan kembali ke Indonesia dan membantu membesarkan klinik milik mamanya.


Saat sampai di bandara Sukarno Hatta, Jakarta Cathy di jemput sama mamanya Ariana, seorang wanita yang berusia matang tetapi masih terlihat sangat cantik, seorang mama yang selalu dikagumi oleh Cathy dan saudara-saudaranya.



"Maaaa....." teriak Cathy sambil berlari dan menubruk mamanya.


"Dasar anak bandel, sudah besar masih suka berlari-lari!" omel Ariana sambil memeluk putrinya erat.


"Hihihihi....Caca kangen sama mama" ucap Cathy sambil mencium pipi mamanya.


"Mama juga sudah sangat kangen sama kamu, kamu itu sudah gede masih aja manja Ca!! ayo pulang papamu sudah menunggumu" ucap Ariana.


"Papa...mama sehatkan?"tanya Cathy


"Alhamdulillah sehat Ca....ini kamu pulang sendiri?Yunfan mana? kemarin mamanya telpon mama, Yunfan juga akan pulang"kata Ariana


"Yunfan baru bisa pulang dua hari lagi, masih harus menyelesaikan pemotretan di Hongkong mam" jelas Cathy.


"Bagaimana hubunganmu dengan Inder Ca?" tanya Ariana.


"Baik-baik saja ma, dia setelah Caca pindah ke Cina dan dia pulang ke India, susah dihubungi."


"Jadi Caca gak begitu tahu kabarnya, hanya beberapa kali dia menelpon itu saja hanya bersapa hai..hai saja sudah" ujar Cathy sambil tersenyum kaku.


"Kamu suka dengan Inder Ca?"


'


"Hanya kagum mungkin ma, gak bertumbuh lagi hehehe...orang dianya juga gak pernah ngomong tentang perasaannya jadi ya udah" terang Cathy.


"Carilah pria yang mencintaimu lebih daripada rasa cintamu terhadapnya, maka selamanya dia akan selalu mencintaimu " kata Ariana sambil memeluk bahu putrinya.


"Seperti papa yaa ma hahaha, kalo papa mah bucin akut ma....sampai pusing ngelihat tingkah polah papa kalo sama mama" ucap Cathy sambil mengerling usil ke mamanya.


"Hahaha iyaa..." ucap Ariana sambil tertawa geli mengingat suaminya.


"Apa rencanamu selama di Indonesia Ca?"


"Besok itu ada pembuatan video klip di perkebunan teh, lalu pemotretan dibeberapa tempat nanti aku tanyakan Onah, tetapi yang pasti Caca ikutan praktek di klinik mama kalo mama perbolehkan" jelas Cathy.


"Tentu saja bolehlah bahkan senang akhirnya putri mama membantu mama, setelah kakakmu menikah nggak ada yang membantu mama di klinik, Khael terlalu sibuk di rumah sakit"


"Oiyaa Ca...minggu depan bantuin mama ke panti asuhan ya sayang, waktunya kita memeriksa kesehatan anak-anak, nanti Khael dan seorang dr dari Rs Karya Medikapun datang membantu kita" pinta Ariana.


"Oke ma...Caca bisa" ucap Cathy semangat.


Saat sampai di rumah Cathy sudah disambut papanya Kennard Abimanyu Sutedja, meski usia sudah tua, tetap terlihat ketampanannya.


"Assalamualaikum pa...." sapa Cathy yang berlari menuju papanya dan mencium tangan papanya dan memeluk papanya erat.


"Waalaikumsalam Wr wb, iniiih anak badannya sudah gede polahnya masih kaya bocah" omel Abi sambil mengusap punggung putrinya dengan sayang.


"Mbok jadi cewek yang halus, lembut gak pecicilan gini too Ca"


Sambil meringis dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal Cathy menjawab "Yaah papa mah kata orang jawa bilang Ciri Wanci digowo nganti mati (artinya bawa sifat dan ciri khas seorang akan menempel sampai dia mati)"


"Haizzzz....Ca...ca..." ucap Abi sambil mencubit pipi putrinya gemas, polah mereka membuat Ariana dan Nobu pengawal setia Ariana tersenyum.


Malam itu keluarga Sutedja berkumpul dan makan malam sambil bercanda dan tertawa.


"Caa...apakah kamu sudah memiliki pacar?" tanya Abi.


"Belum pa, belum nemuin seorang pria yang membuat jantung Caca berdebar" jawab Cathy.


"Apakah Yunfan atau Inder tidak membuatmu berdebar Ca?" tanya Onel.


"Mereka hanya teman kak" ucap Cathy.


"Tapi kakak rasa mereka mempunyai rasa denganmu Ca"kata Khael.


"Yunfan Iya, dia sudah nyatain ama Caca, kalo Inder hanya menganggap aku teman kak" jawab Cathy sambil sibuk mengaduk makanannya.


"Kalau perasaanmu sendiri gimana Ca, apakah dari kedua pria itu yang kamu suka?" tanya Abi.


"Ndak ada pa, Caca belum mikir sampai sana mau senang-senang dulu, males mikir cowok dulu" ujar Cathy sambil menghela nafas, dan tangannya langsung digenggam erat sama mamanya.


"Iya cari pria yang baik-baik dan menyayangi mu sayang" nasehat Ariana.


"Bagaimana dengan Wibi Ca??Dia juga mencintai mu dan sampai saat ini tidak melihat wanita lain selain dirimu" ucap Onel.


"Wibi anak Raul Wynata El?" tanya Abi.


"Iya pa, bagaimana menurut papa?" tanya Onel.


"Papa mah terserah Caca, kalo Caca suka silahkan saja, asal jangan sama-sama om-om ya Ca kaya kakakmu Gendhis" ancam Abi sambil merucutkan bibirnya.


"Mass....iiih kaya gak sadar dulunya gimana" sambil mencubit pinggang Abi.


"Mas kan om-om sexi Rian, udah gitu mas gak tua-tua amat juga" jawab Abi narsis membuat semua memutar bola matanya malas.


"Menantu kita juga belum tua mas ihh, sudah punya anak gede-gede juga masih aja cemburu sama menantu sendiri" omel Ariana.


"Bomat....inget ya Ca di dunia ini gak ada om-om yang seganteng papa, jadi cari suami yang masih muda" kata Abi kekeuh.



Abimanyu Sutedja (67th)


"Iya papaku sayang" ucap Cathy sambil mencium pipi Abi.


.


.


.


.


"Bisa Mer, tapi aku bukan dr anak loo, apa tidak apakah?" tanya Steve.


"Ndak apa Steve, nanti ada dr Khael dan dari pemilik yayasan seorang dr oriental beserta keluarga Sutedja dan Sucipto." terang dr Merry.


Pagi harinya Steve bersiap membawa barang-barang yang dibawa ke panti asuhan, saat memasukkan ke mobil, suster Maryati memperkenalkan dengan dr Khael.


" Dokter Steve ini dr Khael yang akan bersama ke panti"


Steve mengulurkan tangannya sambil memperkenalkan dirinya dan disambut Khael.



"Dr Mikhael Putra Sutedja dok" sapa Khael singkat.


"Baik mari kita berangkat dok, nanti keburu siang" ajak Steve dan dijawab Khael dengan anggukan.


Saat sampai disana Steve disambut ibu Panti dan beberapa anak-anak kecil, dan terdengar nyanyian lagu anak gembala dibawakan anak-anak diiringi permainan gitar seorang gadis cantik yang duduk dikelilingi para anak-anak.


Steve tersenyum tipis saat tahu siapa gadis cantik tersebut.


Ternyata acara hari itu mendatangkan banyak pendonor panti, sehingga ada beberapa pertunjukkan.


"Loo om dokterku kok ada disini?" tanya Cathy sambil tersenyum sangat cantik


"Iya perwakilan dr rs Karya medika, apakah kamu disini untuk menyanyi atau ikut memeriksa?" tanya Steve sambil memandang gadis di depannya.


"Dua-duanya om, nanti dengerin Caca nyanyi ya om...." belum selesai Cathy bicara sudah dipeluk Khael dari belakang


"Ca...ayo kita nanti tampil bareng dan dengerin ada kejutan buatmu dari Inder" tarik Khael menjauh dari Steve.


"Masss....Caca baru berbincang dengan calon suami Caca iiih" omel Caca langsung kena toyoran dikepalanya.


"Inget perintah papa...JANGAN SAMA OM-OM!" bisik Khael sambil tetap menarik Caca menjauh, melihat itu Steve hanya tersenyum miring.


Tiba-tiba terdengar suara seorang pria diatas panggung, "Terimakasih atas waktu yang diberikan Mc Mas Adrian kepada saya untuk menyanyikan sebuah lagu untuk wanita spesial buat hidup saya" ucap Inder sambil menatap Cathy sambil tersenyum dan mulai menyanyi dan bermain gitar


...Aahatein Kaisi Yeh Aahatein, Sunta Hoon Aaj Kal, Aye Dil Bata...


...(Suara macam apa yang kudengar saat ini, tolong beritahu aku Oh hatiku)...


...Dastakein Dete Hain Dastakein, Kyun Ajnabi Se Pal, Aye Dil Bata......


...(Mengapa saat-saat tak dikenal tiba, tolong beritahu aku Oh hatiku)...


...Kuch Toh Hai Jo Neend Aaye Kam...


...(Ada sesuatu terjadi karena aku lama tidak dapat tidur)...


...Kuching Toh Hai Jo Aankhein Hain Nam...


...(Ada sesuatu yang terjadi saat mataku basah)...


...Kuch Toh Hai Jo Tu Keh De Toh Hanste Hanste Mar Jaayein Hum...


...(Ada sesuatu yang terjadi dan jika kau mengatakan sesuatu, aku akan menerima kematian dengan kebahagiaan)...


...Aee Aaa ... Aee Aea Aaa ... Ho ......


...Mujhse Zyada Mere Jaisa Koi Hai Hai Hai Hai...


...(Tidak ada yang sepertiku maupun seperti dirimu)...


...Phir Na Jaane Dil Mera Kyun Tujhko Na De Sakoon...


...(Namun aku tak tahu alasan mengapa aku tak bisa memberikan hatiku)...


...Kuch Toh Hai Jo Dil Ghabraaye...


...(Ada sesuatu yang terjadi saat hatiku merasa takut)...


...Kuch Toh Hai Jo Saans Naa Aaye...


...(Ada sesuatu yang terjadi saat aku tidak bisa bernapas dengan benar)...


...Kuch Toh Hai Jo Hothon Se Kehte Kehte Keh Na Paayein...


...(Ada sesuatu yang terjadi, jadi aku tak bisa berbicarakan dengan bibirku apa yang ada di hatiku)...


...Aee Aaa ... Aee Aea Aaa ... Ho ......


...Jo Humare Darmiyaan Hai Isko Hum Kya Kahein...


...(Nama apa yang harus diberikan pada ikatan yang kita bagi?)...


...Ishq Kya Hai Ek Lehar Hai Aao Ismein Bahein...


...(Cinta hanyalah gelombang, mari mengalir di dalamnya)...


...Kuch Toh Hai Jo Hum Hain Khoye...


...(Ada sesuatu yang terjadi saat aku tersesat)...


...Kuch Toh Hai Jo Tum Na Soye...


...(Ada sesuatu yang terjadi saat Kau juga terbangun)...


...Kuch Toh Hai Jo Hum Dono Yun Hanste Hanste Itna Roye...


...(Ada sesuatu yang sedang terjadi saat kita menangis sambil tertawa terbahak-bahak)...


...Aee Aaa ... Aee Aea Aaa ... Ho ......


...Kuc Ho To Hai- Amaal Malik...


Steve yang melihat Cathy yang membalas senyuman Inder hanya mendengus dan menyibukkan diri dengan mengajak bicara beberapa dokter yang Steve kenal.


...***...


...TBC...


...Jangan lupa LIKE....LIKE....VOTE...VOTE & COMMENT NYA biar Thoor semangat ok 🙏🙏🙏...


...Gumawo🙏😘😘...