A Moment In The Past

A Moment In The Past
S2 Ep 15



Serbuan foto dan runtutan pertanyaan dari para wartawan langsung menyerbu Rombongan Cathy


Kento segera membantu rombongan Cathy supaya bisa berjalan keluar, Cathy langsung dipeluk Steve disebelah kanan dan kirinya Opa Adhiaksa dimana di depan Abi memimpin berjalan dan Khael melindungi tubuh Cathy dari belakang.


Untung sopir Setianya Abi sudah bersiap di depan lobby Apartemen, sehingga rombongan Cathy bisa segera masuk mobil dan segera melesat pergi.


Dimobil Abi segera menyuruh Khael untuk menelpon Onel dan Wibi untuk memblokir berita.


"Paa...tidak bisa, tadi itu siaran langsung"ucap Khael membuat Abi meradang dan melihat Cathy yang bersembunyi disamping opa nya.


Sedangkan Steve hanya terdiam dan menghela nafas panjang sambil melihat Cathy.


Akhirnya sampe juga di rumah Abi, dan sudah disambut oleh Ariana dan Yara


"Maaaaa...." teriak Cathy sambil memeluk mamanya erat.


"Kamu liat Rian tingkah polah putri bungsumu ini!" omel Abi marah.


"Mas tarik nafas ingaaat tensimu, aku gak mau ya kalo mas sakit" ucap Ariana sambil menatap tajam Abi.


"Nak Steve mukamu kenapa? Massss Abiiii!!! ini anak orang yaa jangan main pukul kenapa sich" omel Ariana sambil melototin Abi.


"Sayang, mas gak mukul yaa!!" ucap Abi sambil memasang muka melas


"Aku yang mukul ma, karena lihat Dia tidak memakai baju"


"Ya nggak pake baju habis mandi juga" bela Cathy langsung dipelototin Khael


"Kamuuu ya dik, sekali aja gak bikin masalah kenapa sich...lalu dimana Indeer, tunangannya mabuk diam aja!" omel Khael.


"Inder bukan tunanganku ya kak...sudahlah gak usah dibahas"


"Kenapa kamu mutusin pertunangan ini Cathy, apa gara-gara pria ini?" selidik Abi membuat semua menatap Cathy penuh curiga.


"Inder sudah mempunyai anak pa...jadi lebih baik putus daripada menjadi masalah dikemudian hari" ucap Cathy pelan.


"Apaaaa!!! kamu yakin itu anaknya Ca?!!" tanya Khael


"Orang bego pun tau kak, orang mukanya Inder di photo copy diperkecil gitu ogh" jelas Cathy sambil cemberut.


"Habis itu kamu mabuk-mabukan gitu??!! dasar Ijah kaya gak disekolahin orang tuanya kamu ini!!" omel Ariana sambil mukuli bahu Cathy.


"Maaa sakiit...buseeet mama tuuch bukannya sedih ama nasib anaknya malah dipukuli gini loo" omel Cathy.


"Laa sekarang nyatanya kamu gak keliatan sedih tuch...masih nyengir gak nangis gulung-gulung kaya kalo kamu sedang sedih" ujar Ariana.


Sambil menggaruk tengkuk Cathy dalam hati membenarkan ucapan mamanya dan terheran sama dirinya, dan hanya nyengir.


Steve yang selama ini diam, memperhatikan Cathy dengan seksama, dan ketika melihat bahwa Cathy sudah tidak sedih karena Inder membuatnya diam-diam tersenyum.


"Udah sekarang mas Abi dan Khael mandi dulu, dan kamu Ca obatin dulu nak Steve, mama nyiapin sarapan, setelah sarapan baru kita putuskan bagaimana sebaiknya" ucap Ariana


"Ayo om..Caca obatin" ajak Cathy lalu membawa Steve ke ruang keluarga dan membawa tas obatnya.


Dengan perlahan Cathy mengoleskan salep di beberapa memar di wajah Steve.


"Mana lagi om yang memar?" tanya Cathy lalu memegang tangan Steve untuk memeriksa Steve.


"Sudah kok Cat, makasih ya" ucap Steve sambil memandang Cathy dengan tersenyum lembut.


"Om lupa ya, Cacakan dokter sehingga dari denyut nadi om, Caca sudah tahu bagian mana yang terluka" ucap Caca seakan menjawab pertanyaan Steve darimana Caca tahu bahwa ada memar selain di wajahnya.


Steve hanya tersenyum dan membaringkan tubuhnya untuk diobati Cathy, yang sejak tadi terasa sangat nyeri.


Cathy segera mengobati Steve dengan tusuk jarum di beberapa bagian tubuh Steve supaya aliran darah kembali normal dan menghilangkan rasa nyerinya.


Melihat cara Cathy mengobati dirinya, Steve jadi teringat Karina yang juga dulu sering mengobati Steve saat sakit dan terluka, membuat Steve tanpa sadar memegang wajah Cathy dengan mata berkaca-kaca menahan rasa rindu terhadap Karina.


"Apa sakit banget ya om? sampai mau menangis" tanya Cathy kuatir


"Gak sakit kok Cat, makasih ya" jawab Steve yang kembali tersadar


"Iya...besok sudah baikan kok om, cuman memar dimuka yang agak lama sembuhnya, sabar yaah" ucap Cathy dengan tersenyum.


"Cat...maukah kamu menikah dengan aku?"


"Makasih ya om, tenang aja berita gitu ntar lama-lama hilang...aku baik saja sudah biasa dengan berita-berita gitu, jadi gak usah bertanggung jawab." jawab Cathy sambil tersenyum.


"Cat...aku sungguh-sungguh ingin memulai hidup bersamamu jika kamu tidak keberatan menikah dengan om-om sudah tua gini"


"Om...bukankah Cathy sudah bilang sama om, Cathy hanya ingin menikah dengan pria yang mencintaiku sungguh-sungguh bukan karena iba, ataupun karena merasa tanggung jawab"


"Dan Caca tau bahwa om gak bisa lupain istri om, jadi gak usah dilanjut ya omongan ini"


"Maukah Caca membantu supaya aku melupakan Arin dan mencintai Cathy seutuhnya?aku ingin hidup bahagia Cat tidak kesepian lagi"


"Banyak wanita diluar sana om yang dengan suka hati membantu om melupakan tante Karin, kenapa harus Caca?"


"Karena sejak pertama kali kita bertemu, sejak itu pula aku ingin berumah tangga kembali, dan kembali hidup lagi, jadi beri kesempatan padaku ya Cat untuk mencintaimu "ujar Steve dengan sungguh-sungguh.


Cathy menelisik mata Steve dan nafi ditangan Steve untuk mencari kebohongan, dan Cathy tidak menemukan kebohongan di Steve.


"Om yakin?tidak menyesal?" tanya Cathy


"Iya...yakin dan tidak akan menyesalinya" ujar Steve yakin


"Tapi om, untuk satu tahun ini, Cathy harus bolak-balik Jepang dan Korea karena sudah menandatangani kontrak dengan JPmanajer. apa om gak papa Caca tinggal-tinggal terus?" tanya Cathy


"Boleh Steve tanya Cat?"


"Boleh, mau tanya apa...?padahal pertanyaan Caca belum dijawab om" omel Cathy pelan


"Apakah Cathy akan tetap terus berkarir di dunia entartain meski sudah menikah denganku?"


"Sejujurnya iya untuk saat ini, tetapi nanti kalo Caca hamil Caca langsung berhenti, atau bisa juga setelah kontrak JP selesai mungkin Caca berhenti dan fokus di klinik mama..." jawab Cathy


"Baiklah kita bahas sambil jalan, cuman pada dasarnya Steven tidak melarang istri Steve berkarya, tapi tanggung jawab istri Cathy tidak lupa itu saja sudah cukup" ucap Steve tegas.


"Iya Caca janji gak lupa tanggung jawabnya, baiklah kita mulai pelan-pelan ya om" jawab Cathy sambil tersenyum masih malu membuat Steve senang.


...***...


...TBC...


...Waaa...bakalan heboh ini jika Steve dan Cathy🙈...


jangan lupa baca novelku yang lain ya gaess...Gumawo🙏🙏