A Moment In The Past

A Moment In The Past
S2 Ep 23 Time to Get You Cat



"Maafin mas ....Cat....maaf" ujar Steve sambil menangis memeluk Cathy


"Kenapa .....kenapa tidak mempertahankannya?akukan sudah bilang jangan hiraukan aku!!" ujar Cathy sambil memukuli punggung suaminya dan berusaha lepas dari pelukan Steve"


"Lepaskan...lepaskan..." teriak histeris Cathy sambil berusaha mendorong tubuh Steve


"Tenanglah Cat....aku mohon, kondisi peanut saat itu...."


"Diaaam...diam aku nggak mau dengar, pergiii....pergi...."


"Cat....tenang Cat...."


Cekleek.....


Masuklah Ariana dan Abi langsung berlari mendekati Cathy yang histeris mukulin Steve, kemudian Cathy kembali pingsan membuat semua panik, Abi segera memencet tombol untuk memanggil suster dan dokter untuk memeriksa Cathy.


"Saya mohon pasien harus dijaga emosinya, kondisinya belum stabil" ucap dokter Ryan


Setelah dokter pergi, Ariana, Abi dan Steve duduk disamping ranjang Cathy


"Pulanglah Steve, biar kita yang menjaga Caca" ujar Ariana pelan


"Tapi mah, Steve tidak mau meninggalkan Cathy"


"Keluarlah...kamu dengar kata dr tadi" ucap Abi ketus sambil menahan emosi kepada menantunya.


Steve akhirnya mengalah untuk keluar dan menunggu di dalam ruangannya.


Setiap hari, Steve hanya bisa mengintip dari jendela dan selalu mendapat laporan kondisi kesehatan istrinya, karena tidak diperbolehkan keluarga Cathy, Steve takut membuat kondisi kejiwaan Cathy terpengaruh kembali.


Setelah perawatan selama 7hari, Cathy sudah diperbolehkan pulang. Cathy dibawa pulang ke rumah Ariana


Steve hanya mendapatkan informasi dari Nobu tangan kanan Ariana, yang disuruh Ariana untuk selalu memberi kabar ke Steve


Tak terasa sudah satu bulan sejak kejadian itu, Steve sangat merindukan Cathy, sampai di suatu hari, saat Steve sedang menuliskan laporan, tiba-tiba pintunya diketuk


"Masuklah Cathy memakai satu out fit berwarna putih, dan blazer putih dengan rambutnya diurai lepas diikuti dibelakangnya Inder Pariharr lengkap dengan jas hitam, celana hitam di kombinasi kemeja putih dan dasi hitam bermotif garis-garis



"Cat...." sapa Steve yang langsung berdiri menyambut kedatangan istrinya dan langsung ingin memeluk tubuh istrinya untuk mengungkapkan kerinduannya.


Cathy bersama Inder segera duduk di kursi sofa yang berada di ruang kantor Steve


"Eheem...."


"Sayang sudah sehat?...apa ada yang mau dibicarakan dengan mas?" tanya Steve berusaha menutupi kegelisahannya.


"Om....duduklah" ucap Cathy dingin dengan muka datarnya.


Membuat Steve seakan mendapat firasat buruk karena istrinya kembali memanggilnya dengan om, Steve segera duduk di sofa disamping tempat duduk Cathy.


"Sakit itu saat menyadari bahwa mencintai dengan segenap hati tetapi hanya bertepuk sebelah tangan Oom" ucap Cathy sambil menatap Steve dengan mata yang terluka.


"Cathy sudah capai dan menyerah oom, terlebih anak kita juga sudah tiada, ini Cathy kembalikan cincin pernikahan kita...dan ini surat perceraian sudah Cathy tanda tangani, untuk urusan semua di handle oleh pengacaraku Inder Pariharr"


"Selamat tinggal Om, jaga kesehatan dan Tuhan memberkati" ucap Cathy tenang dan datar membuat Steve tercekat.


"Cat maafkan aku...please beri kesempatan padaku sekali saja, kita mulai dari awal ya sayang...aku nggak bisa berpisah dengan kamu" ucap Steve memohon sambil memegang tangan Cathy, tetapi langsung ditepis oleh Cathy.


"Kesempatan sudah Cathy berikan berkali-kali om, dan berkali-kali pula om menyakiti Cathy....bahkan menyakiti putra om sendiri, makanya Tuhan mengambilnya kembali, itu yang membuat Cathy tidak bisa lagi bersama dengan om sudah cukup 2tahun menikah dengan om tanpa cinta"ucap Cathy dengan mata yang sangat terluka dan beranjak meninggalkan kantor Steve sambil menggenggam tangan Inder.


Perkataan dan tatapan Cathy membuat dada Steve terasa sakit dan meskipun sangat terlambat, Steve baru menyadari betapa berharganya arti Cathy dalam hidup Steve.


Perlahan tapi pasti Cathy telah menguasai hati dan pikiran Steve yang sudah Steve tutup rapat sejak kehilangan Karina istrinya 14 tahun yang lalu.


Steve berlari mengejar Cathy, tetapi Cathy sudah dibawa oleh Inder entah kemana, membuat Steve panik dan frustasi


"Aaaaaarggggh...dulu ketika kehilangan Arin aku hanya bisa diam dan pasrah karena itu sudah takdir Tuhan, but not this time!!"


"Kali ini aku akan berjuang meraih dan membawamu kembali my lovely Cathy, tunggu aku sayang" janji Steve sambil meneteskan air matanya.


...***...


...TBC...


...Di Next Episode kita akan melihat perubahan drastis Steven😁...


...Terimakasih ya kesayangan Thor, masih setia membaca novelku sampai episode ini...


...🙏😘😘Saranghae...