A Moment In The Past

A Moment In The Past
Episode 36 Loss off the Bride 1



Setelah kepulangan Abi, Mike mendekati Karin.


"Rin kamu sudah yakin?saat kamu memutuskan untuk tinggal disini, maka kamu tidak bisa kembali ke masa depan"


"Bagaimana hidupmu nanti jika kamu menjadi janda?" tanya Mike kuatir lalu meninggalkan Karin dan masuk kembali ke rumah.


.


.


.


.


.


.


.


Setelah hari itu, Willy setiap hari kerumah Karina, dengan alasan gabut karena kena skorsing, terlebih Karina juga baru menerima hukuman dari RS karena membuat keonaran di rumah sakit.


Tetapi jangan kira mereka bisa berduaan karena Angga yang kena skorsing juga ikutan main di rumah Karina, jadi yang ada keributan dua tentara gesrek itu membuat Karina sering uring-uringan.


Dan hari yang dijanjikan Willy tiba, Willy membawa mamanya, Johan dan dr Hotman



Karina mengagumi mama Willy, begitu juga mama Willy, sifat mama Willy sangat ramah dan ceria berbeda dengan suaminya yang lebih banyak diam.


"Will...kamu yakin Karina bukan anak SMTkan?" bisik mama Willy.


"Bukan ma, dia seorang dokter sudah berusia 23tahun, tapi memang mukanya dan tubuhnya imut gemesin gitu" terang Willy dengan tetap menatap Karina bucin, yang saat itu memakai rok berwarna pink dengan rambut digerai, dengan riasan sangat tipis.


"Makanya kamu gak suka Hanin ternyata seleramu cewek imut-imut toh" bisik Mama Willy sambil tersenyum.


"Meski imut, dia garang lo ma ! anakmu saja kemarin dibanting" bisik dr Hotman sambil tersenyum mengejek Willy.


"Kamu pasti bikin mantu mama marah ya kan?!!" bentak mama Willy membuat Karina yang sedang menyuguhkan makanan dan minuman kaget.


"Nggak kok ma, Rukmini yang mengaku tunangan Willy itu yang membuat Rin rin marah, tapi Willy sudah meluruskan dan masalah ini sudah selesai, ya kan Rin rin sayang" rajuk Willy sambil memeluk tangan Karina dan ditanggapi Karina dengan mata melotot.


"Apa mama bilang Rukmini itu ular, nak Karin jangan kuatir kalo ada wanita yang mengganggu kamu biar mama hajar!!" ujar mama Willy emosi.


"Tenang aja ma, itu cewek sudah Karin hajar kemarin" kata Karina datar sambil melihat sinis ke Willy membuat Willy menelan ludahnya.


"Untung istriku lembut nggak kaya istrimu pa dan calon istrinya Willy ya sayang" bisik Johan ke telinga Atik.


"Kata siapa mas?!! kalo mas macem-macem mas Atik sunat " gumam Atik sambil melihat Johan dingin.


Membuat dr Hotman dan Willy tertawa terbahak-bahak dan Johan shock karena tidak mengira istrinya yang lembut dan pendiam, sekalinya ngomong ternyata lebih mengerikan dari calonnya Willy dan mamanya.



"Mari tante, om, kak Johan dan kak Atik diminum dan diicip makanannya" kata Karina ramah.


Karina lega ternyata keluarga Willy menyenangkan bahkan terlalu semangat untuk segera menikahkan Willy dan Karina.


Saat Mike datang, maka pembicaraan langsung ke intinya karena memang sifat Mike tidak suka basa basi nya, dan akhirnya disepakati pernikahan mereka sebulan lagi, hanya pemberkatan di gereja saja karena kondisi keamanan di Indonesia sangat tidak memungkinkan adanya acara pesta.


Setelah lamaran itu, Karina dan Willy kembali ke rutinitas yang satunya sibuk di rumah sakit, sedangkan Willy harus mengamankan beberapa tempat karena beberapa tempat masih mengalami banyak pemberontakan.


Tak terasa tinggal 2minggu lagi Willy menikahi Karina, suatu hari saat Karina sedang berbelanja di pasar bersama suster Rini, mereka melihat ada anak laki-laki kecil yang sedang dihajar rame-rame.


"Tolong hentikan bapak-bapak saya mohon....mengapa anak ini dipukulin??!!teriak Karina sambil memasang tubuhnya untuk melindungi anak tersebut dari pukulan para preman dipasar itu.


"Neng menyingkir dech, ini anak sukanya menjadi pencuri!!"teriak para preman.


"Berapa yang dia curi, saya ganti ya jangan pukulin lagi ya saya mohon kata Karin sambil bersimpuh dan memeluk anak itu.


"Doook!!" kata suster Rini kaget melihat Karina yang tanpa malu mau bersimpuh membela seseorang yang bukan siapa-siapa nya.


"Emang neng punya uang?" tanya para preman yang memandang ragu.


"Ada pak, lalu Karina memberikan uang 100 gulden/**rupiah** (saat itu rakyat Indonesia menggunakan mata uang gulden kolonial, gulden/rupiah, meski mata uang jepang yang disebut gulden/jepang juga berlaku tetapi nilai tukarnya masih tinggi gulden kolonial. 1gulden kolonial\=10 gulden/jepang dan gulden/rupiah. Selain itu rakyat juga menggunakan ORI (Oeang Republik Indonesia))cukup kan pak?" tanya Ariana memberikan semua uang yang ada di dompet nya.


"Cukup neng!!"kata para preman dan pedagang pasar lalu meninggalkan Karina dan anak tersebut.


"Dokter itu uang untuk belanja untuk pernikahan dokter" kata suster Rini.


"Gak apa suster, uang bisa dicari tetapi nyawa seorang anak adalah lebih penting" kata Karina sambil membelai rambut anak tersebut tetapi langsung ditepis anak tersebut sambil memandang sinis.


"Heeeh anak kurang ajar sudah ditolong malah gak terima kasih malah kasar !!"bentak suster Rini.


"Siapa yang minta tolong kalian, cuiiih aku gak butuh" bentak anak tersebut sambil berusaha bangun dan dengan tertatih meninggalkan Karina dan suster Rini.


Tetapi dengan secepat kilat Karina menotok anak tersebut sehingga tidak bisa bergerak dan berbicara, lalu Karina mengangkat anak tersebut dan menidurkan di kursi yang ada di pasar.


"Kamu diam, biarkan aku mengobati luksmu, setelah itu terserah kamu mau pergi kemana" kata Karina datar, lalu Karina membuka totokkannya sehingga anak tersebut bisa bicara.


"Kamu apakan tubuhku kenapa tidak bisa digerakkan haaah!" bentak anak kecil tersebut.


"Heeeh berani-beraninya anak kecil membentak dr Karina!!" bentak suster Rini tetapi langsung dipegang tangannya oleh Karina sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku menotok saraf gerakmu, o ya namaku Karina, aku seorang dokter di rumah sakit tentara"


"Baiklah sekarang aku periksa semua lukamu hemm" kata Karina, beberapa luka dibersihkan dengan Alkohol dan diobatin Karina, beberapa otot cedera sudah Karina terapi dengan tusuk jarum.


"Heh bocah nggak perih apa? aku saja yang melihat ikut merasakan ngilu, kalau mau menangis aku tidak akan mengejek kok bocah" kata suster Rini sambil meringis melihatnya.


"Karena terlalu sering terluka maka rasa sakit sudah tidak terasa, dan bahkan air mata sampai tidak bisa keluar karena percuma!" kata Karina datar sambil masih mengobati anak tersebut, dan dipandang terheran oleh anak tersebut dan suster Rini.


"Dook..."ucap suster Rini sambil mengusap lembut bahu dr Karina.


"Nah sudah selesai, ini diminum setelah makan ya, 3hari lagi kamu bisa datang ke rs cari dr Karina atau datanglah kesini lagi, nanti aku gantiin."


"Jangan mencuri lagi, kalau kamu lapar datanglah ke warungnya cak Abdul dipojokan depan pasar, ntar aku yang bayar" kata Karina langsung beranjak pergi.


"Hiiicks kenapa menolongku.....?" ujar anak tersebut sambil menangis.


"Karena aku pernah di posisi mu, setiap hari dihajar ayah tiriku dan kelaparan, kalau tidak ditolong emakku mungkin aku tidak bisa bertahan hidup sampai saat ini" kata Karina sambil tersenyum miris.


"Sampai kapan kamu menolongku? aku tidak butuh rasa ibamu!!"ucapnya ketus.


"Sampai kamu bisa berdiri sendiri, makanya kamu belajarlah beladiri, pengetahuan jadilah orang yang kuat sehingga tidak ditindas lagi, dan bantulah orang yang membutuhkan mu, seperti aku membantumu."ucap Karina tegas.


"Alif...."


"Nama yang bagus yang berarti ramah, menyenangkan, pandai dan berpengetahuan luas!" sampai jumpa Alif kata Karina sambil pergi bersama suster Rini.


...***...


...TBC...