
"Bagaimana kak Steve??......Baik Sena kesana kak!" jawab Sena lalu segera cabut ke rs.
.
.
.
.
Setelah sampai di rs, Sena langsung menuju ruang operasi, dan terlihat Steve sudah menunggnya.
"Bagaimana kak dengan kak Karin??!!" tanya Sena sambil Tersengal-sengal.
"Untung tadi masih keburu, jadi bisa kita keluarkan, sehingga tidak merusak organ Arin"jelas Steve.
"Alhamdulillah...kak, matursembah nuwun Gusti (Terimakasih Gusti ), lalu kenapa tadi kak Karin kejang-kejang?" tanya Sena bingung.
"Itu tadi karena reaksi racunnya sempat membuat tensi Arin mengalami hipotensi (tensi rendah) sehingga tubuhnya bereaksi kejang, tetapi Sena karena saat kita menguras racun Arin membutuhkan donor darah"
"Apakah kamu atau kak Elang mau mendonorkan darah kalian?" tanya Steve
"Ambillah darahku kak, sebanyak yang dibutuhkan kak Karin, dengan senang hati Sena beri"
"Kalau masih kurang, sebentar saya telpon kak Elang"
" Makasih ya Sena, terimakasih mau menolong istriku" kata Steve sambil berkaca-kaca.
"Istri kakak, adalah kakak kesayanganku kak...jangan sungkan." jawab Sena dengan tersenyum.
"Ayo Sena kita periksa darahmu dan bilang kak Elang langsung menuju ruanganku" ajak Steve.
.
.
.
Setelah Sena dan Elang diperiksa dan hasilnya sudah keluar, Steve sangat sedih karena golongan darah kakak Karina berbeda dengan Elang dan Sena, Karina bergolongan darah A sedangkan Elang dan Sena B, sedangkan di rs dan PMR stock darah A kosong.
"Gimana kak hasilnya bisakah aku mendonorkan darahku?" tanya Sena melihat Steve keluar dari lab sambil membawa laporan hasil.
"Maaf kalian berdua bergolongan darah B, Arin bergolongan darah A, apakah bunda bergolongan darah A?"tanya Steve.
"Kurang tahu Steve, coba aku tanyakan" jawab Elang yang kemudian menelpon bunda Laras.
"Bunda meski bergolongan darah sama tidak akan mau mendonorkan, percuma kak Elang telpon" gumam Sena yang berdiri di samping Steve.
"Jangan berbicara begitu Sen, ucapan adalah doa loo, sejelek-jeleknya bunda adalah ibu kandung Arin, pasti ada sentuhan naluri ibu Sen" kata Steve.
Tak beberapa lama Elang mendekati mereka,
"Bunda gak mau..." gumam Elang lirih.
"Tuch kan apa kata Sena, Bunda itu dari dulu tidak pernah ada sayang sama kak Karin..kak Elang dan kak Steve terlalu berharap kok sama bunda" kata Sena lalu meninggalkan Steve dan Elang.
"Senaaa mau kemana kamuuu???" teriak Elang dan steve serentak.
"Tenang kak, akan Sena carikan darah buat Kak Karin, berapa lama lagi kak batas waktunya kak Steve?" tanya Sena
"Sebelum jam 7 malam Sena" jawab Steve yang juga mulai menelpon komunitasnya untuk mencari darah buat Arin.
"Ahmad carikan suster yang bisa mengambil darah, siapkan tempat lalu suruh Tono dan Hamid menyusulku !!!" perintah Sena kepada anak buahnya.
.
.
.
.
Sena berhenti di sebuah restoran mewah yang berada di Jakarta Barat bersama Tono dan Hamid.
"Baik tuan muda!!!"jawab Tono dan Hamid serentak.
.
.
.
.
.
Tepat pukul 6malam, dengan berlari Sena menuju ruangan Steve dan menyerahkan 2 kantong darah.
"Ini kak semoga bisa menyelamatkan kakak" kata Sena.
"Dapat dari mana Sena?"tanya Steve curiga.
"Tenang kak!! aku tidak membunuh orang kok hehehe...ooo ya kak kalau ada apa-apa dengan aku tolong surat ini dibaca, tolong jaga kak Karin!"kata Sena sambil tersenyum lalu pergi.
"Senaa apa maksudmu????!!!" tanya Steve karena merasa janggal dengan sikap Sena, lalu membaca surat dari Sena tersebut.
Ada tiga surat yang beramplop kecil dan 1surat beramplop besar. Surat yang pertama surat untuk Karina, Elang dan Steve. Dan surat yang beramplop besar ternyata berisi formulir pendaftaran, yang membuat Steve kaget dan panik dan langsung menelpon Elang.
"Hallo Kak....Kaak cepat cari Sena dia dalam bahaya....."
"Nanti saja aku jelasin sekarang cepat cari Sena.kak jangan sampai terlambat!!!...dia kesayangan istriku aku tidak mau terjadi apa-apa dengannya!!" teriak Steve.
Steve pun meminta bantuan tuan Barata untuk segera menolong Sena, yaah sejak kecelakaan Karina Steve menjadi dekat dengan keluarga Barata, dan Steve tahu penjagaan berlapis untuk dirinya dan Karina.
.
.
.
.
.
Kekuatiran Steve terbukti karena tepat jam 5 pagi Sena dibawa masuk IGD dalam kondisi memprihatinkan diiringi teriakan histeris Laras yang selalu dipeluk Elang, baju keduanya penuh dengan darah dan tuan Edi Barata.
"Steve tolong selamatkan adikku!!! kata Elang sambil menangis, muka Elang penuh dengan luka-luka begitu juga dengan muka tuan Barata.
"Tenang ya kak, para tenaga medis sudah menangani nya, kita tunggu disini. Ayo kakak dan tuan Barata aku obatin luka-lukanya"
"Bunda apa juga terluka?mari Steve obatin terlebih dahulu" kata Steve halus.
"Aku tidak terluka Steve ini darah Sena, kamu obatin mereka saja" jawab Laras pelan.
Melihat kondisi Laras hilang sudah jejak kesombongan dan keangkuhan yang biasa Laras tampilkan selama ini, saat ini terlihat seorang ibu yang hancur melihat anak bungsunya tidak berdaya.
Setelah 5jam menunggu Sena dioperasi, keluarlah dr Merry dan dr Hendra
"Keluarga Saudara Bratasena???" tanya dr Merry
"Ya dokter...bagaimana kondisi Sena dokter?" seru Laras yang langsung mendekat.
"Saudara Bratasena mengalami pendarahan hebat di perut dan kepalanya, kami sudah berusaha menghentikan pendarahannya. Meskipun begitu kondisi saudara Bratasena masih kritis, apabila saudara Bratasena bisa melewatinya maka dia masih bisa terselamatkan meski begitu besar kemungkinan saudara Bratasena akan mengalami koma" jelas dr Merry.
"Tidaaaaak Senaaa anakku!!!! teriak histeris Laras lalu tak sadarkan diri dalam pelukan Elang. Sedangkan tuan Barata mengeratkan rahangnya penuh kemarahan.
"Galang saatnya kita hancurkan Magyo, hancurkan semua markas dan bumi hanguskan semua kroninya, hubungi paman Satriya dan paman Galih, untuk segera membantu kita, saatnya Harimau sesungguh nya bangkit kembali" kata Edi Barata dingin dengan muka penuh kemarahan bergegas meninggalkan Rs.
...***...
...Waaaa bakalan perang antar Mafia inii😱😱...
...Tunggu di next Episode yess!!!...