
Flashback on
Beberapa hari ini Karina selalu merasa ada yang mengikuti saat dia pulang dari rs bersama Rini, terutama saat dipasar untuk berbelanja untuk persiapan pernikahannya.
"Mitchie kelihatannya kita diikutin terus yaa, aku takut" ucap Rini kepada Karina, ya sejak dari Yogyakarta mereka saling dekat dan Rini mulai tahu tentang cerita Karina oleh sebab itu saat mereka diluar rs Rini selalu memanggil Karina dengan Mitchi dari nama lengkap Karina, Karina Mitchel Kim, Sedangkan Karina memanggil Rini dengan Pusi dari Marini Puspitasari Junaedi.
"Tenang saja Pusi, mereka sudah mengikuti kita dari seminggu yang lalu, selama mereka tidak bergerak kita tidak usah memulai.
Lalu setelah menolong Alif, Karina dan Rini meninggalkan Alif untuk bersiap pulang, tetapi saat akan pulang Karina melihat sesuatu yang mencurigakan dan bersembunyi disalah satu kios toko untuk mengecoh para penguntit dan dengan berganti pakaian yang mereka pinjam dari pemilik kios tersebut mereka membuntuti orang tersebut dengan bersembunyi di belakang tembok penyekat tempat persembunyian gerombolan preman pasar tersebut, dan gerombolan itu sedang membahas rencana untuk menangkap Karina.
Setelah gerombolan itu pergi, Karina dan Rini secara pelan-pelan keluar dari tempat persembunyiannya dan segera meninggalkan pasar.
Saat tiba dirumah Karina, Rini langsung lemas
"Mitchie bagaimana ini, aku benar-benar takut kamu sudah cerita ke dr mike?" tanya Rini kuatir.
"Gimana mau ngomong, kakak sekarang selalu mengikuti presiden kita dan jarang pulang. Aku sudah menyusun rencana" jawab Karina sambil tersenyum.
Pagi harinya saat mereka berangkat ternyata Angga dan Willy malah ikutan pergi bersama mereka, tetapi sebelum berangkat Angga dan Willy Karina suruh melepas baju tentara mereka, dan memakai baju Mike yaitu seragam scrub (seragam dokter dan perawat dimasa depan) dan memakai snelli (jas putih dokter)
dr Mike memakai seragam scrub dan snellinya.
Flashback end
Mendengar nama ayah Rini membuat Angga dan Willy terkejut, meski begitu tidak membuat Angga tidak berani mengantar Rini pulang.
Akhirnya Angga dan Mike mengantar Rini pulang, setelah sampai di depan rumah Rini, bu Junaedi membukakan pintu dan menyuruh mereka masuk dan duduk.
Ternyata pada saat itu Jendral Junaedi sedang tidak tugas, sehingga berada dirumah. Melihat putrinya pulang dihantar dua pria yang salah satunya dia kenal adalah dr Mike, seorang dr muda yang selalu mendampingi presiden Sukarno dan satunya juga memakai seragam dokter membuatnya terheran.
"Selamat sore dr Mike, ada apa gerangan anda datang kemari?" tanya jendral.
Lalu Mike menceritakan kronologi kejadian yang barusan terjadi, saat barusan selesai bercerita, datanglah ajudan suruhan jendral Junaedi untuk mengawasi putri bungsunya, dan membisikkan ke telinga jendral, yang membuat muka jendral merah.
" Marini Puspitasari, apakah benar kata kapten Tegar bahwa kamu ikutan bertarung melawan para preman dan mengaku istri dari salah satu dokter ini?" tanya Jendral dengan datar, membuat bu Junaedi shock dan melihat Rini dengan tatapan tidak percaya, bahwa putrinya yang biasa manja dan penakut ini berani bertarung dengan preman.
"Siapakah pria tersebut apakah dr Mike atau dr muda satu ini?"selidik jendral sambil menatap nanar kedua pria di depannya.
"Bu....bukan dr Mike pak, Rini tidak mungkin berani mengaku istri dr Mike yang dingin dan mengerikan ini meskipun ganteng gitu pak" ucapan Rini polos lalu kemudian membungkam mulutnya sendiri sambil menunduk takut saat menyadari bahwa Mike melotot mendengar ucapan Rini barusan.
"Saya, Jendral yang melindungi Rini dan mengaku Rini sebagai istri saya, perkenalkan nama saya Rangga Dewa Husein Jendral, ajudan dari Jendral Ahmad dari batalyon 53" kata Angga sambil memberi hormat.
"Looo kamu bukan dokter, lalu dimana seragammu. kenapa kamu memakai baju dokter?" selidik Jendral.
Sambil menghela nafas panjang "Baiklah sekarang peran saya sebagai ayah dari Rini bukan Jendral atasanmu, masalah tadi besok akan menjadi sebuah berita dikalangan ketentaraan kita, bagaimana tanggung jawabmu jika semua orang mengetahui kamu sudah menikahi putriku, padahal sebenarnya belum?!" ucap jendral tegas.
"Saya akan menikahi putri jendral, besok saya membawa keluarga saya untuk melamar putri jendral secara resmi" ucap Angga sungguh-sungguh.
"Tunggu-tunggu....bapak saya mohon ijin mau berbicara dengan mas Angga sebentar" sela Rini sambil menggeret lengan Angga keluar rumah.
" Maassss Rini gak mau menikah main-main ya!!!pernikahan itu sakral dan Rini gak mau bercerai di pernikahan Rini kelak!!" ucap Rini sambil melihat mata Angga tajam.
"Laah mas Angga tidak main-main Rin, saat tadi di tempat penampungan pada awal niat mas bilang Rini istri mas hanya untuk melindungi Rini, tetapi setelah seharian tadi kita bersama mas merasa senang ketika mereka benar-benar menganggap Rini istri mas" ucap Angga.
"Mas gak usah bohong dech, Rini tahu mas sukanya dengan dr Karina, Rini gak mau yah sebagai pelarian karena mas ditolak" ucap Rini Ketus.
"Iya pada awalnya mas tertarik sama Karin, tetapi berjalannya waktu mas menyadari bahwa rasa mas hanya kagum bukannya cinta, jantung mas belum merasakan getaran hangat saat bersama Karin, tetapi saat bersama Rini berbeda"
"Ada getaran hangat saat bersamamu, terlebih saat kita bertarung bersama tadi, mas tidak mengira gadis selembut kamu bisa begitu berani melawan para preman gitu."
"Mungkin Rini belum percaya dan mencintai sama mas, tetapi bisa Rini buktikan bahwa mas sungguh-sungguh mau menjadikan Rini satu-satunya wanita dalam hidup mas, ibu dari anak-anak mas, maukah Rini mencoba membuka hati buat mas" tanya Angga sungguh-sungguh.
"Emang harus ya kita menikah sekarang? gak pacaran dulu gitu?" tanya Rini masih ragu.
"Iya selain untuk menjaga nama baik Rini, mas mau pacaran halal dengan Rini, karena kalau kelamaan keburu Rini diambil orang" ucap Angga sambil merucutkan bibirnya.
"Hahaha sama siapa mas, emang Rini dr Karina, setiap dia jalan saja banyak cowok yang langsung terpesona" ucap Rini.
"Laah kamu sich gak pernah peka, inget nggak pas di Yogya, di pangkalan, dan di tempat tadi banyak pria modus pingin deket sama Rini yang cantik, halus dan ramah ini" omel Angga.
"Gombal mas....sudah ayo masuk nanti bapak marah kita kelamaan diluar" elak Rini sambil berusaha menutupi muka merahnya karena merasa senang akan ucapan Angga
Akhirnya Angga dan Mike pulang kembali ke rumah masing-masing, dan Angga pun mulai berbicara penting dengan keluarganya dan dengan senang hati diputuskan bahwa besok malam mereka akan melamar Rini.
...***...
...TBC ...
...Untung Jendral nya gak galak seperti yang ditakutkan Angga, tetapi bagaimana nasib Willy ya menghadapi kemarahan Mike yang menempatkan adik kesayangannya di situasi berbahaya???๐ฑ๐ฑ...
...Kepoin di next episode ya๐๐...
...Jangan lupa Like & Vote nya...
...Saranghae๐๐...