
"Dok, anda bener-bener tidak apa?"tanya suster Rini kuatir.
"Tidak apa sus, jangan kuatir hmm...saya mau bersiap untuk operasi dulu." kata Karina datar.
.
.
.
.
.
"Kamu tidak apa Rin?dari tadi cuman diem saja biasanya crewetnya minta ampun" tanya Mike curiga.
"Hanya capek kak!" jawab Karina singkat
"Ayo kak pulang sekarang!"
"Kamu pulang dulu sama Angga yah, kata dr Husein nanti Angga mau jemput dr Murni." kata Mike
"Ok, kalau gitu aku mau mandi dan menunggu di ruanganku" kata Karina lagi dengan muka datar.
Pada saat Karina menunggu di ruangan prakteknya sambil membuat laporan
"Rin sayang ayooo pulang!" ajak Willy semangat.
"Ndak mas , aku masih menunggu dr Murni!" jawab Karina singkat, lalu beranjak pergi.
"Rin...kamu baik-baik saja?" kata Willy terheran dengan sikap Karina kembali dingin.
"Hmm..." Karina tetap meninggalkan Willy.
"Rin..mas baru ngomong kenapa Rin pergi? apa ada yang terjadi?" tanya Willy sambil memegang tangan Karina kuatir.
Tapi tangan Willy ditepis Karina kasar sambil memandang Willy penuh kemarahan, lalu membuang muka.
"Rin...apa mas bikin salah?"sambil memegang lengan Karin erat.
"Lepasin mas"
"Jawab dulu Rin, kalo mas bikin salah maaf yaa...jangan marah-marah yaa"
"Mas lepasssin" kata Karin marah sambil mencoba melepas dari genggaman tangan Willy.
"Nggak mas lepasin, jawab dulu Rin...kalo ada masalah kita selesaiin dulu, jangan di biarin makin runyem" kata Willy sabar.
Karina dengan marah langsung memelintir tangan Willy sehingga terlepas genggaman tangannya, dan Karina menarik ke arah belakang Willy.
"Aduuuduuh sakit Rin"
"Jangan pernah mas nunjukin muka mas lagi!!pergi!!" teriak Karina sambil mendorong tubuh Willy sambil berjalan menjauh.
Tetapi bukan Willy namanya kalo tidak nekat, bukannya langsung pergi malah mengejar Karina dan memeluknya dari belakang.
"Mas gak akan pergi sampai Rin rin menjelaskan sama mas, ada apa!"
Karina langsung menyodok perutnya Willy dan menarik tangan Willy dan membanting ketanah, setelah jatuh ke tanah Karina mencengkram rahang Willy
"Jangan pernah ganggu-ganggu Karina, jangan pernah mendekati Karina lagi, urus tunangan mas kendalikan dia!!!"ancam Karina dingin.
"Tunangan??Mas gak punya tunangan, kamu bisa menanyakan ke semua orang!!" kata Willy yang lalu menjegal kaki Karina dan membalikan posisi sehingga Willy diatas dan menarik tangan Karina ke atas kepala dengan menggenggam erat.
"Aaaaargh...lepasiiiin....lepasiiiin!!!"teriak Karina.
"Nggak akan mas lepas, sekarang Rin rin dengarin maas!!!"
"Seumur hidup mas, baru pertama kali tertarik, mencintai wanita hanya dengan seorang dokter Karina Kim, pertama kali menyentuh wanita, pertama kali mencium wanita dan pertama kali tidur bareng sama wanita, hanya sama kamu Rin!!!" kata Willy tegas dengan menatap Karina.
Tiba-tiba Karina membenturkan kepalanya ke muka Willy
"Aaargh Riin!!!" teriak Willy sambil berdiri dan memegang hidungnya yang berdarah.
"Mas pikir Karin bodoh apaaa....mana ada asap tanpa adanya api, dia bisa bicara begitu pasti karena mas kasih harapan atau janji-janji!!" bentak Karina.
"Harapan....janji-janji??!!mas tidak pernah seperti itu jika mas sudah mencintai seorang wanita, mas langsung mengajaknya menikah seperti dengan Karina, gak pakai tunangan segala" kata Willy tegas.
"Siapa wanita yang mengaku-ngaku tunanganku Rin?!!"tanya Willy.
Karina melihat mata Willy dan tidak ada kebohongan didalamnya, tetapi berita di internet menceritakan kisah cinta abadi mereka berdua sampai dibuat film, membuat dada Karina merasakan nyeri.
Saat Karina bengong, Willy langsung memeluk Karina "Mas gak mungkin mencintai wanita lain Rin, Rin bisa tanya ke semua..." belum selesai Willy ngomong tiba-tiba.
Buuuugh... buggh Mike datang langsung menarik Karina dari pelukan Willy dan memukul Willy di muka dan diperut membuat Willy terjatuh.
"Ku tunggu dirumah!!" kata Mike dingin lalu meninggalkan Willy dan menarik Karina pulang.
"Baaang, abang baik-baik saja kan?" tanya Rukmini tergopoh-gopoh-gopoh membantu Willy bangun, tetapi langsung ditepis Willy.
"Jangan sentuh!!" bentak Willy membuat Rukmini kaget.
"Apa sich bagusnya cewek kasar itu?!! liat abang belum jadi istrinya saja sudah dibanting dan dibuat terluka gini"
"Memang kenapa, aku rela kok digituin sama Karina, dengarkan sekali lagi JANGAN PERNAH MENGAKU-NGAKU TUNANGAN WILLIAM PUTRA SIMORANGKIR, dihatiku hanya ada Karina, camkan itu baik-baik" ancam Willy.
"Bang tapi Rukmi duluan yang mencintai abang bukan wanita kasar yang sok pintar dan baik jadi dokter!!" omel Rukmini sambil meneteskan airmata.
"Dia memang pintar dan baik kok, dan perlu kamu tahu..kenapa aku lebih mencintai nya daripada kamu, dia wanita jujur dan apa adanya, tidak sepertimu yang selalu lembut aslinya licik" kata Willy sinis membuat Rukmini mengepalkan tangannya menahan marah.
"Wiiill...jangan kasar-kasar terhadap wanita!!" sambil menarik Willy pergi.
"Nggak usah ikut-ikut kamu Angga!!"bentak Willy sambil mendorong Angga jatuh.
"Mas Angga apa tidak apa-apa?" kata Rukmini langsung pura-pura menangis dan membantu bangun, membuat Willy makin muak.
Angga berdiri sambil menolak tangan Rukmini yang akan membantu.
"Aku akan ikut campur kalo berhubungan dengan Karina, apakah kamu tidak melihat betapa terlukanya Karin hah?!! bentak Angga sambil menonjok Willy.
"Heeh Angga kamu tidak punya hak mengurusi Karina, dia calon istriku!!" damprat Willy sambil mencengkram kerah baju Angga.
"Calooon istri katamu???!!apa kamu lupa? bahkan tadi dia sudah membencimu!!!"
"Sadar diri kamu Willy, bahkan kakaknya pun membencimu dan menyuruhku menikahi Karina!!" kata Angga marah.
Saat Willy akan memukul Angga, tiba-tiba
"Kapten Willy dan Kapten Angga berhenti!!" tiba-tiba Jendral Ahmad berada dibelakang mereka bersama beberapa para tentara yang berusaha memisahkan Angga dan Willy yang sudah mau beradu tonjok
Melihat rombongan para tentara pergi, Rukmini makin marah
"Kenapaaa!!!!cewek sialan itu diperebutkan para cowok, apaa bagusnya!!!!" teriak Rukmini frustasi marah sambil mengepalkan tangannya erat sampai putih kuku jari tangannya.
.
.
.
.
.
"Kapten Willy..ada apa denganmu??kapten William yang biasa aku kenal adalah seorang kapten yang selalu tenang, tidak pernah terpancing emosi"
"Lalu sekarang menjadi tontonan seluruh RS berantem dengan dokter, wanita dan teman sendiri, apakah kamu sudah GILA HAAAHH!!!!" bentak Jendral Ahmad.
"Dan kamu Kapten Angga...kamu yang biasanya selalu halus tutur kata dan tindakan nya selalu tertata rapi, hanya demi seorang wanita kamu bisa berantem dengan sahabatmu sendiri!" bentak Jendral Ahmad sambil menggebrak meja.
"Kalian berdua aku skor 1minggu, pikirkan dan intropeksi diri kalian!"
"Cepat keluar bikin pusing saja, dan sebelumnya obati muka kalian terutama kamu Will" perintah Jendral.
"Siap laksanakan Jendral!" kata mereka serentak
"Gadis bar-bar gitu kok ya diperebutkan to ya..yaa" kata Jendral Ahmad sambil mengusap keningnya pusing.
...***...
...Selamat Natal buat Pembacaku terkasih yang merayakan๐ ...
...Semoga Berkat dan kasih Tuhan menyertai kita semua๐๐๐๐๐...