
Dengan hati-hati Steve bertanya
"Apakah Cathy ingin mempertahankan peanut?ataukah Cathy merasakan sakit dengan adanya peanut?"
"Bayi ini tidak menyakiti Caca, Tuhan pasti mempunyai maksud dengan menghadirkannya meski caranya salah, tetapi dia tidak bersalah dan tidak pernah terlintas di pikiran Caca untuk membencinya. Apakah mas mau menerima little peanut?"tanya Cathy
"Mas terima bayi ini, ini anak mas ....jikalau suatu hari ini nanti Cathy tidak menginginkan karena membenci mas, mas tetap menyayangi dan membesarkan peanut dengan penuh kasih, Cathy jangan kuatir" ucap Steve sungguh-sungguh.
"Apa mas lupa siapa Caca? Caca dibuang orang tua Caca, apakah mungkin Caca akan membuang anak Caca?" ucap Cathy dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan nangis Cat...maafkan mas....maafkan mas" ujar Steve panik tetapi tidak berani menyentuh Cathy kuatir Cathy jijik dengannya.
"Lalu kita harus bagaimana mas....?!!"tanya Cathy bingung
"Kita bicara ke papa dan mama, mas akan melindungi kalian berdua...mas mau kita menikahi Cathy lagi sekarang kita menikah secara gereja...apa Cathy mau menerima mas lagi?mas yang pengecut, bodoh dan tua ini?" ucap Steve sambil menatap Cathy dengan mata berkaca-kaca
"Bisakah kali ini mas bisa mempercayai Cathy?kali ini mau mendengar kata-kata Cathy, jangan marah-marah? Cathy takut dengan mas yang seperti itu" ujar Cathy pelan
"Mas janji...mas akan selalu mempercayai Cathy"
"Bisakah kali ini mas hanya milik Cathy, milik peanut saja bukan milik tante Karin lagi?"
"Bisa.... mas sudah membeli rumah baru, rumah milik kita bertiga, rumah yang kita isi dengan kenangan kita tidak ada kenangan siapapun juga...bisakah Cathy percaya sama mas?" tanya Steve dan dijawab anggukan Cathy.
Meskipun dengan berat hati keluarga Cathy mengijinkan mereka menikah, dan trauma Cathy secara perlahan dibantu Steve mulai membaik.
Selama kehamilan Steve berusaha mendampingi Cathy, meskipun tetap sibuk di rs, tetapi Cathy selalu memahami dan mengerti.
Sampai disaat Ultah Steve, Cathy dalam kehamilan yang memasuki 7bulan menyiapkan pesta makan berdua
"Mas...nanti malam datang ke Resto barunya mas Wibi jam 18.00 ya"
"Cat ingin makan disitu? baiklah agak terlambat tapi..gak papakan?karena hari ini ada 3operasi"ujar Steve sambil tersenyum
"Gak papa nanti jam 16.00 ada ultahnya Saru dulu mas, lokasinya disitu juga"jawab Cathy
"Oke...nanti kesana Cat sama siapa?"
"Dijemput kak Onel sama oma kok"
"Ooo....oke hati-hati jangan capek-capek yah, takutnya si little peanuts minta keluar dulu"ujar Steve dengan nada khawatir
"Hehehe ....iya ini anak aktif banget gak bisa diem" rajuk Cathy
"Ya udah mas siap-siap operasi dulu ya sayang"ujar Steve sambil terkekeh mendengar istrinya yang merajuk
"Hehe iya mas, sampai nanti"ucap Cathy sambil tersenyum lebar.
Pada sore harinya Cathy menemani dan mempersiapkan pesta Saru dibantu bibi Inder dan oma Yara.
Melihat bahagianya Saru bermain bersama teman-temannya, membuat semua ikut bahagia
"Saru...mamamu artis ya??? cantik banget yah"
"Iya dong mamaku gitu loo...."ucap Saru bangga
"Saru...mau punya adik yah?"
"Iya...adikku cowok, kemarin sudah terlihat di Usg"
"Mamaku juga baru hamil Ru..., tapi mama gak tanya cowok apa cewek, jadi aku gak tau adikku cewek ato cowok"
Mendengar celoteh anak-anak membuat Cathy dan para ibu tertawa.
Lalu acara potong kue, Saru didampingi Inder dan Cathy diiringi nyanyian Happy birthday anak-anak yang meriah.
Steve yang selesainya operasinya bisa lebih cepat langsung menuju rumah makan sambil membawa kado buat Saru
Saat sampai disana Steve melihat Inder begitu mesra dan sayang terhadap Cathy
"Ternyata mama Saru adalah Cathy Rose yaa"
"Iya cantik banget....bikin kita tidak ada harapan ngganggu papanya Saru yang sexi habis ya jeng" bisik-bisik ibu-ibu teman Saru.
"Iya aku pikir duren....makanya aku godain gak mempan ternyata istrinya cantik banget dan baru hamil anak kedua pula"
"Iya tampak sayang banget ya sama istrinya" oceh beberapa ibu yang qibah membuat Steve memasang muka masam.
Untung pesta itu selesai, Steve segera memberi kado buat Saru
"Hbd cantik"ucap Steve sambil mencium pipi gembul Saru
"Makasih ya Om" ucap Saru yang sudah fokus dengan kado besar dari Steve
"Memang kenapa kalo selesai cepat?gak boleh datang lebih dulu gitu?"ucap Steve kesal
"Bukan gitu mas....ya udah ayo bantuin Caca mberesin kado Saru"bujuk Cathy supaya suaminya tidak marah
"Ngapain kamu yang repot?....dia bukan anakmu Cat...atau kamu suka menjadi ibu Saru dan istri pengacara kondang Inder?" ucap Steve ketus
"Mas.....bukan gitu...jangan emosi ya, dengerin ucapan Cathy dulu ya" bujuk Cathy dengan agak takut
Steve yang melihat istrinya agak ketakutan langsung menghela nafas "Cathy pulang sama kak Onel dan Oma dulu ya...mas mau meredam kan emosi dulu hmm" ujar Steven lalu mengusap pucuk kepala Cathy kemudian beranjak keluar dikejar Cathy
"Mas pasti ke ruang yang mas sembunyikan tempat penuh kenangan tante Karinkan" teriak Cathy tetapi Steve sudah menyeberang jalan tanpa melihat ke belakang karena masih kesal dengan istrinya.
"Mas berhenti Caca moh......" belum selesai Cathy bicara tiba-tiba dari samping kanan tampak sebuah mobil pick up melaju dengan cepat...belum sempat Cathy menghindar tiba-tiba
Ciiiiiiiet.....meski sudah berusaha di rem, tabrakan tidak bisa terhindarkan
Braaak.........tubuh Cathy terpental dan mendarat di jalan.
Steve langsung terdiam....dan mendapat firasat buruk, lalu memutar badannya langsung melihat telah banyak orang mengerubungi sesosok tubuh korban kecelakaan
"Cat.....Cathy sayaaang...." teriak Steve yang langsung berlari mendekat ke tempat kejadian
"Minggir....saya dokter dan suaminya" teriak Steve yang menyeruak kerumunan langsung berjongkok memeriksa kondisi Cathy
"Peaanuuut mas....selamatkan peanut" ucap lirih Cathy sambil menangis
"BERTAHAN SAYANG....MAS DISINI....." ucap panik Steve sambil menjaga kestabilan Cathy sambil menunggu ambulan
Setelah Ambulance datang Steve segera membawa ke Rs dimana Steven sudah menghubungi dr kandungan Cathy sudah bersiap di depan Rs, sehingga saat Cathy datang langsung didorong untuk masuk ruang operasi untuk penanganan
"Mas...selamatkan peanut...jangan perhatikan Cathy...." bisik lirih Cathy sebelum hilang kesadarannya
"Cathy......noo...sayang bertahan demi aku...jangan tinggalin mas" teriak panik Steve
"Steve....biarkan kami bekerja keluarlah" ucap dr Ryan sambil menyuruh para suster untuk membawa Steve keluar
"Ryaan selamatkan istri dan anakku" teriak histeris Steve
Saat diluar kamar operasi Steve langsung lemas dan hanya duduk di lantai sambil menarik rambutnya sambil menangis
"Steve...kenapa bisa terjadi seperti ini?" ucapan dr Meri sahabat Steve di rs
"Ini salahku Mer.....aku takut Cathy mengalami seperti Karin....aku sudah gak bisa kehilangan istri lagi Mer" ucap Histeris Steve sambil menangis yang langsung dipeluk Meri
"Stt.....kali ini Cathy pasti lebih kuat daripada Karin Steve...percayalah" ucap Meri sambil mengusap punggung Steve menenangkan
Tiba-tiba keluarlah dr Ryan dan menjelaskan kondisi Steven
"Steve istrimu mengalami pendarahan hebat....dan kondisi kandungannya sudah mengalami abrupsi plasenta placental abruption (kondisi dimana plasenta sudah luruh di rahim dan terlepas dari bayi) sehingga mohon maaf bayimu mengalami Intrauterine fetal death atau IUFD (adalah kondisi janin yang meninggal di dalam kandungan setelah kehamilan berusia diatas 20 minggu)" jelas Ryan membuat Steve lemas
"Selamatkan istriku Ryan....apapun caranya aku mohon Ryan....aku hanya memiliki istriku aku mohon" ucapan Steve lalu berlutut di kaki dr Ryan
"Berdiri Steve...pastii aku perjuangkan, ya udah aku langsung caesar istrimu untuk mengeluarkan bayimu untuk menyelamatkan istrimu" ujar Ryan lalu kembali masuk ruang operasi meninggalkan Steve
Setelah 4jam Ryan bisa menghentikan pendarahan dan menstabilkan kondisi Cathy, sehingga Cathy sementara di recovery room/PACU (Post Anesthesia Care Unit yaitu ruangan pasca operasi, sampai kondisi pasien dalam kondisi stabil setelah dipantau secara intensif oleh para medis rs)
Tepat tengah malam Cathy dipindahkan ke ruang VVIP didampingi Steve, Steve segera menghubungi papa dan mamanya Cathy untuk mengabarkan kondisi Cathy dan segera terbang ke Jakarta dari Singapura.
Tepat pukul 4 pagi mata Cathy secara perlahan terbuka....saat pandangan Cathy mulai membaik, Cathy melihat Steve tertidur sambil duduk disamping ranjang Cathy dengan tangan menggenggam tangan Cathy erat.
"Mas.....mas...." panggil Cathy sambil menggerakan tangannya
Steve yang merasa adanya pergerakan, segera membuka matanya
"Sayaaaang.....Puji Tuhan, terimakasih sayang sudah kembali ke mas" ucap Steven segera menciumi semua wajah Cathy, membuat Cathy bingung
"Maafin mas ya...maafkan cemburu buta mas mencelakai Cathy sayang" ucap Steve sambil memeluk Cathy dengan menangis di ceruk leher Cathy.
"Peanut?...dia lahir sehatkan mas?...mas???" tanya Cathy yang merasakan tangisan Steve dibahunya
"Masss.....mana peanut???"
...***...
...TBC...
...makasih banget yah masih setia membaca novelku...
...terimakasih atas semua like...vote...dan comment nya...
...Saranghae Chingu🙏😘😘...