
Sudah satu minggu Karina belum terbangun dari tidurnya. Setiap hari secara bergantian semua anggota Willy mengajaknya bicara, bahkan Haru dan Hana sering di tidurkan di dekat Karina, tetapi Karina belum tersadarkan.
Untung saja ada satu petani di perkebunan sedang menyusui, dan asinya sangat berlimpah sehingga mau menyusui Haru dan Hana, sehingga kondisi kedua bayi tersebut aman dan sehat.
Hingga suatu pagi, tangan Karina yang sedang digenggam Willy yang tertidur disampingnya bergerak, pertamanya perlahan lalu semakin lama semakin erat menggenggam tangan Willy membuat Willy terbangun
"Rin..rin sudah sadar?sebentar yah aku panggilkan hyung" ucap Willy dengan semangat.
"Hyung bangun..Rinrin sudah sadar!!" teriak Willy kegirangan .
Mike langsung terduduk dan langsung masuk kamar dan melihat Karina sudah terbangun sambil tersenyum.
"Dasar gadis bandel buat kakak stress tahu, mau buat kakak mati muda" omel Mike yang kemudian memeriksa Karin.
"Oppa kan Angel gimana bisa mati" ucap Karin lirih sambil tersenyum langsung dipelototi oleh Mike.
Berita Karina sudah siuman membuat keluarga Willy dan seluruh penghuni rumah berbondong-bondong masuk kamar Karina, dan menciumi Karina, membuat Karina terharu.
"Mas dimana anak kita?" tanya Karina
"Ini anakmu Rin" ucap mbak Atik dan mama Ina yang masuk kamar sambil membawa dua bayi embul dengan dipakaikan baju dan topi warna biru dan pink
Melihat kedua bayinya yang tertidur membuat Karina meneteskan air matanya.
"Mas anak kita" ucap Karina bergetar.
"Iya Rin anak kita, Haru sangat mirip kamu Rin, kulitnya seputih susu. Sedangkan Hana sepertiku kulitnya merah.Tetapi keduanya sipit kaya mamanya" ucap Willy sambil mencium Karina.
"Nyosoor terus Will, buset punya adik kok ya hobi nyosor" ucap Johan ceplas ceplos langsung kena pukul dan cubitan Atik dan mama Ina
"Awww...sakit sayang...ma" erang Johan kesakitan.
"Daripada berisik, ayo keluar mas" ucap Atik sambil mendorongnya keluar, membuat Johan mengomel protes.
"Bagaimana dengan asinya anak-anak ma?" tanya Karina sambil tetap membelai pipi dua bayi comelnya.
"Ada petani kita yang baru menyusui, aslinya melimpah jadi mau menyusui kedua bayimu. Jadi kamu jangan khawatir yah" jelas mama Ina
"Nanti mulai belajar menyusui ya Rin, untuk merangsang produksi asimu" ucap Ina.
"Ya ma" jawab Karina lembut.
Setelah Karina agak kuat, Karina belajar untuk duduk sehingga memudahkan menyusui bayinya.
2minggu pasca Koma, saat Karina menyusui dikamar, Mike masuk kamar dan membantu mengangkat kedua keponakannya untuk tidur di box disamping tempat tidur Karin.
"Oppa berapa lama waktuku?" tanya Karina
Mike berjengkit kaku mendengar pertanyaan Karina.
"Sebentar lagi Rin" ucap Mike sambil tetap memandangi Haru dan Hana sedih.
"Rin makan dulu ini mama masakin sayur Katuk, dan orak-arik telur" ucap Ina sambil menaruhnya di nakas samping tempat tidur.
"Ma bisa minta di suapin?" tanya Karina membuat Ina tersenyum senang.
"Boleh-boleh ayo sini mama suapin yah" ujar Ina sambil duduk di samping tempat tidur dan menyuapi Karina.
"Ma..terimakasih atas kasih sayang dan perhatiannya buat Karin, dari kecil ingin sekali Karin mempunyai seorang mama yang begitu sayang dengan Karina, dan Tuhan mengabulkannya dengan memberi Karin mama Ina" ucap Karin sambil meneteskan air mata.
Mendengar itu membuat mama Ina memeluk Karina erat
"Mama harus selalu sehat ya, bantuin Karin merawat embul dan embil yah, Karin sayang mama" bisik Karin sambil menetes air mata.
"Mama juga sayang Karin" jawab Ina.
Setelah makan malam, dan setelah selesai menyusui si kembar, Karina mimisan kembali tetapi segera di hapus kemudian mengambil alat kosmetik nya dan mulai menyapukan alat kosmetik nya sehingga Karina terlihat tidak pucat lagi, setelah terlihat cantik Karina mengembalikan alat kosmetiknya di meja rias bertepatan dengan masuknya Willy.
"Anak-anak sudah bobo ya Rin?"
"Udah mas" jawab Karin tersenyum.
Willy melihat Karina malam ini terlihat sangat cantik, membuat Willy langsung merengkuh tubuh istrinya dan mencium lembut bibir strawberry kesayangannya.
"Mas gendong" rajuk Karina sambil membuka lebar tangannya
"Hahaha baik istriku sayang, memang mau kemana hmm?"
"Baiklah sayang, pake jaket dulu ya" ucap Willy sambil memakaikan jaket kemudian menggendong Karina bridal style lalu memangku Karina sambil melihat bintang.
"Mas, terimakasih ya sudah menjadi Karina dan papa dari kedua anakku" ucap Karina sambil membelai rahang Willy.
"Mas harus selalu bahagia dan sehat yah untuk selalu mendampingi anak kita sampai dewasa nanti ya"
"Tentu sayang, mas akan selalu kuat dan sehat hidup bersama denganmu sampe nafas terakhir mas" ucap Willy sambil mencium bibir Karina lembut.
"Mass ijinkan Karina pergi dulu ya, maafkan Karina tidak bisa lebih lama menemani mas dan anak-anak"
"Karina omong apa?Karina sudah sehat sudah bisa bertahan sampai hari ini, jangan tinggalkan mas dengan anak-anak Rin" ucap Willy panik sambil memeluk erat Karina.
"Sampaikan ke papa, mama, kak Johan, mbak Atik, Bagas dan Kenya Karina sangat bahagia menjadi keluarga Simorangkir meski hanya sebentar"
"Riin, mas mohon jangan tinggalin mas gimana hidup mas nanti" mengangkat dan menakup muka Karina
"Mas harus kuat yah, Karina minta dimakamkan diatas bukit, bukit tempat kita dulu bersepeda, dari atas sana Karin selalu bisa melihat anak-anak di rumah ini" kata Karina sambil mengusap tangan Willy.
"Tolong jangan buat makam Karin ada gundukan atau diberi kijing, biarkan rata dengan tanah dan diberi pohon pengingat" pinta Karina sambil menatap Willy.
"Rin mas mohon jangan bicara begini, mas gak mau dengar, Rin harus sehat temani mas" ucap Willy sambil bergetar sambil mengusap bibir Karina
"Katakan ke anak-anak maafkan mama tidak bisa menemani sampai dewasa, tetapi Karin akan selalu berada dihati anak-anak dan mencintai mereka selalu"
"Karin mencintai mas Willyku tanpa batas waktu, tidak ada penyesalan di hati Karin" ucap Karin lirih kemudian menyusupkan kepalanya di ceruk leher Willy.
"Mas juga sangat mencintai Rinrin, tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan Rinrin dihati mas" ucap Willy sambil mengecup pucuk kepala Karin.
"Rin..rin dengar tidak....Rin sudah tidur?....Riiiiin..tidaaak Riiin jangan tinggalin mas....Riiiiiiiin!!!!" teriak Willy sambil menangis histeris sambil memeluk Karina erat.
Ketika semua mendengar teriakan dan tangisan Willy membuat semua pada keluar untuk melihat.
Mike hanya terduduk lemas di depan pintu teras, Atik shock sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan menangis.
Mama Ina langsung lemas berdiri, ditangkap dr Hotman.
"Kamu sudah priksa Mike?" tanya Johan tetapi tidak ditanggapi Mike yang hanya memandang kosong.
"Haizzzz..." umpat Johan lalu segera mendekati Karina dan Willy, dan memegang tangan Karina untuk mengecek detak nadi.
Setelah mencari detak nadi Karina yang tidak ada samasekali membuat Johan meneteskan mata dan meremas bahu Willy, dan berdiri dengan lemas dan memanggil para pembantu untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk pemakaman Karina.
Mendengar bahwa ternyata Karina sudah meninggal membuat semua rumah menangis
"Jo...Karina tidak mau dimakamkan di tempat pemakaman, dia minta dimakamkan diatas bukit itu" ucap Mike saat mendengar Johan menyuruh orang menyiapkan liang di tanah pemakaman keluarga Simorangkir.
"Tapi itu bukan tanah pemakaman ada pemiliknya, tidak bisa memakamkan disana sembarangan." jawab Johan.
"Bukit itu sudah aku beli, ada surat kepemilikan atas namaku, yang memang untuk memakamkan Karina sesuai permintaannya." ucap Mike menjelaskan ke Johan.
"Baik Mike, akan aku suruh persiapkan" ucap Johan yang mengurus segalanya.
"Will...bawa masuk Karina, kita harus mempersiapkan pemakaman Karina" bujuk Atik sambil mengusap bahu Willy.
" Ooo iya udara sudah dingin, kasihan Karina sudah tidur"
"Rin bobo dikamar yah" ucap Willy sambil menggendong Karina.
"Will....Karina sudah pergi, ikhlaskan yaah" ucap dr Hotman.
"Stt....pa Karina baru tidur" lalu masuk kamar, menidurkan di kasur sambil memeluk Karina erat.
"Selamat tidur istriku sayang, mas sangat mencintai Rinrin" bisik lirih Willy sambil mencium bibir Karina bergetar.
Setelah persiapan selesai, mama Ina membujuk untuk memberikan tubuh Karina untuk bisa dimakamkan.
Willy memandikan tubuh Karina sendiri, memakaikan baju, setelah dirias oleh Atik, Willy menggendong tubuh Karina ke peti jenasah.
"Istirahatlah dengan damai ya Rin, tunggu mas disana" bisik Willy sambil mencium kening dan bibir Karina sambil menangis, kemudian mencium kan kedua anak mereka ke mama mereka untuk terakhir kali.
...***...
...THE END...