A Moment In The Past

A Moment In The Past
Episode 50 Jangan Berhenti Mencintaiku



Pagi harinya Karina sudah membaik, dan segar kembali. Saat terbangun Karina melihat Willy tidur disampingnya sambil memeluk erat dirinya.


Karina melihat Willy yang masih tertidur, sambil mengusap lembut rahang dan rambut suaminya lembut


"Tuhan ijinkan aku mencintai suami dan anakku" ucap Karina lalu mencium suaminya dengan lembut.


Lalu dengan perlahan, Karina turun dari tempat tidur, dan keluar kamar dan menuju ke dapur, tetapi saat di dapur dia melihat semua pembantu mama Ina memandang Mike penuh kekaguman, membuat Karina terkikik.


"Rin kamu kok sudah bangun, ayo tiduran saja" ucap Ina sambil menepuk bahu Karina dari belakang.


"Pagi ma, Karina sudah baikan ma maaf ya kemarin bikin mama kuatir" ucap Karin sambil mencium mama Ina membuat mama Ina tersenyum bahagia.


"Ayo duduk di teras, Saroh buatin teh madu buat nona muda ya" perintah Ina sambil menggandeng lengan Karina


"Rin sudah lapar?" tanya Mike sambil mengecup kening Karina.


"Oppa masak apa?buatin greentea sifon ya kak" ucap Karin manja.


"Sudah kuduga, itu sudah jadi biar diambilkan bibi yah"kata Mike sambil mengusap rambut Karina


"Kak jangan diacak-acak rambutku donk" ucap Karina sambil cemberut, membuat mama Ina yang melihat tertawa.



"Strawberry cheese cream, makasih ya Oppa, saranghae" ucap Karina langsung menyantap kuenya dengan lahap.


"Pelan-pelan Rin, gak ada yang merebut kue mu " ucap dr Hotman melihat menantunya makan dengan lahap.


"Hihihi iya pa, maaf ya pa" kata Karina sambil cengengesan.


"Riiinriiin, mas kok ditinggalin sendirian siich" rajuk Willy yang tiba-tiba datang langsung duduk disamping Karina.


"Eleeu..eleuuu mas Willynya Karin baru bangun tidur yah, gemesin banget siiich" ucap Karin gemes lihat muka suaminya lalu mencium pipi Willy.


Melihat polah putra bungsunya yang manja dan kolokan membuat mama Ina terbengong-bengong


"Pa...itu Willy putraku?"


"Ya gitu itu ma, anakmu setelah sama Karina, dulu belum nikah saja sudah manja sekarang makin parah" ucap dr Hotman sambil menyeruput tehnya.


"Will kamu berapa hari disini? kalau barang-barang sudah kamu bawa pulang gini, kamu balik lagi tinggal di mess?" tanya dr Hotman.


"Willy sudah mengundurkan diri dari ketentaraan pa..ma, Willy ingin menemani istri dan anak Willy sampe tua"


"Setelah melihat kematian Angga yang meninggalkan anak dan istrinya, Willy tidak mau hal itu terjadi pada anak dan istri Willy pa..ma"


"Apa boleh kita tinggal di sini pa ma, Willy sekarang pengangguran" ucap Willy sambil menunduk.


"Siapa bilang kamu pengangguran, kamu bisa mengurus perkebunan ini, kalau bukan kamu siapa lagi? kakakmu Johan sudah senang tinggal di Surabaya sebagai dokter" ucap dr Hotman.


"Puji Tuhan Will, mama seneng sekali akhirnya anak mama tidak lagi menjadi tentara, selama kamu menjadi tentara hidup mama tidak tenang, selalu khawatir kalau kamu terluka, dan terbunuh" ucap Ina sambil memeluk Willy.


Karina melihat itu meneteskan air mata bahagia, "Akhirnya Karina bisa mengembalikan anak mama dalam kondisi utuh dan sehat ya ma" ucap Karina dalam hati.


Selama tinggal disana Karina sangat dimanjakan oleh keluarga Willy, terlebih kedatangan Karina di rumah mereka menjadi ramai dan tidak sepi lagi karena hampir setiap malam Karina dan Mike sering bernyanyi dan memainkan alat music.


Selain itu Karina pun merawat dan menyembuhkan penyakit Encok dr Hotman dengan terapi tusuk jarum, begitu pula penyakit vertigo mama Ina, hal itu membuat Willy semakin sayang terhadap Karina


Setiap pagi kegiatan Willy setelah makan bersama Karina, Willy mulai keliling perkebunan bersama dr Hotman atau mama Ina untuk mengecek apa-apa saja yang habis, seperti pupuk, dan peralatan perkebunan, melihat hasil panen dan semua urusan perkebunan sedikit demi sedikit mulai dilimpahkan ke Willy.


Sedangkan Karina dirumah belajar menyulam, menulis dan melukis itu saja selalu dibatasi oleh Mike dan Willy yang semakin hari semakin protektif terhadap istrinya.


Kadang Karina pun ikut berjalan-jalan di sekitar perkebunan bersama Wily, bahkan Karina sering memeriksa kesehatan para petani di perkebunan dibantu oleh Mike. Sehingga para petani di perkebunan sangat menghormati dan menyayangi nona muda mereka yang ternyata sangat lembut dan ramah, dan mau memeriksa kesehatan mereka.


***


Tak terasa kandungan Karina memasuki bulan ke tujuh, kandungan semakin membesar tanpa sepengetahuan keluarga Willy kondisi kesehatan Karina semakin melemah, tetapi Karina sering mengusapkan kosmetik untuk menutupi mukanya yang dari ke hari semakin memucat.


Mike berupaya sekuat tenaga supaya Karina bisa bertahan sampai bayinya cukup umur dan kuat untuk dilahirkan, dengan memberikan obat-obatan, transfusi darah dan infus dikala Willy dan orang tuanya baru di kebun.Sehingga saat Willy kembali ke rumah Karina sudah membaik kembali.


Meski Karina sangat pandai menyembunyikan, Willy sering bertanya-tanya karena Karina sering tidur bukan pada waktunya tidur, tetapi kekhawatiran Willy sering dialihkan mama Ina


"Di beberapa ibu hamil, memang bawaan nya banyak tidur, sudah beruntung istrimu tidak mengalami susah makan Will" ucap mama Ina supaya Willy tidak perlu terlalu khawatir.


Tanpa setahu Willy, Karina mengirim surat ke kapten Arif yaitu teman dekat Willy selain Angga untuk hadir di ulang tahun Willy yang tepat tanggal 10November nanti dan mengajak teman Willy lainnya.


Karina pun menyusun acara kejutan untuk Willy bersama papa dan mama Willy, bahkan bersama petani perkebunan akan mengadakan makan-makan bersama dihalaman rumah Willy.


Tepat tanggal 10 November, Willy pagi-pagi sudah disuruh ke perkebunan bersama Karno pegawai kepercayaan mama Ina oleh dr Hotman, supaya mereka bisa mulai menata rumah untuk pesta kejutan untuk Willy.


Setelah semua sudah tertata, teman-teman Willy dari Jakarta berdatangan, dan dipersilahkan masuk untuk beristirahat sejenak sambil menunggu kedatangan Willy.


Tepat jam 12siang Willy pulang ke rumah bersama Karno, terheran-heran kenapa di depan rumah banyak tertata kursi dan meja dan beberapa jenis makanan.


Belum habis kebingungan Willy tiba-tiba terdengar nyanyian selamat ulang tahun dari teman-teman tentaranya bersama ayah ibunya, kakaknya Johan bersama anak istrinya pun datang dari Surabaya membawa kue ulang tahun.


Setelah menyanyi dan meniup lilin roti tartnya mereka saling bersalaman untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Willy.


"Dasar ya kalian datang-datang tidak memberikan kabar" gerutu Willy.


"Hahaha kami kesini karena undangan dari istrimu, karena itulah kami ramai-ramai ijin 2hari ini untuk bisa datang kesini" ujar Arif.


"Ooo iya istriku mana ya?" tanya Willy sambil mencari keberadaan Karina.


Kondisi Karina ternyata sejak sarapan tadi ngedrop, maka dari itu dia ijin ke kamar ditemani ke kamar. Setelah didalam kamar, Karina tiba-tiba mimisan dan hampir pingsan, hal tersebut membuat Mike langsung menusukkan jarum ke titik-titik tubuh Karina sehingga pendarahan berhenti dan mulai mentranfusikan darahnya ke tubuh Karina supaya Hb Karina naik.


Saat acara dimulai Karina sudah membaik dengan dibantu Mike, Karina keluar rumah menuju ketempat pesta, dan di dudukkan di Piano yang dipindahkan dari rumah Jakarta kesini.


Karina mulai memainkan pianonya sambil bernyanyi


...Hari kian bergulir...


...Semakin dekat dirimu di hatiku...


...Meskipun tak terucapkan...


...'Ku merasakan dalamnya cintamu...


...Jangan berhenti mencintaiku...


...Meski mentari berhenti bersinar...


...Jangan berubah sedikit pun...


...Jalan mungkin berliku...


...Takkan lelah bila di sampingmu...


...Semakin 'ku mengenalmu...


...Jelas terlihat pintu masa depan...


...Jangan berhenti mencintaiku...


...Meski mentari berhenti bersinar...


...Jangan berubah sedikit pun...


...Semoga tiada berhenti...


...Bersemi selamanya...


...Jangan berhenti mencintaiku...


...Meski mentari berhenti bersinar...


...Jangan berubah sedikit pun...


...Di dalam cintamu ......


...Jangan berhenti mencintaiku...


...Meski mentari berhenti bersinar...


...Jangan berubah sedikit pun...


...Jangan Berhenti Mencintaiku -Titi DJ...


...Embun di pagi buta...


...Menebarkan bau basah...


...Detik demi detik kuhitung...


...Inikah saat kupergi?...


...Oh Tuhan kucinta dia...


...Berikanlah aku hidup...


...Takkan kusakiti dia...


...Hukum aku bila terjadi...


...Aku tak mudah untuk mencintai...


...Aku tak mudah mengaku kucinta...


...Aku tak mudah mengatakan...


...Aku jatuh cinta...


...Senandungku hanya untuk cinta...


...Tirakatku hanya untuk engkau...


...Tiada dusta, sumpah kucinta...


...Sampai 'ku menutup mata...


...Cintaku...


...Sampai 'ku menutup mata...


...Oh Tuhan kucinta dia...


...Berikanlah aku hidup...


...Takkan kusakiti dia...


...Hukum aku bila terjadi...


...Aku tak mudah untuk mencintai...


...Aku tak mudah mengaku kucinta...


...Aku tak mudah mengatakan...


...Aku jatuh cinta...


...Senandungku hanya untuk cinta...


...Tirakatku hanya untuk engkau...


...Tiada dusta, sumpah kucinta...


...Sampai 'ku menutup mata...


...Cintaku...


...Sampai 'ku menutup mata...


...Sampai Menutup Mata-Acha Septriasa...


Sambil bernyanyi mata Karina tak lepas menatap Willy, sambil berkaca-kaca.


Setelah selesai bernyanyi, semua bertepuk tangan, dan Willy segera menghampiri istrinya dan memeluk istrinya


"Terimakasih kasih sayang" bisik Willy ditelinga Karina dan kemudian berjongkok sambil mencium perut Karina yang kemudian Willy mendapat tendangan dari anaknya


"Mereka menendang Rin, mereka tahu papanya mencium mamanya" ucap Willy kegirangan.


Karina menatap Wily dan tersenyum


"Tentu saja, mereka sudah tidak sabar bertemu papanya"


"Happy birthday ya mas, selalu bahagia, selalu sehat dan Tuhan selalu melindungi dan memberkati mas" ucap Karina lalu mencium pipi Willy.


"Woiiii Will kita semua masih disini"


"Jangan mesra-mesraan terus Kapt gak kasian ke kita-kita yang masih Jones" teriakan para teman-teman Willy heboh.


...***...


...TBC...


...Berhasilkah Karina melahirkan bayinya dan bertahan hidup?...


...Atau Karina harus menyerah kepada takdir yang ada?...


...yuuks ditunggu di next chap yee😁...


...Jangan lupa dong LIKE....LIKE....COMMENT &VOTENYA biar semangat Punya😊...


...Saranghae🙏😘...