A Moment In The Past

A Moment In The Past
Episode 48 Back For Good



Pagi harinya, Mike berkutat di dapur memasakkan Karina Jeonbokjuk bubur nasi yang dimasak dengan abalone (siput laut) Selain punya rasa yang enak, abalon juga memiliki nutrisi yang cukup lengkap. Abalon kaya akan protein dan serat serta mengandung berbagai macam vitamin dan mineral, seperti vitamin A, vitamin E, vitamin B12, yodium, zinc, zat besi, kalium, dan magnesium. Tidak ketinggalan, ada satu lagi nutrisi penting yang juga dimiliki oleh abalon, yaitu asam lemak omega-3, yang sangat bagus untuk ibu hamil muda supaya lebih berenergi.



Setelah menata di meja makan, Mike membawa ke kamar untuk menyuapi Karina. Saat mau masuk kamar, Willy mendekatinya


"Hyung bagaimana kondisi Rin rin?"


"Sudah membaik, tetapi harus bedrest 5hari dulu, karena kemarin sempat flek sedikit " ucap Mike.


"Makanlah dulu setelah itu bantu istrimu membasuh tubuhnya, jangan sampai dia turun dari tempat tidur jadi bantu dia." ucap Mike singkat


"Baik kak" jawab Willy senang, lalu menuju meja makan dan mulai makan.


"Will kamu masak apa itu?" tanya Johan terheran melihat makanan di meja makan.


"Duduklah dan makanlah Kak, ini yang masak hyung namanya Jeonbokjuk, bubur khas Korea."ujar Willy sambil tetap makan.


"Mike bisa masak?"


"Heem bisa, kalo Rin rin sakit pasti hyung masakin makanan buat adiknya, karena masakan hyung sangat lezat."


Dengan ragu Johan mencicip bubur buatan Mike yang ternyata sangat lezat, sehingga langsung dihabiskan.


"Ternyata makanan orang korea sangat enak ya Will, masakan Karina ya korea semua?"


"Rinrin semua bisa kak, masakan Indonesia seperti soto, bakso, rendang, gulai,pecel sangat enak"ucap Willy bangga.


"Mbakmu Atik cuman pintar masakan Jawa timur, selain itu tidak begitu enak. Tapi kakak orangnya gampang masalah makan jadi gak masalah." ujar Johan.


.


.


.


.


"Oppa?? dimana ini?" tanya Karina bingung saat bangun sudah dikamar kakaknya dan terpasang infus.


"Jangan banyak gerak dulu Rin, kamu kemarin sempat flek, jadi harus bedrest 5hari ini nantinya" terang Mike.


"Bayiku tidak apa-apakan kak?"tanya Karina.


"Iya, baik-baik saja. Kehamilan bayi kembar membutuhkan banyak energi, makanlah ini kakak suapin" ucap Mike


"Kak mas Willy dimana?" tanya Karina sambil mencari Willy.


"Di luar sedang makan bersama kakaknya Johan.


"Kaaaak, maafin Karin yaah...jangan marah lagi yaah" bujuk Karina sambil menggenggam tangan Mike erat.


"Sudahlah Rin, sekarang yang penting kamu harus kuat hamil bayi kembar membutuhkan kondisi ibu yang kuat" ucap Mike yang terlihat sangat sedih.


"Rin kakak mau ke rumah sakit sebentar, biar Willy yang menemanimu hmm" ucap Mike sambil mengusap kepala Karina lembut lalu beranjak keluar memanggil Willy.


Tak lama kemudian Willy masuk kamar Mike, langsung memeluk Karina


"Maafin mas ya Rin, sampai mas teledor tidak merhatiin Rinrin yang baru hamil"


"Gimana badan Rinrin? Rinrin ingin makan apa?biasanya hamil gini ingin makan macam-macam"


"Karin gak papa mas, maaf membuat mas khawatir"


"Mas mandiin sekarang yah, kata hyung cuman dibasuh ditempat tidur yah?"


"Iya mas, mas gak kerja?" tanya Karina


"Hallo Riin..." tiba-tiba Johan sudah nongol di depan pintu.


"Hehehe masuk Kak Jo"


"Kakak periksa ya, gini-gini kakakmu dr kandungan loo, jadi jangan kuatir ada 2dokter yang menjagamu" ucap Johan bangga.


Lalu Johan memeriksa Karina, dari tekanan darah dan perut Karina


"Selamat ya Will akhirnya adikku menjadi seorang ayah, dijaga istrimu ini kakak resep kan vitamin penambah darah, kamu ambil di apotik yah"


"Makasih ya kak Jo" ucap Karina dan Willy tulus.


"Mas boleh Karin minta sesuatu?"


"Boleh...boleh banget Rin rin minta makanan apa heemmm" ucap Willy semangat.


"Bolehkah selama hamil Karin tinggal ditempat mama di perkebunan?"


"Boleeh banget Rin, mama pasti seneng banget bisa merawat menantunya hamil. Dulu waktu Atik hamil disuruh kesana, tapi Atik lebih nyaman disamping ibuknya sendiri di Surabaya." sahut Johan semangat.


"Iya kak, Karin tidak punya mama, kalau hamil gini pingin rasanya di dampingi mama, biar tidak takut kalau tiba-tiba ngrasa ada apa-apa" ucap Karin sambil menunduk dan meneteskan air mata.


Willy melihat itu semua hanya terdiam dan berpikir keras


Setelah mandi, Karina tertidur lagi karena obat yang dari Mike membuat dia harus banyak istirahat.


Willy menungguiin istrinya dengan setia, tiba-tiba Johan menepuk bahunya dan mengajaknya keluar kamar.


"Will, kakak mau pamit mau pulang, sebenarnya kakak kesini ingin menjemput kalian karena papa sakit Will"


"Tetapi karena kondisi saat ini tidak memungkinkan, jadi kakak akan bilang ke papa mama"


"Tentang keinginan Karin, biarkan Karin dirumah mama Will, hamil anak kembar sangat riskan Karin tahu itu dan dia takut fisiknya tidak terlalu mendukung"


"Seorang ibu hamil harus dalam kondisi tenang, dan bahagia sehingga kesehatan selalu terjaga, di perkebunan yang tenang sangat bagus untuk ibu hamil" kata Johan memberi nasehat.


"Iya kak Willy tahu, hanya sedih kalo Karin disana, Willy sendirian di sini"


"Pikirkan dengan tenang selama kamu cuti 1minggu ini, kakak ijin dulu yah sampaikan salam kakak ke Karina dan kakaknya."


Menjelang sore Mike pulang, lalu setelah mandi Mike memasakkan makanan buat Karina


"Hyung, biar saya bantu"


"Kamu temani Karin saja, biar aku saja yang masak, selama Karina hamil urusan makan biar aku yang masak makanannya harus sehat, higienis sehingga anak Karin tumbuh sehat"


"Makasih ya Hyung, tetapi bagaimana kalau hyung harus di rs"


"Tadi aku sudah mengajukan pengunduran diri dari dokter kepresidenan dan rs, tetapi selama 1bulan ini harus melatih pengganti ku, sambil mencari tempat untuk kita tinggal karena kita harus keluar dari sini" ucap Mike sambil terus masak.


"Kenapa hyung keluar?"


"Karina yang terpenting Will, terlebih kerjaanmu seperti itu, hamil bayi kembar sangat berat, hyung gak mau menyesal nantinya"


Kata-kata Mike benar-benar membuat Willy mencelos dan terdiam.


"Hyung...Karina ingin selama hamil didekat mama di perkebunan karena menginginkan selama hamil didampingi mama" ucap Willy lirih.


Mendengar hal itu Mike langsung berhenti memasak dan menarik nafas panjang.


"Karina tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ibunya sejak kecil, sama emak saja hanya sebentar, setelah menikah denganmu kriteria ibu impiannya ada semua di mamamu Will" ucap Mike dengan muka sedih.



"Ini Will, kamu suapin Karina ini bibimbap kesukaan Karina"


Saat Willy membuka kamar, Karina sedang menghadap tembok membelakangi pintu masuk.


"Rin makan dulu, ini bibimbap kesukaanmu" ucap Willy


"Ya mas" ucap Karina sambil tersenyum menutupi kesedihannya tetapi Willy melihat mata sembab Karina membuat hatinya perih melihat istrinya sedih.


"Diaduk dulu mas, cara makannya gitu" kata Karina lalu makan dengan lahap


"Mas icip dech enak ini"


"Pedes gak Rin?


"Nggaklah Oppa tau Karina gak bisa makan pedas dan asam, jadi kalau masakin buat Karina gak pernah pedas"


Lalu mereka berdua makan bersama sambil bercanda


"Rin..kalau Rin mau ke perkebunan mas bolehin kok, jadi Rin rin jangan sedih yaah" ucap Willy sambil mencium kening dan bibir Karina lembut.


"Makasih ya maas, besok setelah Karina sudah gak bedrest mau mengundurkan diri dari rs, dan full untuk anak kita mas." ujar Karina.


Pagi harinya Rini menengok kondisi Karina, dan Rini juga berpamitan kepada Karina


"Mitchiee, aku akan ikut bunda pulang ke desa ayah di Purwakarta"


" Selain menemani bunda yang harus keluar dari rumah dinas, supaya aku kuat berdiri Mitchie, disini dipenuhi kenangan mas Angga Rini gak sanggup padahal Rini harus bertahan hidup demi Kiran" ucap Rini sambil tersedu menangis


"Pusi aku juga mau pamit, setelah kondisiku sudah kuat, Karin mau tinggal di perkebunan mama Ina"


"Mas Willy ikut?


"Kelihatannya nggak Pus, mas Willy kan harus kerja, Karin nggak bisa egois minta mas Willy nemenin, mas Willy sangat senang menjadi tentara itu cita-citanya sejak kecil "


"Tapi Mitchie hamil jauh dari suami sangat berat, apalagi bayimu kembar. Aku saja kehilangan mas Angga sangat berat bagaimana hidup kita nantinya, tapi aku pasrahkan kepada Allah Mitchie."


"Yang tabah dan kuat ya Pusi, Karin yakin Pusi wanita hebat dan kuat" ucap Karina yang dipeluk erat sama Rini.


Tanpa setahu mereka Willy ikut mendengarkan curahan hati kedua wanita tersebut, membuatnya meneteskan air mata.


"Ya Tuhan betapa baiknya istri hamba, berusaha memahami hamba. Sedangkan hamba yang sudah kamu anugerahi bayi kembar dan istri yang baik masih egois memikirkan diri sendiri, maafkan hambamu ini Tuhan" batin Willy.


...***...


...TBC...


...Lanjut besok ya kesayangan Thoor, jangan lupa LIKE...LIKE....COMMENT & VOTE biar Thornya cemungut up nya😊☺...


...Gumawo🙏😘😘...