A Moment In The Past

A Moment In The Past
Episode 46 Hukuman Semesta



Saat Presiden Sukarno dan rombongan termasuk didalamnya Jendral Ahmad, Angga dan Mike sampai di Jakarta tiba-tiba langit Jakarta berubah gelap, padahal sebelumnya terang benderang, tak berselang lama terdengar Jeeeedueeeer....jeeedueeer!!! suara guntur bertalu-talu.


"Pak presiden suara gunturnya mengerikan yaah, baru kali ini saya mendengarnya" ucapan menteri Syahrir.


"Karinaaaaa!!!!" desis Mike marah.


"Bapak presiden mohon maaf kelihatannya saya harus segera pulang terlebih dahulu, perasaan saya tidak enak terhadap adik saya" ujar Mike langsung beranjak lari pergi tanpa menunggu jawaban dari presiden.


"Loooh...pak presiden belum jawab kok langsung kabur dr Kim, kok tidak ada sopan-sopannya" ujar salah satu menteri.


"Biarkan saja, tidak lihat apa muka dr Kim tadi terlihat cemas, biasanya juga dia selalu diam!" ucap pak presiden.


"Jendral Ahmad silahkan kamu pulang terlebih dahulu, saya sudah di jemput jendral Harsono" perintah pak presiden


"Siap pak, laksanakan" ucap jendral Ahmad lalu memberi hormat dan segera beranjak pergi bersama Angga.


.


.


.


.


.


Kembali lagi ke kediaman Jendral Ahmad, dengan perlahan Willy bergerak dan mulai sadar, saat membuka mata terlihat istrinya duduk sambil memeluk tubuhnya sambil bergetar menangis


"Riiin....mas tidak apa kok, jangan menangis hemmm...." ucap Willy sambil memeluk tubuh mungil istrinya.


"Loooh Rin ini kita dimana?" tanya Willy kebingungan melihat sekitarnya, lalu berdiri dan melihat bahwa dirinya berada di hutan bambu dibelakang rumah jendral.


Willy langsung berlari diikuti Karina menuju rumah Jendral dan menemukan banyak mayat tentara bergelimpangan. Melihat itu semua langsung memeluk Karina kuatir istrinya trauma


"Maafin Karin mas hiicks, Karin hanya bisa menyelamatkan mas saja, ta..tadi banyak pasukan lengkap dengan senjata langsung menyerbu masuk" kata Karina sambil terisak.


"Dokteeer Karina tolooong Bayu!! " teriak ibu Ahmad berlari tergopoh-gopoh sambil menggendong Bayu yang penuh luka.


Saat memeriksa kondisi Bayu, "Mas ayo buruan kita bawa ke rumah sakit, nadinya Bayu masih ada" ucap Karina.


"Bawa mobil itu Kapten" ujar bu Ahmad, kemudian bu Ahmad membawa kedua kakak Bayu untuk ikut ke rumah sakit.


Dalam perjalanan Karina langsung menusuk kan beberapa jarum ke titik-titik dalam tubuh Bayu untuk menghentikan pendarahan.


"Bagaimana kondisi Bayu dokter" tanya bu Ahmad cemas dan bergetar.


"Bayu banyak kehilangan darah, ini pendarahan sudah saya hentikan, apa golongan darah Bayu sama dengan ibu?" tanya Karina, sambil tetap berusaha memeriksa apakah peluru mengenai organ penting Bayu.


"Golongan apa dok?" tanya bu Ahmad kebingungan, membuat Karina memukul jidat nya jaman dulu, mana ngerti golongan darahnya apa..."stupid Karina" umpat Karina dalam hati.


"Nanti saat di rs akan saya tes golongan darah anda apakah sesuai dengan Bayu, supaya bisa transfusi darah" jelas Karina.


Saat sampai di rumah sakit, Karina dengan lincah memberi arahan kepada suster jaga untuk mempersiapkan ruang operasi, Bayu di tidur kan ke ranjang, kemudian dipasangkan infus lalu dibawa diruang operasi, dan Karina langsung berganti baju dengan seragam scrubnya lalu bersiap untuk mengoperasi dibantu oleh dr Dirga sebagai dr anestesi.


Sedangkan bu Ahmad beserta kedua anaknya menunggu di depan ruang operasi, sedangkan Willy langsung ke kantor pusat untuk mengevakuasi lokasi.


Operasi berjalan 2jam untuk mengeluarkan 3peluru yang menembus tubuh mungil Bayu, untung saja tidak mengenai organ vitalnya.


Karina segera keluar ruangan operasi, setelah selesai mengoperasi Bayu.


"Bagaimana Bayu dokter?" tanya bu Ahmad langsung saat melihat Karina keluar ruangan.


"Operasi berjalan lancar bu, berita baiknya semua peluru tidak mengenai organ penting Bayu, tetapi Bayu masih dalam kondisi kritis dan membutuhkan banyak darah."


"Mari ikut saya untuk melihat kecocokan darah ibu" ucap Karina sambil membawa bu Ahmad ke ruangan disamping ruang operasi


"Baik dokter" kata bu Ahmad sambil mengikuti Karina.


Karina kemudian meneteskan cairan rhesus (protein) ke sampel darah bu Ahmad dan Bayu, tak beberapa lama terlihat hasilnya ternyata keduanya memiliki golongan darah yang sama yaitu A rhesus+.


"Bagaimana dok? apakah sama?" tanya bu Ahmad


Dengan tersenyum Karina menjawab " Sama bu, jadi ibu bisa mendonorkan darahnya ke Bayu"


"Alhamdulillah dokter, ambil saja dok demi Bayu"


Karina kemudian kembali ke bu Ahmad sambil memberikan vitamin supaya tidak lemas setelah diambil darahnya.


Pada saat keluar ruangan, Karina segera diseret Mike menuju ruangannya, yang tiba-tiba berubah menjadi ruangan putih seperti dulu pada saat Karina pertama bertemu dengan Mike.


"Ooo...ppa..." ucap Karina gemetar ketakutan melihat kakaknya yang sudah mengenakan baju malaikatnya yang serba putih, dengan ekspresi dingin.



"Berlutut!!!"bentak Mike, membuat Karina langsung berlutut ketakutan.


"Kamu tahu apa kesalahanmu?"


"Iiii yaaa Oppa..."jawab Karina sambil bergetar


"Bukankah kamu sudah saya bilangin dari awal bahwa saat kamu kembali ke masa ini, dilarang merubah garis takdir yang sudah ada, karena akan merubah masa depan"


"Saat kalian menikah sudah aku ijinkan karena tidak ada pengaruhnya di masa depan, tetapi sekarang apa yaang telah kamu lakukan haaah!!!!!" bentak Mike


"Sudah aku peringatkan sejak awal jangan dekat-dekat dengan Willy, jangan jatuh cinta dengannya, kamu malah menikah"


"Apa salah Karina mempertahankan apa yang Karina punya sekarang!!!


"Karina tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari sejak kecil, saat Karina sedikit saja bahagia karena ternyata Karina mempunyai papa dan emak yang sayang Karina, tapi Tuhan mengambil Emak dan papa yang gak tahu hilang kemana dan Karina hanya bisa pasrah"


"Saat Karina melihat teman-teman Karin disayang-sayang mama dan papanya, Karin iri kak, Karin ingin punya itu semua."


"Sekarang Karina punya mama Ina, papa Hotman, ka Jo, mbak Atik, punya keponakan lucu dan yang paling penting Karin punya suami yang menyayangi Karina, Apa salaaaah Karina mempertahankan dan menjaga keluarga Karin, mereka KELUARGAA KARIN SENDIRI!!!!" jerit Karina sambil menangis histeris.


Plaaaak....."Tetapi tidak begini caranya, tidak melawan takdir dari Tuhan!!! bahkan kamu tidak merasa menyesal sama sekalii!!!" bentak Mike


"TIDAAAAK akan menyesal, bahkan jika di beri kesempatan untuk diulang, Karin tetap akan menjaga mas Willy, bahkan nyawa Karina akan Karin pertaruhkan untuk orang-orang yang Karina sayang!!!" ucap Karina menantang sambil menantang Mike.


" Kau pikir tindakan mu ini tidak ada konsekuensinya HAaahhh!!!"


"Konsekuensi apa? Karina siap menerimanya asal mas Willy tetap hidup dan menjadi suami Karin"


"Konsekuensinya nyawa dua anak kembar mu itu tidak akan selamat sebelum kamu lahirkan" ucapan Mike membuat Karina langsung lemas dan luruh terduduk


"Kakak pasti bohong!!!!Karina belum hamil" ucap Karina sambil menangis dan tidak percaya.


"Kamu sedang hamil dua bulan Rin, dan bayimu kembar....sekarang baru menyesal Rin?!! TERLAMBAT KARINA MITCHELL KIM" ucap Mike sinis lalu mau meninggalkan Karina.


"Tuunguuu Tunggu kaak, bukankah dulu kakak pernah bilang Karina mendapatkan 3 permintaan dari Tuhan betul?" tanya Karina penuh harap.


"Iyaaa, lalu apa permintaan selanjutnya" tanya Mike dingin.


"Karina meminta supaya dua bayiku ini tumbuh menjadi dua anak sehat, selamat, kuat sampai mereka tua nanti." ucap Karina dengan suara bergetar.


"Baik...done!!! tetapi sebagai ganti nyawa dua anakmu, maka nyawamulah yang akan diambil.....sekarang apa permintaanmu ke tiga ?"


"Permintaanku yang ketiga akan kuberikan kepada mas Willy, biarkan dia pakai" ucap Karina yakin.


"Tariiik permintaanmu Riiin!! Kenapa kamu tidak menyelamatkan dirimu sendiri HAAAH!!!" teriak Mike frustasi, sambil berjongkok didepan Karina dan mengguncang-guncang tubuh Karina.


"Karina sadar kak telah berbuat salah besar, dengan menentang dan melawan Tuhanku, tidak layak Karina untuk meminta hidup, biarkan orang-orang yang Karina cintai tetap hidup, hanya itu yang bisa Karina lakukan" ucap Karina sambil menunduk pasrah, membuat Mike lemas.


"Kamu tahu Rin nyawa siapa yang menggantikan nyawa suamimu?" tanya Mike sambil beranjak berdiri.


"S....si...siapa kak?"


"Pulanglah ke rumah dr Husein, bantu dan hiburlah sahabatmu!!!"


"Maas Angga!!!! tidak mungkin kak!!! mas Angga masih diluar bersama bapak presiden" ucap Karina panik.


"Presiden pulang bersama kakak dan jendral Ahmad, mereka tertangkap di jalan"


"Tidaaak....tidaaak....Pusiiii" teriak Karina langsung berlari keluar dan meminta tolong satpam RS untuk mengantar pulang pinjam motor punya dr James yang sedang pulang ke Belanda.



...***...


...TBC...