A Moment In The Past

A Moment In The Past
S2 Ep 24 Kemunculan Parvati



Selama di Indonesia Cathy benar-benar libur, tidak bekerja sama sekali, hanya mengantar jemput Saru, seperti saat ini.


Seperti saat ini hanya menikmati Cheesecake kesukaannya di sebuah kedai kue favorit nya sambil meminum greentea hangat di pojokan sambil menikmati mobil berlalu lalang di depan kedai sambil bermain laptopnya untuk meneliti surat-surat kontrak kerja yang ditawarkan beberapa perusahaan.


Karena terlalu sibuk, Cathy lupa bahwa dia adalah artis terkenal, sehingga wajah cantiknya mengundang banyak penggemarnya yang mulai memenuhi kedai roti tersebut.


Pluug....


Tiba-tiba sebuah jaket Hoodie sudah dipasangkan ditubuh Cathy, lalu sebuah masker dan kacamata hitam dipasangkan di muka Cathy.


"Eeeeh.....apa yaaang kamu lakukan??...." ujar Cathy kaget...tetapi langsung tersadar dan melihat sekitarnya


"Ayoo....pelan-pelan kita ke belakang kedai....pemilik kedai sudah menyiapkan kendaraan buat kita kabur" ujar seorang pria yang berkacamata hitam dan berhoodie hitam juga


Cathy hanya menganggukan kepalanya, dan segera membereskan laptopnyanya dan segera beranjak mengikuti pria tersebut menuju ke belakang kedai.


Ketika mereka mulai kabur, para penggemar Cathy segera menggila dan mulai mengejar Cathy....dan membuat kehebohan di kedai kue yang pada awalnya lengang.


Untung pemilik kedai tersebut baik hati sehingga Cathy bisa berhasil kabur melalui pintu belakang memakai mobil tuanya.


"Pfiiiiuuuh....akhirnya" ujar Cathy menghela nafas lega saat bisa kabur dari penggemarnya.


"Udah tahu terkenal...udah tahu cantiknya kebangetan....masih aja lupa menutupi mukanya" gerutu pria berhoodie itu.


"Yaaa....kan tadi sepiiii om " elak Cathy sambil mengembungkan pipinya karena kesal


Tapi tiba-tiba....mobil yang dipinjamkan pemilik kedai itu berhenti dan mogok tidak bisa berjalan meskipun Steve berusaha menstater mobil tersebut, lalu berusaha melihat mesinnya, ternyata karburator mobil tersebut rusak.Yaah pria berhoodie tersebut Steve yang sedang selesai fitnes di gedung sebelah kedai, biasanya setelah fitnes Steve meminum teh hangat di kedai tersebut yang mempunyai desain vintage dan selalu tenang.


"Bisa gak om diperbaiki?" tanya Cathy


"Karburatornya rusak, ini sudah aku panggilin bengkel, emang kamu keburu mau pergi Cat?"


"Aku harus jemput Saru oom....ya udah aku jalan aja dech, tinggal deket juga" ujar Cathy lalu beranjak pergi


"Woiiii....aku ikut, masak aku disuruh bengong disini" gerutu Steve


"Emang om gak ke rs?kadingaren(bahasa jawa untuk sesuatu hal yang jarang terjadi)?!!" ejek Cathy.


Sambil mengedikkan bahunya Steve menjawab " Kan sekarang aku pengangguran Cat"


"Kok bisa????....rumah sakit milik keluarga Rumengkang gimana?" tanya Cathy gak percaya


"Kan sudah dibeli keluarga Sutedja, jadi aku sudah tidak bekerja disana" ujar Steve santai


"Haaah...benarkah???...lalu kenapa om nggak keliatan sedih atau marah rs kebanggaan om kebeli orang lain?"


"Gak sedih kok...malah seneng jadi selama tiga tahun ini aku nikmati hidupku tidak harus ke rs, tidak harus mengurus orang sakit" jawab Steve sambil cengengesan


"Nggak sayang tuuch om, omkan dokter hebat...sekarang malah gak ngapa-apain" tanya Cathy masih heran


"Buat apa hebat Cat...aku hanya bisa menyelamatkan orang banyak, tetapi aku menyelamatkan anakku dan pernikahanku " jawab Steve dengan senyum miris.


Cathy terpaku dan tidak mengira bahwa ternyata Steve pun mengalami kehancuran yang dengan dirinya.


Setelah itu mereka berdua terdiam sepanjang jalan menuju sekolah Saru, sibuk dengan pemikiran masing-masing.


Saat sampai di sekolah Saru, Cathy melihat sesosok wanita cantik, mungil, dengan rambut terurai memakai kaos merah dan bercelana jeans yang sedang mengintip di jendela kelas Saru


"Apakah itu Paroo?....om tolong jemput Saru pas dia keluar oke"


"Woiii kamu mau kemana Cat?" teriak Steve karena Cathy langsung berlari meninggalkan dirinya diantara para emak-emak yang menatap Steve dengan pandangan terpesona.


"Waduuuh mati aku" gumam Steve lirih sambil menelan ludahnya pasrah.


Cathy langsung mendekati wanita cantik itu yang masih belum sadar disampingnya ada Cathy yang masih berusaha melihat wajah wanita tersebut



"Parooo....Parvati?" tanya Cathy sambil menyentuh bahu Parvati pelan


Tetapi Cathy dibuat terkejut karena Parvati melakukan gerakan cepat menarik tangan Cathy dan membantingnya ke tanah.


Tapi Parvati tidak tahu siapa yang dihadapinya, Cathy segera menarik tarik tangan Parvati dan tangan Cathy menyepak kaki Parvati, sehingga Parvati hilang keseimbangan, saat diatas tubuh Cathy, kaki Cathy segera menendorong tubuh Parvati sehingga posisi Parvati terbanting, setelah Parvati terkapar, tangan Parvati diplintir Cathy dan kedua kaki Cathy mengunci gerakan Parvati



"Can we talk now Paroo?"


"Who are you?How do you know my name?"


"My name Cathy, I know you cause Inder told me before about Saru's mom"


"Let me go first Cathy...its hurt"


"Promise me not to run ok?"


"Ok...i promise"


Saat mereka berdiri, Cathy baru menyadari telah menjadi tontonan, bahkan Steve sampai terbengong melihat seorang Cathy Rose yang selalu anggun dan tenang ternyata menguasai beladiri.


"Mooom....you are Daeeeebaaak!!" teriak Saru sambil berlari


Parvati mengira Saru memujinya, membuat Parvati tersenyum lebar, dan berjongkok ingin memeluk Saru yang berlari ke arahnya.


Tetapi dugaan Parvati meleset, yang dipanggil mommy adalah Cathy, karena Saru tetap berlari dan memeluk Cathy sambil berceloteh mengagumi Cathy dengan mata berbinar.


Cathy yang melihat kesedihan Parvati, langsung melepas pelukan Saru


"Saru...do you still wanna meet your mama?"


"Nope Mom....i' m already have mommy, that's you, so that's enough mom" jawaban Saru membuat Parvati berkaca-kaca


"Paroo...come here"


"But Cat...."


"Don't worry..." ucap Cathy yang menggenggam tangan Parvati lalu menarik mendekat


"Saru this isi your mama, say hai and huge her dear" perintah Cathy


"But mom...i don't want mama, i have you" ucap Saru bingung


"But you have 2mother, me and your mama Parvati that's her name. it's that so amazing right?" bujuk Cathy


"Really mom? am i am so amazing?" tanya Saru merasa bangga


"Yups dear...so goo huge your mama, she's missing you so much"


"Oke mom....hai mama" sapa Saru ceria lalu memeluk Parvati erat membuat Parvati menangis tergugu


"My sweety...mama miss you so much"


"Let my daughter go Paroo...you don't have that right to huge my daughter" tiba-tiba Inder datang dan membentak Parvati


"Inder....please listen her first, give her chance"


"Dad...don't yell with my mama" amuk Saru membuat Inder terdiam.


"Jangan dibiasakan membentak dihadapan Saru, dengarkan cerita dia, selesaikan masalah kalian terlebih dahulu"ucap Cathy tegas mengeluarkan aura bossynya


"Saru...Daddy and Mama need to talk, do you wanna play with mom and om Steve?"ajak Cathy


"Horee...yesss mom go!! " ucap Saru semangat 45


"Ayooo mas...kita cabut" ujar Cathy sambil menggeret Steve


"Woii Cat kita kagak ada mobil inih, kita pesan taxi aja ok" bisik Steve


Sambil tepok jidat dan meringis Cathy mengganggukkan kepalanya.


...***...


...TBC...