A Moment In The Past

A Moment In The Past
S2 Ep 6 Tahu Diri



Saat Steve merasa frustasi terhadap keluarga yang absurd, terlebih polah Caca yang semakin memperkeruh keadaan, Steve melihat tatapan terluka pria bermuka India dalam melihat Caca.


"Gileee Loe, beneran loe naksir putri keluarga Sutedja?" ucap Raul yang tiba-tiba datang dan menepuk punggungnya dari belakang.


"Buset loe Ul bikin kaget" ucap Steven sambil melotot.


"Steve sejak kapan kamu dekat dengan putri keluarga Sutedja, sampai Caca yang hanya mau dekat dengan Inder dan Yunfan mengklaim dirimu calon imam?" tanya Putri


"Sleramu dari dulu selalu dr cantik imut-imut ya Steve" ujar Raul


"Kalian berisik tau bikin puyeng, bukannya mbantuin" ucap Steve


"Mbantuin apaan?nemenin lamaran besok Steve?" tanya Raul bingung.


"Siapa yang lamaran, gile loe Ul...mbantuin cara menyelesaikan kesalah pahaman ini" ujar Steve kebingungan.


"Kesalah pahaman apaan?Steve aku kenal Caca dari kecil meski polahnya sering absurb dan barbar...tetapi anaknya gak pernah asbun (asal bunyi) jadi ketika dia bilang kamu calon iman maka dia sudah memutuskan begitu"


"Caca meski ceria dan manja itu hanya untuk keluarga, Inder dan Yunfan, selebihnya dia selalu mendirikan tembok pembatas yang sulit ditebus, Wibi anakku saja boro-boro bisa skinship kaya kamu tadi, ngobrol aja Caca hanya sepatah dua patah kata lalu kabur" curhat Putri.


"Cathy hanya ngusilin aku saja Put...kelihatannya ada hubungan dengan Jarjit"


"Jarjit???maksud loe Inder?Inder suka ...iyaa itu sudah keliatan banget, tapi Caca hanya menganggap sebagai kakak seperti Onel dan Khael" terang Raul.


"Brooo...lupain Karin, hidupmu masih panjang, kasian juga Karin ngga tenang mikirin kamu, sampai saat di hari terakhirnya pun Karin selalu mengkhawatirkan kamu, bangunlah Steve setidaknya cobalah mengenal Caca. aku yakin kamu akan kembali ceria kembali." nasehat Putri.


"Kalian punya no tlp Cathy??"


"Naah gitu dong, jadi cowok langsung move PDKT ini no wa Caca" jawab Putri.


"Kalau sama Yunfan?apa Cathy suka?"


"Caca dan Yunfan sejak mereka tk di Belanda selalu bersama, tetapi hanya sebatas saudara dan sahabat, Yunfan sering berganti-ganti pasangan juga...tetapi selalu melindungi Caca hanya itu meski kedua mama mereka sudah berusaha menjodohkan mereka" terang Putri.


"Sudah kamu coba kenali Caca, dia gadis baik-baik kok, aku jamin" bujuk Raul.


Sampai pulang omongan Raul terngiang di telinga Steve, sehingga malam harinya Steven VC Cathy, tetapi tidak direspon, sehingga WA Cathy bahwa ini Steve, baru dech Cathy merespon.


"Ya ada apa Om?" tanya Cathy jawab lemas.


"Kamu dimana malam-malam masih di luar memakai baju apa itu?"


"Baju babi om...aku barusan selesai menghibur anak penderita kanker, pelayanan gereja om."jawab Cathy lemas.



"Acaranya sudah selesai?"


"Udah...ini mau ganti baju lalu pulang, om telepon ada apa?"


"Besok kamu ada acara?"


"Jam berapa?"


"Habis jam 12 bisa?aku selesai praktek jam 12siang"


"Bisa oom, aku praktek jam 9 pagi kok"


"Baik aku jemput kamu dimana?"


"Oom di RS saja ntar Caca samperin sekalian nganter makanan ke Kak Khael".


"Baiklah...sampai besok"


"Ya om, makasih yaah sudah mau telpon Caca" jawab Caca sambil tersenyum meski terlihat sangat capai.


"Hmm...bye Cat"


"Bye oom" jawab Cathy lalu menutup telpon dan bersiap pulang karena badannya sudah sangat capai.


.


.


.


.


.


Pagi harinya Cathy bangun pagi dan bersiap untuk praktek, saat sedang berendam di bath up..Cathy baru teringat bahwa dirinya nanti janjian sama Steve...membuat Cathy bahagia dan dengan semangat memasakkan makan siang untuk Khael, dirinya dan Steve.


"Pagi sayang" sapa mama Ariana sambil mencium pipi Cathy


"Pagi Ma"


"Kamu masak buat bekal Khael?kok banyak amat sayang?" tanya Ariana.


"Hehe...nanti om dokterku ngajak ketemuan waktu Maksi ma, daripada jajan Caca masakin aja ma" ucap Cathy dengan muka bahagia.



"Hahaha jadi beneran ini kamu sudah suka sama om dokterku?"


"Maaa yang boleh panggil om dokterku cuman Caca...mama panggil lainnya oke!!" kata Cathy sambil tersenyum


"Hahaha iya deeh terserah Caca aja, o ya ntar malam kita jamu apa buat dokter kesayangan mu Ca?"


"Terserah mama aja, kelihatannya om dokterku nggak rewel tentang makanan"


"Hemm....Makanan Indonesia aja gimana Ca?" tanya Ariana.


"Boleh ma...ya udah Caca bersiap dulu ya Ma, sudah ada janji dengan pasien nanti jam 9 pagi ini"


"Oke sayang, ini bekal mama hangatin nanti baru mama bawa ke klinik ya Ca"


"You're the best ma, Gumawo Ma!" ucap Cathy lalu mencium tangan dan pipi mamanya.


Siang harinya tepat pukul 11.00 praktek Cathy sudah selesai, lalu menuju ke ruang mamanya.


"Assalammualaikum ma..." sapa Caca sambil mengetuk dan melongokkan kepalanya di pintu ruangan Ariana.


"Waalaikumsalam Wr wb Ca...masuk Ca, bekalmu sudah mama hangatin ini, kamu mau berangkat? pake pak Sapari ato sama Onah?" tanya Ariana.


"Sendirian aja ma...Onah baru nyiapin baju-baju buat Gerald dan Geva, untuk dibawa kita nanti malam berangkat ke Hongkong" ujar Cathy.


"Baiklah, hati-hati ya jangan capek-capek ntar malam masih harus perjalanan jauh"


"Waalaikumsalam Ca" ucap Ariana sambil tersenyum.


Perjalanan dari klinik Caca ke Rs Karya medika ditempuh Caca selama 45 menit, saat sampai di RS Cathy menuju ke ruang kakaknya Khael.


Tookk....tok...


"Masuk" jawaban dari dalam.


"Kak..." sapa Cathy sambil tersenyum lebar.


"Masuk Ca...kamu masakin apa Ca?" tanya Khael.


"Macam-macam ini...kakak sudah selesai praktek?"


"Sudah tapi nanti jam 13.00 ada operasi 1lagi" ucap Khael yang masih sambil mengerjakan di laptopnya.


"Kak...aku taruh disini yaa, aku pergi dulu ya kak" pamit Caca.


"Loo kamu gak makan bareng sama kakak Ca?" tanya Khael heran.


"Nggak ini buat om dokterku kok kak" ucap Caca dengan mata berbinar.


Sambil menghela nafas panjang dan menatap Caca dengan prihatin "Ca...jangan terlalu berharap dengan dr Steve, dia sangat mencintai istrinya bahkan kisah cinta mereka sudah terkenal di rs ini, kakak tidak mau kamu tersakiti dan sedih" ucap Khael serius.


" Iya kak, jangan kuatir" ucap Cathy lalu beranjak pergi keluar ruangan Khael.


Setelah bertanya dimana ruangan dr Steve, akhirnya Cathy sampai juga di ruang priksa dr Steve, yang menurut suster tinggal 1pasien didalam.


Cathy duduk di depan ruang periksa dan mendengar perbincangan didalamnya.


"Dok ini istrinya ya?" tanya sebuah suara bapak-bapak yang merupakan pasien Steve.


"Iya pak, ada apa memangnya pak?"jawab Steve ramah


"Cantik sekali ya dokter, umur berapa dok, kok masih imut-imut sekali"


"Ini foto dia 14th yang lalu pak masih imut hehehe".


"Oooo...tapi pastinya masih terlihat cantik dok"


"Kalo masih Karin masih ada, pasti iya pak"


" Ooh maaf dokter saya tidak tahu, apa dokter tidak berminat mencari penggantinya kan dokter masih muda dan tampan?cucu saya cantik dok kalo dokter mau"


"Hehehe bapak bisa saja....tetapi maaf pak, rasanya saya sudah tidak ada niat mencari wanita lain pak, saya sudah nyaman dengan kondisi saya saat ini" ucap Steve tegas.


Tanpa Steve tahu, Cathy mendengar ucapan itu lalu segera berdiri dan memberikan bekal maksinya ke suster asistennya Steve, lalu kembali ke tempat duduknya tadi, tepat saat pasien terakhir Steve keluar dan Steve langsung melihat Cathy.


"Barusan datang Cat?" tanya Steve.



"Annyeong Dok" sapa Cathy sambil tersenyum.


"Masuk Cat, kamu sudah makan?mau aku pesanin makan atau kita keluar untuk makan siang?" tanya Steve.


"Terimakasih dok, maaf tadi Caca sudah makan bareng kak Khael....ada apa ya dokter memanggil ku?" tanya Cathy langsung to the point dengan memasang muka datar.


Steve mengernyitkan alisnya karena merasa heran kenapa memanggil ku hanya dokter tanpa embel-embel om dan bersikap manja seperti biasanya.


"Sebenarnya cuman mau tanya, mamamu suka bunga apa?karena rasanya aneh datang-datang tidak membawa apa-apa" jawab Steve juga to the point.


"Tidak usah bawa apa-apa, ntar kalo bawa bunga bisa-bisa digorok papaku yang super posesif"


"Jangan kuatir nanti Caca jelaskan ke mama dan papa bahwa kita tidak ada apa-apa, itu hanya Caca ngusilin dokter" terang Cathy dengan tenang.


Mendengar pernyataan Cathy, seharusnya Steve senang, setidaknya masalahnya terselesaikan, tetapi entah kenapa dadanya merasa nyeri.


"Hanya ini saja? kalo sudah maka Caca minta pamit dulu dok" ucap Cathy langsung beranjak berdiri.


Dengan masih terbengong, Steve hanya mengangguk dan mengantar Cathy keluar.


"Pergi dulu dok, sampai nanti malam" ucap Cathy dengan raut muka datar.


"Apakah kamu terburu-buru Cat?"


"Iya ada janji dengan pasien jam 13.30" ucap Cathy langsung beranjak meninggalkan Steve yang masih bengong


Saat akan berbalik Steve melihat suster dan asistennya sedang memakan 2box bekal lengkap.


"Eeh dokter Steve, maaf ada yang bisa kita bantu?" tanya Haris asisten Steve.


"Beli dimana box makanan itu?" tanya Steven


"Ooh dari adik dr Khael, yang artis cantik itu dok, yang barusan bertemu dengan dokter, ada apakah dok?" tanya Haris bingung karena Steven terlihat kaget.


"Ooh tidak apa, nanti tolong pesankan makan siang seperti biasa" ucap Steve lalu beranjak masuk kembali ke ruangannya.


Tanpa setau Steve, ada sepasang mata yang melihat kejadian tersebut sejak tadi, karena merasa jengkel lalu langsung menyusul Steve masuk tanpa mengetuk lagi.


"Woiiii sekali-kali ketuk diri kenapa hah?!!" omel Steve.


"Steve umurmu kan harusnya kan sudah menjadikan kamu lebih peka bukan?" ucap dr Frans sahabat Steve.


"Apa maksudmu Frans, gak paham aku?" tanya Steve sambil mengernyitkan alisnya bingung.


"Sudah 14tahun kepergian Karin Steve, relakan Karin Steve...kasihan cewek yang sungguh-sungguh mencintaimu kamu buat dia mundur langsung"


"Aku masih paham kalau kamu sering menolak para wanita yang menggodamu dengan seronok, tapi kalau kali ini kamu keterlaluan Steve" ucapan Frans ketus


"Cewek?mencintaiku?aku gak pernah nglakuin apa-apa hari ini" tanya Steve bingung.


"Catherine Rose, dia sudah datang sambil membawakan bekal, tetapi omonganmu membuat dia mundur Steve" ucap Frans marah.


"Apa dia mendengar omonganku dengan Pak Kadi? itukan hanya untuk menolak memberi harapan dia untuk menjodohkan cucunya Frans" jelas Steve langsung mulai paham perubahan sikap Cathy tadi.


"Kalau kamu ada sedikit hati untuknya kejar dia Steve, jangan sampai menyesal dikemudian hari" ucap Frans lalu meninggalkan ruang Steve.


...***...


...TBC...


...Jangan lupa LIKE....LIKE...VOTE.....VOTE....& Commentnya yah supaya novel ini masih bertahan di sini yaah😊...


...Gumawo🙏😘😘...