
Pada saat acara selesai, mereka kembali ke barak masing-masing untuk beristirahat, dan beberapa orang besok ikut kembali ke jakarta termasuk diantaranya Karina, suster Rini, keluarga Willy, Angga.
Setelah beberes buat pulang besok pagi, Karina sembunyi-sembunyi mencari Willy, beberapa kali Karina kebingungan bagaimana mencari Willy di dalam barak para tentara, mau masuk malu, minta tolong dipanggilin juga malu.
Serka Bintoro melihat dr Karina yang berjalan bolak balik penuh keraguan dan kebingungan di depan barak tentara membuatnya tersenyum geli sambil bertanya
"Dok mencari calon suaminya yaa???!! tunggu ya dok saya panggilkan!" lalu langsung masuk ke dalam barak.
"Eeeeh.duuhh gara-gara mas Willy nich jadi salah paham!" gumam Karina sambil mengacak rambutnya.
Tiba-tiba dari belakang Karina terdengar suara bariton "Riiin....cari mas?"
"Jiaaaah...bisa nggak mas gak ngagetin Karin!" omel Karina.
Dan dari barak terdengar banyak suara siulan menggoda Willy.
"Haha...kaget atau gugup Rin?" goda Willy sambil menaik-naikkan alisnya.
"Ada apa cari mas?nggak bisa tidur sendiri yaah?"
"Mas Karin mau omong serius, bisa gak?" kata Karin ketus.
"Hehe..maaf ya Rin, yuuks .....mas ada tempat bagus buat kita ngobrol" kata Willy sambil menggandeng tangan Karin menjauh dari barak supaya tidak diganggu.
"Ini disebut bukit bintang Rin, orang sekitar sering kesini untuk melihat kunang-kunang atau bintang jika cuaca cerah seperti saat ini" jelas Willy.
"Naah Rin rin mau omong apa?"
" Mas bisa gak bilang sama papa dan bang Johan bahwa itu salah paham, kita gak nglakuin apa-apa, jadi gak perlu tanggung jawab" kata Karina frustasi.
"Mas jawab gak bisa, papa sudah sayang dan suka banget sama kamu"kata Willy
"Mas aku nggak bisa menikah dengan mas, mas belum mengenal Karin, Karin juga belum mengenal mas!" kata Karina.
" Mas tahu Karina ndak bisa nikah apa karena Steve?"tanya Willy.
"Iya....Karina gak bisa mas"ucap Karina lirih.
"Bukankah Steve sudah gak Rin?" tanya Willy.
"Iya dia tidak ada disini....tapi masih ada disini mas! ucap Karina sambil menunjuk dadanya.
"Maaf Karina yang salah telah memberi perilaku yang membuat mas jadi suka, mulai sekarang lebih baik sekarang kita jaga jarak mas!" kata Karina tegas lalu mulai beranjak pergi.
"Mas gak nyuruh Rin rin melupakan Steve karena mas tahu mas tidak sebanding dengan Steve yang dokter, sedangkan mas hanya tentara, tenaga kasar, mas cuman mau Rin kasih kesempatan mas untuk mengenal Rin dan keluarga Rin..."
"Kalau tentang salah paham, mas rasa mas tidak salah tangkap, Rin harus jujur sama perasaan sendiri apakah benar Rin tidak suka sama mas, karena mas rasa kita mempunyai perasaan yang sama" kata Willy sambil menggenggam tangan Karina.
" Mas iiih....Karina nggak pernah ya lihat pria dari pekerjaannya" kata Karina sambil melepas genggaman Willy dan cemberut..
"Maskan tahu Karin takut berdekatan dengan pria....nggak malu apa ntar punya istri aneh kaya Karin?"tanya Karina pelan.
"Bagus dong...jadi yang bisa nyentuh cuman mas seorang, mas gak pernah malu Rin...bahkan mas pingin bersama-sama nyembuhin ketakutan Rin...." kata Willy sambil mengerling jahil.
"Mas lihat Rin rin sudah mulai sembuh, sekarang sudah periksa tanpa sarung tangan, masker dan jaket lagi"
"Mas gak nanya gitu kenapa Karin seperti gini?" tanya Karina.
"Mas percaya kalau Rin rindu siap cerita pasti bakalan cerita"
"Mas Karina dulu pernah...." Karina terlihat gelisah dan mulai ketakutan.
Greeep...dipeluknya tubuh Karina dengan erat "Gak usah cerita hmm...mas terima Rin apapun keadaannya"
"Ya maksud mas, apapun kondisi Karina setelah peristiwa ....itu terjadi" kata Willy sungguh-sungguh.
Karina menatap mata Willy mencoba mencari kebohongan didalamnya tetapi ternyata tidak ada, hanya ada kejujuran.
"Mas apa mas mengira Karina sudah diperkosa?"tanya Karina
"Beluuum mas, saat itu Kak Lang dan Steve menolong Karin. Meski begitu Karin masih selalu ketakutan dan terbawa sampai menjadi mimpi buruk" jelas Karina sambil menunduk, dan langsung dipeluk Willy.
"Rin apakah dilakukan ayahmu?" tanya Willy pelan.
"Bukan mas ...tapi ayah tiri Karina yang melucuti baju Karina dan memberikan kepada bandot tua itu!" jawab Karina dengan tubuh bergetar dan menangis tersedu-sedu dalam pelukan Willy.
Setelah tangisan Karina reda, Karina menceritakan keluarga Karina dan Willy juga menceritakan keluarganya.
"Mas apa masih mau terima Karina? Karina tidak punya siapa-siapa hanya kak Mike saja, sedangkan keluarga mas keluarga yang lengkap sempurna, Karina hanya anak ha..."sebelum Karina selesai bicara mulutnya dibungkam dengan mulut Willy.
"Massspghhhh...."Karina memukul dada Willy.
"Apapun kondisimu mas tetap sayang ama kamu Rin, belum pernah dalam hidup mas..mas tertarik dengan seorang wanita selain kamu Rin" kata Willy sambil memeluk Karina, yang membuat jantung Karina berdebar-debar.
"Sudah malam mas, dingin......Massss ya ampuun lihat banyak kunang-kunang beterbangan!!!"teriak Karina kegirangan (maklum di jakarta tahun 2020 mana ada kunang-kunang coba hihihihi makanya Karina terkagum-kagum)
Sambil dipeluk Willy Karina memandang takjub suasana malam tersebut diatas bukit bintang.
"Rin ciuuum..."rengek Willy didepan barak dokter.
"Mas iiih......., tadikan udah" kata Karina dengan muka merah.
"Rin bobok bareng lagi aja yuuk, dingin inih kan enak bobo sambil meluk Rin rin apaaa kita nyicil buat Willy junior aja yuuk " kata Willy watados.
"Massss dosa iih malam natal, mas mesum banget siichh...udah sana bobo!!!"usir Karina.
"Mas gak bisa bobo, bobok di barak kosong sana yukkss! sepiii" rayu Willy.
"Ogah ntar ada hantu nya mas hiiiyyy...."
"Hantu nya kabur Rin lihat kita buat Willy Junior..mereka langsung cari pasangannya" kata Willy songong.
"Mas masih bandel, ntar Karin sunat baru nya hook!!"ancam Karina.
"Jangan dong Rin, ntar kamu gak bisa aagh uuugh...dong di malam pertama kita"
"WILLLIAM PUTRA SIMORANGKIR!!! dasar bocah gemblung, sanaaa tidur jangan ganggu mantuku!!" teriak ayah Willy dengan suara bass membuat Willy dan Karina kaget setengah mati.
"Jangan bikin malu keluarga to Will, semua pada denger suara baritonmu itu...huszzz husszzz sana!" usir Johan.
"Kenapa malu kan sama calon bini kak" kata Willy tetap ngeyel.
Karina sampai geleng-geleng melihat polah Willy.
"Sudah masuk sana nak Karin, ora sah digagas calon bojomu iki(tidak usah dipikir calon suamimu ini), ngisin-ngisin ogh koe (malu-maluin kok kamu) Will" omel Dr Simorangkir.
...***...
bersambung😁
tinggalkan jejak donk, makasih sebelumnya ya 🙏😘