A Moment In The Past

A Moment In The Past
S2 Ep18 Cathy's Hurt



Saat masuk di ruangan Yunfan mengakui kesalahan kepada Putri dan Raul dan memohon ijin untuk menikahi putrinya


Raul yang pada awalnya ingin menghajar Yunfan tetapi melihat Tatia yang menangis dan memeluk Yunfan erat, membuat dirinya mengurungkan niatnya.


"Jangan kau sakiti Tatia yah Fan...dia putriku satu-satunya, sayangi dia seumur hidupnya" ucap Raul tegas


"Masss aku gak setuju mas, dia cowok brengsek mas!!"


"Kalau brengsek dia gak menjaga Caca sampe sekarang, kalau brengsek dia gak bakalan bersujud meminta ijin kita untuk menikahi putri kita....sayang aku tidak mau karena keegoisan kita membuat cucu kita dan putri kita hidup tanpa suami atau ayah di sisinya"


"Cukup mas saja yang dulu yang membuat kamu menderita bersama Wibi, untuk saat ini aku ingin cucuku merasa lengkap dengan papa mamanya" ucap Raul sambil merengkuh tubuh istrinya yang menangis.


"Om dan tante jangan kuatir, saya tidak mau apa yang dialami Caca juga dialami anakku dan istriku, Yunfan melihat bagaimana Caca bertahan supaya tetap waras meski setiap tahun seperti malam ini Caca bakalan kumat psikosomatis (kondisi kejiwaan akibat trauma kejadian yang menyakitinya sangat berat, membuat penderita menderita sakit di fisiknya biasanya dengan naiknya suhu badan dan tidak sadarkan diri)" jelas Yunfan lalu terdiam


"Tante dengarkan nyanyian Caca itu...itulah rasa yang Caca rasakan, dia sudah lelah dan sakit, makanya tante jangan menyalahkan Caca ketika memutuskan mau menikahi Inder, dimana Inder selalu di sisi Caca, dan putrinya membuat Caca bisa tersenyum dan berdiri lagi" jelas Yunfan


Putri langsung terduduk lemas merasa bersalah karena kemarin dia melabrak Caca karena dia pikir Caca melupakan putranya yang meninggal dan hidup bahagia bersama pria lain, padahal Putri melihat kehancuran Steve, meski Putri tahu Steve salah.


"Tapi Steve ya hancur Fan, dia hidup seperti robot lebih hancur daripada saat kehilangan Karin" ucap Putri lirih


"Cathy juga tan, sudah terlalu banyak luka yang diberikan Steve untuk Cathy" ucap Yunfan sambil mengingat saat Cathy masih menjadi istri Steve.


Flashback on


Tak terasa sudah hampir satu tahun pernikahan Steve dan Cathy, tetapi jangan harap mereka berdua semakin mesra, Steve tetap sibuk di rs dan beberapa kali Cathy harus pergi ke luar negeri karena masih terikat kontrak dengan JP Production, sebuah agensi artis terkenal di Korea.


Meskipun Cathy sibuk bekerja tetapi tetap saja selalu menghubungi suaminya melalui vc, ataupun chat dengan suaminya.


Bahkan sering mengajak Steve makan malam bersama, tetapi karena jadwal operasi Steve yang memiliki pasien yang banyak, membuatnya sering lupa sudah berjanji untuk datang.


Cathy berusaha memahami suaminya dan sering merasa bersalah karena harus meninggalkan kerja, maka ketika ada waktu untuk istirahat dia pake untuk pulang ke Indonesia, seperti saat Steve ulang tahun, Cathy memasak makanan kesukaan Steve dan segera menuju ke Rs untuk memberi kejutan tetapi saat sampai di depan ruangan Cathy mendengar pembicaraan para suster


"Kasihan ya dr Steve, percuma punya istri artis cantik, sudah jarang di rumah, gak perhatian pula bahkan saat ultah gini boro-boro nemenin suami, malah main film dengan bintang korea ganteng-ganteng"


"Iya bener makanya dr Steve lebih baik pulang ke rumah istrinya yang dulu, istri yang selalu mencintai sampai meninggal dalam pelukan dr Steve"


"Diapa-apain yah istri pertama itu yg terbaik, istri kedua itu bayangan istri pertama"


Mendengar itu membuat dada Cathy sesak dan segera menuju ke mobil lalu menangis tersedu-sedu


"Non...apakah nona baik-baik saja" tanya Kento kuatir melihat nona mudanya yang biasanya ceria menangis.


"Ken kita ke perkebunan ya, hubungi pesawat oma * ucap Cathy sambil terisak


"Baik non, jangan menangis lagi ya" ucap Kento sambil tetap mengendarai mobil sambil menghubungi pilot pesawat milik oma Yara.


Karena terlalu capek menangis Cathy tertidur, menyebabkan Kento harus menggendong Cathy untuk naik pesawat, dan terbang ke Bandung, lalu dilanjut naik mobil yang dikendarai Kento menuju rumah perkebunan.


Saat sampai rumah pak Sena atau rumah keluarga Karina, tampak lengang membuat Cathy mengitari rumah ke arah belakang dan tampak suaminya dengan pak Sena sedang berbincang sambil menatap perkebunan


Cathy yang sangat merindukan suaminya ingin segera menghambur dalam pelukan suaminya, tetapi segera menghentikan gerakannya saat mendengar ucapan Steve yang membuat Cathy sangat sakit di hatinya.


"Mas nggak pulang?"


"Enakan disini Sen, di setiap sudut rumah ini mas masih melihat Arin, jadi mas gak kesepian" ucap Steve.


"Laa kan mas sudah nikah, cantik dan muda pula masak ya gak bisa move on dari kak Karin"


"Cantik sich tapi gak pernah ada Sen, aku juga gak bisa nyegah dia ....dia masih muda, karirnya dia baru di puncak"


"Mungkin dulu aku terlalu tergesa menikahi Cathy, lupa kalau perbedaan usia kita yang jauh akhirnya tampak di rumah tangga kami"ucap Steve


Cathy langsung berbalik dan berlari menuju mobil dan meminta Kento untuk pulang, sambil menangis keras


"Nooon....ya ampuun ada apakah denganmu?" tanya Kento kebingungan.


"Pulang ya Ken...pesankan tiket ke Korea, besok malam kita berangkat" ucap Cathy pelan


.


.


.


.


Tiga hari setelah masa cuti Steve kembali ke apartemennya yang tampak lengang seperti biasa, membuat Steve menghela nafas dan segera menuju kamar dan tampak sebuah kado dan saat terbuka tampak sebuah sepatu, kemeja, dasi, sabuk dan manset beserta kartu ucapan selamat ultah


Happy Birthday mas, semoga Tuhan selalu melindungi mas, selalu sehat, semoga panjang umur sehingga kita bisa melewati bersama sampai kita tua nanti yah


Love


dari istrimu yang imut


💖Cathy


NB: mau kasih surprise ternyata terkejut sendiri karena mas gak bisa dihubungi hp nya😱😢



Steve langsung teringat sudah 3hari hpnya off, dan saat dihidupkan ada 50 message, 1500 panggilan dan satu video semua dari Cathy


Steve membuka satu persatu message nya dan video saat Cathy menyalahkan lilin di roti dan memakan sendiri masakannya


Melihat itu semua, Steve merasa bersalah karena telah salah mengira ternyata istrinya peduli dan menyayangi dirinya


Sampai di terakhir message tertulis


Bulan depan anniversary kita mas, pleaseee mas luangin waktu nya yah!! Cathy ingin memberi hadiah istimewa buat mas, pakai hadiah dari Cathy ya Mas


Steve lalu tersenyum lebar dan menelpon balik Cathy, tetapi yang mengangkat Onah dan mengatakan Cathy baru syuting.


Dalam satu bulan, Cathy sangat susah dihubungi, apabila terjawab yang menerima selalu Onah dan Inah.


Steve mulai galau, ada apa dengan istrinya apakah Cathy marah kemarin gagal memberi kejutan


3hari sebelum anniversary, Cathy akhirnya menjawab telepon Steve bahwa besok dia pulang ke Indonesia.


Steve mengambil cuti 1bulan, karena Steve ingin memperbaiki rumah tangganya dengan Cathy.


Keesokkan harinya Steve menata apartemennya serapi mungkin, dan mendapat ajakan untuk bertemu dengan teman sma Steve di sebuah restoran nanti malam


Steve pikir ikut saja terlebih Cathy sudah ijin untuk makan bersama crew nya dan akan pulang jam 9 malam.


Di restoran rombongan Smanya Steve heboh sambil bernyanyi riang, karena habis makan dan minum dingin terlalu banyak membuat Steve harus ke belakang.


Saat menuju ke toilet Steve melihat rombongan Cathy sedang tertawa dan makan bersama.


Steve ingin mengajak untuk dikenalkan ke teman-temannya


"Caa akhiiirnya satu tahun berlalu yah, selamat ya Ca...!!" ucap tulus Inah


"Iyaaa akhirnya aku bisa bebas merdeka, rasanya capek 1tahun ini aku tersiksa harus selalu menghadapi sifatnya yang kadang hangat seringnya dingin"


"aing setuju Ca, lihat kamu tidak bahagia dan selalu tertekan, sudah benar jika kamu meninggalkannya" ujar Inah


"Kamu nyesel yah Ca...."


"Iyaaah tau menderita seperti ini, dulu gak usah setuju bujuk rayu dia" ujar Cathy


Steve yang mendengar itu semua membuat Steve emosi dan segera meninggalkan cafe tersebut.


"Ternyata kamu tidak bahagia menjadi istriku" ucap Steve sedih, marah dan terluka.


Sampai di apartemennya, Steve langsung membuka salah satu minuman. anggur koleksinya.


.


.


.


Tepat pukul 8.45 Cathy sudah sampai di apartemennya, tetapi apartemen lampunya belum ada yang menyalakan.


Saat Cathy mau menyalakan lampu, tiba-tiba


Duuugh....sebuah pukulan mengenai tengkuk Cathy, membuat pandangan matanya mulai menggelap dan akhirnya jatuh.


...***...


...TBC...


...Siapa yang memukul Cathy yah???...