A Moment In The Past

A Moment In The Past
S2 Ep 26 Mencintaimu dengan Melepaskanmu



Saat sampai di klinik, Cathy dan Steve segera memeriksa kondisi Parvati yang masih belum sadar


Setelah memeriksa, Cathy memandang Steve


"Apakah dugaan Caca sama seperti mas?"


"Iya...kita harus bawa ke rumah sakit Karya Medika, klinik ini tidak bisa menanganinya" ujar Steve


"Baik, aku akan hubungi Khael untuk mempersiapkan operasi kepada Parvati" ujar Cathy


"Baiklah, aku akan berbicara kepada Inder tentang kondisi Parvati" ucap Steve lalu segera menemui Inder


"Bagaimana kondisi Parvati Steve?" tanya Inder


"Apakah Parvati pernah mengalami kecelakaan sehingga mengalami cedera di kepala nya?" tanya Steve


"Iya dia bahkan sempat koma 3tahun" jawab Inder


"Diagnosis sementara dariku adalah ada tumor di kepala Parvati, mungkin dulunya waktu pendarahan di otak, tidak segera diobatin, sehingga darah tersebut menggumpal dan akhirnya menjadi tumor"


"Kita akan bawa ke rumah sakit Karya Medika dimana peralatan lebih lengkap dan canggih, untuk mengetahui posisi tumor dengan tepat"


"Baiklah aku menurut saja, berikan yang terbaik untuknya" ujar Inder


"Tapi inder ada resiko dari operasi tumor ini, selain peluangnya 50:50, ada efek yang bisa terjadi yang perlu kamu tahu"


"Pasien bisa menjadi buta, atau susah berbicara, atau gangguan motorik lainnya, karena di otak banyak syaraf-syarafnya, jadi banyak resiko terjadi" terang Steve


Mendengar hal tersebut, Inder langsung jatuh terduduk


"Tidak adakah cara lainnya untuk menyembuhkannya Steve, dia hanya sendiri sendiri di dunia ini, suaminya sudah dibunuh ayahnya sendiri, dan sekarang dia diburu oleh ayahnya"


"Semoga diagnosisku salah, kita segera MRI dan lihat hasilnya jadi bisa tahu secara pastinya"ujar Steve


"Mas ambulance sudah sampai, kalian yang naik ke ambulance, aku menyusul bersama Saru yah" ucap Cathy


Ketika Cathy sampai, sambil menggendong Saru yang tertidur dalam pelukannya Cathy segera menuju kantor Khael


"Kak ... dimana pasien yang bernama Parvati?"


"Sebentar kakak cek, tadi sich sudah aku ada kan ke spesialis neurolog-onkologi(dokter spesialis syaraf, otak yang mengarah ke kanker dan tumor) dr Heru" ujar Khael sambil menelpon


"Saru ditidurkan dikamar kakak saja Ca, kasihan posisi tidurnya tidak nyaman"ujar Khael


"Baik kak"


Setelah menelpon, Khael menuju ruang tempat dia istirahat


"Ca...siapa itu Parvati?kenapa Inder sangat mengkhawatirkannya?" tanya Khael to the point


"Parvati adalah mama kandung Saru kak" jawab Cathy pelan


"Apakah dia ingin meminta haknya kepada Inder? bagaimana hubungan kalian, tinggal sebentar lagi kalian menikah" ucap Khael kuatir terhadap Cathy


"Entah kak....Parvati tidak berniat merebut Inder dan Saru dariku jangan khawatir kak" ucap Cathy sambil mengusap dahi Saru


"Tetapi sangat berat seorang ibu terpisah dari anaknya kak, aku sangat mengerti bagaimana rasanya itu" ucap Cathy dengan tatapan kosong


"Sekali ini bersikaplah egois, perjuangan cinta kalian sangat panjang, pertahankanlah itu" ucap Khael lalu meninggalkan adiknya


"Egois hmm....aku sangat menyayangimu putriku Saru, tetapi mamamu selama ini juga sangat menderita dan membutuhkanmu untuk bertahan hidup" ucap Cathy sambil menangis dalam diam


"Butuh sandaran untuk menangis Cat?" tiba-tiba Steve sudah berada dibelakang Cathy


"Darimana mas tahu aku disini?"


"Saat kamu datang aku sudah tahu dan mengikuti mu" jawab Steve


"Sekarang jadi penguntit hmm...?"


"Namanya usaha Cat...kali beruntung" jawab Steve sekenaknya


"Usaha apaan?"


"Usaha ndeketin Jancan ( janda cantik)" jawab Steve sambil mrenges


"Pengangguran selama tiga tahun sangat merubahmu ya dr Steve?" ejek Cathy


"Haruslah berubah, aku nggak mau jadi dugan (duda ganteng) terlalu lama" jawab Steve Narsis


"Jancan, dugan...istilah apa itu" ejek Cathy


"Istilah dr Steve lah" jawab Steve bangga


"Hahaha dasar dr songong!!" ucap Cathy


"Gak apalah daripada kaku, mboseninkan"


"Iyain ajalah biar mas puas" ucap Cathy pasrah


"Gak aah, jadi males nangis" jawab Cathy


"Baguslah....jangan menangis lagi, sudah cukup dirimu menangis terus" ucap Steve sambil mengusap bahu Cathy


"Terimakasih yah selama tiga tahun ini sudah menolongku dari balik layar" ucap Cathy membuat Steve memucat wajahnya


"Gak usah sampe pucat gitu kali mas" ejek Cathy


"Darimana kamu tahu?"


"Felling mantan istri" ucap Cathy enteng


"Hahahaha....maaf ya selama ini aku tidak berani secara terang-terangan membantumu. aku takut kamu masih membenciku" ucap Steve dengan tersenyum miris


"Iya selama tiga tahun ini kita sama-sama terluka, maafkan aku mas"


"Kamu tidak salah, aku saja yang bodoh tidak memahami perasaanku, setelah kehilangan mu aku mulai sadar bahwa cintaku terhadapmu itulah cinta sebenarnya"


"Dengan Arin mungkin karena kami selalu bersama sejak kecil, sehingga terlalu nyaman dan aku mengartikan itu cinta cinta, tetapi saat bersamamu aku merasakan sebuah debaran, cemburu buta dan ketakutan kehilangan suatu perasaan yang belum pernah aku rasakan"


"Tetapi aku selalu rendah diri dihadapanmu dan keluargamu...untuk menutupinya maka aku selalu diam dan kaku"


"Maafkan aku Cat...baru sekarang berani mengatakan kepadamu"ucap Steve lirih


"Terimakasih sudah mengatakannya mas, kita berteman ...." ucap Cathy sambil mengulurkan tangannya


"TTM oke" tawar Steve sambil mengerling jahil


"Maumuuu oooom" omel Cathy


"O ya bagaimana kondisi Parvati"


"Tadi saat di MRI aku melihat hasilnya di layar monitor, dugaan kita benar"


"Besarkah?"


"Belum kalau tidak salah diameter 2cm, tapi nanti kita lihat diagnosis dr Bagus"


"Semoga tumor jinak ya mas"


"Iya, tetapi bila tumor itu terlalu menempel di otak, akan sangat besar resikonya"


"Inder dimana?"


"Menungguin Parvati, tadi sempat sadar" jelas Steve


"Diruang mana mas?"


"Ayo aku anterin" lalu mereka beranjak keluar sebelumnya Cathy meminta tolong suster Emma untuk menemani Saru tidur


Parvati di tempatkan di ruang persiapan operasi, karena kondisinya harus segera diambil tindakan operasi



Saat sampai di depan ruangan, tampak terlihat Inder memeluk tubuh Patvati erat sambil menangis, Cathy juga mendengar ucapan mereka


"Inder jaga Saruu untukku, lindungi dia...maafkan aku sudah merusak hubunganmu dengan Cathy" ucap Parvati lirih


"Kamu harus bertahan Paroo, demi Saru dia masih membutuhkanmu sebagai mamanya, aku mohon Paroo" ucap Inder


"Apakah Saru masih membutuhkanku Inder?"


"Sangat...oleh karena itu berjuanglah kami menunggumu" ucap Inder


Cathy yang melihat itu tersenyum dan tidak jadi masuk ke dalam


"Cat...kamu baik-baik saja?"


"Mungkin ini yang dirasakan Inder saat melepaskanku menikahimu mas..."


"Karena terlalu mencintaimu, maka aku melepaskanmu...sekarang waktuku untuk melepaskan Inder supaya mereka menjadi keluarga utuh" ucap Cathy bergetar


...***...


...TBC...


...Apakah Cathy jadi menikah dengan Inder? atau mereka tetap menikah dan Paroo mati?๐Ÿ˜ณ...


...Yuuks kasih pendapat kalian๐Ÿ˜...


...Ini novel sudah mau End di seasson kedua ini, terimakasih buat para pembacaku yang setia berkenan membaca dari seasson 1 sampai kedua ini...


...Ada novel baru loo, coba mampir yah๐Ÿ™๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š...