
Akibat teriakan Arnetta dan Khael membuat Cathy secara spontan melepaskan tangan Steve dari pinggangnya, sedangkan respon Steve bukannya melepaskan Cathy malah hanya merubah posisi tangan yang tadinya di pinggang sekarang di bahu Cathy
"Kak....Net bisa aku jelaskan" belum selesai Cathy ngomong tiba-tiba beberapa wartawan yang sedang meliput pernikahan Arneta dan dr Harsa putra politisi terkenal di Indonesia, langsung merubungi berita hot seorang artis penyanyi internasional telah bertunangan.
"Benarkah Cathy anda telah bertunangan?"
"Kapan anda bertunangan? lalu kapan menikahnya?"
Serbuan pertanyaan para wartawan dan banyaknya sorotan lampu kamera dan jepretan foto membuat Steve yang sangat awam terhadap situasi ini memasang muka awkward, Cathy yang sudah sangat terbiasa hanya menanggapi dengan tersenyum, lalu menarik tangan Steve untuk menjauh dari para wartawan dibantu security anak buah keluarga Harsa lalu masuk ke mobil yang dikendarai oleh Khael dan melesat meninggalkan gedung dengan pengawalan dari keluarga Harsa.
Di dalam mobil suasana mobil sangat tidak mengenakkan
"Ca....hubungi Onel dan Wibi untuk membersihkan berita ini, jangan sampai papa tahu" perintah Khael.
"Baik kak" jawab Cathy lalu segera menghubungi kakaknya Onel yang sangat pandai menguasai IT dan mempunyai jaringan kuat di bidang media telekomunikasi di Indonesia.
"Maaf ya om, ulah Caca bikin masalah buat om lagi...Caca janji besok Caca akan menggelar konferensi pers untuk menjelaskan kebenarannya" ucap Cathy menyesal sambil menatap Steve.
"Besok kakak dampingi bersama Inder dan umumkan pertunanganmu bersama Inder"
"Kaak....tapi..."
"Inder sudah melamarmu secara resmi di keluarga kita, dan papa sudah menyetujuinya " ucap Khael ketus sambil menatap Steve tajam.
Steve melihat Cathy hanya menunduk pasrah
"Kenapa kita tidak bertunangan dan menikah beneran Cat, besok kita tunggu papa dan mamamu pulang nanti aku akan melamarmu secara resmi" ucap Steve sambil menggenggam tangan Cathy.
Ucapan Steve membuat Cathy terbengong dan kebingungan.
"dr Steve, menjauhlah dari adikku mulai sekarang....Setelah konferensi pers besok, segera kamu langsung terbang ke Jepang dan tinggallah disana bersama Inder" ucap Khael.
"Baik Kak.....kita mau kemana ini? kok tidak ke rumah?"
"Kita anter dr Steve lalu sementara kamu tinggal di apartemen Inder...Inder sudah menunggu"
"Dok dimana rumahnya?" tanya Khael
"Residence Kuningan dokter Khael" jawab Steve
Ciiiiit......tiba-tiba Khael mengerem mendadak
"Shiit Caa...Oma sudah tahu" umpat Khael
Steve merasa bingung karena tiba-tiba di depan sudah ada mobil yang mencegat dan tampak turun beberapa pria berbadan besar dan langsung membuka pintu tempat Cathy duduk
"Nona muda, saya Kento Watanabe siap melayani anda mulai sekarang...mari ikut saya nenek anda sudah menunggu anda nona" ujar cowok suruhan oma Yara
"Paman Sinjo dan paman Takada mana?"tanya Cathy sambil berjalan menggandeng Steve mengikuti Kento
"Bikin masalah lagi nona muda ?" tanya Sinjo dengan senyum miringnya yang langsung keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil buat nona mudanya.
"Hehehe salah paham aja kok paman" ujar Cathy sambil nyengir.
"Sekarang Kento akan mengikuti anda kemanapun anda berada nona Caca" jelas Sinjo
"Hffft....disuruh oma pasti" jawab Cathy singkat.
"Iya karena anda sering bandel non, jadi nyonya khawatir"
"Baiklah, memang sudah waktunya bukan aku mempunyai pengawal pribadi....semoga kita bisa kerjasama ya Kento" ucap Cathy sambil menepuk bahu Kento yang sedang menjalankan mobil menuju rumah nenek Cathy.
"Iya Nona Caca" jawab Kento singkat
Kento Watanabe (35th) pengawal baru Cathy, anak didik dari Sinjori pengawal setia dari omanya Cathy.
Saat sampai di rumah Oma, Cathy mengikuti Sinjo dan Kento masuk ke dalam rumah dan terlihat di dalam oma sudah duduk di ruang keluarga
"Omaaa!!" sapa Caca lalu memeluk neneknya.
"Dasar gadis bandel.....untung papa dan mamamu sedang pergi, gimana coba kalo ada bisa jadi peyek kamu di gecek-gecek" omel Yara
"Maaf nek....besok Caca meluruskan beritanya"
"Diakah pria yang menggodamu?" ucap Yara dengan nada dingin
Melihat perubahan neneknya membuat Cathy segera berdiri di depan Steve melindungi dari neneknya.
"Om dokterku tidak salah oma, Caca yang meminta bantuan karena Andi ngotot mendekati Caca, oma masih ingatkan Andi Hendrawan?" jelas Cathy.
Yara yang melihat untuk pertama kalinya Cathy begitu melindungi seorang pria, dulu saat Yunfan dan Inder terkena marah, Cathy hanya terdiam dan tidak melindunginya.
"Nama saya Steve Rumengkang nyonya, maafkan saya tadi juga memperkeruh suasana nyonya, tetapi saya akan bertanggung jawab" ucap Steve.
"Oom..." belum selesai Cathy ngomong tangan Cathy langsung digenggam erat Steve.
"Kita lanjut besok...Ca ajak dr Steve untuk beristirahat di joglomu, kalian pasti lelah" ucap Yara lalu segera meninggalkan mereka berdua sambil tersenyum diam-diam
"Yuuks om ikut aku" ajak Cathy ke belakang rumah omanya ke sebuah joglo kecil tempat Cathy bila ke rumah oma selalu tidur di sini.
"Om mau mandi?ini oma sudah nyiapin baju buat ganti" tanya Cathy sambil memberikan piama buat Steven dan menunjukkan kamar mandi.
"Oke Cat, aku mandi dulu ya" pamit Steve lalu masuk kamar mandi, karena merasa gerah karena udara Jakarta saat ini memang sedang panas.
Setelah selesai berendam dan mandi, Steven merasa segar kembali dan saat keluar dari kamar mandi tercium aroma sedap.
Steve segera berjalan mencari keberadaan Cathy ternyata Cathy dengan menggunakan piyama, rambut yang dicepol ke atas sedang memasak di dapur mini.
Steve terkagum melihat kejutan lain dari seorang Cathy, ternyata bisa memasak dan terlihat luwes di dapur membuatnya kecantikannya berlipat di mata Steve.
Karena merasa diperhatikan, maka Cathy segera menengok ke belakang lalu tersenyum
"Oom laper tidak? ini Caca masak fettucine carbonara...hehe tadi di pesta gak sempat gara-gara Andi " ucap Cathy sambil mengembungkan pipinya jengkel.
"Mau Ca...aku tadi juga belum sempat makan"ucap Steve sambil tersenyum.
Setelah selesai masak Cathy segera membawa dua piring fettucinenya ke meja makan sambil membawakan jus apel dan strawberry.
Selama makan, mereka hanya berdiam dengan pikiran masing-masing, setelah selesai makan Steve membantu Cathy berberes meja makan
"Enak gak om masakan Caca?"
"Enak, ini habiskan" jawab Steve sambil membawa piring ke dapur.
"Sini om, Caca cuciin" ucap Cathy
"Istirahatlah, cuman cuci piring aku biasa melakukannya" ucap Steve
"Oklah oom, aku tinggal yaah" ucap Cathy lalu beranjak meninggalkan dapur dan menyiapkan selimut buat Steve.
Setelah selesai mencuci piring, Steve menyusul Cathy yang sedang duduk sambil mendengarkan musik dan menulis sesuatu di buku.
"Sudah ya om? ini selimut buat om ya" ucap Cathy.
"Kamarku dimana Cat?" tanya Steve yang mulai bingung karena saat masuk ke joglo ini tidak terlihat sebuah kamar sama sekali.
"Kita tidur di sini om, om yang sebelah situ yang lebih panjang sofanya, Caca di sebelah sini" terang Cathy
"Kamu gak kuatir tidur bersamaku?"
"Nggak om, kan beda sofa lagipula kalo om macam-macam di luarkan ada Kento dan beberapa anak buah paman Sinjo " ujar Cathy santai.
"Cathy dan teman-teman kalau tidur di rumah Oma selalu suka disini, seperti tidur di alam " terang Cathy.
"Cat...boleh tanya?"
"Boleh...mau tanya apaan?"
"Apakah kamu akan benar-benar bertunangan dengan Inder?"
"Besok rencana mau ngajak ngomong dia, karena aku sudah satu bulan tidak pernah berhubungan dengannya, jadi aku gak ngerti lamaran dia"
"Apakah kamu menyukainya Cat?"
"Kenapa om tanya itu?....om cemburu yaa?" goda Cathy yang ditanggapi Steve diam tanpa ekspresi.
"Caca pinginnya menikah dengan pria yang mencintai Caca, jadi kalau Inder benar-benar mencintai Caca ...ya udah kita menikah" jawab Cathy enteng.
Steve memandang Cathy dengan tatapan tajam, entah kenapa hatinya tidak rela Cathy menikah dengan pria lain.
"Kenapa om melihat Caca begitu? gak rela? emang om sudah mencintai Caca dan melupakan tante Karina?" tanya Cathy yang langsung membuat hati Steve mencelos.
Melihat Steve yang bungkam dan melihat kearah lain, membuat Cathy tersenyum kecut
"Kalau gak bisa, gak usah bilang mau bertanggung jawab dan melamar Caca Om...Caca bukan bayangan tante Karina, kita jelas lain Om" ucapan Cathy benar-benar menohok dan membuat Steve hanya bisa bungkam.
"Caca tidur dulu ya oom, besok masih banyak yang harus Caca lakukan....selamat malam om" ucap Cathy langsung merebahkan tubuhnya memunggungi Steve, dan dalam diam Cathy menangis dan berusaha memejamkan mata.
Steve memandang punggung Cathy yang sudah tertidur, ikut merebahkan tubuhnya sambil menatap langit-langit plafon sambil memikirkan omongan Cathy.
"Kenapa hatiku sakit melihat dia dengan lain, tetapi aku juga gak bisa melupakan Karina....ya Tuhan apa yang harus aku lakukan" batin Steve.
...***...
...TBC...
...Gaess bisa minta tolong untuk LIKE novelku ini yah 🙏🙏 sehingga novel ini bisa tetap bisa disini...
...Gumawo yah sebelum nya Lope u pull😘😘...