
"Haha...ha.ha...sayang kamu gemesiiiin deech kalau gitu...hmmmmpfh" teriak Willy yang lalu dibungkam Johan dan diseret sama dr Hotman ke tempat duduk yang jauh dari para tentara yang sudah melihat tingkah polah Willy.
"William bisa kamu jelaskan ke papa dan kakakmu tentang hubungan mu dan Karina?" tanya dr Hotman dengan muka serius.
"Willy mencintai Karina pa, ini baru Willy sadari saat disini 3bulan berjauhan darinya dan melihat dirinya disini membuat Willy yakin untuk menikahinya pi." kata Willy.
"Kalo melihat memang kamu yang keliatan ngebet Will, tapi bagaimana dengan Karina?" tanya Johan.
"Karina mempunyai trauma sehingga dia tidak mau bersentuhan dengan semua pria kecuali kakaknya dan Steve, apabila terpaksa harus bersentuhan dia selalu memakai sarung tangan, bahkan untuk duduk saja dia tidak mau bersebelahan, selalu menjaga jarak. Tetapi denganku sudah berapa kali dia mengobati ku tanpa sarung tangan, kemarin mau memeluk ku erat dan mau tidur aku peluk dan juga mau aku cium tanpa dia muntah-muntah kak." jelas Willy.
Duuugh...duugh...plak...plak...."Kamu mikir tidak akibat perbuatanmu haah!!!gimana pandangan orang terhadap Karina"
"Aduuu....duuh pa sakiit dari tadi dipukulin mulu Willynya!!" rengek Willy sambil meringis kesakitan.
"Pokoknya Will, besok kita pulang Jakarta, papa jemput mama, kita langsung lamar Karina, apa dia masih punya orangtua?" tanya dr Hotman.
"Iya pa, Willy memang mempunyai rencana langsung lamar Karina dan langsung menikah. Karina hanya tinggal bersama kakaknya pa dr Michael Kim, sedangkan kalo tidak salah keluarga besarnya ada di Solo, nanti aku tanya Karina" jawab Willy.
...***...
Ketika malam harinya, malam natal setelah beberapa tentara dan para tenaga medis yang merayakan dengan berdoa bersama, Karina juga ikut dan dipaksa ikut rombongan keluarga Simorangkir, dimana dr Hotman dan dr Johan sangat antusias menerima Karina sebagai calon keluarga, membuat Karina salah tingkah dan hanya diam pasrah.
Setelah itu semua berkumpul dan saling bernyanyi dan bercanda, beberapa tentara dan para medis satu persatu menyumbang kan suaranya, meski beberapa bersuara sumbang tetapi semua sangat bersuka ria, terutama saat dr Karta memainkan gitar nya.
Tiba giliran Karina untuk bernyanyi, Karina meminjam gitar dr Karta dan mulailah terdengar suara merdu Karina
...Ucapkanlah kasih satu kata yang kunantikan...
...Sebab ku tak mampu membaca matamu...
...Mendengar bisikmu...
...Nyanyikanlah kasih senandung kata hatimu...
...Sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini...
...Sebab ku meragu pada dirimu...
...Reff...
...Mengapa berat ungkapkan cinta...
...Padahal ia ada...
...Dalam rinai hujan, dalam terang bulan,...
...Juga dalam sedu sedan...
...Mengapa sulit mengaku cinta...
...Padahal ia terasa...
...Dalam rindu dendam, hening malam...
...Cinta terasa ada...
...Cinta - Acha Septriasa...
...Jangan tanyakan perasaanku...
...Jika kau pun tak bisa beralih...
...Dari masa lalu yang menghantuimu...
...Karena sungguh ini tidak adil...
...Bukan maksudku menyakitimu...
...Namun tak mudah 'tuk melupakan...
...Cerita panjang yang pernah aku lalui...
...Tolong yakinkan saja raguku...
...Pergi saja, engkau pergi dariku...
...Biar kubunuh perasaan untukmu...
...Meski berat melangkah...
...Hatiku hanya tak siap terluka...
...Beri kisah kita sedikit waktu...
...Semesta mengirim dirimu untukku...
...Kita adalah rasa yang tepat...
...Di waktu yang salah...
...Hidup memang sebuah pilihan...
...Tapi hati bukan 'tuk dipilih...
...Bila hanya setengah dirimu hadir...
...Dan setengah lagi untuk dia...
...Pergi saja, engkau pergi dariku...
...Biar kubunuh perasaan untukmu...
...Meski berat melangkah...
...Hatiku hanya tak siap terluka...
...Beri kisah kita sedikit waktu...
...Semesta mengirim dirimu untukku...
...Kita adalah rasa yang tepat...
...Di waktu yang salah...
...Lalu untuk apa kau datang?...
...Rindu tak bisa diatur...
...Kita tak pernah mengerti...
...Kau dan aku menyakitkan...
...Pergi saja, engkau pergi dariku...
...Biar kubunuh perasaan untukmu...
...Meski berat melangkah...
...Hatiku hanya tak siap terluka...
...Beri kisah kita sedikit waktu...
...Semesta mengirim dirimu untukku...
...Kita adalah rasa yang tepat...
...Di waktu yang salah...
...Di waktu yang salah...
...Waktu yang Salah - Fiersa Besari...
Banyak tentara yang bertepuk tangan, tetapi ada dua pasang mata yang menatap Karina dengan penuh perasaan. Kemudian tiba giliran Angga untuk disuruh menyanyi
"Karena saya tidak bisa menyanyi, bagaimana saya kalau saya bermain gitar dan dr Karina menyanyi" kata Angga
Katakata Angga disambut riuh sama para penonton, membuat Karina salah tingkah, lalu mendekat Angga.
"Mas mau main lagu apa?"tanya Karina gugup karena dia gak paham lagu jaman ini lagu apa.
"Juwita malam, Karin bisa?"tanya Angga.
"Karya Ismail Marzuki kan ya mas?"jawab ragu Karina.
"Iya, Rin! Karin bisa?"tanya Angga lagi, dan dijawab dengan anggukan.
...Juwita Malam - Ismail Marzuki ...
...Engkau gemilang malam cemerlang...
...Bagaikan bintang timur sedang mengambang...
...Tak jemu-jemu mata memandang...
...Aku namakan dikau juwita malam...
...Sinar matamu menari-nari...
...Masuk menembus ke dalam jantung kalbu...
...Aku terpikat masuk perangkap...
...Apa daya asmara sudah melekat...
...Juwita malam siapakah gerangan tuan...
...Juwita malam dari bulankah tuan...
...Kereta kita segera tiba...
...Di Jatinegara kita kan berpisah...
...Berilah nama alamat serta...
...Esok lusa boleh kita jumpa pula...
...Ooooooyeeeeahh...
...Ju... wita malam siapakah gerangan tuan...
...Juwita malam dari bulan kah tuan...
...Kereta kita segera tiba...
...Dijatinegara kita kan berpisah...
...Berilah nama alamat serta...
...Esok lusa boleh kita jumpa pula...
...Esok lusa boleh kita......
...Jumpa pula...
Banyak tepukan dan sorak sorai para tentara, acara itu berlangsung sampai malam, ketika semua bergembira hanya Willy yang baper dan ditertawakan oleh Johan.
"Sainganmu berat William hahaha sahabatmu sendiri pula" ejek Johan.
"Makanya kamu tergila-gila Will, calon menantuku sangat cantik dan menarik, sainganmu pasti banyak" kata dr Hotman.
"Makanya buruan dilamar Will, kelihatan nya sainganmu susah kamu taklukan, karena bakalan nekat juga." kata Johan.
Mendengar itu semua, Willy makin kebit-kebit apalagi melihat Angga selalu menempel Karina setelah bernyanyi bersama.
...***...
Akhirnya sudah aku up ceritanya, yuuks jangan jadi silent reader dong, kasih vite dan like nya biar makin semangat upnya 😊😘😘😘🙏🙏🙏🙏