
Setelah acara selesai, Karina dan Willy malam itu tinggal dirumah Karina baru keesokkan harinya mengikuti keluarga Willy ke rumah perkebunan di daerah jawa barat sana.
Setelah makan malam bersama keluarga, Karina mandi lagi karena gerah memakai gaun meski sudah bukan gaun pengantinnya, saat keluar kamar mandi Mike dan masuk kamarnya sudah menunggu Willy yang sudah segar juga setelah mandi dan memakai piama couple dengan Karina
Melihat Karina yang terlihat cantik, Willy menarik Karina dengan cepat Dan membawanya naik ke pangkuannya.
Bulu mata Karina mengerjap beberapa kali, tertegun oleh hal yang baru saja terjadi, ia tertunduk gugup dengan jemari yang tiba-tiba terasa berkeringat ketika tangan Willy membawa kedua tangannya melingkari leher pria tersebut.
Telunjuk Willy menaikkan dagu Karina agar mata mereka dapat kembali bertemu, Willy mengamati Karina yang mampu membakar perlahan tubuh Karina.
"Aku memuja dan mencintaimu Karina Kim" bisiknya yang begitu dekat dengan bibir gadis itu hingga hembusan nafasnya menerpa kulit bibir Karina, membuat Karina gugup.
Kedua tangan Willy mencengkram pinggang gadis tersebut, kemudian menarik keatas piama Karina, pandangan Karina berdebar oleh tindakan Willy, ia dapat melihat mata Willy berkilat menginginkannya.
Tubuh Karina meremang ketika kedua tangan Willy menerobos masuk ke punggungnya dari bawah, Willy mendekatkan wajahnya menghirup dalam pada ceruk leher Karina yang sekarang menjadi candu baginya.
Mata Karina terpejam olehnya, hembusan nafas itu melemahkan tiap sarafnya.
Willy membelai punggungnya dengan begitu lembut memuja. Ia menarik Karina semakin merapat pada tubuhnya, membuat Karina Tak ada pilihannya untuk menikmati rengkuhan pria itu dengan memeluk kepala Willy, membiarkan rahang dengan rambut halus itu merayu disetiap kulit leher Karina.
Karina tanpa sadar menengadahkan wajahnya ketika lidah Willy menjelajahi pada lehernya bersamaan dengan bibir basah pria tersebut.
Jemari Karina lemah, kini ia hanya mampu mengusap pundak Willy. Willy mengecup bibir Karina lembut dan meninggalkan jejak panas dibibir Karina yang kemudian mulai mengecup sepanjang rahang Karina, memanjakan kulit gadis yang ia cintai, kemudian mempertemukan bibir mereka.
Karina terkesiap memejamkamkan matanya menerima getaran hangat itu lagi, jantungnya semakin Tak berima teratur saat menyadari atasan bajunya ntah pergi kemana.
Keduanya terpejam membiarkan bibir mereka memgambil alih. Sapuan lembut bibir bawah Willy pada bibir atasnya membuat Karina tersiksa, keduanya saling ******* penuh kasih yang semakin semakin menuntut untuk lebih.
Tangan Willy secara perlahan mengusap perlahan tubuh Karina membuat Karina mendesah. Bibir Willy kembali menyesap lembut bibir atas Karina, menghisap Manis gadisnya begitupun Karina menyambut hangat bibir Willy yang membuat tubuhnya menginginkannya.
Willy merebahkan tubuh Karina diranjang, bibir Willy menyesap bibir bawah Karina lebih dalam, membuat gadisnya terpejam sesaat, menikmati hunjaman cintanya.
Lidah mereka saling mengetuk, merayu bibir Karina untuk membebaskan mereka dalam menjelajahi cinta.
Karina Tak mampu menolak sensasi yang semakin memompa jantungnya merdu.Bibirnya terbuka, menyambut membiarkan lidah dan tubuh mereka menyatu untuk pertama kalinya saling menyanjung dengan mesra.
Ia mempererat pelukannya pada leher Willy, jemarinya mulai bergerak tak terkendali di sela rambut Willy ketika lidah prianya yang begitu meluluh lantakkan jiwanya sehingga teralihkan rasa sakitnya derap nafas mereka beradu bersama mencapai tingkat kepuasan penuh rasa cinta.
Pada kenyataannya Willy Tak membiarkan diri mereka tidur lebih cepat malam itu, Willy terus memberikan serangan yang mengguncang dunia Karina secara bertubi-tubi, membuat mereka berkali-kali mencapai langit tertinggi.
Matahari sudah semakin menyilaukan ketika Willy dan Karina masih setia merengkuh dalam baluran mimpi di tengah-tengah kekacauan ranjang yang telah mereka ciptakan.
Willy mendekap kepala Karina didadanya yang bidang. Sedangkan Karina dengan nyaman memeluk tubuh Willy yang hangat dan keras.
Dekapan itu terlampau nyaman sampai mereka Tak benar-benar membutuhkan selimut untuk menghangatkan tubuh polos mereka.
"Ya Tuhan, jam berapa sekarang?" ucap lirih Karina, dengan hati-hati, Karina terpaksa merelakan diri untuk terlepas dari rengkuhan Willy yang menyelimutinya sepanjang malam.
Kepalanya menengok dan seketika mata itu membulat melihat jarum jam dinding kamar sudah menundukkan pukul 9.30. Karina cepat-cepat bangkit dari ranjang, ya Tuhan, tulang-tulang ditubuhnya seakan retak, karena perseteruan mereka semalam, dan merasakan nyeri bagian bawahnya saat kakinya mulai menapak lantai
"Isssh.!!"...erang Karina
"Mas bangun kita terlambat upacara pernikahan mas Angga!!ucap Karina masih dengan meringis mencari bajunya.
"Jam berapa memangnya sekarang Rin?" ucap Willy serak dengan mata masih terpejam.
"Jam 9.30 mas, ayooo buruan bantuin Karin sakit ini ih!!"
Willy langsung terbangun kaget ternyata sudah siang dan melihat istrinya yang kesusahan berdiri, langsung mencari celana piamanya dan memakaikan baju piama istrinya lalu menggendongnya ala bridal style menuju kamar mandi, dan memandikan Karina dan dirinya sendiri dengan cepat.
Saat keluar kamar mandi, Mike memberikan salep ke Willy "Pakaikan ke Karin untuk mengurangi sakitnya, hyung tunggu buruan kita berangkat bersama" ucap Mike singkat dengan wajah datar lalu meninggalkan mereka dan menunggu di teras.
Setelah Karina diberi salep, segera berdandan secepat kilat memakai kebaya brokat coklat muda dipadu padankan dengan jarik motif yogya, dengan rambut di gelung cepol, sedangkan Willy memakai celana berwarna senada dengan kebaya Karina dengan memakai kemeja warna biru langit.
Setelah semua siap, mereka berangkat memakai mobil milik keluarga Willy menuju rumah Rini.
Sampai disana hampir saja acaranya dimulai Angga sudah ngomel-ngomel karena ternyata cincin pernikahan mereka dibawa Willy.
"Gila kamuu Will...bikin jantungan aja, bisa dipenggal aku sama mertuaku" omel Angga
"Maaf Ngga...beneran maaf ketiduran kita" ucap polos Willy membuat para tamu yang mendengar tertawa
"Hahaha dasar pengantin baru!!" teriakan teman-teman tentara yang membuat muka Karina semakin merah merona.
"Nggak usah tertawa kamu Pusi, lihat aja besok baru dech ngrasain kalo tentara itu ganass!!" omel Karina membuat Rini langsung menelan ludahnya.
.
.
.
...***...
...TBC...