
Inder Pariharr adalah putra tunggal dari Rajiv Pariharr hakim ternama di India dan Rae Sita seorang artis dari Indonesia, Rae Sita meninggal setelah melahirkan Inder dan Rajiv tidak mau menikah kembali, Inder kecil dibesarkan oleh bibi nya Maya Sita seorang fashion desainer di Indonesia, karena banyaknya musuh dari ayahnya di India.
Meski hanya tinggal bersama dengan bibi nya, tetapi Inder dilimpahi kasih sayang oleh bibi nya, sampai kemudian tragedi terjadi saat Inder lulus SMA dan mendapat beasiswa di Oxford di jurusan hukum, bibi May dipenjara karena membunuh suaminya karena membela diri dari amukan suaminya yang pemabuk, dan Inder sangat marah karena ayahnya tidak mau membantu bibi nya.
Sejak itu hubungan ayah dan anak keluarga Pariharr terputus, terlebih saat Inder tinggal di asrama di Inggris.
Dua tahun sudah Inder tinggal di Inggris kuliah dan bekerja di firma hukum sahabat bibi May untuk biaya hidupnya, hidup Inder yang kosong dan sepi mulai berwarna saat bertemu seorang Cathy Rose.
"Sir....do you know where is the library?" tanya Cathy di suatu pagi di kampus.
Inder yang melihat gadis cantik mungil membawa tas punggung nya, sambil tersenyum Inder menjawab
" I'll show you, come..." ajak Inder
"Caaa...gile loe gue ditinggal" omel seorang cowok tengil sambil berlari-lari.
"Salah sendiri jadi cowok lambat banget jalannya" jawab gadis imut itu yang ternyata bernama Caca.
"Orang Indonesia?" tanya Inder
"Iyaa...loe juga orang Indonesia?bukan India?" tanya cowok tengil tersebut.
"Iya bokap India, nyokap Indonesia nama gue Inder Pariharr, kalian anak SMA baru mau daftar kuliah tahun depan ya?" tanya Inder.
"Kita dapat beasiswa Inder, o ya nama gue Catherine Rose dan ini sahabat gue Fei Yunfan" jelas Cathy sambil mengulurkan tangannya.
"Umur kalian berapa emangnya kok kaya masih muda banget?" tanya Inder sambil menggenggam tangan Cathy.
"Caca masih 17th dan gue sudah 19th" jelas Yun fan.
"Kalian ambil jurusan hukum kaya gue? kok ke arah sini" tanya Inder sambil mengajak mereka menuju perpustakaan.
"No Inder, aku kedokteran sedang Yun fan bisnis, ooo ya Inder tahukah apartemen yang murah yang bisa kita pakai berdua?" tanya Cathy.
"Kalian pacaran?"
"Hahahaha ....nggaklah Inder, kita hanya dapat beasiswa sekolah aja tidak untuk asrama makanya kita hanya bisa nyewa 1apartemen biaya kita patungan" jelas Cathy sambil tersenyum lebar.
"Oooh ntar sepulang kuliah aku anterin cari yah" ucap Inder.
"Makasih ya Inder" jawab Cathy.
.
.
.
Sesuai janji Inder sepulang kuliah mereka bertiga mencari tempat tinggal, setelah berputar seharian mereka menemukan apartemen 3kamar dengan biaya terjangkau, tetapi 1kamar untuk siapa?
"Kamar yang satu buat aku yaah, jadi patungan kalian lebih ringan gimana?"
Yunfan melihat Inder curiga, lalu menarik tangan Cathy
"Ca..dia gak usah ya..gue takut tubuhnya bertato itu, kaya preman pasar tanah abang, gue takut Ca" bisik Yunfan.
"Haizz ...jangan nuduh orang yang gak-gak, kita butuh uangnya utk nyewa ini tempat...lainnya gak cocok gue, boleh ya Yunfan ayang" tanya Cathy dengan puppy eyes andalannya.
"Izzzz...oke-oke" jawab Yunfan terpaksa.
"Wooiii broo...oke kita bertiga sewa ini apartemen tapi ntar elo jauh-jauh dari Caca, dia calon bini gue" ancam Yunfan yang ditanggapi Cathy dengan memutarkan bola matanya malas.
Akhirnya mereka bertiga, hidup Inder yang pada awalnya sepi menjadi lebih berwarna dan ramai karena tingkah polah gesrek Cathy dan Yunfan.
Inder juga mengagumi Cathy meski disibukkan padatnya kuliah kedokteran tetap bisa membagi waktu mencari uang dengan menyanyi di cafe bersama Yunfan.
Dan dari menyanyi cafe tersebut Cathy dan Yunfan ditawari menjadi artis penyanyi dan beberapa iklan produk.
Karena kedua orang tersebut buta hukum untuk menangani kontrak kerja, maka Inder ikut terjun mendampingi mereka sebagai pengacara pribadi mereka lewat firma hukum tempat Inder bekerja.
Kebersamaan mereka menimbulkan rasa dalam diri Inder untuk pertama kalinya dia merasakan getaran aneh di dadanya terhadap seorang wanita.
Tetapi perasaan itu hanya Inder pendam terlebih setelah tahu bahwa Catherine ternyata adalah putri dari keluarga Sutedja yang terkenal sebagai pengusaha terkaya di Indonesia, membuat Inder berusaha menjadi seorang pengacara berhasil terlebih dahulu.
Ketika Inder akhirbya berhasil memenangkan sebuah kasus besar, dan namanya mulai dikenal sebagai pengacara muda terbaik di Inggris, Inder mempersiapkan segalanya untuk mengajak Cathy menjadi tunangannya, terlebih Cathy juga telah berhasil menyelesaikan studinya selama 4th di Oxford.
"Ca...nanti setelah wisuda aku jemput yaah?" ucap Inder
"Waktu aku wisuda gak bisa hadir ya Inder?" tanya Cathy penuh harap.
"Maaf ya Ca...ini om Kumar meminta aku bertemu client, tapi sore harinya aku ajak kamu dech, mau yah?" ucap Inder sambil menggenggam tangan Cathy.
"Baiklah Inder, janji yaah"
"Janji Ca" ucap Inder sambil mencium kening Cathy lembut, membuat pipi Cathy bersemu merah.
Siang Itu Cathy bersama keluarganya menghadiri wisuda Cathy penuh kegembiraan, papa mamanya Cathy, kak Noel, kak Khael dan Cik Gendhis bersama Koko El bersama baby Ryan, Yunfan, Kenny dan Yohana pun pada hadir.
Di tempat lain Inder berusaha mempercepat pertemuan dengan clientnya, tetapi saat selesai telepon Inder berbunyi
"Inder pulanglah ke India, papamu sakit" kata paman Salman, asisten papanya Inder.
"Gak bisa paman, Inder masih sibuk" jawab Inder dengan ketus.
"Kalau tidak urgent, pamanpun tidak memaksamu pulang Inder, pulanglah nanti kamu menyesal" bujuk paman Salman lagi.
"Nggak janji paman, Inder usahakan" ujar Inder langsung menutup telpon dan segera pulang ke apartemen.
Ketika rombongan Cathy sampai di apartemen dengan hebohnya, Cathy melihat Inder termenung di balkon kamarnya.
"Inder...apakah kamu baik-baik saja?"tanya Cathy sambil mendekati Inder.
"Ada apa hemm...." tanya Cathy sambil mengusap punggung Inder yg bergetar krn menangis.
"Biarkan begini sebentar ya Ca" ucap Inder pelan.
"Inder kenapa Ca?" tanya Yunfan dan keluarga Cathy, dan dijawab Cathy dengan gerakan untuk jangan masuk dan mengganggu dan Yunfan segera menutup kamar Inder.
Tak beberapa lama setelah Inder tenang
"Ca...maaf kita belum bisa pergi dulu ya, ayahku sakit di India" ucap Inder lirih.
"Kita bisa pergi kapanpun Inder, pulanglah ke India...maafkan ayahmu hmmm, jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari" ujar Cathy sambil menggenggam tangan Inder erat.
"Apakah kamu mau menungguku kembali?" tanya Inder.
"Kalau menunggumu di Inggris gak bisa Inder, aku harus ke Cina untuk melanjutkan studi ku" jawab Cathy sambil nyengir membuat Inder gemas dan mencubit hidung Cathy pelan.
"Tunggu aku menjemputmu yah Ca baik di Cina maupun Indonesia" ucap Inder sambil tersenyum lebar dan dibalas Cathy dengan menganggukkan kepalanya.
Malam itu Inder bersiap untuk berangkat ke India, sedangkan Yunfan dan Cathy bersiap ke Cina.
.
.
.
.
Setelah sampai di India, Inder segera menuju rumah keluarga Pariharr, rumah yang Inder pernah tinggal setiap dia libur sekolah.
Saat sampai, Inder segera menuju kamar ayahnya, dan mendengar ayahnya sedang tertawa bersama suara seorang wanita.
Di dalam kamar tampak ayahnya di tempat tidur, disampingnya ada gadis muda dan paman Salman, mereka sedang berbincang dan bercanda.
"Tuan Pariharr sehat-sehat saja kan, kalo begitu Inder kembali ke Inggris" jawab Inder menahan marah.
"Inder masuklah, sapalah dulu calon istrimu Parvati Pattel" ucap Rajiv Pariharr membuat Inder terkejut.
"Calon istri???maaf tuan, Inder sudah memiliki calon istri" ucap Inder ketus.
"Maksudmu artis Cina itu??sampai kapanpun ayah tidak akan merestui gadis Cina itu menjadi menantu keluarga Pariharr" ucap Rajiv tegas.
"Aku tidak butuh restu tuan, bukankah selama ini aku hidup tanpa meminta apapun dari tuan Pariharr" ucap Inder dingin
"Kau pikir kamu bisa berhasil dengan semua kasusmu tanpa campur tangan ayah? haah!!! sadarlah bocah kurang ajar....tanpa ayah kamu bukanlah siapa-siapa" bentak Rajiv.
Inder mendengar itu langsung memukul tembok lalu beranjak pergi
"Mulai sekarang jangan turut campur dalam hidupku, akan kulepas semua jabatanku di Inggris dan mulai hidup bersama istriku " ucap Inder sambil beranjak pergi.
"Indeeeer.....jangan pergi anak brengseeek!!!" teriak Rajiv.
"Pamaan biarkan Paro yang membujuk Inder, paman jangan emosi dulu, ingat paman masih sakit" bujuk Parvati.
Parvati Pattel calon Istri Inder, putri keluarga Pattel sahabat Rajiv Pariharr.
"Inder tunggu!!!" teriak Parvati sambil mengejar Inder.
"Mau bicara apa?? maaf aku sudah memiliki calon istri yang sangat aku cintai" ucap Inder ketus.
"Ikutlah aku, ada yang mau aku bicarakan kepadamu" bujuk Parvati.
"Bicaralah dsini, aku akan terbang ke Cina menyusul calon istriku" ujar Inder dingin.
"Jangan disini, ikut aku sebentar saja setelah itu silahkan kamu pergi"
"Baiklah" ucap Inder lalu mengikuti Par ati menuju sebuah cafe.
Saat masuk ke cafe, disambut oleh seorang pria yang langsung memeluk dan mencium Parvati
"Inder kenalkan ini Anurag Sinha, kekasihku" ucap Parvati.
"Jelaskan padaku Parvati apa maksudmu?" tanya Inder dengan muka datar.
"Duduklah Inder" perintah Parvati.
"Inder kita sudah dijodohkan oleh orang tua kita sejak kita masih balita, konyol bukan?!! Untunglah kamu juga sudah memiliki pasangan, jadi lebih mudah kita menggagalkan rencana konyol orang tua kita" ucap Parvati.
"Lalu apa rencanamu Parvati?" tanya Inder.
"Pada saat upacara pertunangan kita dua hari lagi, kita gagalkan dengan kamu pergi ke calon istrimu dan aku pergi bersama Anur untuk menikah di Inggris" jawab Parvati.
"Kamu sudah menyiapkan segalanya akan berhasil Parvati?" tanya Inder memastikan.
"Heem...percayalah padaku, kamu mau? aku butuh bantuanmu Inder aku mohon" ujar Parvati.
"Baiklah...kita laksanakan, aku pergi dulu" ucapan Inder.
"Kamu tinggal dimana Inder?" tanya Parvati
"Di hotel milik Malik sahabatku, hotel Canyon" jawab Inder sambil meninggalkan Parvati dan Anur
...***...
...TBC...
...Hihihi kita beracha..acha india hae dulu ya Pembaca kesayangan ku, dimana biasanya thor korean addict๐๐...
...Jangan lupa LIKE....LIKE....VOTE ..VOTE & COMMENT NYA YAAH๐๐๐๐...
...GUMAWO๐๐...