
Keadaan Indonesia saat ini sangat kacau, banyaknya pemberontakan yang dilakukan sesama pribumi maupun dari pihak VOC yang merongrong kemerdekaan NKRI.
Sudah hampir 1tahun Karina berada di tahun 1948, sudah berkali-kali Karina dihadapkan banyaknya pasien terluka dari medan perang, meski sudah mulai terbiasa dengan menghadapi banyaknya kematian di depan mata tanpa bisa melakukan tindakan medis maksimal Karina masih sering terbawa emosi dengan menangisi pasien-pasienya, Karina semakin terkenal karena keahliannya menyembuhkan banyak pasien, terlebih lagi karena kecantikan dan suaranya yang merdu saat menyanyi (yess Karina sering menghibur para pasiennya baik anak-anak maupun dewasa). Hephephobianya Karina juga sudah mulai sembuh meski beberapa orang yang masih asing Karina belum mau bersalaman, dan masih tetap jaga jarak dengan para lawan jenis.
Pada suatu hari dr Husein memanggil semua staff rumah sakit, kondisi darurat beberapa pasukan di medan pertempuran membutuhkan tenaga medis, maka beberapa dokter dibagi tugas per daerah untuk menolong pasukan terluka dan membawa pulang kembali ke rs ini.
dr Karina, suster Rini, suster Ratna dan dr Karta diterbangkan ke yogya karena pada tanggal 19 -22 Desember 1948 Belanda melakukan Agresi Militer ke 2 dengan mengebom pangkalan udara Maguwo, dan 128 tentara TNI meninggal dunia dan banyak yang terluka, bahkan Presiden Soekarno dan Wapres Mohamad Hatta ditangkap dan diasingkan, ibu kota RI telah dikuasai Belanda kembali karena gagal nya perjanjian Renville antara Indonesia dan Belanda.
dr Husein, dr Agus, suster Marni ke jawa barat karena beberapa tentara Siliwangi banyak terluka akibat berperang dengan DI/TII dan tentara Belanda, sedangkan dr Murni dan dr Mike Kim menjaga Rs di Jakarta
Pada saat keberangkatan Karina dan rombongan, dr Murni mendekati Karina dan Mike, "Rin, di sini aku berbicara sebagai seorang ibu, tolong kalau sampai disana carikan Angga dan William baik hidup dan mati ya Rin, sudah 3bulan mereka di Yogyakarta dan tidak ada kabarnya, baik meninggal atau belum, tolong bawa mereka pulang, ibu mohon ya Rin. Jaga kesehatan mu dan berhati-hatilah disana." isak dr Murni sambil menangis dan memeluk Karina erat.
"Mas Angga n mas Willy selama ini di Yogya bu?baik bu aku usahakan ya." jawab Karina.
"Rin kamu yakin gak papa pergi tanpa kakak?perlukah kakak meminta tukar dengan dr Karta? ingat ya Rin jangan berbuat yang membahayakan dirimu disana, apabila serangan phobiamu mulai kambuh, minum obatmu dan dilawan yah." dan masih banyak nasihat kekhawatiran Mike kepada Karina.
"Kak, cuman 4hari kok jangan kuatir yah, Karina juga ingin sembuh, doain ya kak."kata Karina sambil memeluk erat Mike
Karina dan rombongan menaiki pesawat Dakota DC 3-RI 0001, pesawat angkut penumpang RI pertama. Karina yang dari masa depan merasa ngeri melihat pesawat jaman dulu dengan pengamanan yang masih minim, dimana ruangan dalam pesawat saling berhadapan seperti pesawat hercules jaman 2020. Karina duduk diantara suster Rini dan suster Ratna. "Sus pesawat ini amankan?" tanya Karina cemas.
"Aman dok, tenang saja ya hihihi." jawab suster Rini cekikikan sambil menggenggam tangan Karina yang selama perjalanan berdoa terus.
Pesawat Dakota DC 3-RI 0001
...****...
Setelah beberapa lama sampailah rombongan Karina yang mendarat di lapangan pesawat darurat karena bandara udara sudah dikuasai Belanda sehingga harus mendarat di lapangan darurat, setelah turun dari pesawat Karina sudah disambut Brigjen Suharso yang kemudian membawa rombongan Karina berjalan menuju barak daerah wates, jarak yang ditempuh selama 5 jam (gilaa yaah orang jaman dahulu itu kemana-mana jalan kaki, dan itu sudah biasa, sedangkan Karina meski sudah mulai membiasakan diri naik sepeda kemana-mana, tapi sekarang harus berjalan kaki selama 5jam, dimana medannya naik turun dan tidak rata, melalui rawa, sawah dan hutan) dan selama itu istirahat hanya untuk makan, minum dan buang air saja, mereka tidak berani berhenti lama karena takut diserang musuh.
Setelah 5jam perjalanan, sampailah mereka di barak rs sementara, dan Karina shock melihat bagaimana kodisi para tentara dan rakyat yang berada disana. Mereka disambut dr Abdullah dan 1perawat bernama suster Ratih dan 3 relawan bernama Badrun, Siti dan Yatmo dari rakyat setempat, mereka saling berkenalan, dan menunjukkan 1barak untuk mereka beristirahat. Setelah rombongan Karina berganti pakaian, dan berkumpul sambil makan malam berupa ubi rebus, pisang rebus (kondisi perang seperti ini hanya itu yang bisa dimakan).
Setelah makan malam Karina di temani dr Abdullah melihat kondisi para pasien.
Begini kondisi barak rs sementara di jaman itu.
Meski rombongan Karina lainnya masih pada istirahat, Karina sudah memulai memeriksa para pasien, menurut dr Abdullah setiap pagi akan banyak pasien yang berdatangan. Jadi setelah Karina memberi perawatan dari beberapa pasien baru yang belum dr Abdullah periksa, Karina kembali ke barak untuk beristirahat.
Selama dua hari Karina di Yogya, Karina mencoba mencari info keberadaan Kapten Angga dan Kapten Willy apakah ikut menjadi korban yang meninggal atau tidak, tetapi dengan kondisi seperti ini sangatlah susah mencari info tersebut. Karina semakin pesimis menemukan mereka apalagi ada salah satu tentara mengatakan bahwa mereka berada di batalyon yang berada di garda depan peperangan jadi kemungkinan hidupnya sangat kecil.
Lalu muncullah sesosok tentara muda sambil membawa beberapa tentara yang terluka dibelakang nya.
" Maaaas.... teriak Karina sambil berlari memeluk tentara yang masih terkejut melihat Karina.
" Riiin....kamu kok disini???!! sambil membalas memeluk tubuh Karina erat.
"Puji Tuhan mas selamat, Karin pikir mas gak selamat. semua bilang mas di garda depan, Karin tanya semua tentara semua bilang tidak melihat mas, Karin takuut...." kata Karin sambil menengadah melihat muka Willy. Tiba-tiba cluup mulut Karina dibungkam dengan bibir Willy menciumnya.
Bluuushed....memerah muka Karina, " Maaassss!!!" teriak Karina sambil memukul dada Willy.
Tiba-tiba Karina menyadari tangannya ada noda darah, " Mas terluka??!!! lalu Karina menyadari banyak mata melihat Karina dan Willy yang berpelukan dan berciuman walaupun sebentar, dengan ekspresi kaget, dan medan mesem.
" Masss iiih!!" kata Karina malu, lalu menarik Willy dan membawa ke barak perawatan sambil menyuruh suster Rini membantu tentara yang barusan datang.
"Mas buka bajunya gih Karin periksa!!" perintahnya sambil melotot menutupi rasa malunya
"Hahaha..mas belum mandi 3hari, maaf ya Rin kalo bau." kata Wily malu karena saat memeluk Karina tadi, tubuh Karina sangat harum.
Lalu Karina mengambil kain waslap membersihkan muka, tubuh Willy dari kotoran dan darah keringnya, lalu melihat tangan Willy yang tersambar peluru meski meleset, lalu punggung Willy yang sobek terluka.
Karina mulai menyuntikan anti tetanus, dan obat bius lokal untuk mulai menjahit luka-luka Willy lalu menutupnya dengan perban. Setelah merawat Willy, tiba-tiba Willy memeluk tubuh Karina, "Aku kangen banget sama kamu Rin, terimakasih Rin2 mau datang kesini, terimakasih, ini hadiah natal terbaik dari Tuhan untukku Rin." kata Willy.
"Eeee heeem ....maaf dokter Karin mengganggu, ada pasien yang perlu Anda operasi, dokter Karta dan dokter Abdullah juga sedang melakukan operasi juga." kata suster Rini yang merasa malu sendiri melihat kemesraan mereka.
" Eeeeh...iya sus, sebentar yaa, maas aku tinggal dulu ya, mas istirahat dulu dan makan dulu dan berganti celana, yang atas kan sudah Karin basuh dengan sabun." kata Karin sambil mengedipkan matanya mengusik Willy.
"Hahaha, yang bawah mas juga minta dibasuhin juga Rin, tangan mas sakiit." kata Willy pura-pura merajuk.
"Maaas iih mesum...!! udah aah Karin tinggal." kata Karin sambil kabur takut Willy nekat, nyesel tadi niatnya ngusilin malah dirinya sendiri yang kena sendiri
"Hahaha...Rin-rin ....Rin-rin...eeeh kakaknya ikut tidak ya kesini, mati aku kalo Macan jantan itu ikut, bisa di mutilasi aku dengan pisau bedahnya, apalagi aku tadi mencium adiknya di hadapan para tentara banyak." Kata Willy panik dan mukul kepalanya karena telah nekat.
Tapi gimana aku bisa tahan coba dipeluk bidadari cantik dan bibirnya Karina menggoda untuk dicium, teenyata bibir Karina manis rasanya, boleh lagi gak yaah..haizzz gini ini gak pernah pacaran batin Willy sambil senyum-senyum gak jelas, sambil berdoa semoga calon iparnya tidak ikutan disini, sambil bergidik ngeri ingat ngerinya ancaman Mike.
...^^^^...