
"Rin bangun sayang dulu, mas suapin" ucap Willy lembut.
"Sudah malam ya mas?tamu-tamu sudah pulang?" tanya Karina dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Sudah tadi jam 5 Rin" lalu mengambilkan makan Rin yang sudah disiapin Mike.
"Maafin Karin ya mas, tidak bisa menemani mas di pesta"
"Semua juga tahu kamu baru hamil besar Rin, makasih ya pesta kejutannya, mas suka" ucapan Willy sambil mencium lembut Karina.
"Ayo sekarang makan dulu ya"
"Makan bareng yah" ucap Karina manja
"Hahaha baiklah sayang" balas Willy sambil mencubit hidung Karina gemas.
Setelah selesai makan, Karin duduk-duduk di tepi jendela kamar sambil melihat bintang dilangit karena saat itu langit cerah tidak mendung.
Willy yang melihat istrinya yang sedang melihat bintang, langsung memeluknya dari belakang, dan langsung menghirup aroma Karina yang sangat dia suka.
"Sayaang dia nendang lagi ini" kata Willy kegirangan.
"Mas sudah siapin nama? besok sudah 30minggu, pada minggu 33 anak kita lahir"kata Karina sambil mengusap tangan Willy di perutnya.
"Benarkah Riiin?? Dik sebentar lagi kalian lahir" ucap Willy sambil mengusap perut Karina dengan penuh sayang.
"Mas sudah nyusun-nyusun sih tapi belum nemu yang pas, Rinrin ingin memberi nama siapa?" tanya Willy
"Haru dan Hana tetapi lengkapnya biar mas yang cari" ucap Karina
"Haru dan Hana? itu cowok dan cewek? emang anak kita cowok dan cewek ya Rin?" tanya Willy.
"Iya kelihatannya, karena beberapa malam Karin melihat dua anak kecil cowok dan cewek memeluk dan memanggil Karin mama" ucap Karin lagi.
"Haru dan Hana mas suka, ntar tinggal mas cariin nama lengkapnya." ucap Willy sambil tersenyum senang.
"Mas siapakah Hanin?"
"Hanin? yang Danang sebut tadi?"
"Heem"
"Adik kandung Danang, kenapa Rin?"
"Mas suka Hanin?atau Hanin suka mas?"
"Mas gak pernah suka Hanin, bahkan mas gak pernah meduliin Hanin, hanya tau adik Danang namanya Hanin"
"Kenapa Rin rin tanya Hanin?Rin cemburu gitu?"
Karina mengangukkan kepalanya, membuat Willy tersenyum senang "Jangan kuatir Rin didalam hati dan pikiran mas sudah dipenuhi sama kamu Rin, dulu tidak pernah tertarik apalagi sekarang" ucap Willy sungguh-sungguh.
Karina melihat dan mencari kebohongan di mata Willy dan tidak dia temukan sedikit kebohongan di mata Willy, membuat Karina memeluk Willy erat.
"Kalau Karin pergi duluan mas harus janji yah untuk selalu berbahagia bersama anak-anak, meskipun mas menikah lagi, Karin tidak akan marah" ucap Karina sambil menyusupkan kepalanya di ceruk leher Willy.
"Rinrin ngomong apaan sich, kita akan bersama merawat anak kita sampai dewasa nanti, dan selamanya tidak akan ada wanita selain Rinrin dihati mas"
"Jangan bicara yang nggak-nggak Rin, ada hyung dan kak Johan yang bisa membantu kelahiran bayi kita" ujar Willy.
"Mas...mas harus tahu kondisi Karin sekarang, posisi bayi kita yang pertama sungsan sehingga menutup jalan lahir, meski bayi yang kedua sudah pada posisi yang benar, sehingga bayi kita tidak bisa secara normal Karin lahirkan, harus caesar"
"Kemarin Rini juga sungsang, Rinrin operasi sekarang Rini baik-baik saja, jadi Karina pasti begitu juga" sanggah Willy
"Rini bayinya cuman satu dan tidak menderita Anemia mas, Karin Anemia selama hamil ini resiko melahirkan secara caesar bayi kembar adalah pendarahan berlebih "
"Berhenti...berhenti mas gak mau dengar!!!" ucap Willy sambil menutup telinganya lalu keluar kamar sambil menangis"
Karina hanya terdiam dan menangis, lalu secara perlahan kembali ke ranjang untuk berbaring kembali karena sudah tidak kuat untuk duduk terlalu lama.
Willy keluar mencari Johan dan Mike yang sedang dibelakang minum kopi bersama, datang-datang Willy langsung bersimpuh dihadapan kedua kakaknya
"Hyung....kak...Willy mohon selamatkan Karina, aku mohon !!" ucap Willy dengan nada putus asa.
"Bangunlah Will, tanpa kamu minta kami akan menyelamatkan adik kami dan keponakan kami" ujar Johan.
"Karin sudah bilang ya kondisinya, baguslah jadi kamu bisa selalu mendampingi dan menguatkannya, dia sudah bisa bertahan selama 29minggu, tinggal 3minggu lagi sampai usia bayinya cukup untuk dikeluarkan" ucap Mike
"Kita harus yakin dan percaya bahwa Karina bakalan mampu melewati, berdoalah dan dampingi istrimu, saat seperti inilah peran seorang suami yang kuat disisinya." ucapan Johan sambil memeluk adiknya.
Sedangkan Mike hanya diam dan menunduk
"Kembalilah disisi Karin, buatlah dia bahagia sehingga mampu bertahan dan kuat dalam tiga minggu lagi, jangan tunjukkan muka sedihmu ya" ucap Mike lirih.
Sejak itu semua berusaha membuat suasana gembira dan tidak terjadi apa-apa, dan Mike tidak menyembunyikan kondisi saat Karina yang semakin melemah dan harus selalu transfusi darah.
***
Ketika genap minggu ke 33 Mike membawa Karina ke kamarnya dan mengeluarkan mesin USG dari lemari malaikatnya untuk mengetahui posisi bayinya dan menghitung berat badan bayi, setelah dilihat Mike, Bayi Karina sudah cukup kuat untuk dikeluarkan.
Mike meminta bantuan untuk mendampinginya untuk mengoperasi Karina, dan keluarga Willy memanggil seorang Bidan untuk merawat bayi saat dikeluarkan nantinya.
Mike dan Johan merubah kamar Mike sebagai ruang operasi, Mike mengeluarkan semua peralatan dari dunia modern untuk operasi Karina.
Setelah Karina puasa semalam dan sudah dicuci perutnya, Karina dibius secara epidural hanya sebatas bagian perut kebawah yang dibuat mati rasa, kemudian memasang tirai pembatas sehingga Karina tidak melihat proses operasi.
Setelah bius sudah bereaksi, Mike segera melakukan operasi dibantu Johan yang memegang alat untuk menyedot air ketuban sesat setelah lapisan perut dibuka untuk mengeluarkan kedua bayi, sedangkan dr Hotman yang melihat alat detak jantung dan tekanan darah dan menenangkan Karina dengan mengajak bicara Karina.
Setelah kedua bayi telah berhasil dikeluarkan, dan telah dipotong tali pusarnya oleh dr Hotman dan disedot lendir dari bayi sehingga bayi bisa menangis dan dites apgarnya oleh Mike, baru bayi dibawa keluar oleh dr Hotman untuk dibersihkan oleh bidan.
Johan baru menjahit, tiba-tiba alat deteksi jantung dan tekanan darah Karina berbunyi dan Karina tidak sadarkan diri, membuat Mike langsung menyuntikkan obat untuk menormalkan detak jantung dan tekanan darah Karina.
"Stay with me Karinaaaa!!!Fighttting hard, your baby still need you !!!!" teriak Mike
"Mike, Karina mengalami pendarahan..." teriak Johan.
Mike langsung mengambil alat tusuk jarum tetapi tangan Mike bergetar hebat...
" Damned Karin.....not now pleaseee "teriak Mike panik
"Mikeeee tenang, berikan jarumnya tunjukkan harus ditusuk dimana" bentak Johan menyadarkan Mike
"Jari tengah kanan dan kiri, 4cm dari bawah telinga dileher, 4cmn di bawah lutut sisi dalam tulang kering kanan dan kiri" kata Mike yang kemudian menyuntikkan obat anti kejang.
Setelah perjuangan penyelamatan Karina selama dua jam, kondisi Karina sudah kembali stabil, tetapi masih belum sadarkan diri.
Mike, Johan dan dr Hotman keluar dari kamar disambut Willy yang terlihat kacau didampingi mama Ina
"Bagaimana kondisi Karina Hyung..kak..pa?" tanya Willy.
"Kondisinya Karina sudah stabil, pendarahan sudah berhenti, tinggal kita tunggu Karina sadar" terang Johan.
"Bagaimana kedua bayimu Will?" tanya dr Hotman.
"Haru dan Hana sudah dibersihkan, sekarang baru tidur dikamar ditemani mbak Atik pa"
"Haru dan Hana nama anakmu?"tanya dr Hotman
"Ya pa, Alicia Hana Simorangkir dan Alexanader Haru Simorangkir" ucap Willy sambil tersenyum.
"Papa mau melihat cucu papa, tadi belum melihat secara jelas" ucap dr Hotman sambil berjalan menuju kamar Johan yang dijadikan kamar bayi sementara.
Setelah keluar dari kamar, Mike langsung terduduk di taman sambil menangis.
Tiba-tiba mama Ina memeluk Mike
"Menangislah Mike, terimakasih kamu sudah menyelamatkan menantu dan cucu-cucuku" ucap Ina sambil menepuk-nepuk bahu Mike yang masih menangis tersedu.
***
Willy masuk ke kamar, dan menemani Karina yang masih belum terbangun.
"Terimakasih sayang, sudah melahirkan bayi yang lucu-lucu, sudah aku kasih nama Haru dan Hana"
"Jangan terlalu lama tidurnya ya sayang" ucap Willy sambil mengecup kening Karina lembut.
...***...
...TBC...
...Lanjut besok ya kesayangan...
...Jangan lupa untuk LIKE...LIKE....VOTE...VOTE & COMMENT ya biar semangat Update...
...Gumaeo🙏😘...