
Untung saja Karina dan Willy datang tepat waktu sehingga acara pernikahan Angga dan Rini berjalan dengan lancar.
Setelah menghadiri acara pernikahan Angga, Willy mengajak Karina ke rumah orang tua Willy ke perkebunan teh di jawa barat.
Saat sampai, terlihat rumah keluarga Simorangkir yang terletak berada ditengah-tengah kebun teh, sebuah rumah model kolonial satu lantai.
Kedatangan Karin dan Willy langsung disambut oleh mama Wilhelmina (Ina) dengan hebohnya.
"Karin sayaang...duuch menantu mama akhirnya sampai"
"Capai sayang?"tanya mama Ina lembut.
"Tidak kok ma, daerah sini indah banget ya ma " kata Karina.
"Karin suka? besok biar diajak jalan-jalan sama Willy.
"Ayo masuk sayang" ajak ma Ina
Didalam Karina langsung diserbu dua anak kak Johan dan mbak Atik
Bagas (3th) dan Kenya (4th)
"Tantee cantik!!!!" teriak mereka langsung memeluk Karina.
"Ayooo tante duduk ciniii" kata mereka sambil menarik-narik Karina
"Hallo mbak Atik dan kak Jo" ucap Karina sambil masih di tarik anak-anak.
"Tante apa kakinya sakit? kok jalannya gitu" tanya Bagas dengan muka polos membuat Karina langsung merah.
Semua tertawa terbahak-bahak, "Will...berapa ronde kamu, sampai adikku jalannya ngangkang gitu" goda John sambil memeluk leher Willy
"Masss itu mulut dikendalikan kenapa, ada anak-anak loo" ucap Atik sambil melototin Johan, membuat Johan langsung kicep.
Sedangkan papa dan mama Ina ikut tertawa, "Pa kita bakalan tambah cucu" ucap mama Ina renyah.
"Udah..udah kasihan Karin sudah merah mukanya " lerai dr Hotman sambil mendekati Karina sambil menepuk bahu Karina lembut.
"Ya sudah, Will bawa Karina istirahat dan bersih-bersih dulu, baru kita makan malam bersama" ucap ma Ina lembut.
"Yaaa....oma kita maen cama tante cantik dulu" omel Bagas dan Kenya.
"Dik Bagas dan kak Kenya tante mandi dulu yaah, habis itu nanti tante nyanyiin buat kalian dech oke??!!!" bujuk Karina sambil berjongkok didepan dua anak kecil yang menggemaskan itu.
"Otee tante!!" teriak dua anak itu serempak yang ditanggapi senyum lembut Karina.
Lalu saat dikamar, Willy mandi duluan sedangkan Karina menyiapkan baju buat Willy, menata baju ke dalam lemari baju.
Setelah keluar dari kamar mandi, Willy langsung memeluk istrinya dari belakang.
"Mas.. Karin mandi dulu ih bau ini ih" ucap Karina sambil mengusap lembut tangan Willy melingkar erat di pinggangnya.
"Rin rin masih wangi kok, mas suka" rajuk Willy sambil menyusupkan di ceruk leher Karina untuk menghirup aroma strawberry yang merupakan candu baginya.
"Maaasss...berhenti dulu...Karin mandi dulu, sudah ditunggu yang lain" ucap Karina sambil mengatur detak jantungnya yang sudah tidak beraturan, lalu langsung kabur masuk kamar mandi.
Setelah selesai mematutkan dirinya dengan memakai atasan blouse biru dongker dan bawahan bawahan rok bergaris biru dongker dan coklat, senada dengan kemeja biru dongker dengan celana coklat.
Keluarga Willy makan bersama dengan penuh bercanda, diselingi celoteh Bagas dan Kenya.
"Mas mereka lucu yah" bisik Karina ditelinga Willy.
"Kita bisa bikin kok Rin, Rin rin mau berapa?2...4..5 ?" ucap Willy dengan muka songong, membuat Karina jengkel dan langsung mencubit perut Willy.
"Aaaaw Rin....sakit" rajuk Willy membuat yang melihat mereka berdua hanya bisa geleng-geleng.
Setelah selesai makan, mereka berkumpul di teras belakang sambil menikmati udara segar di malam hari ditemani minuman hangat dan kacang rebus, Bagas dan Ayu langsung menagih janji kepada Karina untuk bernyanyi.
"Mas punya gitar?" tanya Karina kepada Willy.
"Kelihatannya Roy punya Rin, bentar kakak ambilkan" seru Johan lalu masuk kedalam.
"Roy siapa mbak?" tanya Karina kepada Atik.
"Sepupu kita Rin, tetapi sekarang sudah menikah dan tinggal di Bandung. Dulu tinggal disini, dan barangnya tetap ditinggalkan disini" terang Atik.
"Oooo"
Tak beberapa lama Johan keluar membawa gitar dan segera diberikan ke Karina, yang kemudian Karina segera menstel senar-senar gitar.
"Dik Bagas dan Kak Kenya pingin dinyanyiin apa?
" Ndak tau...tante nyanyi saja, kita dengelin" ucapan mereka
"Hemm...tante nyanyian lagu Jangan Takut Gelap"
Hai kawan jangan takut jangan resah
Bila lampu kamar mulai dipadamkan
Ku kan selalu menyanyikan lagu ini
Hingga nanti kau tidur berselimut mimpi
Jangan lupa esok kita punya janji
Semakin cepat kita tidur
Berdoalah sebelum kita tidur
Jangan lupa cuci kaki tanganmu
Jangan lupa doakan mama papa kita
Berdoalah sebelum kita tidur
Jangan lupa cuci kaki tanganmu
Jangan lupa doakan mama papa kita
Jangan takut akan gelap
Karena gelap melindungi diri kita dari kelelahan
Berdoalah sebelum kita tidur
Jangan lupa cuci kaki tanganmu
Jangan lupa doakan mama papa kita
Berdoalah sebelum kita tidur
Jangan lupa cuci kaki tanganmu
Jangan lupa doakan mama papa kita
Berdoalah sebelum kita tidur
Jangan lupa cuci kaki tanganmu
Jangan lupa doakan mama papa kita
Berdoalah sebelum kita tidur
Jangan lupa cuci kaki tanganmu
Jangan lupa doakan mama papa kita
Pemandangan-Tasya
Memandang alam dari atas bukit
Sejauh pandang kulepaskan
Sungai tampak berliku
Sawah hijau terbentang
Bagai permadani di kaki langit
Gunung menjulang berpayung awan
Oh, indah pemandangan
Oh, indah pemandangan
Memandang alam dari atas bukit
Sejauh pandang kulepaskan
Sungai tampak berliku
Sawah hijau terbentang
Bagai permadani di kaki langit
Gunung menjulang berpayung awan
Oh, indah pemandangan
La la la la la la la la la
La la la la la la la la la
La la la la la la la la la
La la la la la la la la la
Memandang alam dari atas bukit
Sejauh pandang kulepaskan
Sungai tampak berliku
Sawahβ¦
Setelah lagu kedua, dua anak lucu tersebut sudah tertidur dipangkuan mamanya dan kakeknya, karena tadi siang tidak tidur siang karena pingin segera menyambut om dan tantenya.
...***...
...TBC...
...Minta tolong di LIKE....LIKE.....LIKE...
...VOTE.....VOTE....VOTE...
...Sehingga bisa dikontrak Mangatoon y πππ Sebelum nya terimakasih bangetπππ...