A Moment In The Past

A Moment In The Past
Episode 55 Emptyness



Suatu pagi di Ruang VVIP khusus keluarga Rumengkang, tampak seorang pria muda yang tertidur lelap menggenggam tangan erat wanita muda yang terbaring dengan memakai alat penunjang hidupnya.


Sinar matahari yang dengan nakalnya menerobos disela-sela kurtain rumah sakit mengenai mata wanita tersebut membuatnya terusik dan secara perlahan membuka matanya secara perlahan.


Ketika kedua matanya terbuka sempurna, dia merasakan tangannya digenggam seseorang membuatnya dia menoleh untuk melihat siapakah yang menggenggam tangannya dengan hangat.


Setelah tahu siapa yang menggenggam tangannya membuatnya dia tersenyum dan membuatnya membelai rahang pria yang selalu dia kagumi sejak dirinya masih kecil dengan kasih sayang, satu-satunya pria yang bisa dia sentuh dan peluk selain kakaknya Elang dan Sena adiknya.


Merasa ada yang mengusap rahangnya dan kepalanya dengan lembut membuat Steve terbangun, dan saat terbangun terkagetlah Steve senyum yang dia rindukan selama 2tahun ini, senyum dari satu-satunya wanita yang dia cintai di dunia selain mamanya.


Ratusan bahkan ribuan kali Steve impikan moment disaat wanita kesayangannya ini terbangun dan kembali tersenyum, dan pada saat hal ini terjadi membuat Steve hanya diam terpaku sambil meneteskan air mata.


"Stevie...." ucap Karina lirik yang menyadarkan Steve yang kemudian memeluk tubuh ringkih Karina istrinya.


"Ariin....Arin istriku sayang, akhirnya kamu bangun, akhirnya Tuhan mengabulkan doaku ....terima kasih ya Tuhanku" ucap Steve penuh emosi kegembiraan dan syukur.


Kemudian Steve segera memencet tombol untuk memanggil dr Merry, dr yang bertanggung jawab untuk kesembuhan Karina selama ini, selanjutnya Steve memberi kabar ke semuanya bahwa istrinya sudah sadar.


"Stevie...haus"


"Aaah iya...iya maaf ya sayang Stevie lupa" ucap Steve sambil mengambilkan air dan menyuapi Karina sedikit demi sedikit.


"Stevie kenapa Karin kok dirumah sakit?"


"Arin apa lupa, kan Arin mengalami kecelakaan saat menyelamatkan pasien Arin yang bernama Armand Brata"


"Ooo...Karin tidak ingat sama sekali Stevie, hanya ingat bahwa pagi itu Stevie ingin mengajak mencari cincin, habis itu Karin lupa" ucap Karina sambil meringis.


"Hehehe tidak apa Rin, tidak usah diingat juga tidak apa, asal Arin mengingat Stevie saja sudah cukup" ucap Steve sambil menarik turunkan alisnya, membuat Karina terkikik geli.


"Berapa lama Karin tak sadar Stevie?" tanya Karin lagi.


"Dua tahun Rin" jawab Steve.


"Waah lama banget" ujar Karina kaget.


Tiba-tiba masuklah dr Merry dan dr Frans


"Kariiiin" teriak histeris dr Merry sambil ngos-ngosan lalu memeluk Karina.


" Hallo Cicikku dan kak Frans, gimana kabarnya?" ucap Karina sambil tersenyum lebar.


"Akhirnya kamu bangun Rin, kasihan tuh suamimu kumuh habis, setelah ini kamu suruh dia mandi dan luluran, selama dua tahun mandi bisa dihitung Rin" ujar Frans menyindir Steve, dimana yang disindir cuman cemberut.


"Stevie masih wangi kok kak Frans, ya kan Stevie?" ucap Karin sambil tersenyum lebar


"Nooogh lu denger sendiri istriku gak complain kok Weeeks" ucap Steve sambil menjulurkan lidahnya, membuat Merry dan Frans geleng-geleng terhadap pasangan bucin ini.


"Rin kita priksa semua ya sehari ini, sehingga kita tahu pengobatan selanjutnya dan biar kamu bisa pulang" ucap Merry.


"Baik cik..."ucap Karina.


Merry dan Frans segera memeriksa Karina teliti, saat Merry selesai memeriksa Karina sempat melihat Merry mengerutkan keningnya sebentar,tetapi langsung kembali ke ekspresi biasa.


"Kita cek lab, USG, dan CT Scan ya Steve, tetapi biarkan Karin bersih-bersih badan dan makan bubur lembut dulu ya untuk seminggu ini " terang Merry kemudian keluar untuk menyiapkan rangkaian tes untuk Karin.


Setelah tinggal mereka berdua, Steve menyuapinya bubur yang sudah diantar suster rs.


"Stevie, emang kita sudah nikah ya sebelum aku kecelakaan?" tanya Karina bingung.


"Hehe kita menikah, tepatnya aku menikahi Arin saat Arin Koma"ucap Steve sambil tersenyum lebar bangga, membuat Arin cemberut.


Steve yang akan membujuk, tiba-tiba masuklah kak Elang bersama istri dan anaknya



Melihat ada yang masuk, spontan Karina berujar "Mas Angga??Pusi??"


"Haaah siapa Rin?" tanya Elang dan Riska bingung.


"Itu kak Elang dan kak Riska, Arin lupa?" ucap Steve mengingatkan Karina


"Steve gak tahu Rin, sudah jangan terlalu berpikir yah " ucap Steve sambil mengusap kepala Karina lembut.


"Kak Elang kapan nikah kok anaknya sudah gede?" tanya Karina


"1,5tahun sebelum Karin kecelakaan, apa Karin lupa sama aku?" kata Riska.


"Maaf ya kak, Karin benar-benar lupa" ucap Karin sedih.


"Tidak apa Rin,jangan sedih hmm...nanti juga ingat, karena Karinlah yang maksa-maksa kita menikah hihihihi" ujar Riska sambil menatap suaminya yang sambil menggendong Rafka anaknya tersenyum.


"Kikikikik....kak Elang mah kalo gak dipaksa nikah, gak bakalan nikah sampai selama ya kan kak?" ejek Karina.


"Haizzz...sembuh-sembuh sudah berani m bully kakaknya, dasar adik laknat" omel Elang.


Selanjutnya masuklah orang tua Steve, orang tua Putri dan Putri, sehingga kamar Karin meski sudah luas menjadi penuh sesak dan pada tertawa bahagia karena Karina sudah sadar.


Saat semua bahagia, Karina meski ikut tertawa, tetapi di satu sudut hati Karina merasakan sesuatu yang hampa seakan-akan ada yang kurang, tetapi Karina tidak ingat apakah itu.


Karina kemudian dijemput dr Merry untuk melakukan beberapa tes untuk memeriksa lengkap semuanya, selama tes semuanya masih menunggu karena belum rela meninggalkan Karina sendirian.


Setelah semua tes selesai, Karina kembali ke kamar dan kembali ditidurkan di tempat tidur, sambil ditemani mama Putri dan mama Steve yang menyuapi Karina.


Setelah waktunya Karin harus kembali beristirahat, rombongan keluarga Steve, Putri dan Elang pulang.


"Rin...Steve tinggal operasi dulu yah, Arin istirahat dulu yah" pamit Steve sambil mengecup kening Karina lembut, lalu beranjak pergi dengan memakai seragam scrub berwarna navy.


"Heemm Stevie, Karin ngantuk mau bobo dulu" ucap Karin lirih kemudian tertidur, membuat Steve gemas melihat istrinya yang sedang tertidur.



Sore harinya saat Karina terbangun, ternyata Steve masih belum selesai operasi.


Cekreeek.....


Masuklah dr Merry, melihat Karina sudah terbangun dari tidurnya.


"Bagaimana badannya Rin? ada yang Karin rasakan?"


"Lebih enakan setelah tidur siang dok, apakah itu hasil pemeriksaan Karin?" tanya Karina


"Iya Rin, kita tunggu Steve ya akan aku jelaskan"


"Berikan hasilnya dok, Karin mohon" ucap Karin serius.


Dengan terpaksa dr Merry berikan, kemudian Karina melihat semua hasilnya, tiba-tiba Karina menyobek salah satu lembar hasil tes nya.


"RIIIIIN!!!! kenapa disobek?!!"


"Eolmana Olae dr Merry" ucap Karina terlihat serius dan dingin, belum pernah Merry melihat ekspresi Karina seperti ini, biasanya Karina sangat ceria dan santai.


"Tolong jangan Stevie tahu ya dok, Karin mohon"


"Tapi Rin?"


Cekreek....masuklah Stevie yang terlihat lelah tetapi langsung tersenyum bahagia melihat istrinya yang menyambutnya dengan tersenyum lembut membuat kecantikan Karina berlipat dimata Steve.


...***...


...TBC...


...Hayooo pilih pasangan Willy-Karina...


...atau Steve-Karina?????...


...Makasih kesayangan, semoga masih suka ya😁 jangan lupa LIKE....LIKE...VOTE...VOTE & COMMENT biar thornya semangat...


...Gumawo🙏😘...