
"Apa kabar kapten William Putra Simorangkir!! apakah begini sikapmu merayu wanita-wanita di medan perang William??!!!" tanya seorang laki-laki muda tampan dengan nada ketus dan berwibawa.
Gleeeg matiiih akuuu, ...."Bukaan begitu kak, Willy hanya merayu 1wanita yang akan Willy nikahi, wanita lain Willy tidak pernah lirik kak, sunggguuuhhh!!!" kata Willy dengan muka serius dan yakin.
"Siapa wanita yang akan kau nikahi Will??? wanita mana yang akhirnya menarik perhatian mu William?ucap seorang pria meski sudah berumur masih terlihat tampan dan berwibawa.
"Papaaaa!! Papa dan kakak kenapa bisa sampai disini??"tanya Willy panik melihat ayah dan kakaknya yang tiba-tiba datang ke Yogya.
dr Hotman Simorangkir seorang dr mata, ayah dari Willy, seorang dokter senior mata pertama di Indonesia, mempunyai watak tenang tetapi tegas dan disiplin.
dr Johan Putra Simorangkir (33th) kakak sulung Willy yang berprofesi sebagai dr kandungan, mempunyai watak keras dan kaku sudah menikah dengan Marini Dinata/Atik (30th) seorang gadis manis, lembut dari Surabaya, dan sudah dikarunia 2anak lucu bernama Lucia Kenya Simorangkir dan Marulli Bagas Simorangkir.
"Selamat siang dr Simorangkir, suatu kehormatan bagi saya bertemu anda disini" sapa dr Karta sambil mengulurkan tangannya.
"Selamat siang dr Karta Wijaya, bagaimana kabarnya? sudah lama kita tidak bertemu ya dok, makin subur saja kamu dok" jawab dr Hotman ramah, sambil menepuk punggung dr Karta.
dr Kartawijaya dokter spesialis bedah ortopedi, adik kelas dr Hotman saat dulu sekolah kedokteran di STOVIA.
Saat mereka berbincang, tampak terlihat Karina baru selesai keluar dari barak, dan sudah disambut Willy, dan mengikuti Karina berjalan.
"Mas iih ngapain ngintilin Karina terus, Karin baru cari dr Karta, kapan mau operasi nya." kata Karina.
"Emang Rin rin tau dr Karta dimana gitu??goda Willy sambil menaikkan alisnya.
"Ya dicari mas,udaah aah ini sudah jam 11 semua persiapan sudah siap, udah dech mas sana husss...husss" usir Karina sambil mengibas-ibaskan tangannya.
"Iiiiiih Riin rin emang mas ayam, gak baiiik Rin sama calon suaminya kasar-kasar begitu." kata Willy merajuk.
"Masss iih geli tau mas liat mas gini" kata Karin bergidik ngeri sambil melihat tingkah absurd Willy.
"Rin riin iiih gemesin tau, bikin mas pingin cium lagi.." goda Willy sambil memonyong-monyongkan bibirnya.
Blussed muka Karin memerah, dan membungkam mulut Willy sambil clingukan melihat segala arah apakah ada orang di sekitar,
" Mas gak malu apa kalo ada orang yang denger??" tanya Karin sambil melotot.
...***...
Tanpa mereka sadari ada 6pasang mata melihat tingkah polah mereka dimana dr Johan sampai terbengong-bengong
"Paaa, ini Jo tidak salah liat kan??itu Willy adik Jo yang selalu acuh dan gak pedulian sama kaum wanita???" tanya Johan yang shock melihat tingkah polah bucin Willy.
"Dokter Karta itu siapa?"tanya dr Hotman
"Apakah dia sudah memiliki suami atau pacar dok?" tanya dr Hotman lagi.
"Pacar ato suami belum ada setau saya, penggemarnya banyak dari anak-anak stovia maupun para tentara, meski dr Karina orangnya ramah dan menyenangkan, tapi dia selalu tidak mau tersentuh dan selalu menjaga jarak terhadap lawan jenis, baru di sini saya baru melihat dia mau disentuh putra anda tanpa memakai sarung tangan." jelas dr Karta. Mendengar keterangan dr Karta , Senyum lebar terbit di muka dr Hotman.
...****...
Lanjut kembali ke Karina dan Willy
"Nggak tuch, mas gak malu kok Rin kan kemarin mas dah cium Rin rin di depan para tentara, trus bobo berdua di barakkan?" jawab Willy dengan muka songong.
"Maaaassss!!!!!jerit Karina frustasi menghadapi kegilaan Willy.
"Willliaam Putraaa Simorangkiiir!!!!!dasaaar anak kurang ajaaar, mempermalukan keluarga, siapa yang mengajarkan ke kamu belum menikah sudah bobo bareng haah??!!" teriak dr Hotman sambil menjewer dan memukuli tubuh Willy.
Karina melihat itu semua terbengong-bengong kebingungan.
"Hallo adik ipar, perkenalkan namaku Johan kakak dari Willy, selamat datang di keluarga Simorangkir!!" sapa Johan sambil menarik tangan Karina untuk bersalaman.
"Eeh i..iyaaa ka..aak, saya Karina Kim.." jawab Karina masih shock dengan ucapan cowok di depannya.
"Nak Karin, papa minta maaf yaa kita bertemu disaat seperti ini, anak bandel ini sudah bersikap tindakan asusila terhadap nak Karina, jangan kuatir papa dan keluarga Simorangkir akan bertanggung jawab"
"Eeeeeeh....ooom keliatan nya ada salah paham dech...yaaa kan MAAAASSS bantuin jelasin dong, biar tidak makin runyam ini!! panik Karina.
"Papa sayang, bukan om yaah" kata dr Hotman sambil tersenyum ramah.
Mulut Karina sampai terbuka dan tidak bisa berkata apa-apa.
"Sayang mulutnya jangan lebar-lebar dong kan bikin mas pingin nyium bibirmu yang manis itu."
Pleeetaaak..."Nyosoooor terussss ingat nikah duluuu!!" omel Johan.
"Sakiiiit kak!!!" omel Willy watados.
Sambil mukanya merah padam, "Dokter Karta mari kita operasi sekarang, semua persiapan sudah saya siapkan"
"Oom...eeeh pa, Karin mau mbantuin operasi dr Karta dulu ya." pamit Karina sambil mendorong-dorong dr Karta yang masih tertawa melihat polah pasangan muda ini.
"Ya nak Karin, nanti kita lanjutkan mengobrol nya ya!" jawab dr Hotman ramah.
"Ya pa..." jawab Karina canggung dan langsung mendorong dr Karta supaya segera menghindar dari keluarga Willy.
"Sayaang semangat yaah, konsentrasi jangan mikirin mas, ntar malam kita bobo bareng lagi yaa mas janji dech" teriak Willy.
Karina langsung melotot melihat Willy, sambil menghentak-hentakkan kakinya sambil menuju barak perawatan.
VOTE....VOTE....DONG, biar authornya semangat