
Di sepanjang perjalanan pulang Mike hanya diam, Angga merasa suasana sangat canggung melihat kedua kakak beradik Kim saling membisu, biasanya Karin manja dengan kakaknya.
"Dokter Mike bapak ibu sehatkan?"tanya Angga supaya tidak canggung.
"Panggil kak, Angga seperti Karin panggil aku" kata Mike dingin
"Eeeeh??"jawab Angga dan Karin serentak sambil memandang heran Mike.
"Kenapa?? nggak mau??!!....ya sudah" jawab Mike ketus.
"Eeeh nggak kak, ngaak keberatan kok" jawab Angga kelabakan dan sedikit takut.
"Alaamaak dr Mike kok jadi ngerii yaah" batin Angga sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal.
"Bapak ibumu sehat Ngga, hanya sangat mengkhawatirkan kamu saja" tiba-tiba Mike menjawab
"Ooo iya kak" jawab Angga.
.
.
Akhirnya sampailah mereka dirumah, Angga dibantu turun dari mobil dan disambut teriakan Dirga, Malika dan dr Murni, mereka saling berpelukan dan menangis haru.
"Makasih ya Rin, kamu bawa Angga pulang " kata dr Murni sambil memeluk Karina erat sambil menangis.
"Sama-sama bu, maaf saya bau bu disana airnya susah hehehe" kata Karina sambil nyengir.
"Kamu masih wangi dan cantik kok Rin....uuuups" Angga keceplosan dan takut melihat tatapan Mike yang susah terbaca.
"Angga bodoooh, duuuch itu kakak aura nya kok mengerikan yaah" kata Angga dalam hati sambil menelan ludah.
"Cieeee....cieeee...kak Angga naksir dr Karin nich yeee" ejek Malika
"Waaaah kakak cantik bakalan jadi kakak diga nanti holeeee!!"teriak Dirga heboh dan muka Angga sudah semerah kepiting rebus.
"Hahaha maaf ya Rin dan dr Mike anak-anak saya suka sembarangan, mari kita pamit masuk terlebih dahulu" kata dr Murni melihat Karina yang salah tingkah dan Mike hanya diam membisu.
"Baik ibu, kami juga pamit undur diri dulu" kata Karin sambil menarik Mike untuk masuk.
.
.
.
Setelah Karin selesai mandi dan berganti baju, Karin keluar dan di meja makan telah tersedia seollongtang (masakan korea sup tulang dan daging sapi), dan nasi
"Makanlah mumpung masih hangat" kata Mike.
"Mas-issge deuseeyo (selamat makan) Oppa" kata Karin lalu langsung mau makan.
"Riiin doa dulu!"
"Eeh iya" jawab karin sambil meringis.
Setelah selesai makan "Enaaaknya kak masakanmu" kata Karin sambil mengusap perutnya karena kenyang.
Sambil berdiri dan mengusap kepala Karin dengan sayang
"Setelah beberes meja makan ke ruang kakak!"perintah Mike.
"Yaa kak"kata Karin pelan.
Setelah selesai beberes, Karina menuju ruang Mike
Took...tok..."Kak..Karina ijin masuk"
"Masuk Rin"
Setelah masuk, Karina langsung duduk bersimpuh seperti adat Korea yang selalu diajarkan Emak Liem, jika harus berbicara dengan yang lebih tua.
"Bisa kamu jelaskan Karina Mitchell Kim (nama sebenarnya yang diberikan oleh ayah Karina, tetapi oleh Laras nama Mitchell dihilangkan)"kata Mike tegas.
Lalu Karina menceritakan kejadian di Yogyakarta kemarin tanpa menyinggung tentang tidur bersama karena takut diamuk oleh Mike.
"Apakah kamu sudah gila??!!!"
"Apakah kamu mau menjadi janda muda hah?" bentak Mike.
"Kak...kata kakak bahwa aku tidak bisa kembali ke masa depan, dan harus menjalani hidup di jaman ini sampai aku mati"
"Lalu apa salahnya aku menerima mas Willy, seumur hidup Karin belum pernah Karin merasa debaran aneh seperti saat bersamanya, beda rasanya saat bersama Steve"
"Sedang saat bersama mas Willy ada rasa jengkel, gemes, kangen kalo tidak melihatnya, marah dan berdebar-debar....kakak mengerti tidak?" jelas Karina kepada Mike.
"Lalu kamu bisa terima kematian nya??jelas-jelas kamu tahu tahun depan dia sudah mati! dan kamu masih mau nekat HAAAh!!!" teriak Mike.
"Kakak tidak menentang kamu suka dan menikah dengan pria di jaman ini, karena kakak lihat hidupmu lebih tenang disini, dan kakak bisa selalu bersama denganmu, tidak seperti di tahun 2020 kamu selalu menangis, tertekan dan kesepian sendirian dan kakak gak bisa memeluk dan menghiburmu" kata Mike merasa pusing memikirkan masalah Karina.
Karina hanya menangis kebingungan, mendengar Karina menangis tersedu-sedu membuat hati Mike perih.
Grep..Mike memeluk Karina dari belakang
"Jangan nangis hmm....kakak disini"hibur Mike lembut.
"Rin..."
"Hmm...ya kak"
"Kenapa gak sama Angga?dia berumur panjang dibandingkan Willy"
"Kakak liat dia pun mencintaimu dengan tulus, mukanya gak jelek juga kok...meski tetap paling ganteng dr Michael Kim" kata Mike mulai kumat narsis.
"Haizzz mulaiiii narsis itu penyakit kak buruan diobatin!!" kata Karina sambil memutarkan bola matanya malas.
"Mas Angga memang baik kak...tetapi Karin gak ada getaran rasa gitu kak"jawab Karin pelan.
"Getaran bakalan terasa kalo sering bersama, besok kakak akan bilang supaya Angga mulai mendekati mu..." kata Mike
"Tapi oppa....."rajuk Karina.
"Tidak pakai membantah dan merayuku Karina Mitchell Kim, keputusan kakak fix...meskipun Willy melamarmu dengan keluarganya..kakak tidak memberikan ijin!!" kata Mike keras.
"Pikirkan Rin, mulai besok rawat kaki Angga dan mulai buka hatimu dengan Angga!!"
.
.
Pagi harinya ditempat berbeda, saat Willy sedang bersiap untuk apel pagi di rumah Jendral Ahmad, tiba-tiba
"Selamat Pagi Kapten Willy" sapa sersan Amin sambil memberi hormat.
"Selamat pagi Sersan Amin"jawab Willy sambil memberi hormat juga
"Ada apakah sersan?"tanya Willy
"Kapten dicari oleh seorang wanita bernama Rukmini di depan"kata sersan Amin
"Hufffht...baiklah sersan saya akan temuin di depan, terimakasih "kata Willy.
Setelah kepergian sersan Amin, Willy ke depan menemui Rukmini dan akan menjelaskan supaya Rukmini berhenti menemuinya, karena Willy tidak mau Karina salah paham.
"Selamat pagi bang Willy, bagaimana kabar abang, katanya abang terluka ya?"kata Rukmini sambil mendekat Willy tetapi Willy menghindar mundur.
"Selamat pagi Rukmini, silahkan duduk!" jawab Willy dingin.
Saat mereka duduk, "Kabar ku baik, kamu lihat sendiri kan, hanya luka di bahu dan beberapa lecet tetapi tidak apa"
"Rukmini aku mau ngomong langsung ke intinya maaf sebelumnya kalo bakalan terdengar kasar, karena aku bukan seperti Angga yang tutur katanya halus"
"Ya bang Rukmi paham kok sifat abang, ada apa ya?"kata Rukmini pelan.
"Rukmini, mulai sekarang jangan mencari ku, memberi masakan dan sebagai nya seperti kebiasaan Rukmini selama ini, maaf baru sekarang Willy ngomong begini karena aku pikir dengan selalu menghindar Rukmini tahu bagaimana perasaanku, tetapi ternyata tidak"
"Sekarang karena Willy sudah mempunyai calon istri, dimana dalam hitungan hari keluarga Willy akan melamarnya, maka aku mohon Rukmini mulai berhenti, supaya tidak terjadi salah paham dengan calon istriku, karena seumur hidupku hanya dengannya Willy merasakan jatuh cinta"
"Rukmini paham kan?" jelas Willy lalu beranjak mau pergi.
"Apa salah Rukmini bang?apa kelebihan dia dibandingkan Rukmini, Rukmini mau berubah seperti abang pinta!" bujuk Rukmini sambil menangis.
"Maaf Rukmini, Rukmini tidak salah, hanya Willy tidak pernah punya rasa dengan Rukmini..masih banyak pria diluar yang lebih baik dari Willy dan bisa mencintai Rukmini."
"Maaf Willy harus segera apel pagi" kata Willy dengan muka datar langsung meninggalkan Rukmini.
"Selain dengan Rukmini tak boleh ada yang memiliki abang!!" gumam pelan Rukmini sambil tersenyum mengerikan.
...***...
...TBC...