
Cathy yang mendengar nyanyian Inder langsung memerah pipinya.
"Ca...itu lagu tentang cinta?" tanya Khael ketika melihat pipi adiknya yang merona merah.
Tiba-tiba Inder mendekati Caca, tetapi sebelum Inder berkata-kata
"Caca ....Khael kalian sudah bersiap untuk naik panggung?" tanya Ariana.
"Onel belum datang ma" ucap Khael
"Biar aku nyanyi dulu dengan iringan gitar Inder dulu kak, sambil menunggu Onel" usul Cathy
"Baiklah Ca..." jawab Ariana.
Maka naiklah Caca ke atas panggung sambil menarik tangan Inder dan berbisik ke Inder untuk bernyanyi bersama.
"Selamat siang semua, di sini kita berdua akan bernyanyi bersama dengan lagu nostalgia lagunya Ari Lasso dan BCL, semoga kalian suka yaah" ucap Cathy lalu duduk dan bermain gitar bersama Inder yang juga bermain gitar.
...Aku & Dirimu...
...Tiba saatnya kita saling bicara...
...Tentang perasaan yang kian menyiksa...
...Tentang rindu yang menggebu...
...Tentang cinta yang tak terungkap...
...Sudah terlalu lama kita berdiam...
...Tenggelam dalam gelisah yang tak teredam...
...Memenuhi mimpi-mimpi...
...Malam kita...
...Duhai cintaku, sayangku, lepaskanlah...
...Perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu...
...Dan kini hanya ada aku dan dirimu...
...Sesaat di keabadian...
...Jika sang waktu bisa kita hentikan...
...Dan segala mimpi-mimpi jadi kenyataan...
...Meleburkan semua batas...
...Antara kau dan aku...
...Kita ......
...Duhai cintaku, sayangku, lepaskanlah...
...Perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu...
...Dan kini hanya ada aku dan dirimu...
...Sesaat di keabadian...
...Duhai cintaku, sayangku, lepaskanlah...
...Perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu...
...Duhai cintaku, sayangku, lepaskanlah...
...Perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu...
...Dan kini hanya ada aku dan dirimu...
...Sesaat di keabadian...
"Mereka berdua sangat serasi ya Steve, jadi keinget masa kita dulu ya, sering menyanyi bersama" ucap Putri yang tiba-tiba berdiri disamping Steve yang sedang menatap tajam ke arah Cathy dan Inder.
"Serasi apaan Jarjit dan Mei-mei (tokoh di Upin-Ipin) mana serasinya" ujar Steve lalu keluar dari aula panti dan duduk dibawah pohon asem di taman. Entah kenapa hatinya merasa jengkel melihat kedekatan Inder dan Cathy untuk ke dua kalinya.
Saat Steve sedang duduk, tiba-tiba
"Ca...apakah kamu menerima ..." belum selesai Inder berkata
"Inder maaf Caca nggak bisa, dua tahun kamu nggak ada kabar dan kejelasan, tiba-tiba kamu datang dan tau-tau nembak??!!" ucap Cathy dengan muka datar menahan emosi.
"Maaf Ca, akan aku jelaskan semuanya kepadamu, maaf bukan maksudku meninggalkanmu, tetapi kondisi saat itu memaksaku untuk menyelesaikan masalah keluarga ku, beri kesempatan sekali lagi ya Ca...aku janji .."
"Stt....Caca nggak suka mendengar seorang cowok berjanji dimana akan membuatnya susah memenuhi janjinya...udah ayo kita kembali, acara belum selesai" ucap Cathy dengan dingin dan beranjak meninggalkan Inder yang masih menatap Caca dengan sendu.
"Maaf Ca...aku sudah membuatmu kecewa"ucap Inder sedih.
Steve yang mendengar itu tersenyum tipis lalu kembali duduk termenung, saat akan beranjak pergi meninggalkan taman, tampak gadis tengil sedang menebar makanan di kolam ikan di samping taman.
"Apa acaranya sudah selesai atau kabur eh??" ejek Steve sambil tersenyum miring.
" Kabur oom" ucap Cathy sambil meringis
"Kalau ada masalah dihadapi jangan kabur" ucap Steve lalu duduk disamping Cathy.
"Masalah?masalah apa oom?"tanya Cathy bingung.
"Haizzz....dasar bocah labil, masalahmu dengan Jarjit" kata Steve
"Jarjiiit???itu sapa oom? Om kalo ngomong pan jangan dikit napa? biar Caca gak bingung" omel Cathy sambil menatap Steve bingung.
"Cowok India yang menempel terus ke kamu itu, sudah amnesia kamu" ucap Steve
"Hahahaha Inder tooh....cie...cie...om cemburu ama Caca yah???" goda Cathy dengan mengedip-kedipkan matanya usil.
"Siapa yang cemburu dasar bocah" ucap Steve gusar.
"Jadi anak cewek jangan suka Hallu dan gangguin pria dewasa, untung aku kalo pria lain bisa-bisa kamu dimakan" ucap Steve tegas.
"Iiih sakiit oom, emang om nggak pingin makan Caca gitu yang cantiknya cetar membahenol gini?" tanya Cathy dengan nada pede tingkat dewa dengan bergaya genit.
"Aku bukan pedofil penyuka bocah-bocah tengil kaya kamu!!" omel Steven sambil melotot.
"Aku bocah lagi om, sudah jadi dokter ini...memang sich muka Caca terlalu imut tapi percaya dech om, bocah ini bisa buat bocah sama om" ujar absurb Cathy sambil menyenderkan kepalanya di lengan Steve yang dari tadi dipeluk Cathy.
"Dasar bocah sablenk.....siapa yang ngijinin kamu buat anak dengan cowok ini HAaah!!" bentak suara sopran Abi yang tiba-tiba sudah dibelakang Cathy dan Steve sambil menjewer telinga Cathy.
"Aaaaawwwew....aaw....aaawww sakit atuuuuh Paa!!!" teriak Cathy sambil melepas tangannya dari lengan Steve dan langsung memegang telinganya yang kena jewer papanya.
"Papa tuch kok kesini siich, kan tadi sama mama dan temen-temennya, gangguin Caca aja dech papa"gerutu Cathy.
"Iya...papa cari anak papa yang hobi kabur kalo baru di kenal-kenalin di setiap acara, emang salah gitu?!" ucap Abi sambil melipat tangannya di dadanya.
Melihat perdebatan ayah dan anak yang gak jelas membuat Steve beranjak meninggalkan mereka berdua.
"Heeeh...siapa suruh kamu meninggalkan kita!" bentak Abi
"Tuuuchkan papa membuat suami masa depan Cathy lari ketakutan tooh, makanya tooh pa jadi seorang ayah jangan serem-serem...gimana coba kalo om dokterku yang ganteng ini kabur, papa mau tanggung jawab Caca gak nikah-nikah" omel Caca yang berdiri melindungi Steve dari amukan papanya *tidak lupa tangannya sudah memegang tangan Steve.
Mendengar omongan Cathy membuat Steve dan Abi menganga seper sekian detik sambil melihat Cathy.
"Oom mingkem, menganganya ntar aja pas papa pergi jadi ntar kita bisa cinta-cintaan" bisik Cathy sambil berjinjit ke telinga Steve, tetapi Abi masih bisa mendengar ucapan Cathy dan langsung menarik tangan Caca menjauh dari Steve.
"Catherine Rose Sutedja, jangan buat malu yaa..." teriak emosi Abi sambil memukuli tangan Cathy sampai Cathy teriak-teriak kesakitan.
"Ooom Steve bisa jelaskan ini cuman salah paham, Caca hanya bercanda dan gangguin Steve" ujar Steve lalu menarik Cathy menjauh dari papanya supaya tidak di pukuli.
"Heeeh siapa kamu berani-beraninya bicara tanpa seijinku HAaah!!" bentak Abi.
"Maaaassss Abiii, bisa-bisanya mas pukulin anak kesayangan Rian!!! mau Rian gibeng " teriak Ariana sambil mendorong kursi roda Abi.
"Eeeh mas gak mukul kok...tuuh Caca baik-baik saja kok sama cecunguk itu" ucap Steve sambil nyengir.
"Maa...papa jahat bikin suami masa depan Caca takut dan gangguin acara PDKT pake mukulin tangan dan menjewer telinga Caca" rajuk Cathy sambil memasang muka memelas.
"Massss Abiii!!!sekarang duduk disini, dari tadi berjalan-jalan dan berdiri terus! mau jadi lumpuh lagi Haah, pake gangguin anaknya pacaran pula" omel Ariana
"Iya sayang, maaf" ucap Abi lalu langsung duduk di kursi roda lagi.
"Tante kelihatannya ada kesalah pahaman" ucap Steve.
"Oooo iya...kenalkan ya dr Steve saya Mariana Chandra dan ini suami saya Kennard Abimanyu Sutedja, kami papa mamanya Caca....maafkan suami saya yang suka lebay n over protektif" kata Ariana lembut dan tersenyum lembut
"Sayang kok kenal dia sich...emang dia siapa?" tanya Abi sewot.
"Mas ini tuch dr Steve Emanuel Rumengkang pemilik RS Karya Medika tempat Khael bekerja"jelas Ariana.
"Oooo...keluarga Rumengkang!!"
1 detik....2 detik..." Yaaaaa...kamu duda donk!!" teriak Abi.
Ariana langsung mencubit pinggang Abi "Emang kenapa kalo dia duda, mas iih lebay tahu!"
"Sayaaang...dia itu sudah om-om duda pula, emang kamu mau punya menantu kaya gitu?"
"Mas lupa mas dulu gimana? dia mah duda ditinggal mati istrinya mas gak kaya duda cerai yang pelupa ini" jawab Ariana sewot.
"Aku juga ditinggal mati sayang" ucap Abi lirih.
"Iya mati, karena aku bunuh...kalo kagak udah itu cewek psiko bakal bunuh anak-anak ku, mas lupa!!?" ucap Ariana ketus
"Oom...kita pergi saja yuks, mereka kalo bertengkar lama ....pusing ntar" bisik Cathy sambil menarik tangan Steve yang masih bengong mendengar Ariana yang cantik dan lembut itu bisa membunuh.
Saat melihat Caca dan Steve mau kabur
"Cacaa....dan Rumengkang mau kemana kalian hah!!!" bentak Abi mengalihkan supaya istrinya tidak marah.
"Lapar pa...kita mau makan pa"
"Rumengkang...besok kamu harus datang ke rumah!!" perintah Abi
"Tapi oom, tante ini beneran salah paham dech"jawab Steve mulai panik dan pusing menghadapi keluarga Caca yang heboh.
"Aku bukan Om kamu, dan istriku bukan tantemu" ujar Abi sewot.
"Panggil Pa Mer Om" ucap Caca.
"Kok Pa Mer sich sayang" tanya Ariana bingung
"Papa mertua ma, kan om dokterku ini calon imam nya Caca" ujar Cathy dengan senyum lebar
"Oooh kalo gitu langsung panggil papa dan mama saja nak Steve" ucap Ariana.
"Ca ayo pulang, ingat kamu ya Rumengkang besok jam 7malam aku tunggu dirumah" ancam Abi sambil menarik tangan Caca meninggalkan Steve
"Oom besok langsung lamaran saja, nggak usah minta ijin pacaran...ta'aruf saja karena kata pak ustad pacaran setelah halal itu enak" ujar Cathy yang langsung ditarik Abi dan mama.
"Caa jangan malu-maluin" bentak Abi
"Daaagh oom....muaaach ini Caca dp dulu yaa, besok kalo sudah halal kita puas-puasin" ucapan Cathy sambil kiss bye genit.
Steve langsung mengacak-acak rambutnya frustasi.
...***...
...TBC...
...Hahaha kasihan Steve ya sekalinya dapat cewek setelah 14 tahun menduda, dapatnya gadis dan keluarga gesrek๐๐ ...
...Penasaran yaah??...tunggu di next episode yess๐...
...Jangan lupa klik LIKE....LIKE..VOTE & COMMENT DONG...biar novel ini tetep di sini ...
...Gumawo๐๐๐...