A Moment In The Past

A Moment In The Past
Episode 64 Kisah Michael Kim



Setelah melihat foto ayah dan emaknya, Karina mulai membongkar meja rias, lemari dan nakas disamping ranjang.


Dan akhirnya Karina menemukan buku berisi surat-surat, dan Karina menemukan potongan surat kabar kuno yang memuat berita kecelakaan pesawat Garuda dari Korea Selatan menuju Jakarta 17tahun yang lalu saat Karina berusia 8 tahun. Dan di berita tersebut salah satu penumpangnya bernama Kim Tae Joo.


"Appa ....appa" ucap lirih Karina sambil terisak, ayah yang selama ini dia rindukan dan dia kira mengingkari janjinya untuk pulang menjemputnya ternyata telah meninggal tepat pada saat sang ayah berjanji akan merayakan natal bersamanya.


Flashback


Setelah Karina kecil sembuh, Karina di bawa ke rumah emak Liem di perkebunan.


"Karin sayang sekarang ini rumahmu, kamu sekarang tinggal sama Emak dan Engkong Liem yah" ucap Emak lembut.


"Iyaa mak, makasih yah" ucap Karina sambil tersenyum.


"Ayo Rin emak tunjukkan kamarmu" ucap emak.


"Tidak perlu kamar mak, Karina bisa tidur sama emak saja" ucap Karina gugup.


"Karina...kamu harus ingat kamu adalah satu-satunya putri keluarga Kim, semua perkebunan, rumah, pabrik ini adalah milikmu semua"


"Namamu sebenarnya Karina Michelle Kim, kamu putri dari Kim Tae Joo, mulai sekarang kamu harus tumbuh menjadi anak yang bahagia, wanita yang kuat karena kamu adalah putri keluarga Kim bukan Suhendar kamu ingat itu, jadi mulai sekarang baju, sepatu dan perhiasan harus yang terbaiklah yang Karin pakai, Karin mengerti?" ucap Emak sambil membelai kepala Karina dengan penuh kasih sayang.


"Nah ini kamar Karina...semoga Karina suka yah, kemarin Emak dan Engkongmulah yang menata kamar ini" ujar Emak sambil melihat Karina yang terbengong melihat kamar barunya yang sangat indah.



Sambil menangis haru Karina memeluk emaknya " Maak...Karina suka banget, indah sekali kamar ini tidak pernah Karina bermimpi mempunyai kamar seindah ini, terimakasih mak"


"Sama-sama sayang, o iya emak mau ingin kamu tahu siapa keluargamu, papamu bernama Kim Tae Joo, kakekmu Kim Soe Joo dan nenekmu Ko Jian Si, nenekmu adalah adiknya emak, emak sendiri bernama Ko Jian Lee, kita orang Korea. Emak menikah dengan Liem Su Ho orang Indonesia pemilik perkebunan ini, sedangkan engkong Liem yang diluar tadi adalah adik dari engkongmu yang bernama Liem Su Wo seorang dokter tradisional tiongkok"jelas emak.


"Nanti malam kita telpon papamu, pasti papamu sudah sangat rindu denganmu" ucap emak sambil mengusap lembut Karina.


"Pa..papa mau ngomong sama Karin mak? betulkah mak?" tanya Karina bergetar.


"Tentu saja, papamu sudah lama ingin menjemputmu, tetapi kondisi perusahaan papamu saat tahu Laras hamil kamu dalam kondisi mau bangkrut, jadi belum bisa ke Indonesia"jelas emak Liem membuat Karina terlihat senang.


***


Malam hari sesuai janji emak, Karina bertelepon dengan papanya, meski Karina pertama-tamanya takut dan hanya mendengarkan semua ucapan papanya, tetapi lama kelamaan Karina mulai mau tertawa dan bisa ngobrol dengan papanya.


Sejak malam itu Karina setiap malam ditelpon papanya, dan Karina mulai belajar bahasa Korea supaya kalo diajak ke Korea Karina bisa paham dan berkomunikasi dengan orang Korea.


"Appa...apakah Karin memiliki nama Korea?" tanya Karina suatu malam saat sedang berbincang dengan papanya.


"Appa sebenarnya ingin memberikan nama Kim So Ra yang memiliki arti gadis yang selalu tersenyum cantik, karena Appa melihat kalo Karin tersenyum sangat cantik" ucap Tae Joo


"Benarkah Appa?? Karin cantik?"tanya Karina sangat bahagia mendapat pujian papanya.


"Hahaha tentu saja putri keluarga Kim sudah terkenal selalu cantik, apalagi putri appa..appa saja gantengnya setengah mati gini loo" ujar Tae Joo dengan ke narsis an tingkat tinggi.


"Hahaha iya Karin percaya" ucap Karina tertawa geli.


Karina mengalami perubahan yang dulunya anak pendiam dan minim ekspresi, sekarang tumbuh menjadi anak ceria, mulai cerewet dan lincah membuat Emak Liem bahagia, Karina di sekolahkan di Jakarta di rumah Engkong Liem, dan setiap Sabtu, Minggu dan hari libur Karina pulang ke perkebunan.


Selain bersekolah Engkong Liem mengajarkan ilmu kedokteran Tiongkok yaitu akupuntur, dan mendatangkan guru Taekwondo dan Hapkindo ilmu beladiri yang harus dikuasai oleh Karina karena satu-satunya penerus keluarga Kim.


Menjelang Natal, ayah Karina berjanji akan pulang ke Indonesia dan merayakan natal bersama, Karina sangat berbahagia dan tidak sabar menunggu hari natal.


Tetapi saat natal tiba, papa yang ditunggunya tidak kunjung datang membuat Karina sedih dan mengalami demam selama 1minggu, tetapi kemudian emak memberikan surat dari papanya yang menyatakan papanya harus menjalani terapi sehingga tidak diperbolehkan untuk melakukan penerbangan dalam waktu lama, dan meminta maaf tidak bisa bertelepon hanya bisa mengirimkan surat.


Meski sedih dan khawatir, tetapi Karina kecil mulai bisa menerima dan selalu rajin mengirim surat ke papanya menceritakan semua kegiatan di sekolahnya dan papanya juga rajin membalas surat Karina.


Flashback end


Karina menangis dan menemukan kotak perhiasan mewah dengan merk terkenal dan terdapat surat didalamnya



...Hallo Kim So Ra putri cantik dari mendiang suamiku, perkenalkan namaku Park Youra maafkan aku menuliskan dengan menggunakan bahasa Inggris, karena aku tidak bisa berbahasa Indonesia....


...So Ra si, maafkan aku karena pada saat papamu mengetahui mamamu hamil sampai melahirkan mu tidak bisa berada di Indonesia dan segera mengambilmu, karena pada saat itu kita harus menikah kontrak dan berusaha mempertahankan usaha dan kekayaan keluarga Kim, setelah paman Seo Joo meninggal....


...Saat mendengar putri kesayangannya mengalami penyiksaan, Tae Joo menangis, marah secara bersamaan. Tetapi kemudian bahagia saat mendengar suara putrinya dan setiap hari menyempatkan waktunya untuk menelponmu, karena perusahaan sudah stabil papamu mengurus perceraian kami, karena selama ini tidak pernah ada cinta diantara kami, kami hanya berteman sejak kecil....


...Setelah bercerai Perusahaan warisan keluarga Kim diberikan ke aku karena Tae Joo ingin kembali menjadi dokter di Indonesia dan tinggal bersama putrinya....


...Hari itu Tae Joo ingin aku antar ke bandara dan berpamitan bahwa dirinya tidak akan kembali lagi ke Korea dan ternyata memang benar bahwa itulah kali terakhir aku melihat wajah tersenyum, karena baru saja lepas landas pesawat Tae Joo meledak....


...Saat aku pulang ke rumah Tae Joo untuk mempersiapkan upacara duka, dikamarnya ku temukan kotak perhiasan ini beserta stampel namanya yang tertinggal pasti karena terlalu bersemangat....


...Jadi dengan ini, aku kirimkan perhiasan yang merupakan hadiah natal buatmu, surat rumah papamu di Korea jadi saat kamu ke Korea pulanglah ke rumah papamu ini, jangan khawatir rumah papamu selalu aku jaga dan bersihkan dan stempel nama ayahmu yang bisa kamu gunakan saat kamu menikah kelak, bukankah di Indonesia untuk menikah perlu tanda tangan ayahnya. Mungkin inilah maksud Tuhan dimana perhiasan dan stempel ini tertinggal....


...Sekian dulu surat dari aku, tetapi percayalah So Ra si, papamu sangat mencintaimu dan ingin menghabiskan hidupnya bersama putri untuk menebus segala dosanya....


...Peluk sayang...


...Park Youra ...


^^^



Rumah keluarga Kim .^^^



...Kim Tae Joo dan Park Youra...


Karena terlalu capek menangis Karina tertidur di kasur Emak sambil memeluk foto papanya.


...***...


...TBC...